
( Di depan tenda tim 10 )
" Hoaammm.. ( xiaoli yang baru datang dari tenda p3k ) ini sudah hari ke 3, semalam banyak kelompok yang mencoba membelakangi raja misterius dan diam-diam melewati zona aman. Akhirnya 12 orang dari mereka tereliminasi ditambah Su Binyu menjadi 13 orang. Yang artinya.. raja itu tidak melakukan aksinya secara langsung,, dia hanya membuat keadaan seolah-olah dia sendiri yang menyingkirkan lawan saat dia menargetkan su binyu." Jelas xiaoli
" Itu benar, waktu berlalu dengan cepat namun kita bahkan belum memecahkan satupun teka-teki ini. Jika dikatakan, sebenarnya orang seperti apa yang bisa bersembunyi tanpa ada yang mengetahuinya. Kecurigaanku tersimpan di 3 orang, pertama Pak Moran, kedua Liu Ran dari kelompok sebelah, ketiga kau (menunjuk xiaoli)." Ujar Lin Yi
" Apa alasanmu mencurigai Pak Moran juga Liu ran?" Tanya xiaoli
" Karena Pak Moran secara tidak langsung memberi bocoran lagi pada kita kemarin, aku curiga bahwa itu adalah petunjuk yang ia berikan dengan identitas raja misterius. Dan alasan aku mencurigai Liu ran karena dia orang yang sangat berhati-hati saat kita satu kelas di smp,, dia orang yang bisa saja menjadi sangat tanggap dengan permainan strategi." Jelas Lin Yi
" Lalu,, apa alasanmu mencurigaiku?" Tanya xiaoli lagi
" Tentangmu ya.. kamu pernah bilang saat kita berada di bus, bahwa kamu bahkan tidak pernah simpati dengan orang-orang di sekitarmu, contohnya seperti Su Binyu. Dan kamu bilang kamu tidak pernah menjadi dirimu sendiri, kecurigaanku menjadi sangat yakin setelah mengingat kembali ucapanmu itu." Ujar Lin Yi
" Ooh.. kalau begitu,, selamat kamu telah mendapatkan jawaban pertama." Canda Xiaoli
" Haha.. tidak-tidak, itu hanya keraguanku padamu. Tidak berarti benar-benar mencap mu sebagai tersangka." Ucap Lin Yi
" Kalian sudahlah.. jangan hanya berbincang berdua, kita juga setidaknya bisa membantu." Ketus Siming
" Ya, berdiskusi dengan kita juga." Sambung An Xiyi
" Ya...yaa,, jadi apa yang ingin kalian diskusikan?" Tanya Xiaoli
" Sebelum itu aku ingin bilang sesuatu." Ucap An xiyi
" Silahkan.." Ujar Lin Yi
" Aku tidak pernah menyangka guan xiaoli kau bisa menjadi orang yang sangat berbeda disini. Pemahamanmu hampir setara dengan murid berbakat Lin Yi, dulu kamu tidak pernah serius dalam segala hal yang berkaitan dengan sekolah. Tapi melihatmu akhir-akhir ini banyak berubah, kau bahkan tidak terlambat lagi saat datang ke sekolah." Ujar An xiyi panjang lebar
" Ha,,ha,, mungkin..aku berubah menjadi angel?" Jawab xiaoli.
" Itu tidak benar.. sebenarnya dia berubah setelah dia berteman denganku." Sambung Siming
" Berubah KEPALAMU!!" Ujar xiaoli yang memukul kepala siming.
Perbincangan yang serius itu mulai berubah menjadi candaan-candaan ringan yang membuat mereka terlihat sangat bahagia.
" Tidak penting kita menang atau tidak,, yang penting kita tidak boleh merasa iri dengan hak yang sudah menjadi milik orang lain..." Nasehat xiaoli
" Tenang saja, aku hanya menganggap ini sebagai permainan biasa." Jawab lin yi
" Ya, aku akan selalu merasa senang mau kalah ataupun menang,, kita sudah terbiasa dengan itu..haha" ucap Bai Siming.
" Benar.. kita cukup mendapat banyak pelajaran dari ini, aku tidak terlalu mengaharapkan yang lain." Sambung An xiyi
" Baguslah.. tapi kalian tetap harus ingat!! ini bukan berarti kita menyerah." Tegas Xiaoli
Semakin berjalannya waktu semakin bertambah pula orang-orang yang gugur. Namun tim xiaoli tetap mempertahankan empat anggota yang tersisanya, dia mengikuti cara yang diberikan lin yi, bermain secara aman.
" Ini hampir larut,, jadi seperti yang sudah kita sepakati, kita akan bergerak di hari ke 5." Ucap Xiaoli
"SEMUANYA.. DENGARKAN!! SETIAP KETUA KELOMPOK DIHARAPKAN UNTUK BERKUMPUL DI TENDA PEMBINA.." Teriak Pak Mingwei
" Siap pak!!" Seru anak-anak
" Pasti.. kalau begitu semuanya aku pergi untuk rapat dulu.." Ujar An Xiyi
" Ya..." Jawab Lin Yi
" Semuanya sedang sibuk, aku akan mencari kayu bakar disekitar sebelum langit gelap." Ujar Siming
" Hati-hati,, jika ada sesuatu yang aneh jangan mengikutinya. Lebih baik segera kembali.." ingat xiaoli
" Baiklah.. aku akan berhati-hati..( pergi )
Xiaoli hanya melamun sambil mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di atas meja, otaknya sedang berfikir mencari jalan untuk merapihkan benang yang kusut.
( note: meja kecil yang disediakan pembina untuk setiap kelompok )
( Tempat merenung xiaoli : arah selatan )
" Sekarang apa yang sedang kau lamunkan?" Tanya Lin yi yang mengikuti xiaoli
" Kau sengaja." ujar xiaoli
" Sengaja tentang apa?" Tanya nya.
" Kau berkata kau mencurigaiku di depan umum,, tidak hanya menipu tersangka tapi kau juga menipu semua orang. Kemampuan manipulasi mu sangat menakjubkan.." Ujar Xiaoli
" Ternyata kamu menyadari hal ini... Melihat sisimu yang seperti ini bahkan bisa saja pemahamanmu melebihi orang biasanya,, jika aku benar kamu sudah menemukan siapa raja itu, benar bukan?" Ujar Lin Yi
" Pemahamanku tentang hal seperti ini mungkin bisa dibilang sangat baik, tapi aku juga masih belum menemukan siapa tersangkanya. Kau terlalu melebih-lebihkan ku." Ucap Xiaoli
" Sangat wajar jika masih belum mengetahuinya,, bahkan jika para pembina itu yang berada di posisi kita, belum tentu mereka bisa menemukannya dengan waktu yang singkat." Hibur Lin Yi
" Kenapa mengikutiku?" Tanya xiaoli
" Aku hanya merasa penasaran bagaimana caramu mendapatkan inspirasi." Jawabnya
" Hanya memandang pemandangan disini,, tidak ada yang spesial. Esensi yang sebenarnya adalah aku bisa berfikir saat aku sendirian dan tak merasa terganggu, jadi itu sebabnya aku tidak pernah ingin berteman ataupun berada di lingkungan yang ramai, kecuali dekat dengan gao yu'er. Ini kali pertamanya aku mengikuti kegiatan seperti ini,, sejak dulu aku selalu menjauh dari hal-hal yang berkaitan dengan orang banyak." tutur xiaoli
" Apa ada alasan kenapa kamu menjauhi keramaian?"
" Tidak ada... Tidak semua hal memiliki alasan untuk keberadaannya,, terkadang, keberadaan itu sendiri adalah alasannya." Jelas Xiaoli
" Aku membuka sudut pandang baru setelah banyak berbagi pikiran denganmu. Sangat jarang ada orang yang bisa mengubah sudut pandang seseorang." kata Lin Yi
" Sepertinya murid kelas A mendapat banyak ajaran dari murid dibawahnya... Satu lagi pikiranmu yang salah menurut diriku,, seseorang tidak bisa mengubah sudut pandang orang lain, itu hanya karena kau baru bisa menerima perbedaan dirimu dengan orang yang berbeda keadaan denganmu. Itulah sudut pandang baru." Tegas Xiaoli
" Hah ( tersenyum kecil ), aku tidak pernah menyangka bahwa ada beberapa pelajaran yang aku tidak pahami.. Terima kasih karena telah membuka lebar wawasanku." Ucap Lin Yi
" Tidak perlu berterimakasih,, bukankah kita teman?" Ujar xiaoli yang membuat Lin Yi terkejut
" Kau menerimaku sebagai teman?" Tanya Lin Yi tak percaya.
" Aku sudah melewati beberapa peristiwa dengan kalian.. setelah aku pikir-pikir kembali, kenapa aku tidak mencoba hal yang baru.. Jadi, mulai sekarang kalian telah resmi menjadi teman kedua ku. Karena yang pertama adalah kakak ku, tidak ada yang bisa mendapatkan posisi ini!!." Tutur Xiaoli.
#Bersambung...