
" Ini sudah 3 hari (hari rabu) namun Yu'er masih tak datang ke sekolah, bahkan handphone nya pun tak bisa dihubungi,, sebenarnya ada apa dengan anak itu."
tak..tak..tak..tak..(suara langkah kaki yang terdengar di depan pintu kelas)
" Selamat pagi, sekarang jam pelajaran saya. An xiyi."
" Hadir."
" Bai siming."
" Hadir."
" Bu qiu."
" Hadir.".
..... ( mengabsen beberapa murid lain)
" Gao Yu'er."
" Dia tidak hadir, karena memiliki beberapa kepentingan keluarga."
" Baik. Kalian memang sahabat baik saling membantu saat yang lain kesusahan. Guan Xiaoli (melanjutkan absen)."
" Hadir."
" Hua ge."
" Hadir."
...
Xiaoli PoV*
Kenapa dia ingat, dengan namaku.. Apa itu hanya kebetulan? tapi selama ini dia tidak pernah bisa mengingat nama dan wajah seseorang. Apa penyakitnya sudah disembuhkan? Kalau begitu aku dalam masalah...
" Baiklah, buka catatan kalian. Kali ini kita akan membahas xndjsjjwgksjbhf......"
" Hari jum'at ada pelajaran saya, kita akan praktek di labolatorium lusa nanti, mengerti?."
" mengerti..(jawab anak-anak dengan serempak, kecuali Xiaoli)"
" Aku masih memikirkan kenapa dia bisa mengingat nama siswa yang sering terlambat di kelasnya... bukan hanya terlambat, tapi aku juga s-sering tidur di jam pelajarannya (berbisik pada diri sendiri) aishhh.. (menutup wajahnya karena malu dengan perbuatannya di masa lampau)."
" Murid barisan terakhir, coba kau jelaskan apa yang baru saja saya jelaskan." Xiaoli menengok kiri dan kanannya, tidak.. dia duduk dibarisan paling kiri, dia hanya melihat sekelilingnya karena baru tersadar dari dalam lamunan.
" Jangan menengok lagi, kau yang kumaksud (melihat buku absen) guan xiaoli kelas 1D. Bisakah kau menjelaskan kembali apa yang baru dijelaskan."
" hmm? saya? pak boleh bertanya materi mana yang harus saya jelaskan.."
" Teori Kinetik Gas, coba jelaskan pada mereka (murid)."
" Baiklah.. Teori kinetik gas membahas tentang hubungan antara besaran-besaran fisika yakni tekanan, volume dan suhu yang menentukan keadaan suatu gas. Dalam aplikasi ini kita akan mempelajari Hukum Boyle, Hukum Gay Lussac, Hukum Charles, Persamaan Umum Gas Ideal dan Energi Kinetik Gas (Menjawab secara spontan)."
" Aku lebih terkejut dari kemarin."
" Kenapa dia berubah menjadi sangat hebat dalam sekejap."
" Bagus, kau bisa duduk." Ucap guru fisika itu
" Terima kasih. (masih belum sadar dengan sekitarnya)"
" Sejak kapan orang sepertinya belajar (heran)" Ketus Siming orang yang duduk di depan kursi xiaoli mengisi tempat duduk yu'er yang kosong.
" Ada apa i-ini... sangat diluar dugaan, dia menjawab semuanya dengan tepat hanya dengan melamun... Waahhh,, ( prok prok prok) aku bertepuk tangan untukmu." ucap An Xiyi
" Apa aku baru saja menjawab pertanyaan dari guru fisika? (orang yang baru sadar keadaannya). T-tidak, aku barusan diam-diam melihat catatan di buku. syuuutt.. jangan beritahu pak guru mengenai itu (berbisik)"
" Jika begitu masuk akal, tadinya aku sempat heran apa kau menjadi waras atau menjadi gila.." Goda teman sekelasnya siming
" Kau yang berubah menjadi gila!!"
" Kupikir kau orang yang sulit didekati, ternyata berbeda jika mengobrol langsung."
" Apa murid paling malas sepertiku masih memiliki sesuatu untuk disombongkan? Kalian saja yang tidak ingin mengenalku bukan? (menyunggingkan sedikit senyumnya)"
" Kau benar.. kalau begitu mari kita berkenalan untuk pertama kalinya setelah 1 semester. Bai siming (mengulurkan tangan)"
" Guan Xiaoli (membalas jabatan tangannya)"
" Orang yang dibelakang diamlah atau keluar dari sini." Menyindir Xiaoli dan siming ysng sedang mengobrol di jam pelajarannya.
" Sudah, kembali ke bangkumu. Guru fisika itu akan mengulitimu hidup-hidup jika masih menggangguku disini."
" O Ke"
Setelah beberapa saat, akhirnya pelajaran terakhir selelsai..
" Ini (memberikan surat)"
" Emm..(mengangguk) terima kasih.. Bukankah suratnya akan diberikan lusa, kenapa begitu cepat (memasukannya ke dalam tas)"
Xiaoli PoV*
Kenapa aku tidak bisa menjadi diriku yang dulu setelah bertemu dengan guru killer 2 hari yang lalu, apa yang sebenarnya terjadi padaku. Ucapannya seolah-olah seperti sihir yang memanipulasi ku, aku juga merasa diriku berubah sangat banyak akhir-akhir ini.
(Melamun sambil berjalan).
" DORR!!! " Berusaha mengejutkan Xiaoli, namun hanya dibalas dengan tatapan datar darinya. " Ada apa dengan tatapanmu itu,, seharusnya kau terkejut"
" Kau belum sampai pada tahap bisa mengerjaiku, Bai siming."
" Ayolah, bukankah kita sudah berteman panggil saja aku siming, dan aku akan memanggilmu Xiaoli mulai sekarang."
" Kita tidak akrab, jangan sembarangan memanggilku (berjalan cepat)"
" Heyy,, kita baru saja berteman tadi, apa kau lupa? (menyesuaikan langkah)"
" Aku ingat, kita baru mengenal satu sama lain beberapa waktu lalu tapi aku tidak berkata akan berteman denganmu. Maka dari itu, kita tidak pernah akrab kau mengerti. Jadi jangan sembarangan memanggil namaku (meninggalkannya)"
" Aishh.. ada apa dengan wanita itu, aku baru saja merasa kagum padanya,, sekarang aku sangat menyesal mengagumi orang seperti dia..(langsung pergi)"
Di rumah Xiaoli...
" Aku pulang.. (tidak ada yang menjawab) aku lupa kakak masih bekerja. Aku simpan surat ini di mejanya saja. (menyimpannya dan langsung pergi ke kamarnya untuk mandi)"
(Setelah selesai mandi) " Dimana pengering rambutku, aku lupa terakhir kali menyimpannya (mengusap-ngusap kepalanya dengan handuk). Sepertinya aku menaruh disini tapi tidak ada,,, ck, aku malas mencarinya lebih baik meminjam milik kakak dulu." Xiaoli pun diam-diam memasuki kamar kakaknya, karena biasanya dia tidak mengizinkan siapapun masuk. " Kak, aku pinjam hairdryer punyamu (berbisik sendiri)"
Setelah beberapa saat dia selesai mengeringkan rambutnya, dan segera membalikkan kamar mark seperti sebelumnya agar tidak meninggalkan jejak.
" Nyamannya... sekarang aku bisa beristirahat (duduk di atas kasurnya), eh.. Apa yang ada dibawah selimutku (membukanya) isshhh,, kenapa kau baru memunculkan batang hidungmu sekarang, dari tadi aku mencarimu kemana-mana tapi tidak menemukanmu.. aku sampai harus pergi ke kamarnya!! (orang aneh yang berbicara dengan hairdryer nya)"
" Apa yang kau cari pergi ke kamarku." Suara seseorang yang terdengar sangat familiar itu, (membuka pintu kamar xiaoli) "Jadi, apa yang kau lakukan di kamarku hmm?"
" K-kak, kapan kau pulang.. kenapa tidak bersuara sama sekali, aku jadi tidak bisa menyambutmu pulang,,hi (tertawa pelan)"
" Sejak kapan kau menyambut kepulanganku, aku tidak ingat.."
" Ha,ha,ha... "
" Katakan, kenapa kau pergi ke kamarku."
" Aku... aku hanya,,emmm..."
" Hmm? (memaksa bicara)"
" A-aku hanya ingin m-me,meminjam (terbata-bata) ...aku hanya ingin meminjam hairdyer milikmu karena aku lupa dimana menaruh punyaku (berbicara dalam sekali nafas)."
" Sudah kubilang simpan barangmu dengan rapi, patuhkan dimana kau harus menyimpan hairdryer mu dimana kau harus menyimpan seragam mu dimana kau harus menyimpan tas sekolahmu....xjdjxjjchxjxjxjjxkxjxksjsj....
Lain kali jangan menyentuh barangku tanpa izin dariku, kau mengerti?" Omelan Mark yang tiada henti
" Aku tahu... aku minta maaf (korban ceramah) Tidak akan ada lain kali lagi..."
" Bagus jika kau mengerti."
" Oh ya kak, sekolah sudah memberikan surat pemberitahuannya. Aku menaruhnya di mejamu.."
" Apa kau ingin ikut acara ini?" tanya mark
" Jika kau mengizinkan aku akan ikut serta."
" Kenapa, berubah pikiran? sebelumnya kau bilang tidak ingin ikut acara yang membuang waktu."
" Waktu itu aku belum memikirkannya, sekarang aku ingin berpartisipasi dalam acara itu."
" Kemana tujuan kalian?"
" Aku tidak tahu, baca saja suratnya dan kau akan tahu."
" Baiklah,, tapi jaga dirimu baik-baik."
" (terkejut) kak, kau mengizinkanku?"
"... (hanya diam)"
" Terima kasih kak... (tersenyum)"
" Sama-sama."
#Bersambung