U R

U R
kelelahan



Setelah menunggu lumayan lama, Lin Yi akhirnya kembali ke tempat itu dengan membawa kantong belanjaan di tangannya.


" Kemana kau pergi, apa kau ingin membuatku menunggu disini?" Ketus xiaoli


" Diam!." Bentak Lin Yi yang membuat xiaoli terkejut


" Pegang kantung ini ( memberikan kantung belanjaannya yang berisi minuman, makanan ringan, juga plester, Lin Yi hanya mengambil plesternya ) Duduk yang baik, aku akan menempelkan plester nya pada lukamu." Ucap Lin Yi yang hanya dibalas dengan anggukan karena bingung


" Aku menjadi bertanya-tanya, sebenarnya siapa yang terluka. Lututku hanya tergores saja kau bisa sepanik itu, apa kau tidak melihat tanganmu itu? Sini! biar aku saja yang memasang plester nya." Ucap Xiaoli yang ditolak mentah-mentah oleh lin yi


" Diam! Aku akan memakaikannya!" Bentaknya lagi sambil memasangkan plester ke lutut xiaoli yang terluka itu


" { Apa aku tidak salah lihat? apa sebenarnya yang terjadi dengan orang ini }" Batin xiaoli


" Lain kali tidak perlu sepanik itu,, toh ini juga hanya luka kecil bukan apa-apa." Ujar xiaoli


Lin Yi menekan plesternya dengan kuat. " Ssh! Apa yang kau lakukan!" Lanjut xiaoli


" Kau tahu itu sakit? jika masih selalu ceroboh aku akan selalu mengikutimu kemanapun." Timbal Lin Yi


" Aissh! ( memukul tangan lin yi yang terluka dengan sangat keras )"


" Sakit! apa yang kau lakukan, aku sudah menolongmu ini ucapan terima kasihnya?" Sindir Lin Yi


" Kau tahu sakit kenapa masih ceroboh? Lain kali aku tidak akan memukulnya dengan pelan lagi!" Balas xiaoli


" Perkataanmu masih belum nyaman didengar." Gumam Lin Yi


" Oh ya, kenapa kau ingin datang kesini?" Lanjut Lin Yi


" Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin datang lalu setelah itu pergi."


" { Tidak mungkin semudah itu, pikirannya sedari tadi terlihat sangat kacau lalu dia memutuskan meminta izin untuk pulang, tapi bukannya beristirahat dia malah datang kesini tanpa tujuan. Bukankah itu aneh? }" Batin Lin Yi


" Sudahlah, ayo kita pulang!" Ucap Xiaoli yang menyadarkan lamunan Lin Yi


" Tunggu sebentar, aku sudah membeli makanan untukmu. Setidaknya kau makan dulu baru setelah itu kita pulang { Tunggu! Dia bilang pulang? Apa dia mengajakku pulang bersama? }"


" Kau bukannya tidak tahu aku sudah makan seberapa banyak karenamu tadi, sekarang kau membelikanku makanan lagi apa kau ingin membuatku kekenyangan sampai tak bisa bergerak?" Ketus xiaoli


" { Aku tidak mengingat sebelumnya.. Aku lupa sebelum kita pergi kita sudah makan siang ditambah makanan yang dibawakan gao yu'er }" Batinnya


" Kalau begitu, kau bawa pulang. Aku sudah membelikannya, apa kau tega membuangnya?" Ucap Lin Yi memelas


" { I-i-itu! Ekspresi macam apalagi ini! membuatku merinding! } Terserah, ayo cepat pulang!" Ucap xiaoli berusaha tenang


" Ya ( tersenyum )"


" Linyi!." Sontak Xiaoli saat mereka hendak pergi


" Ya?" Jawab Lin Yi


" Temani aku jalan-jalan disini sebelum pergi." Ajak Xiaoli yang membuat Lin Yi terkejut


" K-kau yakin?" Tanya Lin Yi terbata-bata karena tak percaya


" ( Mendesah ) hah! Menurutmu? apa aku terlihat sedang bercanda?"


" ( Tersenyum ) Baiklah aku percaya, kemana kau ingin jalan-jalan?" Tanya nya


" Berkeliling di dalam taman peace-loving, setidaknya 1 jam temani aku berkeliling disana."


" Baiklah, aku akan menemanimu."


" { Jika aku masuk sendiri mungkin akan membuat diriku terlihat sangat mencolok, tapi jika aku membawa dia, mereka tidak akan menghiraukannya dan mungkin hanya akan berfikir hanya pemuda yang sedang berkencan. Apa kau akan mengenaliku jika aku menunjukkannya secara terus terang? }" Batin xiaoli


( Setengah jam kemudian... )


" Kau benar-benar ber-ke-li-ling." ucap Lin Yi yang tengah kelelahan karena entah yang seberapa kalinya mereka memutari taman ini


" { Aku benar-benar tidak menyangka ternyata dia benar-benar hanya berputar-putar saja? Aku kira.. }" Lin Yi segera menyadarkan dirinya, apa ia berharap bahwa xiaoli mengajaknya berkencan?


" Untuk apa berputar-putar disini, apa kau tidak lelah?" Tanya Lin Yi


" Lelah." Jawab xiaoli dengan polos


" Jika lelah kenapa masih harus melanjutkannya?"


" Karena aku belum menemukan sesuatu yang kucari."


" Apa yang kau cari sehingga berputar-putar disini sampai akupun hafal jalannya."


" Entahlah, aku juga tidak tahu apa yang sedang kucari. Karena kau lelah kalau begitu kita pulang sekarang." Ujar xiaoli


" Pulang begitu saja?"


" ( mengangguk ) Hmm.. Lalu apa lagi? bukannya kau lelah?"


" Aku memang lelah, tapi aku butuh istirahat dulu sebelum pulang. Kamu kira kaki ku ini terbuat dari besi." Ucap Lin Yi sembari menyentil kening xiaoli


" Ah! Apa yang kau lakukan!."


" Memberimu pelajaran karena sudah membuatku lelah."


" Cih! ( memalingkan wajah sambil memegang keningnya yang sakit ) Kau sendiri yang menyanggupinya. Dan-- beraninya kau! tidak pernah ada orang yang berani menyentilku! Kecuali kakak ( dengan nada yang rendah ) "


" Biarkan saja, berarti aku menjadi orang pertama bukan?"


" Sudahlah.. jangan berbicara omong kosong terus, bukannya kau mau beristirahat? Jika lama-lama aku akan meninggalkanmu!"


" Baiklah.. baiklah.. Mari duduk." Ujar Lin Yi dengan menenangkan


" ( duduk dengan kasar ) Hah! Pada akhirnya aku yang harus menemanimu."


" ( Tersenyum kecil ) Tentu saja, aku sudah menemanimu sedari tadi. Sekarang kau yang harus menemaniku, itu baru adil."


" { Jika bukan karena dia sudah menemaniku berkeliling lama, aku juga tidak ingin menurutinya }"


Saat Lin Yi sedang beritirahat, xiaoli hanya memandang kosong kedepan, tanpa berkutik sedikitpun. Lin Yi ingin menyadarkan lamunannya namun ia mengurung kembali niatnya itu saat xiaoli mengakhiri lamunannya dengan mendesah bingung.


" Apa yang sedang kau pikirkan,, bukankah menceritakannya akan lebih baik?" Ujar Lin Yi


" Tidak apa-apa, aku hanya berfikir ( berhenti sejenak ),,bagaimana jika suatu hari aku kehilangan semuanya, bahkan kehilangan semangat hidup--" Ucapnya dihentikan oleh telapak tangan pria disebelahnya yang membungkam mulut xiaoli sebelum dia menyelesaikan perkataannya itu


" Kau sembarang bicara! jangan asal bicara seperti itu tentang hidupmu. Apa kau menginginkan itu terjadi?" Ucap Lin Yi dengan nada yang biasa namun terlihat sedikit kemarahan darinya.


Xiaoli melepaskan tangan Lin Yi darinya sebelum ia menjawabnya


" ( Tersenyum ) Aku tidak sedang mengutuk diriku, aku hanya mengandaikan saja, kenyataannya aku tidak akan membiarkan hal berharga dalam hidupku direnggut begitu saja. Apa kau sudah mengerti?"


" Meskipun begitu juga jangan sampai mengatakan perkataan seperti tadi lagi."


" Apa kau marah?" Tanya xiaoli


" Apa aku terlihat marah? bahkan aku tidak meninggikan suaraku."


" Apa menurutmu marah harus selalu meninggikan suara? Bahkan menurutku diam adalah hal yang paling mengerikan daripada dibentak secara langsung." Jelas Xiaoli


" ( Kembali tersenyum ) Aku benar-benar tidak marah,, tapi siapa yang pernah membuatmu takut saat dia diam saja?" Tanya Lin Yi penasaran


" { Diriku sendiri! Aku bahkan sangat takut pada diriku sendiri saat aku tidak bisa berkata seperti itu, aku takut aku akan menunjukkan ekspresi yang akan membuat orang khawatir atau bahkan membuat mereka sama takutnya dengan diriku }" Batin xiaoli


" Kenapa tidak menjawabku?" Tanya Lin Yi lagi


" Heh! Tentu saja kakakku, siapa lagi jika bukan dia yang bisa memarahiku." Jawabnya


#Bersambung...