
( Pukul 07:30 )
" Kenapa sangat sepi? ( menyalakan lampu ) xiaoli, apa kau di rumah?" ujar mark
Xiaoli yang mendengar suara kakak nya pun segera bergegas keluar dari kamarnya.
" Kak, kau sudah pulang? kau benar-benar menjadi orang sibuk sekarang.." tutur xiaoli.
" ( mark mengerutkan keningnya ) Kenapa matamu merah, Apa kau menangis?" tanya mark heran.
" Ya ( mengangguk )" jawab xiaoli.
" Siapa yang membuatmu menangis.." tegas mark
" Huhuhu... kak,, temani aku menonton film A Moment to remember. Aku tidak bisa bersedih sendirian,, kau juga pasti akan sangat terharu.." Ujar xiaoli.
" ( Tatapannya kembali dingin ) Seharusnya aku tidak bertanya.. lupakan saja, anggap aku tidak pernah bertanya padamu ( pergi ke kamarnya )"
" Kak.. ayolah.. ( mengetuk pintu kamar mark ) aku akan menangis semalaman jika menontonnya sendiri.." Paksa Xiaoli.
" Ti-dak, jawabanku akan tetap sama mau bagaimanapun kau membujukku." Jawab mark.
" Ishh.. kau tidak seru sama sekali, besok juga hari libur, kau tidak akan pergi bekerja juga.." ketus xiaoli
" Pergilah menonton sendiri.. jangan ganggu aku., aku lelah.." ujar mark.
" Ya sudahlah.. Aku akan menontonnya lagi besok,, kalau begitu selamat malam.. ( pergi ke kamarnya )"
( Di kamar xiaoli )
" Aku juga merasa lelah... aku ingin memejamkan mataku saat ini ( tersenyum ). Selamat malam, kak.." Bisik xiaoli
Sebelum tidur xiaoli sudah memasang alarm di jam nya pukul 05:00. Dia terbiasa kembali bangun di pagi hari akhir-akhir ini..
( Minggu, pukul 05:00 )
Kriiingg...kriiingg...kriiing.. ( alarm berbunyi )
" ( mematikan alarm ) Pukul 05 pagi... hoaamm, mataku terasa sangat sembab" Xiaoli bangkit dari kasurnya dan pergi ke kamar mandi.
( Skip )
" Kak.. apa ada timun dingin?" Tanya xiaoli
" Lihat saja sendiri... Apa itu untuk matamu?" tanya balik mark.
" Emm..( mengambil timun dari lemari es dan mengiris tipis ) ahh.. mataku terselamatkan.. " Ujar xiaoli yang sembari menempelkan irisan-irisan timun.
" Siapa yang menyuruhmu menangis.. Lihat matamu, sudah seperti digigit serangga." Ujar mark.
" Aku tau.. seharusnya aku tidak menonton film sedih lagi." Balas xiaoli.
" Akhirnya kau sadar.." Sindir mark.
tiing..tongg..( suara bel )
" Siapa tamu yang bisa datang kesini" Ucap Mark sambil membukakan pintunya.
" Selamat pagi,, apa guan xiaoli sedang ada di rumah?" Tanya seorang pria yang sebaya dengan xiaoli, tak lain Lin Yi.
" Xiaoli? ( heran ) kau tidak salah mencari orang?" tanya mark bingung.
" Ah tidak, saya teman sekolahnya. Nama saya Lin Yi, saya kemari karena ada urusan yang harus dibicarakan dengannya." Ujar lin Yi
" { Ini sangat membuatku terkejut,, sejak kapan gadis itu memiliki teman..}" Batin Mark.
" Permisi.." Ucap Lin Yi yang menyadarkan mark dari lamunannya.
" Ah,, maaf.. dia ada di dalam.. silahkan masuk ( mempersilahkan ) Xiaoli.. lihat ada teman yang datang menemui mu." Ucap mark yang bermaksud pertanyaan.
" K-kau? ( melepas irisan timunnya ) Ha.. sepertinya kau kemari ingin mengambil barangmu yang tertinggal saat berdiskusi kemarin dengan yu'er kan?" Ujar xiaoli.
" Mmm.. tidak sepenuhnya,, ada beberapa hal yang dimintai pak mingwei untuk menyampaikannya padamu lagi." Ucap Lin Yi
" Silahkan duduk, aku akan menyiapkan air untuk kalian.." Ujar mark.
" Tidak perlu kak. Aku akan keluar sebentar, ada sesuatu yang harus kusampaikan padanya juga tentang kegiatan kemarin." Ujar xiaoli.
" Emm..( mengangguk ) Aku akan segera pulang,, ini tidak akan lama.." jawab xiaoli sambil mengajak Lin Yi keluar.
***
" Aisshh.. kenapa kau datang lagi ke rumahku.. Kau tau di akhir pekan kakakku tidak bekerja. Kau ingin dikulitinya hah?" Bentak xiaoli.
" Aku tidak berfikir aura nya begitu menakutkan.. Tapi di luar dia terlihat sangat ramah." Ujar Lin Yi
" Aku tidak pernah bilang bahwa aku mempunyai teman padanya,, dia hanya tau yu'er orang yang dekat denganku. Maka dari itu,, kau beraninya berkata pada dia kau temanku? Aisshh.. { sepertinya setelah pulang aku akan disambut dengan banyak pertanyaan darinya }"
" Kalian memang kakak beradik."
" Kenapa?" tanya xiaoli
" Kalian sama-sama menyeramkannya dibalik sifat yang kalian tunjukkan.." jawab Lin Yi
" Kau-- ( menahan ) Jadi, ada urusan apa mencariku?" ujar xiaoli
" Kau bilang kau tidak menginginkan medalinya,, jadi aku ingin kau memberikannya padaku { itu adalah barang miliknya, daripada harus jatuh ditangan mereka, aku akan membantumu menyimpannya }"
" Oh.. kemarin kau bilang tidak perlu, kenapa sekarang berubah pikiran?" ujar xiaoli
" Karena itu medali milikmu, aku akan membantumu untuk menyimpannya. Jadi, kapanpun kau mau.. kau bisa mengambilnya lagi dariku, bukankah itu lebih mudah daripada memberikannya kepada yang lain." jelas Lin Yi
" Umm... tapi maaf, aku sudah memberikannya pada orang lain. Itulah mengapa selalu ada istilah 'kesempatan tidak akan datang dua kali' ( tersenyum )"
" Apa aku terlambat? jika boleh tau, kepada siapa kau memberikan medali itu?" tanya Lin Yi
" Kepada orang yang tidak aku kenal." jawab xiaoli
" Apa maksudmu.. kau memberikannya pada orang yang lewat?"
" Ya.. karena aku tidak membutuhkannya. Orang yang mendapatkannya juga merasa sangat senang,, jadi bukankah aku sudah membuat orang lain bahagia?" ujar xiaoli
" Kau benar-benar orang yang sekali membulatkan keputusanmu, maka tidak ada lagi alasan." tutur Lin Yi
" Terima kasih.. maka dari itu, jika kedepannya kau berfikir akan mengubah pikiranmu, maka kau akan kehilangan targetmu jika masih berdiam lebih lama." nasehat xiaoli
" Kenapa kau tidak mencari orang yang kau kenal?" tanya Lin Yi
" Jika begitu aku harus berusaha menghubungi mereka, berusaha membujuk mereka seperti kemarin aku memintamu untuk membawanya. Lebih baik aku memberikannya kepada orang yang pasti akan menerimanya, itu lebih mudah. Karena aku tidak suka berusaha mendapatkan hati seseorang, juga tidak suka banyak berbasa-basi dengan mereka, itu saja.." Jelas Xiaoli
" Pemikiranmu memang selalu membuatku terkejut.." ucap Lin Yi
" Jangan terkejut seperti itu!! ( meninggalkannya )"
" Hey... kau mau kemana? ( mengejar ) kenapa pergi begitu saja.." ujar lin yi
" Tentu saja pulang,, aku bilang akan keluar sebentar..." tutur xiaoli
" Kau meninggalkanku begitu saja?" protes Lin Yi
" Jadi.. kau mau ikut?" tanya xiaoli
" Umm.. ( berfikir ) boleh juga." ujar Lin Yi
" Apa? kau berani sekali.. { Bisa gawat jika dia berbincang dengan kakak, aku tidak takut.. tapi aku tidak ingin banyak bicara }"
" Kenapa? aku rasa tidak baik pergi tanpa berpamitan.." Ujar Lin Yi sambil mengikuti xiaoli.
" Haishh.. jangan menyesal setelahnya.. ( menakut-nakuti Lin Yi )"
" Aku sudah memutuskannya,, jadi aku tidak akan menyesal.." Balas Lin Yi
" { kenapa dia sulit sekali ditakuti.. Sudahlah,, begini juga lebih bagus. Biarkan saja dia yang harus menghadapi kakak } Baiklah.. Ikut saja jika kau mau.." Tutur Xiaoli.
" Itu barus benar... Oh ya, orang seperti apa kakakmu itu?" tanya Lin Yi
" Bertanya sekarang sudah tidak ada gunanya. Jelaskan saja langsung oleh pendapatmu nanti ( tersenyum licik )"
" Baiklah.. aku sudah memutuskan maka aku juga harus menentukan. Bukankah begitu?" tutur Lin Yi
" Kau lumayan pintar.. ( mendahului )"
#Bersambung...