
( Keesokan harinya..)
" La da da la da di
Oh I love, Oh I love,
Oh I love the way we flow. nanana.. Play this song for me ( bernyanyi sambil berputar-putar )"
Lalu mark tiba-tiba memeriksa kening xiaoli.
" Tidak demam,, apa mungkin penyakit lain? sepertinya tidak..sshh,, lalu apa lagi..." ketus mark
" Kak.. ( merubah ekspresi senangnya menjadi geram ) kamu mengira aku gila!!" Ujar xiaoli
" Aku belum menyebutnya,, itu kau sendiri yang bilang.." Jawab mark
" Kau-- kemari!! aku akan mencabik-cabikmu!! ( mengejar )"
" Berhenti..berhenti.. ( berlari menghindar ) Berhenti!! Aku bilang berhenti.. aku akan terlambat bekerja jika kau masih menghalangiku..heyy.. " Ujar Mark yang diburu xiaoli
" Suruh aku berhenti jika kau mampu!! ( menyipitkan matanya )"
" Baiklah..baiklah.. aku mengaku salah,, tolong lepaskan aku. Aku akan terlambat,," ucapnya
" sssh.. jam berapa sekarang ( melihat jam ) Masih ada 20 menit sebelum masuk, jadi jika kau bisa pergi dalam 10 menit mungkin tidak akan terlambat,, benarkan? Jadi, Ke-ma-ri-lah!!"
" Aku menyerah.. sejak kapan kau menjadi sangat galak.." Ujar mark
" Sejak kau mengucapkan kata-katamu itu!! ( menangkap mark yang sedang lengah ) hah, kemampuan bertahan hidupmu payah.. masih bisa tertangkap oleh gadis kecil yang manis ini.. Terimalah!! terimalah!!"
( Beberapa saat kemudian.. )
" Lihat, pakaianku menjadi berantakan karena kau memukuliku.. Bagaimana aku pergi ke kantor seperti ini!!" Ujar Mark.
" Ummm.. masih tersisa 16 menit lagi,, rapikan ulang pakaianmu dan pergi, selesai.. ( tersenyum )"
" Aku tak habis pikir denganmu.. kenapa aku bisa mempunyai adik sepertimu, haishh.. ( pergi merapikan kembali pakaiannya )"
" Karena aku xiaoli maka aku tidak akan habis difikirkan ( tersenyum kembali )"
( 2 menit kemudian.. )
" Kenapa sangat cepat? masih ada 14 menit lagi.." ejek xiaoli
" Aku tidak ada waktu meladenimu.. Ingat jaga rumah, makanan sudah disiapkan untuk pagi dan sore, hanya perlu dihangatkan lagi.. ( pergi )" ujar mark.
" o k 👌, hati-hati jangan terburu-buru.. pfft.. hah.. aku, sendirian lagi... Oh ya, sebaiknya aku mencoba menghubungi gao yu'er lagi, siapa tau sekarang dia sudah bisa dihubungi."
Tuut..tutt.. nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi silahkan--
nomor yang anda tuju tidak dapat--
" Ck, masih tidak bisa dihubungi.. sebenarnya kemana dia pergi." Gumam xiaoli
Tak lama setelah itu ada panggilan masuk dari nomor tak dikenal.
" Halo? Yu'er?" jawab xiaoli
" aku bukan Gao yu'er, ini aku.. Bai sim-- "
xiaoli mematikan telpon darinya. Setelah xiaoli mematikannya handphone milik dia kembali berdering dengan nomor yang sama
" Ha--" ( tuutt..tutt ) Kembali mematikan telponnya.
( *muncul pesan )
" Kenapa kau mematikannya? dasar kejam!!"
" Lalu aku harus mengangkatnya? nomor asing tidak boleh sembarang mengangkatnya.." Balas Xiaoli
" Kau tidak menyimpan nomorku? aku berbaik hati memberikannya padamu waktu itu."
" Aku tidak menyimpan banyak kontak di handphone-ku, terutama kontak tidak penting yang memenuhi trash." Balas xiaoli kembali
" Apa kau keturunan penjahat? kenapa sikapmu begitu kasar.." Ujarnya
" Ya.. aku keturunan penjahat,, bahkan penjahat paling jahat di dunia. Kau takut?"
" Aishh.. intinya simpan nomorku,, jika tidak aku akan melaporkanmu!!" Ancamnya
" Terserah!!" Balas xiaoli singkat*.
( mematikan handphone-nya )
" Kenapa yang ada malah pengganggu.. ( merebahkan dirinya diatas sofa ) Aku bosan... siapapun datanglah kemari.."
Tak lama setelah xiaoli mengatakannya, bel rumahnya pun berbunyi.
" Siapa.. ( membuka pintu )."
" kita bertemu lagi ( melambaikan tangannya )"
Xiaoli pun langsung membanting pintunya tanpa berfikir.
" Apa hidupku selalu datang satu hama muncul hama lain? kenapa dia bisa ada disini.." Gumam Xiaoli
Bel rumah nya pun tak berhenti berbunyi,, akhirnya xiaoli mengalah membukakan pintu untuknya.
" Lin Yi... kenapa kau bisa menemukan rumahku..?" Tanya xiaoli.
" Tidak membiarkan tamu masuk? ( melihat sekeliling )" Ujar Lin Yi
" ( menghela nafas.. ) masuklah.. ( tersenyum )"
" Aku tidak menyangka.. ternyata rumahmu tidak jauh dari rumahku." Ujarnya
" Kau tinggal di dekat sini?" Tanya xiaoli terkejut.
" Emm..( mengangguk ) sekitar 200 meter dari sini, itu tidak jauh kan?" Jawab Lin Yi
" { kenapa terlalu banyak kebetulan disini..} Oh ya, kenapa kau datang ke rumahku!!" Ujar xiaoli
" Kau masih menyebut dirimu sebagai tamu? ( memalingkan wajahnya )"
" Baiklah.. aku tidak akan menggodamu lagi,, sebenarnya aku kemari karena suruhan dari pak mingwei." Ujar Lin Yi
" Pak Mingwei?" Tanyanya penasaran
" Ya ( mengangguk ), dia bilang ingin memberikan ini padamu tapi kau sudah pergi." Ujar Lin Yi yang memberikan sebuah medali.
" Untuk apa medali ini? ( memainkan medalinya ) ck, apa ini hadiah istimewa yang dibilangnya?" tutur Xiaoli
" Tidak.. medali ini hanya sebagai penghargaan,, hadiah istimewa itu berbeda lagi. Pak Mingwei bilang dia akan memberitahukannya saat masuk nanti." Jelas Lin Yi
" Umm... kau mau? ( memberikan medalinya pada Lin Yi )"
" Tidak perlu, kamu simpan saja." Ucapnya
" Aku tidak ingin ada satupun piala ataupun medali di rumah ini. Jika Kau tidak mau aku akan memberikannya pada yang lain.." Tegas Xiaoli.
" Semua orang ingin menyimpan bukti pencapaiannya. Kenapa kau berfikir lain?" Tanya Lin Yi
" Itu orang lain,, tapi aku tidak." jawab xiaoli
" Apa ada alasan darimu?" Tanyanya lagi
" Hahh.. ( menghela nafas ) tidak ada,, aku sudah lupa dengan alasannya. Tapi itu sudah menjadi kebiasaanku." jelas xiaoli
" Kau benar-benar berbeda.."
" Tentu saja,, bagaimana bisa aku sama dengan mereka.. sebuah pencapaian yang tinggi akan membuat seseorang kehilangan kendali. Aku membenci orang seperti itu" Ujar xiaoli.
" Membenci orang yang mendapat banyak pencapaian?" Tanya Lin Yi penasaran.
" Bukan,, Aku membenci orang yang kehilangan kendali setelah mendapatkan banyak pencapaian. Dia lupa dengan dirinya, lupa dengan keluarganya, lupa siapa dia yang dulu. Maka dari itu,,,, ( terdiam )... contohnya aku membenci orang seperti Han Yuxi yang menjadi besar kepala karena dia mendapat prestasi tinggi." Jelasnya
" { Ada sesuatu yang disembunyikan dia.. di matanya seperti ada sebuah benalu hati yang dalam } Lalu apa kau membenciku? bukan maksud untuk pamer,, aku menduduki peringkat satu, jadi apa kau juga membenciku?" Tanya nya
" Apa kau masih memiliki hati nurani?" tanya balik xiaoli
" Tentu saja, hati nurani tidak akan meninggalkan tempatnya." jawab Lin Yi
" Lalu bagaimana jika hati nurani itu memutuskan untuk meninggalkan tempatnya?"
" Naluri manusia akan melindunginya, jika seseorang membiarkan hati nuraninya pergi maka perlu ditanyakan.." Canda Lin Yi
" Pffft.. ( tertawa ) Jadi maksudmu dia sudah bukan lagi manusia?"
Saat mereka tengah berbincang tiba-tiba bel rumah xiaoli kembali berbunyi.
" Siapa lagi yang datang.. tunggu disini ( ucapnya pada Lin Yi ) Siapa..." Xiaoli pun terkejut saat melihat orang di depannya.
" Y-yu'er?"
" Maaf xiaoli,, aku membuatmu khawatir karena aku tidak bisa dihubungi selama ini.." Ucap Yu'er
" Siapa?" tanya Lin Yi yang menghampiri xiaoli.
" Ya ampun!! ( terkejut ) x-xiaoli.. k-kenapa ada pria selain kak mark di rumahmu?" tanya Yu'er
" Masuklah,,,, aku akan menceritakannya.." Ujar xiaoli
( Suasana di rumah xiaoli..)
" I-ini.. siapa dia.. aku sepertinya pernah melihat dia, tapi dimana.." tutur Yu'er
" Dia ketua kelas 1A, Lin Yi."
" Halo, nama saya Lin Yi dari kelas 1A." sapa Lin Yi
" L-Lin Yi? kelas A? bagaimana kalian bisa saling mengenal satu sama lain.." tanya Yu'er lagi.
" Kau sudah banyak bertanya tapi masih belum menjelaskan kemana kau pergi selama ini?" Potong xiaoli
" Ini... Sebenarnya aku sedang liburan bersama keluargaku,, karena takut pihak sekolah menanyaiku, jadi aku mematikan ponselku." Jelas Yu'er
" Kau-- ( menahan ingin memukul Yu'er ) Haishh.. bagaimana bisa aku mempunyai teman sepertimu!! Lalu kenapa orang tuamu juga tidak bisa dihubungi?"
" Aku menyuruh mereka menonaktifkan ponselnya, karena aku tau mereka juga akan menghubungi keluargaku.." ucap yu'er
" hah ( memalingkan wajahnya..) Lin Yi,, pejamkan matamu.." ujar xiaoli
" Baik.. ( memejamkan matanya )"
( Xiaoli memukul kepalanya )
" AAAA!! kenapa kau sangat kejamm.." ketus Yu'er
" Apa aku sudah boleh membuka mata?" tanya Lin Yi Polos
" Silahkan.." ujar xiaoli
" Hah.. ada apa dengan murid terbaik sekolah kita?? Dia membiarkan kekerasan terjadi di depan matanya?" ketus Yu'er
" Aku memejamkan mataku, jadi tidak ada yang kulihat." tutur Lin Yi
" Xiaoli.. obat apa yang kau berikan padanya.. kenapa dia sangat mendengarkanmu!!" Ucap Yu'er
" Aku memberinya risin ( racun paling berbahaya )"
" Kau gila!!"
" Pfft..( menahan tawa ) kunjunganku kali ini bena-benar sangat menghibur." Ujar Lin Yi
" Oh ya.. aku ingin bertanya padamu,, bertanya pada xiaoli tidak ada gunanya. Kenapa kau bisa ada disini,, apa kalian..."
" Mengunjungi teman tidak ada salahnya bukan?" Jawab lin Yi yang membuat Yu'er salah paham.
#Bersambung...