U R

U R
peace-loving lagi



" Aissh.. kenapa waktu pulang lama sekali!" Gumam xiaoli


" Aku malah berharap sebaliknya." Jawab lin Yi


" Tentu saja kau akan berharap begitu,, jika tidak bagaimana mungkin peringkat pertama angkatan kita bisa menduduki posisi itu jika tidak bekerja keras. Jadi apa kau akan pergi ke kelas?"


" Kau salah paham, sebenarnya aku selalu berharap waktu berlalu dengan cepat jika sedang belajar."


" { Apa maksudnya, perkataannya sangat ambigu }"


" Kenapa kau merasa heran?" Tanya Lin Yi


" Bukan hanya aku, jika orang lain yang mendengarnya pun pasti akan mengeluarkan ekspresi yang sama!"


" Aku juga manusia biasa, apa aku tidak boleh sedikit merasa malas?"


" Bukan begitu, tapi itu tidak seperti dirimu."


" Lalu bagaimana aku seharusnya."


" Kau seharusnya tetap menjadi teladan bagi para siswa,, meskipun kau memiliki kekurangan tapi orang sepertimu tidak boleh menunjukkan kelemahammu pada orang lain."


" Tapi aku tidak menganggapmu sebagai orang lain."


" Jadi kau menganggapku bukan manusia?" Ketus Xiaoli


" Bukan begitu, maksudku kau bukan orang lain lagi bagiku tapi sudah lebih dekat untuk memberitahukan rahasiaku benar bukan?"


" Entahlah,, aku tidak berfikiran sama denganmu." Jawabnya


" Kau benar-benar tidak bisa memujiku sedikitpun." Keluh Lin Yi padanya, dan hanya dibalas dengan senyum tipis khasnya.


" Jam berapa sekarang?" Tanya Xiaoli


" Pukul 11:30." Jawab Lin Yi


Xiaoli pun beranjak dari kasurnya setelah mendengar pukul 11:30.


" Kau pergi kemana?" Tanya Lin yi


Xiaoli pun berbalik dan menjawab Lin Yi dengan tenang " Aku mau pulang." Lalu ia pergi meminta surat izin pulang untuknya.


" Pak, aku juga mau meminta surat izin. Guru juga sudah memintaku untuk pulang dari tadi." Ujar Lin Yi


" Kalian sakit bersama-sama, pulang juga bersama-sama. Seperti sepasang kekasih kecil saja." Celoteh petugas penjaga itu yang membuat xiaoli terkejut.


" Jika perkataan anda di dengar orang lain, saya yang akan terkena imbas pak!" Ketus xiaoli


" Xiao li'er,,, aku juga hanya bercanda. Siapa yang akan percaya gadis nakal sepertimu bisa membuat pemuda cerdas seperti Lin Yi menyukaimu." Jawab petugas itu


" Aku lupa aku mereka memiliki kesan mendalam tentangku." Bisiknya pada diri sendiri


" Sudahlah pak.. Jika masih disini meskipun seperti yang bapak katakan mereka juga akan memiliki pemikiran lain. Kami juga sedang sakit, harus cepat beristirahat." Ujar Lin Yi


" Benar juga.. kalau begitu, berhati-hatilah di jalan."


" { Bisa diandalkan juga, dia langsung membungkamnya }" Batin xiaoli


" Ayo pergi." Ajak Lin Yi


" Siapa yang akan pergi denganmu." Jawabnya dengan datar


" Rumah kita searah, meskipun berpisah juga tetap sama saja." Jawab Lin Yi dengan tenang dan percaya diri


" Kalau begitu aku akan menunggu bis berikutnya, jadi kau bisa pulang dan beristirahat lebih dulu ( Tersenyum )"


" Tidak bisa, kau juga seorang pasien. Aku khawatir akan terjadi apa-apa padamu, jika kakakmu mengetahui ini meskipun dia tidak terlalu mengenalku dengan baik tapi dia bisa menanyakan kepada sekolah dengan siapa kau pulang, apalagi kakakmu juga tahu rumah kita tidak jauh. Menurutmu apa dia akan melepaskanku?"


Xiaoli berfikir lumayan lama untuk mencerna perkataannya, lalu ia pun membuka suara " Aku tidak peduli, lagipula ini masih jam kerja, kakakku juga tidak tahu aku akan pulang."


Lin Yi tak bisa berkata-kata lagi, dia kehabisan kata untuk mengajak xiaoli pulang bersama.


" Intinya aku tidak akan pergi jika kau tidak pergi." Ujar Lin Yi


" Percuma mengusirmu dari hadapanku, kamu tidak akan pernah pergi dari pandanganku."


" ( tersenyum kecil ) Kau tau akan seperti itu, bukannya lebih baik setuju pergi bersamaku sejak awal?" Godanya pada xiaoli


" Aku tidak setuju karena aku tidak akan pulang ke rumah, apa masih ada pertanyaan?" Balas xiaoli tenang


" Kau tidak pulang ke rumah, maka akan pergi kemana? bukankah kau sedang sakit?"


" Lalu kemana kau akan pergi? Aku akan tetap mengikutimu." Ucap Lin Yi bersikeras


" Terserah, ikuti ya ikuti saja. Yang terluka juga tanganmu, jadi aku tidak akan mempedulikanmu."


" Aku bisa menjaga diriku sendiri ( tersenyum manis )"


" Untuk siapa senyumanmu itu! Aku melihatnya sangat mengerikan." Gumam Xiaoli sembari berjalan ke arah halte bus


Sesaat sampai di halte bus, lin yi sangat heran mendapati xiaoli benar-benar tidak menghentikan bus yang pergi ke arah rumah mereka, ucapannya tadi memang nyata, dia tidak pergi ke rumahnya lalu dia akan pergi kemana?


Lalu tak lama setelah itu xiaoli menghentikan sebuah taksi di depannya. Lin yi pun krmbali bertanya-tanya, kemana dia akan pergi menggunakan taksi, namun Lin Yi tak banyak bertanya, ia hanya mengikuti xiaoli untuk bisa mengetahui rasa penasarannya.


" Ck! dia benar-benar mengikutiku." Gumam xiaoli


" Aku mendengarnya,, bukankah kau sudah setuju tadi?"


" Aku setuju juga tidak berpikir kau akan benar-benar mengikutiku." Balas xiaoli


" Sekarang kau tahu bahwa aku tidak pernah mengingkari perkataanku." Ucap Lin Yi


" Ssh-- ( Menghela nafas ) fiuh, biarkan saja. Jangan hiraukan dia xiaoli." Ucapnya pada diri sendiri


" Dek, kalian mau pergi kemana? sedari tadi kalian belum menyebutkan tempat tujuan kalian." Ucap supir taksi itu


" A-ah maaf pak, tolong pergi ke taman peace-loving pak." Jawab xiaoli


" Kalian murid sekolah di jam sekolah seharusnya belajar bukan pergi kencan." Cetusnya


" Pak jika anda tidak mau saya akan mencari taksi lain." Jawab xiaoli tenang


" Meskipun kalian pelajar, kalian tetap penumpang saya, kalau begitu saya majukan sekarang." Ucap sopir itu yang langsung menancap gas mobilnya


" Hawa penekanmu ternyata sangat kuat, bahkan pak supir sampai tidak bisa berkata lagi." Timbal Lin Yi


" Diam! ( melirik Lin Yi dari atas ke bawah ) aissh.. aku tidak pernah menyangka hari pertama bolosmu harus bersamaku." Ketus xiaoli


" ( tersenyum ) Aku tidak bolos, kau juga. Kita sudah meminta izin pada pihak sekolah dan mereka mengizinkannya." Jawab Lin Yi yang membuat supir taksi itu salah paham dan mengira sekolah mana yang mengizinkan muridnya bolos untuk pergi berkencan.


Lalu xiaoli tiba-tiba memukul lengan Lin Yi yang tengah terluka itu.


" SSHH! ( menahan sakit ) apa kau ingin tanganku tidak bisa sembuh?"


" Jika tidak ingin terkena pukulanku maka diam, jangan membuat orang lain salah paham!"


" Siapa yang salah paham, disini hanya ada kita dan pak supir, benarkan?"


" Lalu menurutmu apa yang ada dipikiran pak supir sekarang,, benar bukan? Pak supir?" Tanya xiaoli dengan senyuman yang mengerikan dari wajahnya yang membuat supir itu merasa takut saat sekilas melihat ekspresi wajah penumpangnya itu di spion mobil.


" Tidak! Saya hanya fokus menyetir, sebentar lagi kita akan sampai." Ucap supir itu yang takut dengan aura xiaoli


" { Dia bahkan tidak bisa melihat raut wajah supir itu, tapi dia meneliti sampai sejauh itu.. Meskipun-- perkataanku memang agak ambigu }" Batin Lin Yi


setelah beberapa saat mereka tiba di tempat tujuannya, xiaoli pun lekas memberikan ongkosnya dan segera berdiri mematung di depan gerbang taman peace-loving


" { Waktu aku disinj kakak pasti masih berada di sekitar taman ini mengamatiku, waktu itu aku tidak terlalu memperhatikannya,, setelah panggilan itu mungkin orang tua itu sudah menemukan tempat ini, dan kemungkinan juga kakak bertemu dengan orang tua itu disini setelah aku pergi }" Batin Xiaoli


" Kenapa tidak masuk? kau datang kesini bukan untuk berdiri disini kan?" Tanya Lin Yi


" Aku memang datang untuk berdiri disini, dan aekarang aku sudah selesai. Aku akan pulang." Jawabnya yang membuat Lin Yi kebingungan dengan tingkah anehnya


" Aku mengikutimu hingga kemari tapi kau mempermainkanku." Ujar Lin Yi


" Aku tidak mempermainkanmu, aku sudah bilang jangan mengikuti--" Ucapannya terhenti saat seseorang yang berlari menabrak xiaoli hingga membuat xiaoli jatuh.


" Xiaoli! Apa kau tidak apa-apa?" Ucap Lin Yi khawatir


" Tidak apa-apa, hanya luka kecil."


" Maaf! maaf! aku tidak sengaja menabraknya, aku sedang terburu-buru maka dari itu aku tidak memperhatikan jalan." Ujar orang yang menabrak xiaoli


" Tidak apa- apa, jika ada urusan yang membuat anda begitu terburu-buru saya juga tidak akan mempersulit anda, tapi lain kali berhati-hatilah." Kata-kata yang terlontarkan dari mulut xiaoli itu membuat lin yi sangat takjub dengan sikap xiaoli yang belum pernah dilihatnya


" Terimakasih! Lain kali aku pasti akan berhati-hati." Ucapnya sambil pamit.


" Ckck! memaafkan boleh tapi lihat lututmu itu jangan sampai dibiarkan begitu saja. Duduklah dan tunggu disini!" Ucap Lin Yi yang agak memerintah dan pertama kalinya juga dilihat xiaoli


" Jangan pergi kemana-mana, diam disini sampai aku kembali." Lanjutnya


#Bersambung...