U R

U R
Go home



" Hoaamm... aku tidur sangat nyenyak dalam perjalanan pulang ini.. Apa kita sudah sampai?" Tanya xiaoli


" Bukan sudah lagi, kita sudah sampai 2 menit 37 detik yang lalu." Jawab Lin Yi


" Lalu kenapa kalian masih disini?" Tanya nya.


" Apa kau mau disini sendirian?" Ujar Bai Siming


" Hmm.. Jika begitu terimakasih,, sampadi jumpa.. ( Meninggalkan mereka dalam bus )"


" Aissh.. dia meninggalkan kita begitu saja? Dasar.." Ketus Bai Siming


" Haahh.. ( berdiri dari kursinya ) Kalau begitu aku juga akan pergi.." Ucap Lin Yi


" Beraninya kau mendahuluiku!! Hey, tungguu.."


( Di lapangan sekolah )


" Tidurmu sangat nyenyak sampai-sampai tak sadar kita sudah sampai.." Ujar Pak Moran


" Anda mengertilah pak.. semalaman saya tidak tidur karena terlalu banyak fikiran.." Jawab Xiaoli


" Sudahlah.. Ada seseorang yang menjemputmu, cepat pergi. Dia sudah menunggu sedari tadi bahkan sebelum kita sampai disini." Ujar Pak Moran


" Menungguku? Apa dia seorang pria?" Tanya Xiaoli


" Ya,, dia sedang mengobrol dengan pak minghao


" { seorang pria? hebat sekali.. bahkan masih ada pria lain yang mengejarnya,, aku sudah meremehkanmu }" Batin Lin Yi


" Baiklah pak terima kasih.. ( segera berlari )"


" Pak apa anda tau siapa yang menjemputnya?" Tanya Siming


" Entahlah.. kurasa dia mengenal Pak Minghao." Jawabnya


" { bahkan pria yang akrab dengan guru? dia benar-benar.. Tunggu,, kenapa aku marah? Tidak.. aku tidak marah, ini hanya reaksi terkejut yang normal..}" Ucap Lin Yi dalam hati


***


" Kak.. apa kamu tidak bekerja? kenapa bisa menjemputku? ( menoleh pada orang disebelahnya )


Oh!! ( terkejut ) kenapa anda bisa disini pak, apa kalian saling mengenal?.." Tanya Xiaoli pada pak minghao


" Dia adalah junior saya waktu kuliah, saya tidak menyangka bahwa kau adalah adiknya. " Ujar Pak Minghao


" Oh kak.. ternyata kalian pernah menjadi senior dan junior?.. *Pantas saja kalian memiliki sifat yang sama." Kata terakhir hanya dibisikan karena tidak berani mengatakannya langsung.


" Benar.. sepertinya kita sudah lama tidak bertemu kan?" tutur Pak Minghao


" Kau salah ingat!! Minggu lalu kita pernah bertemu bukan?" Ucap Mark


" Aku tidak ingat.. hanya sebuah panggilan telpon tidak termasuk dengan bertemu. Baiklah,, saya tidak mengganggu kalian lagi, saya pamit. Permisi.." Ujar Pak Minghao


" Baiklah.. kita juga cepat pulang, xiaoli masukan barangmu di bagasi." Ujar Mark


" Kak,, kamu seharusnya membantuku.. Aku sangat lelah,, kasihanilah adikmu ini.."


" Tidak, aku harus menghemat energi untuk menyetir." Balas Mark


" Haishh... kenapa aku bisa mempunyai saudara seperti ini.. ( memasukan barangnya ke dalam mobil )"


" ( masuk ke dalam mobil ) Kak, kamu belum menjawab pertanyaanku, kenapa kakak bisa menjemputku?" Tanya xiaoli


" Perusahaan sedang memberi libur.." Jawabnya


" Emm ( mengangguk ).. Kalau begitu ayoo berangkatt.. aku sudah ingin tidur diatas kasurku yang nyaman.." Ujar Xiaoli


***


" Ternyata pria yang dimaksud adalah kakaknya.." Gumam Lin Yi


" Lin Yi, ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu." Ujar Pak Mingwei yang datang tiba-tiba.


" Ah, ya pak. Silahkan.." Jawab Lin Yi


" Emm... tidak nyaman berbicara disini, kita pergi ke ruangan saya." Ujarnya


" Baik pak.. ( mengikuti )" Jawab Lin Yi


***


( dalam perjalanan pulang )


" Kak, kenapa rasanya akhir-akhir ini perusahaan banyak memberimu libur." Tanya Xiaoli


" Mungkin mereka merasa kasihan dengan pegawainya. Oh ya, ada kabar baik dariku." Ujar Mark


" Kakakmu ini mendapat promosi menjadi manager humas." Jawab Mark


" Benarkah? sepertinya itu kabar baik sekaligus kabar buruk..." Ujar Xiaoli


" Kenapa kabar buruk?" Tanya Mark


" Jika kau sudah menjadi manager pekerjaanmu akan menjadi lebih sibuk, bukankah kau akan pulang lebih larut lagi? Aku sepertinya harus membeli makanan siap saji setiap hari." Jawab Xiaoli


" Maka dari itu,, belajarlah memasak sendiri.." Ujar Mark dengan datar.


" Haishh.. lupakan, fokus saja menyetir ( memalingkan wajahnya )" Ujar Xiaoli yang membuat mark mengembangkan senyumnya.


" Bagaimana perjalananmu selama satu minggu itu." Ucap Mark


" Lumayan,, tidak terlalu buruk. Tapi masih membuatku bosan.." Jawab Xiaoli


" Memenangkan juara pertama masih merasa bosan?" Goda Mark


" Ck,, sepertinya Pak Minghao memberitahumu. Tapi aku merasa sedikit aneh, bukankah dia tidak bisa mengingat nama dan wajah seseorang? kenapa dia mengenalku saat bertemu tadi, padahal aku belum menyebutkan namaku." Ujar Xiaoli


" Sebenarnya penyakitnya itu sudah lama sembuh, hanya saja dia tidak mengungkap itu ke publik." Jawab Mark.


" A-ap-apa? Sudah lama? sejak kapan? kenapa dia menyembunyikannya?" Ujar Xiaoli yang panik


" Kenapa kau terlihat sangat panik,, bukankah seharusnya merasa senang gurumu telah sembuh." Ucap Mark


" A-aku tidak panik, aku hanya terkejut.. Itu Normal.." Jawab Xiaoli sembarangan


" Oh? bukan karena ada yang kau sembunyikan dariku?" Tanya Mark


" Ayolah kak.. bagaimana mungkin aku bisa memyembunyikan sesuatu darimu,, lihat mataku yang bersih ini..hmm?" Ujar Xiaoli yang memelas.


" Aku sedang menyetir tidak bisa melihatmu." Jawab Mark.


( note: xiaoli tidak duduk di depan )


" Kalau begitu percaya saja padaku.." Ujar Xiaoli


" Hatiku mengatakan 'percaya padamu maka aku akan meninggalkan hati nuraniku' ( tersenyum )"


" Apa hati nuranimu sudah tidak lagi berpihak pada kebenaran?" Ketus xiaoli


" Sepertinya begitu.." Godanya lagi


" hahh... ( menahan amarah ), aku masih memiliki hati nurani. Jadi aku tidak akan marah padamu.. ha,ha ( senyum paksa )"


" *sepertinya hati nuranimu merasa sangat bersalah telah berbohong" Bisik Mark


" Aku bisa mendengarnya!!" Ujar Xiaoli


" Hati nurani.. jangan banyak mengumpat di dalam hatimu." Ujar Mark yang bicara pada dirinya sendiri


" Arrgghh.. Kenapa aku bisa mempunyai saudara yang sanggaaatt menyebalkan."


" Sudahlah.. jangan banyak bicara lagi,, kita sudah sampai. Turunkan dan bereskan barang-barangmu sendiri.." Ujar Mark.


" Kejam!! ( turun dari mobil )" Ujar xiaoli yang hanya dibalas dengan senyuman oleh mark.


" Jangan lupa segera bereskan barang-barangmu.. ( meninggalkan xiaoli )"


" PER-GI-LAH.. kenapa barang-barangku terasa berat sekarang,, padahal saat berangkat ini terasa sangat ringan.. ( mengangkut barang-barangnya ke dalam rumah )"


( Setelah selesai membereskan barang-barangnya )


" Huff.. sangat melelahkan,, kak..( orang yang sudah melupakan kejadian tadi )"


" Hmm?" Jawab Mark


" Terima kasih.." Ujar Xiaoli


" Kenapa? baru sadar sekarang? aku telah menunggu setengah jam sebelum kau sampai, belum lagi menunggumu terbangun.." Ucap Mark


" { Aku tau kau paham apa maksudku,, kau masih saja selalu begitu..} Umm, Ya.. terima kasih telah menjemputku, jika tidak mungkin aku harus menunggu kendaraan umum untuk pulang.. ( tersenyum )" tutur xiaoli


" You're welcome" Jawabnya singkat


" Apa kau membuat sesuatu? aromanya sangat harum.. Jangan lupa panggil aku untuk mencoba,, oke😉"


" Tidak perlu memanggilmu, tanpa dipanggil pun kau akan melahap habis hidangannya.." tutur Mark.


" Terserah.. intinya aku sekarang ingin berbaring di kasurku dulu,, sampai jumpa makanan lezatku.. ( berlari ke kamarnya )."


" Ck..( tersenyum ) dasar gadis kecil nakal... Aku berharap kau akan selalu menjadi gadis kecil,, tapi sepertinya sekarang kau mulai membuka dirimu ( dewasa ). Tapi itu juga bagus,, mungkin dengan ini kau bisa melepas beban masa lalumu.." Ujar Mark


#Bersambung...