U R

U R
Akhir pekan



Hari minggu memang hari yang paling baik.. Tidurku semalam sangat nyenyak, jam menunjuk pukul 5 pagi. Sudah kubilang aku ini sangat gesit namun di episode sebelumnya itu semua hanya salah paham (kenyataan dia hanya bisa bangun pagi di hari libur) Setelah bangun aku harus merapikan tempat tidurku dulu, jika tidak... akan ada singa bergoar.


" Selesai beres-beres, sekarang aku akan siap-siap untuk berolahraga. Kak, mau lari bersama? "


" Tidak"


" Cih, ya sudah.. (pergi)"


" Jangan lupa menutup pintunya!!"


" Aku tahuuu."


" Hah, menghirup aroma pagi sangat menyegarkan.. (memasang earphone) Baiklah, semangat (mulai berlari)"


~What do I do now, I can’t


You won’t come back no matter how many times I call you


If I called you back then


It might have been


When I- When I was young back then


When I was you and you were me


When I- When I was a fool really


When no one knew and only you knew


How was it, was it ok~ (musik)


" (tersenyum kecil sembari melanjutkan jogging nya) ketika aku muda kah? (mengacu pada lirik lagu yang didengarkannya) Apa yang terjadi ketika aku muda."


Beberapa menit kemudian..


" Huhh,, lumayan melelahkan (duduk di kursi)"


Xiaoli terkejut tiba-tiba seorang lelaki yang sebaya dengannya menyodorkan minuman.


" Emmm? (Heran)"


" Maaf membuatmu terkejut, aku mengikutimu karena tertarik dengan apa yang kau ucapkan tadi."


" Aku? apa yang ku ucapkan, aku tidak ingat pernah berbicara denganmu"


" Kita memang tidak pernah bicara satu sama lain, yang kumaksud adalah saat kau mengucapkan When I was young (saat aku masih muda)."


" (berusaha mengingat) When I was young? Apa ada yang aneh dari kalimat tersebut?"


" Tidak ada, hanya aku merasa saat kau mengucapkannya terasa sangat berbeda"


" Apa yang berbeda dariku, hanya sepenggal kalimat yang bisa diucapkan kapan saja bukankah itu biasa? hanya orang aneh yang menganggap berbeda."


" Aku juga tidak tahu, kenapa kalimat biasa ini bisa menarik perhatianku (melihat jam ditangannya) sepertinya aku tidak bisa lama-lama mengobrol denganmu, ada yang harus kulakukan. Sampai jumpa ( tersenyum dan pergi). Aku lupa menanyakan namanya, lupakan.. kita pasti akan bertemu lagi" Ucap pemuda itu yang sudah menjauh dari Xiaoli.


" Orang yang menjadi teladan, memang adalah orang yang paling aneh.. Ketua kelas A. (menyunggingkan ujung bibirnya)"


Setelah selesai berolahraga aku langsung pulang menuju dunia ternyamanku (rumah).


" Kak, kau semakin membuatku lapar dengan aroma masakanmu" Ujar Xiaoli yang dibalas sentilan di dahi oleh kakaknya.


" Aaa.. sakit ( mengusap-ngusap kepalanya)"


" Kau hanya tahu makan, seharusnya perempuan yang berada di dapur untuk memasak"


" Boleh saja (mengedipkan sebelah matanya), jika kakak ingin merasakan masakan yang lezat (ejek xiaoli yang tak bisa memasak)"


" Benar... Kalau begitu kau pergi jangan mengangguku"


" Baiklah, aku akan pergi mandi dulu.. Byee"


15 menit kemudian Xiaoli telah selesai mandi dan berpakaian rapi.


" Mari kita lihat apa yang tersedia di meja makan (berlari ke tempat duduk). Emm... aromanya sangat menggoda "


" ( Menggetok kepalanya dari belakang) saat makan jangan banyak berbicara (mengikuti duduk)"


" aishh.. diamkan tanganmu"


" Jika tanganku diam bagaimana aku bisa menyuapkan makanan ke dalam mulutku, bodoh"


" Sudahlah.. berbicara denganmu tidak akan selesai. (melanjutkan makan)"


" Hanya tahu makan apalagi yang bisa kau lakukan" Xiaoli hanya mengabaikan ucapan kakaknya.


Setelah selesai makan..


" Aku lupa menelpon Yu'er (mengeluarkan ponsel dan mencari nama Gao Yu'er dalam kontaknya) "


" Ya, ada di dalam tas ku."


" Syukurlah... apa kau membacanya?!!"


" (Menarik nafas karena gugup) Tidak, kemarin aku kelelahan karena pulang larut. Jadi aku hanya melihat apa ada atau tidak dalam tasku setelah itu aku pergi tidur."


" Baguslah, jangan pernah membukanya!! lihat saja jika aku tahu kau membuka buku kecilku"


" Li-lihat ya lihat saja siapa takut.. Kalau begitu kau akan membawa bukunya sekarang? (mengalihkan pembicaraan)"


" Ya, aku akan sampai dalam 20 menit ke rumahmu."


" Okee.. ( menutup telpon). Fiuuh, untung saja dia tidak curiga ( lega)"


" Tupai kecil, aku akan pergi ke luar sebentar. Jaga rumah jangan sampai berantakan."


" Siapa tupai, aku gadis yang imut bagaimana bisa di samakan dengan tupai!! "


" (tersenyum) Kau suka belari, melompat sembarangan apa bukan seekor tupai?"


" Aaarrggh... (kesal) kalau begitu cepat pergi, aku akan menjaga rumah dengan baik."


Mark pun pergi keluar, dan kini hanya Xiaoli sendiri di rumah yang sedang menunggu temannya datang.


Ting..tong..ting..tong.. (suara bel berbunyi)


klekk (membuka pintu)


" Kau datang, cepat masuk."


" ( melepas sepatu dan masuk) Kak mark tidak ada?"


" Tidak, dia baru saja pergi beberapa menit yang lalu."


" Baguslah,, aku takut tidak bebas jika ada kakakmu."


" Ya.. aku juga berfikir seperti itu.."


" Mana?" Tanya Yu'er yang hanya dijawab dengan bingung " Maksudku mana buku kecil ku. "


" Ohh, tunggu sebentar (pergi). Jika ingin minum ambil sendiri dalam kulkas (sambil berteriak). Dimana aku menaruhnya setelah selesai membaca... Ketemu!! "


" Hey, kau sungguh tidak sopan menyuruh tamu membawa minumnya sendiri "


" Lalu apakah tamu harus menyusahkan pribumi? Ini bukumu (memberikan)"


" Terima kasih.."


" Aku sepertinya tidak pernah melihat buku itu, apa kau baru membelinya? (berakting untuk menghilangkan kecurigaan)"


" Tidak, aku hanya jarang membawanya. Kemarin aku membawanya dan menyimpannya dibawah mejamu, lalu aku lupa membawanya kembali."


" Seharusnya aku membacanya sebelum memberikannya padamu, karena aku kira itu hanya buku kosong"


" Untung saja kau memiliki sifat acuh, terlambat jika penasaran sekarang.."


" Aku tidak akan memaksamu, tapi jika kau masih menganggapku sebagai temanmu apa kau masih akan menyembunyikan rahasia dariku? (Akting yang pantas mendapatkan penghargaan)"


" Ini pertama kalinya melihatmu penasaran, maka dari itu aku lebih lebih tidak akan memberitahumu"


" Baiklah, kalau begitu aku tidak peduli lagi ( mengabaikan)"


" Hmpph... berpura-pura tidak peduli untuk menurunkan kewaspadaanku ya... haha"


" Terserah"


" Mari kita tidak bahas ini dulu.. Xiaoli apa kakakmu mengizinkan untuk ikut acara sekolah minggu depan?"


" Aku tidak tahu, dia belum memberikan jawaban hingga sekolah memberikan surat pemberitahuannya."


" Hebatt.. Mungkin dia mengira kau berbohong, hahhahahaha"


" Aku sumbat mulutmu (memasukan jeruk ke dalam mulutnya)"


" Xiaoli, jika kau ingin menyuapiku lakukan dengan tulus, memberikan buah satuan yang belum di kupas, bibirku yang indah mungkin akan terluka"


" Dramatis. (jawab dinginnya)"


" Kau-- huhh,, aku dengar acara ini dilaksanakan secara terpisah."


" Maksudnya? "


" Maksudnya setiap angkatan akan berbeda tempat tujuan. Jadi kita hanya akan berangkat dengan angkatan kita saja, kelas 1A sampai 1D saja. Sayang sekali aku tidak bisa bertemu kakak kelas yang tampan.."


" Begitu lebih bagus, tidak akan ada banyak orang. Hanya satu angkatan tidak akan lebih dari 200 siswa"


#Bersambung