
( Setelah masuk jam pelajaran )
" Kalian terlihat sangat senang, kalau begitu saya akan memberikan tugas untuk kalian." Ujar Pak Mingwei
" Pak,, kenapa anda memberi tugas, pak minghao saja tidak hadir, kapan lagi kita memiliki jam kosong." Ujar siswa lain
" Bukan tidak hadir, Pak Minghao bilang urusannya masih belum selesai, setelah selesai mungkin dia akan hadir ke kelas jika masih sempat. Jadi silahkan catat materi selanjutnya." Tegas Pak Mingwei
" Yaahh.. aku tidak ingin menulis, aku ingin tidur.." Keluh Bai siming dengan lantang
" Kalian berani tidak mematuhi perintah wali kelas kalian? Murid yang barusan, ikut saya ke kantor."
" Siming, kenapa kau mencari masalah.. Cepat ikuti pak grey ke kantor.." Ucap Su Binyu
" Haishh.. memang pantas disebut grey. Hidupnya sangat suram." ketus siming
" Jangan banyak bicara, cepat pergi sana.. Sebelum dia menjadi lebih ganass." Canda An Xiyi
" Datang ya datang.. Toh aku juga tidak akan mendengarkannya." Ujar Siming
" Kau memang Bai Siming." Ucap xiaoli dengan datar
" Terima kasih.." jawab siming
" Memang Bai siming,,, sangat tidak tahu malu." Lanjut xiaoli
" Aissh.. setidaknya berikan aku harapan saja, kenapa harus menghancurkannya.." Ketus Siming sambil pergi
" Xiaoli, beritahu aku apa hadiah itu hmm?" Ucap Yu'er
" Tidak ada yang spesial,, hanya sebatas piagam saja." jawab Xiaoli
" Aku tidak percaya.."
" Apa yang membuatmu tidak percaya." Ujar xiaoli
" Kakak kelas kita yang juara di acara itu saja mendapatkan tiket ke jepang untuk liburan nanti. Aku tidak percaya Pak Mingwei hanya memberikan piagam saja."
" Tidak percaya ya sudah, kenapa bertanya." Ketus xiaoli
" Aissh... makanya jawab aku dengan jujur,, ( mendekat ) ayo bisikan padaku." Desak Yu'er
" ( Mendekatkan bibirnya ke telinga Yu'er sambil mengatakan..) Pergi."
" Jika kau tidak mauemberitahuku aku akan bertanya pada yang lainnya, atau.. aku bisa bertanya pada pak mingwei sekalian ( menguji xiaoli )."
" Silahkan."
" Ck,, bagaimana bisa pak mingwei hanya memberikan piagam saja, apa dia master pelit? cih,, jika aku jadi kamu aku akan protes padanya." Keluh Yu'er
" Kau berani?" Tanya Xiaoli
" T-tidak.. Kau berbakat menghancurkan semangat orang xiaoli." Ucap Yu'er
" Pergilah.. aku sedang tidak mood."
" Haissh.. baiklah, aku tidak mengganggumu lagi."
" { Ujian kenaikan tinggal dua bulan lagi, pada saatnya tiba mungkin akan ada banyak penolakan. Itu juga tidak baik untukku, jika aku bilang hadiah ini hanya piagam mereka mungkin tidak akan mudah dikelabui seperti Yu'er, meskipun memang berhubungan dengan sebuah piagam, namun jika aku bilang yang sebenarnya itu akan lebih berbahaya lagi }" Batin Xiaoli
" Hey!!" Teriak An xiyi yang menyadarkan lamunan xiaoli.
" Jangan menggangguku.." Balas Xiaoli dingin
" Aku lihat matamu kosong, apa yang sedang dipikirkan olehmu." Ujarnya.
" Tidak ada, cepat kembali ke habitatmu."
" Jangan begitu tajam.. Aku hanya berbaik hati menawarkan diri untuk berbagi beban denganmu." Ucap An Xiyi
" Aku... ( menatap xiyi ) Ti-dak-bu-tuh."
" Jangan selalu memendam semuanya sendiri, sekarang kita adalah teman, bukankah teman seharusnya berbagi masalah?"
" Jika aku membagi masalahku padamu maka semua masalahmu itu hanya akan menjadi tahi kuku nya."
" Aku tahu aku tidak akan banyak membantu, tapi setidaknya beritahu saja masalahmu agar kau merasa sedikit lega." Ujar An Xiyi
" Justru aku merasa lega saat tak seorangpun tau tentang itu,, ada kalanya saat kau lebih memilih untuk memendam semuanya sendiri, semakin banyak yang tau semakin tidak baik. Apa kau pernah mendengar kalimat itu?" Tanya Xiaoli
" Ummm.. ya, kau benar.. Tapi menurut diriku yang sekarang aku lebih memilih untuk terbuka daripada terus memendamnya sendiri. Itu hanya akan memberikan boomerang pada dirimu sendiri.. Ingat juga kata-kata itu,, mungkin suatu saat kau akan membutuhkannya." Tegas An xiyi
" Itu bagi dirimu, tapi tidak untukku. Semua orang tidak sama,, apalagi untuk memberitahu beban kita pada orang yang ingin kita lindungi,, menurutku itu percuma."
" Haissh.. pemikiranmu itu sangat berpegang teguh, tidak bisakah menerima sedikit saran." Ketus An Xiyi
" Aku bisa menerima saran, tapi tergantung saran seperti apa yang bisa kuterima ( tersenyum ) Pak Mingwei sudah kembali, cepat kembali..."
" Ckck,, baiklah.. Tapi ingat jika kau berubah pikiran jadikan aku orang pertama yang berbagi pikiran denganmu." Ujar An xiyi
" Kembalilah,, saat itu tidak akan pernah ada..."
" Pak Minghao sudah memberitahu saya bahwa dia tidak akan datang mengajar hari ini, jadi pelajaran hari ini kosong tidak ada tugas." Ujar Pak Mingwei
" Horreee... Terima kasih pak..." Ujar anak-anak.
" Dengan catatan, tidak boleh ada yang keluar satu langkah pun dari pintu kelas. Jika ada yang melanggar maka akan dihukum menyalin rumus fisika dan harus di kumpulkan kepada pak minghao."
" B-baik pak.."
" { Jam kosong? kenapa Pak Mingwei begitu baik, bukan.. dia sangat aneh memberikan jam kosong ke kelas ini. Aku semakin tidak mengerti dengan tujuannya..}" Batin Xiaoli
" ( berbalik ke belakang bangkunya ) Eh xiaoli,, ini jam kosong, bagaimana jika kita bermain permainan.." Ajak Yu'er
" Aku tidak tertarik, aku ingin pergi ke toilet sebentar ( berdiri dari bangkunya )"
" Hei hei.. bukankah Pak Mingwei menyuruh kita tidak keluar kelas.. Apa kau ingin menyalin rumus fisika?"
" Aku yang akan menyalin jadi biarkan saja.. ( pergi )"
" X-xiaolii.. Apa kau sungguh-sungguh?" Teriak Yu'er yang diabaikan xiaoli
***
( Ruangan Pak Mingwei )
" Jadi, ada apa kamu datang kesini. Bukankah saya sudah bilang tidak boleh keluar kelas.." Ucap Pak Mingwei
" Apa anda masih tidak ingin menjawabnya?" Tegas xiaoli
" Apa yang harus kujawab."
" Kenapa anda memilih hadiah seperti itu. Bukankah itu akan menyebabkan penolakan besar-besaran, pada saat itu bukan hanya saya tapi anda juga akan terlibat masalah." Ujar xiaoli
" Saya sudah memikirkannya, dan itu sudah termasuk dalam rencana saya. Jadi semuanya akan baik-baik saja. Justru saya merasa heran, jika yang mendapatkannya siswa lain maka mereka akan senang, tapi kamu malah ingin mengubahnya? apa kamu juga memiliki alasan?"
" Tentu saja,, karena saya tidak ingin banyak terlibat masalah, jadi saya tidak ingin menerimanya."
" Meskipun kamu tidak ingin menerimanya kamu tetap akan menerima itu. Kepala sekolah juga menyetujui permintaan saya jadi tidak akan ada masalah." Tegas Pak Mingwei
" Pak, anda bisa memberikan hadiah apapun tapi tidak ini."
" Kenapa? Apa masih ada alasan lain?" Tanya Pak Mingwei.
" Tidak ada,," jawab xiaoli
" Jika tidak ada maka kamu sudah sepakat. Silahkan kembali ke kelasmu ini masih jam pelajaran." Ujar Pak Mingwei
" Baik pak, terima kasih.." Ucap Xiaoli sembari meninggalkan ruangannnya.
***
FlashBack** ( Bai Siming ver. )
" Pak saya hanya sembarang bicara, jika diartikan juga tidak ada bedanya dengan siswa yang senang karena jam kosong bukan?" Keluh Siming.
" Saya memanggilmu bukan untuk membicarakan ini. Mari duduk, ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu." Ujar Pak Mingwei
" I-ini lebih menakutkan daripada dimarahi.." Gumam Siming pelan
" Tidak perlu begitu tegang, saya hanya ingin meminta kerja sama dari kalian. Ini tentang hadiah istimewa yang saya berikan pada tim kalian."
" Jadi apa yang bisa saya bantu pak, apa bapak tidak salah memilih orang?" tanya siming.
" Saya tidak hanya meminta bantuanmu saja, tapi seluruh anggota kelompokmu kecuali Guan Xiaoli."
" Xiaoli? kenapa dia tidak?"
" Karena ini tentang dia." Jelas Pak Mingwei
" Jadi bagaimana pak? ( langsung semangat setelah mendengar nama xiaoli )"
" Kalian memang tidak akan mengikuti ujian kenaikan dan sudah dipastikan akan mendapat nilai yang baik. Tapi diantara kalian akan ada satu orang yang mendapat hak nilai penuh. Jadi saya ingin kalian memberikannya pada Guan Xiaoli. Alasan pertama karena dia orang yang berhasil meloloskan tim kalian, kedua karena saya yakin dia memiliki kemampuan untuk mendapatkannya jika dia mau." Jelas Pak Mingwei
" Aku tidak peduli dengan nilai, asalkan saya sudah lulus juga saya sudah merasa senang pak.. Tapi saya punya beberapa pertanyaan pak." Ucap Siming.
" Silahkan."
" Pertama, apa maksud bapak xiaoli bisa mendapatkannya jika dia mau. Kedua, lalu bagaimana dengan Lin Yi, dia berada di tim kita tapi dia juga murid yang menempati posisi pertama itu. Apa dia akan menerimanya?" Tanya Siming
" Saya jawab pertanyaan keduamu dulu, Lin Yi sudah menyerahkan hak istimewa itu pada Guan Xiaoli sebagai rekan tim nya, dia juga akan menerima posisi satunya diambil alih jika itu memang keputusan sekolah karena dia bilang dia percaya bahwa sekolah tidak akan sembarang memutuskan tanpa alasan.
Dan untuk pertanyaan satu lagi,, saya hanya bisa bilang bahwa dia memiliki bakat yang lebih hebat dari Lin Yi jika dia mau menunjukkannya. Tapi tentang masalah ini jangan pernah beritahu siapapun termasuk Guan xiaoli."
" { Pasti banyak hal lain yang xiaoli sembunyikan.. Cara berfikirnya pun bahkan melampaui Lin Yi saat diacara Game Five Day. Tidak mungkin itu hanya kebetulan }
Baiklah pak.. Saya setuju dengan saran bapak, kalau begitu biarkan saya kembali ke kelas.. Hoaamm,, saya ingin tidur." Ucapnya yang langsung pergi tanpa pamit
**Flashback End**
#Bersambung**...