
" Ini hari minggu, tapi dia masih tidak pulang ke rumah! Apa dia menjadi gila kerja? cih, nasibku tetap membeli fastfood untuk hari ini, ckck!
Apa ini? ( menemukan sebuah surat yang tergeletak di depan kamar mark ) Dasar gila kerja! apa ini surat penting? ( membuka isi surat yang membuat xiaoli tertegun ) Ck, sudah berapa tahun sekarang.. Siapa yang akan peduli dengan selembar kertas ini,, apa kakak pergi lembur 2 hari ini karena surat ini? Aku tidak peduli kau ingin berbuat seperti apa, tapi kakak adalah batas kesabaranku!"
Setelah selesai membaca isi surat tersebut, xiaoli mencoba untuk menelpon kakaknya mark untuk menanyakan kabarnya. Namun tak ada jawaban sama sekali darinya, maka dari itu xiaoli memutuskan untuk berkunjung ke tempat kerjanya.
" Taksi! Pak, antarkan saya ke Future electronics group."
" Baik!"
" Kenapa dia tidak menjawab telpon dariku, apa dia berencana kabur hah? ck.." Ketus xiaoli sepanjang jalan
FUTURE ELECTRONICS GROUP
" Umm..lumayan juga ( kenyataan perusahaan yang sangat besar ) Tapi dia pernah bilang dia hanya bekerja di perusahaan kecil, dia berbohong? Cih, sudahlah.. lebih baik pergi menemuinya untuk sekarang. Permisi, apa bisa bertemu dengan Tuan Mark Guan?" Tanya xiaoli pada resepsionis
" Apa anda sudah membuat janji?"
" Umm.. tidak, tapi saya sudah menelponnya tapi handphone nya tidak aktif. Apa tidak bisa bertemu jika tidak membuat janji?"
" Tunggu sebentar, saya coba beritahukan pada tuan mark terlebih dahulu, siapa nama anda?"
" Guan xiaoli."
" Anda bermarga guan, apa anda saudara tuan mark?" Tanya sang resepsionis
" Saya adiknya, mohon bantuannya."
" Baiklah, silahkan ikut saya."
" Ya."
( Ruang direktur eksekutif )
" Kenapa ruangan direktur eksekutif?"
" Tuan mark memang direktur eksekutif kita, apa anda tidak tahu?"
" Bukankah dia managet humas? bagaimana bisa direktur eksekutif?" Tanya xiaoli heran
" Ini.. sebaiknya anda menemui tuan mark terlebih dahulu untuk mengetahui lebih lanjut."
" Baiklah, terima kasih."
tok..tok..tok..
" Masuk." Ujar seorang pria dari dalam ruangan itu
" { Ini memang suaranya, apa yang sebenarnya terjadi }"
" Tuan, ada seorang tamu yang mencari anda."
" Silahkan masuk."
" ( Membuka pintu ) Silahkan.."
" Xiaoli?" Ucap mark heran " Kau sudah boleh pergi ( ucap mark pada pelayan resepsionis tersebut )"
" { Tidak baik jika aku menanyakan banyak padanya sekarang } Kak, kenapa kau tidak mengangkat telponku,, ( berjalan ke arah sofa ) Kau tidak pulang selama dua hari bahkan tidak mengabariku."
" { Aku memikirkan surat itu dan lembur 2 hari untuk mengalihkan perhatianku, tapi aku lupa tentangnya } Itu,, baterai hp-ku lowbat, aku tidak membawa charger jadi aku tidak bisa mengabarimu."
" Tidak bisa mengabariku dengan telepon genggam mu bukannya masih ada telepon kantor? Jangan jadikan alasan untuk tidak mengabariku! { Kau memendam kesulitanmu sendiri, bahkan menyiksa dirimu hingga seperti ini. Apa tidak bisa kau lebih menghargai dirimu!! }"
" Maaf, lain kali aku akan mengabarimu lebih dulu."
" Kak, kau sudah bekerja keras setiap hari, gunakan hari libur untuk beristirahat bukan lembur tak pulang selama 2 hari, apa kau mau aku menjadi kurus? { Dia yang telah membuat kakak tertekan seperti ini, apa dia masih belum puas menghancurkan hidup kita sekali? } Kak, tidak ada kamu di rumah aku hanya bisa makan fastfood, lain kali jangan bekerja lembur lagi!"
" Apa kau sudah makan?" Tanya mark
" Belum, tadinya aku mau memesan fastfood tapi aku mengujungimu lebih dulu karena kau tidak mengangkat telponku lagi." Merajuk
" Sudahlah.. ( mengelus pelan rambut xiaoli ) Ayo, aku akan mengajakmu makan di restoran seberang." Ajak mark
" Umm.. ( tersenyum ) Aku ingin makan sepuasnya untuk meredakan amarahku..hmph.."
" Baiklah, terserah dirimu mau makan sampai menu habis pun akan kutemani."
" Kau janji! Baiklah ayo!! { Aku lihat kopimu sudah dingin sangat lama, aku yakin kau tidak menghiraukan kesehatanmu sendiri }."
" *Siapa gadis yang dibawa tuan mark?"
" Aku tidak tahu, kelihatannya mereka sangat dekat."
" Apa tidak ada kesempatan lagi bagiku? huhu*.."
" Kak, sepertinya kau lumayan populer disini..he." goda xiaoli
" A- tidak! tidak! Aku hanya bercanda..hehe bercanda. Ayo kita pergi.."
" ( Tersenyum kecil ) Dasar tupai nakal." Gumam Mark
" ( cemberut ) Sudah kubilang jangan panggil aku tupai!" Bisik xiaoli
( Restoran Seberang )
" Wahh! Benar-benar menakjubkan, disini memiliki banyak menu andalan,, kak, apa kau bisa mengajakku makan disini setiap hari sabtu? ( mengedipkan sebelah matanya ) Ya! Ya!"
" Terserah!"
" Benarkah? Yass.. aku akan menghabiskan isi dompet mu tiap hari sabtu haha!"
" Jangan terlalu cepat senang, aku belum selesai bicara."
" Apalagi yang ingin kau katakan.."
" Boleh saja jika kau kau makan disini tiap seminggu, tapi sebagai gantinya setiap aku pulang bekerja keadaan rumah harus sudah bersih, tanpa ada satupun debu! Bagaimana, masih ingin melanjutkan negoisasi?"
" Ck! Dasar pebisnis licik!" Ketus xiaoli
" Heh ( tersenyum licik ) Semua hal memiliki harganya, bukankah begitu?"
" Umm... ( berfikir keras ) sshh,, lupakan saja perjanjiannya! Karena kau sangat tidak tahu malu, hari ini aku akan lebih tidak tahu malu darimu, hmmph!"
" Oh, terserah." Jawab mark singkat
" Sssh.. pelayan, bawa setiap menu yang ada disini, tanpa pengecualian. Jika ada yang terlewat saya akan membuat laporan tentang pelayanan disini." Ucapnya
" Baik, mohon
" Kau memesan semuanya apa kau yakin bisa menghabiskannya?"
" Tentu saja tidak! ( tersenyum licik )"
" Jangan membuat kebiasaan membuang-buang makanan. Orang lain belum tentu bisa makan setiap hari, kau malah membuangnya."
" Kak, apa aku bilang akan membuangnya? ck, kau berpikir berlebihan kali ini ( tersenyum )"
" { Apalagi yang dipikirkan gadis ini, aku selalu dibuat heran dengan tingkahnya }"
" Tuan, Nona, ini semua masing-masing porsi dari tiap menu yang ada di restoran kami. Selamat menikmati!" Ucap sang waitress
" Emm..( mengangguk ) Terima kasih.." Ujar xiaoli
" Aku ingin lihat bagaimana kau menghabiskan semua ini."
" Kak, tolong potongkan steak tartare ini untukku, jangan memotongnya terlalu besar jangan juga terlalu kecil."
" Kau bisa memotongnya sendiri, kau bukan anak kecil lagi!"
" ( Menghela nafas ) kalau begitu aku pulang." Ucap xiaoli
" Apa kau akan mengingkari janjimu? Kau bilang tidak akan membuang makanan, jika bukan kau yang menghabiskannya lalu siapa?"
" Kalau begitu potongkan steak tartare nya untukku, bagaimana? ( Tersenyum )"
" Baiklah, berikan padaku! ( Mulai memotongnya secara perlahan ) Aku sudah selesai, cepat makan!"
" Ummm.. Untukmu saja, setelah berfikir aku lebih suka memakan steak yang dipotong langsung. Jadi itu untukmu saja, makanlah! Jangan membuang-buang makanan! ( menahan tawa )"
" Kau sengaja!"
" Kenapa pikiranmu selalu berburuk sangka padaku! Kau juga tidak rugi, benarkan?"
" Sudahlah.. Tujuan kita juga untuk makan siang bersama."
" Itu baru benar, hii ( senyum manja )"
" { Dasar gadis kecil, kau pikir aku tidak tahu maksud hatimu? } ( tersenyum kecil )"
" Kak, coba ini.. foie gras ini sangat lezat ( memberikan foie gras nya pada mark dalam satu suapan ) Bagaimana? meskipun semua hidangan kali ini sangat royal juga tidak sia-sia memesannya bukan? ( tersenyum senang ) he, lihatlah.. Sekarang aku akan membiarkanmu mencoba ummm,, Soupe A Loignon and Beeg Burgoignon, Let's try! ( Menyuapkannya lagi pada mark )"
" Sudah! Aku sudah makan sangat banyak, tapi kau belum benar-benar makan apapun!"
" Kalau begitu kau harus makan sendiri jika tidak ingin aku menyuapimu lagi, jika kau berhenti aku akan menyuapimu lagi dan lagi." Tutur xiaoli
" Baiklah, aku akan makan sendiri, tapi kau juga harus makan { Aku memang sudah membuatmu khawatir, dan kau sangat memperhatikanku, tapi aku malah melupakanmu}. Jangan lupa siapa yang berjanji akan menghabiskan semua ini, cepat makan!"
" Boleh, tapi aku akan makan jika kau juga makan! Itu baru permainan yang adil."
#Bersambung...