U R

U R
Sunday



Suasana hening memenuhi ruangan. Tatapan tajam mark membuat mereka berdua tak bisa berkutik sedikitpun.


" ( tersenyum ) Xiaoli, jadi sedekat apa hubungan pertemanan kalian. Tapi jika aku tebak mungkin sangat dekat, dia bisa berbaik hati mengunjungi temannya, benar bukan? ( tersenyum lagi )" tegas mark.


" { O..o.. senyumnya lebih menakutkan!! Jadi pada akhirnya aku yang menanggung semuanya.} I-itu.. kak, sebenarnya kita tidak begitu dekat. Dia hanya kemari karena suruhan dari wali kelas ku.." jelas xiaoli.


" Oh? ( tersenyum ) Siapa namamu?" tanya mark pada Lin Yi


" Nama saya Lin Yi." Jawab Lin Yi dengan tenang.


" { Bisa-bisanya dia masih merasa tenang di saat seperti ini.. }" Batin xiaoli


" Apa kalian teman satu kelas?" Tanya mark lagi.


" Tidak,, saya dari kelas 1A, namun saya kemari memang karena perintah dari Pak mingwei. Walaupun Pak Mingwei bukan wali kelas saya, dia juga masih guru yang mengajar saya ( tersenyum )" Jawab Lin Yi


" { Kalian berdua!! bisa-bisanya kalian berperang dingin!! Akhirnya yang menerima konsekuensi kekalahan diantara kalian tetap saja aku!! }" Batinnya


" ( mengangguk ) Benar juga.. Jadi kalian teman berbeda kelas?" Tanya mark terus menerus.


" Ya, xiaoli sangat humble. Dia mempunyai banyak teman di sekolah." Balas Lin Yi.


" Ah, ternyata begitu.. Sepertinya xiaoli sangat tertutup mengenai kehidupan sekolahnya, dia tidak pernah menceritakan kalian padaku,, jadi aku tidak tau dia bisa berteman baik atau tidak dengan teman-temannya. Tapi aku sekarang tau,, xiaoli memiliki banyak teman disana.." Sindir mark.


" *Lin Yi,, berhentilah memprovokasinya!!* " Isyarat xiaoli.


" *Kenapa?* " balas Lin Yi dengan polos.


" { Aissh.. kenapa dia sangat menyebalkan. Aku harus menghentikan mereka berdua..}


Lin Yi, bukankah aku sudah memberikan barang yang diminta pak mingwei padamu? ini sudah siang, tidak baik berada di luar rumah terlalu lama bukan? Oh ya kak.. bukankah kau akan membuat pancake hari ini? kenapa belum menyiapkannya, jika terlalu lama seleraku akan berubah lagi.." Tutur xiaoli.


" Benar.. Kita akan membuat pancake spesial ( tersenyum )"


" { Mengerikan!! }" Batin xiaoli.


" Ah, kalau begitu aku juga pamit.. Xiaoli, sampai bertemu lagi di sekolah.." Pamit Lin Yi


" *pergilah!!* ( isyaratnya pada lin Yi )


Haha.. (tersenyum paksa) kalau begitu aku tidak antar.. Silahkan ( menunjukkan jalan keluar )"


" Kalau begitu,, kita mulai membuat pancake-nya.." ujar mark.


" K-kak.. sepertinya kita kehabisan susu dan tepung,, kita tidak bisa membuatnya tanpa itu kan? J-jadi, aku akan pergi membelinya.. ( berlari keluar )"


" ck, dia masih bisa takut juga.." gumam Mark.


( Keadaan Xiaoli... )


" { Dia pasti akan mengira aku takut,, biarkan saja.. Mungkin inilah yang dinamakan reaksi normal. Aku hanya perlu membaca situasi untuk menjaga rahasia ini darinya }" Batin xiaoli


" Xiaoli.." Panggil Lin Yi dari belakangnya.


" Kenapa kau mengikutiku?" Tanya Lin Yi


" Tidak, aku melihatmu juga keluar dari sana. Kupikir kau ingin mengantarku" Goda Lin Yi.


" Cih ( memalingkan wajahnya ), apa manfaatnya bagiku, hmm?" tanya xiaoli


" Tidak ada.. hanya saja aku pikir kau tidak ingin berpisah dariku." goda nya lagi.


" Membosankan... ( meninggalkannya )" Balas xiaoli singkat.


" Kenapa sikapmu sangat tidak berperasaan.." Sindir Lin Yi.


" Aku memang tidak memiliki perasaan,, lalu kenapa, kau keberatan?" Tutur xiaoli.


" Kau memang pandai berbicara.." ujar Lin Yi


" Pulanglah.. aku harus pergi ke supermarket ( menunjuk supermarket yang ada di depan mereka ) dan kembali secepatnya..." ucap Xiaoli.


" Silahkan.. aku juga ada sesuatu yang harus kulakukan sekarang,, sampai jumpa.." pamit Lin Yi


Setelah Lin Yi pergi, xiaoli pun memasuki supermarket untuk membeli barang yang ingin dibelinya.


" Lebih baik menggunakan merk apa ya.. apa ini lebih bagus? atau ini? ( membandingkan kedua barang di tangannya ) entahlah.. Lebih baik aku membeli semuanya.." Ucap Xiaoli.


( Di rumah xiaoli... )


" Kau membeli begitu banyak, untuk apa?" tanya mark.


" Mungkin suatu hari kita akan membutuhkannya lagi,, jika tidak terpakai juga masih bisa disimpan kan?" jawab xiaoli


" Oh.. tapi kenapa kau membeli merk-merk yang berbeda.." Sindir Mark.


" Protes juga percuma.. Semuanya sudah dibeli." Ujar Mark.


" He.. itu baru kakakku yang baik.." Sanjung Xiaoli.


" Kenapa masih disana, cepat bantu.. jangan hanya tau makan." Ketus Mark.


" Baiklah..baiklah... Aku bantu ( mengikuti mark )"


" { Dia akan memberitahukannya sendiri jika dia mau,, biarkan saja. Mungkin mereka bisa membuatnya lebih baik } " Batin mark.


" Kak, kenapa diam saja.. Cepatlah, aku sudah sangatt lapar.." ucap xiaoli


" { Setidaknya sekarang dia masih bisa tersenyum } Baiklah.. Ambilkan air kesini." Ujar Mark.


" Siap komandan!!"


" Jangan banyak bicara jika ingin pekerjaan cepat selesai.." sindir mark.


" Cih,, ( cemberut ) Banyak diam bisa membuat bodoh." ketus xiaoli.


" Siapa yang kau maksud,, hmm?"


" Itu aku.. ya,, aku yang bodoh.." ucap xiaoli.


" Pfft.. sudahlah,, cepat ambilkan airnya jika masih ingin membuat pancake." ujar Mark.


" Ini..ini.. Ambilah.. ( memberikannya ) Kak pancake apa yang akan kau buat?" Tanya xiaoli


" Pancake buah." jawab mark.


" Maksudku pancake buah apaaa.."


" Pancake mangga, dan honey fruit." Jawab Mark.


" Mmm.. ( mengangguk ) tidak buruk.. Jangan lupa menaruh banyak buah dan madunya.." Ujar xiaoli.


" Orang yang hanya tau makan sebaiknya diam saja." Sindir mark.


" Aissh.. aku hanya sedikit memberi masukan,,, tidak bisakah?" ketus xiaoli.


" ( tersenyum kecil ) Saranmu hanya akan membuat semuanya jadi kacau.. " Balas mark.


" Kenapa membuat kacau.. aku hanya bilang tambahkan buah dan madu lebih banyak.." Ketus xiaoli


" Jika ingin makan buah,, buat saja salad." Ujar Mark.


" Ck,, kau tidak menyenangkan.." ujar xiaoli


" Meskipun aku tidak menyenangkan, tapi kau tetap membutuhkanku."


Xiaoli langsung terdiam dan tak bisa berkata apa-apa lagi pada Mark.


" Kenapa diam? Mengakuinya?" Sindir Mark.


" Haissh... Aku benci mengakuinya, tapi tanpamu aku benar-benar akan memakan fast food tiap hari." Ujar xiaoli


" ( tertawa kecil ) Ternyata kau masih memiliki kesadaran." Gumam Mark.


" Aku mendengarnya!! ( Cemberut ) Sssh... sudahlah,, cepat buat saja pancakenya, dari tadi tidak jadi-jadi karena terlalu banyak bicara." Ketus xiaoli.


" Kalau begitu... Tunggu saja disana ( menunjuk pada sofa di ruang tamu )" ujar mark.


" Ck,, yaa.." ucap xiaoli.


" ( tertawa kecil ) { Dia benar-benar menggemaskan saat tidak bisa berbuat apa-apa lagi..}" Batin mark.


" JANGAN LUPA PANGGIL AKU!!" Teriak xiaoli.


" Sudah kubilang kau akan datang sendiri tanpa dipanggil. Lihat saja nanti.." Tutur mark.


" TERSERAH.. KAU SUDAH BILANG PADAKU UNTUK MENUNGGU SAJA,, JANGAN MEMANGGILKU LAGI UNTUK MEMBANTU!!" Teriaknya


" Jika sudah duduk, tutup juga mulutmu dengan baik.." Sindir Mark.


" ( menahan ) Yaa tuan..


{ Jika bukan untuk pancake aku tidak mungkin sesabar ini dengannya..}" Lirihnya.


#Bersambung...


...Selamat hari raya idul fitri 1442🤗...