
Aku terbangun lebih awal hari ini karena seorang maniak buku itu mencari bukunya yang hilang, dia hampir membolak-balik isi rumah di jam 4 pagi. Akhirnya aku berangkat sekolah sangaatt pagi, karena terlalu pagi.. saat aku sampai di sekolah, hanya ada aku sendiri.. Bahkan gerbang pun masih terkunci rapat, mau bagaimana lagi aku hanya menunggu petugas tiba.
" ( 6:30) kenapa aku memutuskan untuk berangkat pagi, jika tidak mungkin aku masih bisa bersantai... Walau terganggu. Tapi itu lebih baik daripada menunggu di depan sekolah selama setengah jam, arrgghh (mengacak-ngacak rambutnya)"
Tak lama setelah itu petugas sekolah datang untuk membukakan gerbang sekolah.
" Pak, kenapa lama sekali... Jika tahu bahwa aku sudah menunggu lama disini."
" Hey, apa kau bermimpi buruk semalam?" Tanya petugas itu pada rekannya.
" Aku tidak tahu, aku hanya bermimpi dikejar hantu semalam."
" Hantu dalam mimpimu benar-benar mengejar hingga kemari,, haha"
" Apa kalian tidak akan membuka gerbangnya? aku tidak ingin banyak bicara, cepat.." Protes Xiaoli
" Semoga saja kesadarannya akan permanen" Sindir petugas sekolah
" Abaikan, aku tidak memiliki waktu bicara omong kosong dengan mereka" Bicara pada diri sendiri
Selang satu menit, Siswa teladan memang teladan. Dia selalu datang tepat waktu, dia menyapa kedua petugas itu dan langsung menuju kelasnya. Untung saja tidak berpapasan dengannya..
" Pukul 6:59 dan aku sudah berada dalam kelas.. sendirian. haishh,, apa yang akan kulakukan, bel masuk sekolah berbunyi pukul 7:45, kelas lain mungkin sudah ada beberapa murid yang datang untuk belajar atau membaca di perpustakaan. Tapi ini kelas 1D, siapa dari mereka yang akan berangkat di pagi buta.. (merengkup kepalanya dengan tangan di atas meja)
Aku akan menghitung sampai 1000. 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11 ........ 134, 135, 136, 137 .......
196, 197, 198, (melihat keluar jendela),199, 2--200 (terkagum sekaligus heran melihat salju turun diluar jendela). ini bukan musim dingin, apa salju akan turun (melambaikan tangan keluar jendela) tidak.. ini bukan salju, tapi siapa yang membuat salju buatan di sekolah.. (melihat jam pukul 7:10)". Kenapa waktu terasa begitu lama hari iniii... (Teralihkan)
Di atap sekolah (other person)
Lemari es kantin sekolah rusak sehingga banyak gumpalan es dari embun yang berbalik, seseorang menawarkan diri untuk menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Dia meminta agar semua es tersebut dipindahkan ke atap sekolah agar tidak perlu jauh-jauh membuang sampah es itu sekalian mencoba mesin rakitan miliknya.
" Masalah selesai dan mesinnya juga berjalan dengan baik (kembali membereskan mesinnya)"
Back to main character)
" 649, 650, 651, (tiba-tiba bolpoin miliknya terjatuh dan ia langsung membawanya), 6, 660 atau berapa hitungan terakhirku... ARRGGH,, "
Lalu tak lama kemudian setelah itu teman-temannya datang, mereka semua dibuat terkejut dengan sosok yang pertama kali mereka lihat saat membuka pintu kelas.
(suasana setelah bel sekolah)
" Ya ampun.. apa aku berhalusinasi? aku tidak percaya dengan apa yang kulihat"
" Benar, aku sampai menampar diriku sebanyak 3 kali untuk membuatku sadar, aku merasa sakit setelahnya. Namun aku tetap tak percaya"
" Apa mungkin Guan Xiaoli salah memakan obat hari ini?"
Xiaoli hanya memegang kening dan memejamkan matanya karena berisik dengan ocehan teman sekelasnya.
" Apa aku sangat menakutkan jika tepat waktu?" berbicara pelan dengan posisinya yang tetap.
Namun mereka masih tetap ribut setelah sekian lama masuk kelas karena pelajaran pertama kosong.
" Ckk,, haiisshh... Tutup mulut kalian!! (spontan memukul mejanya dengan keras sambil berdiri)" seketika mereka langsung terdiam dan menatap xiaoli yang kedua kalinya melakukan itu.
"Aku rasa memang benar-benar ada yang salah dengannya"
" xskjdbchzjd..."
" sangat mengganggu (kembali duduk di kursinya).. Aku benar-benar sendirian, kenapa dia (Gao Yu'er) harus bolos sekolah hari ini,, hahh (menghela nafas)"
Entah ada apa dengan hari ini, sudah cukup dengan semua yang terjadi pagi tadi. Sekarang kenapa guru killer itu memanggilku.. ( note: dia adalah wali kelas 1D. Nama aslinya adalah Mingwei, namun karena dia selalu memberikan kesuraman bagi siswanya layaknya seperti warna abu-abu mereka menyebutnya pak grey, tapi aku lebih suka memanggilnya guru killer, itu terasa lebih ganas)
tok...tok...tok..
" Masuk." Ucap pak grey dengan suara khas nya yang agak serak. Dia seorang guru sekaligus wali kelasku yang kini berusia 38 tahun. Walaupun sudah berumur 38 tahun, dia memang lebih tampan dibandingkan dengan guru fisika yang usianya 30 tahunan itu, namun aku lebih menyukai guru fisika daripada orang yang akan kuhadapi saat ini.
" Silahkan duduk." lagi-lagi ucapnya
" Kenapa anda memanggil saya di jam pelajaran pak.."
" Tidak apa-apa, saya hanya ingin bertanya apa kau akan ikut acara nanti."
" Acaranya masih nanti, kakak saya sedang mempertimbangkannya. Dan juga... kenapa anda sangat ingin saya berpartisipasi dalam acara itu?"
" Apa kau benar-benar tidak tahu? kau murid yang berbakat, seharusnya kau sudah tahu"
" (tersenyum kecil di ujung bibirnya) Apa anda memiliki kesalahpahaman tentang saya? jika saya murid yang berbakat bagaimana mungkin saya akan berakhir di kelas paling buruk."
" Tidak, kau yang salah.. kau pikir aku hanya pantas ditempatkan di kelas paling buruk? "
" Aku tidak bermaksud, hanya saja aku merasa tersanjung murid sepertiku bisa mendapat pujian yang begitu hebat dari anda."
" Kau tahu, terkadang berada di kelas paling terbaik pun belum tentu mereka yang terbaik. Begitupun sebaliknya.."
" Jadi... maksud anda kelas D kami lebih hebat dari kelas terbaik? Pak, anda memang sangat baik sebagai wali kelas kita.."
" Aku tidak bilang mereka semua hebat, kenyataannya mereka benar-benar sangat bodoh."
" Pak, saya tidak mengerti. Anda terus membolak-balik perkataan anda, jadi sebenarnya anda sedang memuji kami atau mengolok kami.. (nada canggung)"
" Sebenarnya yang kumaksud adalah.. jika phoniex menunjukkan diri, maka tidak ada seekor angsa pun yang masih bisa berbangga diri."
" Apa anda masih ada yang ditanyakan, jika tidak saya permisi kembali karena masih ada kelas. "
" Tidak, kau sudah boleh pergi. Aku memanggilmu hanya ingin menanyakan tentang keputusanmu. Jangan terlalu dipikirkan, saya hanya memanggil satu persatu perwakilan setiap kelas karena saya yang akan menjadi pembimbing angkatan ini. Terima kasih atas waktunya"
" Baik, sama-sama. Kalau begitu saya pamit..(berdiri)"
" Phoniex tidak akan pernah menunjukkan dirinya, karena dia tidak pernah suka menjadi perhatian (berbicara sambil membuka halaman buku yang dipegangnya)"
Xiaoli yang mendengarkannya pun tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menoleh kembali ke belakang karena tidak mengerti dengan perkataannya.
" Tidak apa-apa, saya hanya menceritakan kisah dalam buku ini padamu (menunjukkan buku yang berjudul phoniex emas) dan itu adalah sambungan ceritanya. Pergilah,,oh tunggu.. tolong sekalian kau panggilkan Tang Rouwei dari kelas 1B."
" Baiklah, permisi (menutup pintu)"
" Ada apa dengan guru killer itu, dia berbicara sangat tidak masuk akal hari ini... (sampai di kelas 1B). Apa ada yang bernama Tang Rouwei?"
" Itu aku, ada apa?"
" Guru memanggilmu ke ruang Diskusi"
" Baik, terimakasih."
" hmm.. (pergi setelah memberitahu)
#Bersambung