
" Apa kau sudah selesai beristirahat? ini sudah pukul 13:20, apa kau tidak akan pulang?"
" Sebentar lagi, kakiku masih terasa pegal." Ujar Lin Yi
" Kau sudah beristitahat lebih dari 20 menit,, apa kakimu masih belum cukup istirahat? ( Tersenyum ramah )"
" Baiklah, kalau begitu ayo kita pulang." Ajak Lin Yi
Mereka pun memutuskan untuk pulang setelah banyak penundaan.
( Di dalam bus )
" Oh ya, aku penasaran tentang sesuatu." Ucap xiaoli
" Hmm? Apa yang membuatmu penasaran?" Tanya nya
" Aku ingat kau pernah bilang kau tinggal dengan orang tuamu."
" Ya, lalu?"
" Aku memaklumi jika ayahmu sekarang sedang tidak ada di rumah karena bekerja, tapi apa kau bisa menyembunyikannya dari ibumu tentang hari ini?"
" Tenang saja, sejak seminggu yang lalu sebenarnya orang tuaku sudah pindah kembali ke rumah mereka."
" Rumah mereka? Jadi maksudmu kau memang pisah rumah dengan orang tuamu?" Tanya nya lagi penasaran
" Bisa dibilang seperti itu,, karena aku tidak suka terlalu banyak orang di tempat yang seharusnya menjadi tempat istirahat ( rumah ) Seharusnya aku bertanya, kenapa kau dan kakakmu hanya tinggal berdua?"
Lin Yi melontarkan pertanyaan yang paling sulit untuk dijawabnya, sementara xiaoli masih terdiam belum mengatakan sepatah katapun padanya.
" Apa kau tidak bisa menjawabnya? jika tidak bisa tidak perlu dipikirkan." Ujar Lin Yi
" Tidak apa-apa, aku hanya sedang berfikir dari mana aku harus memulainya.
" Hmm?"
" Karena sejak kecil kita hanya hidup berdua." Jawab xiaoli yang membuat lin yi menyangka orang tuanya sudah tiada.
" Maaf aku bertanya." Ujar Lin Yi
" ( tersenyum mengejek ) heh! Untuk apa meminta maaf,, kau bertanya dan aku menjawab."
" Jangan hanya diam! Ayo kita pergi." Lanjut xiaoli
" Ah sudah sampai?" Ucap Lin yi " Kenapa begitu cepat." Bisiknya
Setelah sadar mereka segera turun sebelum bus melaju, tak ada lagi yang dibicarakan hingga Xiaoli yang membuka suara.
" Lin Yi, aku ingin bertanya. Apa di sekolah kita memiliki alat pembuat salju?"
" Ada, tapi itu hanya mesin rakitanku. Tidak ada yang mengetahuinya." Jawabnya
" Rakitanmu? pantas saja aku tidak menemukannya di ruang peralatan."
" Tentu saja tidak, aku menyimpannya di ruang ekstrakulikuler sastra, tidak ada siapapun yang datang kesana, tempat itu sudah menjadi sarangku. Tapi darimana kau mengetahui tentang mesin itu?" Tanya balik Lin Yi
" Cih! setelah membuat hujan salju di musim panas kau pikir siapa yang akan percaya itu salju sungguhan? Tapi saat aku melihatnya tidak ada siapapun selain sisa es yang mencair."
" Ternyata kau sangat teliti. Aku ingat itu masih pagi, apa kau sudah ada disana?" Tanya lin yi heran
" Kau pikir aku akan tahu jika tidak ada disana?" Ketus xiaoli
" Benar juga ( godanya dengan tawa ejeknya )"
" Xiaoli, kakakmu begitu sibuk. Apa kau tidak bosan di rumah sendirian?" Tanya Lin yi
" ( Menarik nafas ) Hah, entahlah.. mungkin aku sudah terbiasa ( mengangkat bahunya tak peduli ) meskipun begitu, dia tetap menjadi orang yang paling penting bagiku."
" Kalau begitu, apakah aku juga bisa menjadi orang yang paling penting bagimu?" Bisiknya pelan
" Hmm? apa yang baru saja kau katakan, aku tidak mendengarnya." Ucap xiaoli
" ( menarik nafas ) Hah.. aku bilang aku sedang sakit mungkin akan sedikit sulit di rumah sendirian."
" Jika sulit, kenapa tidak pergi ke rumah orang tuamu." Jawab xiaoli
" ( menyentil kepalanya ) kau bodoh atau berpura-pura bodoh hmm?"
" Bisakah tidak menyentil kepala ku?" ketus xiaoli
" Sudahlah,, orang sepertimu memang sulit." Tutur Lin Yi
" Aku sudah sampai.." Ucap Lin yi
" Jika sampai masuk saja, aku juga akan pulang." Jawab xiaoli
" { Apa dia wanita? aku berharap dia memintaku untuk mengantarnya sepertinya tidak mungkin! } Apa perlu aku mengantarmu?" Ungkapnya
" Umm.. Tidak perlu, lagipula bukan berapa kilo meter lagi, hanya beberapa meter saja. Aku bisa sendiri.."
" Tapi sepertinya aku ada urusan ke kesana, bagaimana jika berjalan bersama?"
" Bukankah kau sakit?"
" Yang cedera tanganku, tapi kakiku tidak." Jawab Lin Yi
" Cih, sekarang kau bisa berkata seperti itu, sedari tadi kau mengeluh disana."
" Itu berbeda, menyuruhku menunggu di jam terik matahari. Sekarang sudah agak teduh, jadi semangatku kembali."
" Pria takut berkulit hitam?" Sindir xiaoli
" Hitam bukan masalah, apa kau tidak kepanasan berjemur di siang hari?"
" Sudahlah terus berbicara aku tidak akan bisa pulang!"
" Baiklah, ayo pergi!" Ajak Lin Yi
" Terserah!"
( Setelah sampai di depan rumah xiaoli )
" Ck! Apalagi sekarang..." ketus xiaoli
" Kenapa?" tanya Lin Yi
" Kunciku rumahku hilang." Jawabnya dengan datar
" Hilang? memangnya disimpan dimana?" Tanya nya lagi
" Aku membawa kunci duplikatnya ke sekolah setiap hari, tapi kenapa tidak ada dalam tas ku?"
" Dasar ceroboh!" Ungkap Lin Yi
" Aissh.. jika tidak berniat membantuku mencarinya jangan banyak bicara!"
" Yasudah,, lalu dimana kunci satunya lagi?"
" Satunya lagi tentu saja kakakku yang membawanya,, kenapa bisa hilang, biasanya selalu ada disini ( sambil mengobrak-abrik tasnya )"
" Kalau begitu tidak ada cara lain selain meminta kunci dari kakakmu, nanti kau duplikatkan lagi kuncinya." Ujar Lin Yi
" ( menghela nafas ) Tidak ada cara lain."
Flash Back To Eps 30 ( rahasia ) ^_^
"? Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?" Tanya dokter jiang
" Tidak baik. Paman muda, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu. Akhir-akhir ini aku merasakan sesuatu yang sebelumnya belum pernah kurasakan."
ksiwieuxnej8$*$&&%*#***
" Bagaimana keadaannya?" Tanya mark setelah xiaoli pergi
" Masih dalam kendali." Jawab dokter jiang
" Syukurlah.. Aku harap dia bisa melupakan hal itu selamanya."
" Tapi kembalinya hal dari masa lalu bisa menjadi pemicu ingatannya kembali, sekarang obsesinya masih pada 'tidak merasakan perasaan'. Namun bagaimana jika suatu saat dia menyadari ada suatu kejanggalan tentang kondisinya,, manusia ditakdirkan dengan perasaan, namun dalam kasus seperti xiaoli dia bukannya tidak bisa merasakan perasaan, namun merasa asing dengan perasaan, sehingga muncul spekulasi seperti itu dalam dirinya."
" Aku juga khawatir dia akan menyadari sesuatu, namun aku tidak sanggup membuatnya menderita lagi dengan ingatan yang akan membuatnya menderita."
" Dia juga sudah besar, dia pasti sedikitnya menyadari ada yang aneh dengan dirinya. Jika kau ingin tetap menutupi darinya, maka lakukan dengan sangat rapih. Jangan biarkan ada celah dalam ingatannya tentang masa lalu."
" Aku menngerti." Ujar Mark
**Flash Back End ^_^
#Bersambung**...