Two Mobsters Fall In Love

Two Mobsters Fall In Love
episode 9: pengkhianatan cinta



Keesokan harinya,dimana tiba gavriel mengirim emas ke perbatasan Perancis bersama anak buahnya yang terdiri dari 10 orang dan terdapat 5 mobil menjaga mobil yang mengangkut emas tersebut.


Diperjalanan gavriel yang sedang mengintai keadaan gangster,tiba tiba mendapatkan telepon.


"Telepon berdering."drrttt....drrttt..


"Mengangkat ponselnya","halo ada apa?."tanya gavriel sambil mengemudi.


"Disini tidak ada tanda tanda gangster bos."jawab anak buahnya.


"Awasi lagi,jika ada pergerakan aneh,cepat lakukan tindakan."


"Baik bos."


Gavriel pun mematikan ponselnya,tiba tiba ada mobil yang mengejar dari mereka dan anak buahnya langsung menghubungi gavriel.


"Menjawab teleponnya."ada apa?.


"Mereka mengikuti kita."jawab anak buahnya.


"Selesaikan mereka."ujar gavriel.


"Baik bos."langsung mematikan ponselnya.


Gavriel tidak tahu bahwa mobil berwarna kuning berhasil melewati anak buahnya dan dia sudah berada di depan mobil gavriel,lalu mobil tersebut berbalik arah ke depan mobil gavriel, otomatis mobil gavriel melayang ke atas dan terbalik di belakang mobil kuning tersebut.


Gangster tersebut berhasil menghabisi anak buah gavriel dan gavriel pun sudah dalam keadaan terbaik di mobilnya dan bercururan darah di kepalanya karena benturan keras akibat mobilnya.


Mobil gangster tersebut berhenti dari kejauhan di depan mobil gavriel,gavriel melihat ke arah mobil tersebut dengan keadaan rabun karena benturan dan tidak lain lagi mereka adalah gangster suruhan keluarga rayno molan.


Anak buah musuhnya pun keluar dari mobilnya terdiri dari 5 mobil dan 10 anak buah dan masing masing membawa senjata pistol,ketika satu anak buah membukakan pintu mobil berwarna kuning,keluarlah kaki wanita yang tidak lain lagi adalah putri rayno molan,claudia molan.


Claudia pun berjalan kearah mobil gavriel dengan menggunakan style berbeda,lipstik merah dan memakai kacamata hitam, claudia pun berjalan bersama anak buahnya yang bertubuh kekar,claudia meminta pistol kepada anak buahnya dan anak buahnya memberikan pistol tersebut.


Gavriel pun dapat melihat dengan jelas kembali,betapa terkejutnya hatinya melihat orang yang benar benar dicintainya berkhianat padanya,saat dia mengarahkan pistolnya kepada mereka,dia tidak berani menembakkannya karena dia masih benar benar mencintai claudia.


Claudia pun telah sampai dihadapannya, lalu dia berjongkok melihat gavriel.


"Hai, ada apa,sepertinya kau terkejut,seakan akan dunia mu sedang terbalik,bukankah sudah ku bilang kita pasti akan bertemu lagi kan."ujar claudia membuka kacamatanya dan tersenyum.


Gavriel hanya terdiam karena menyaksikan orang yang dicintainya berkhianat.


"Kau melarang ku ikut denganmu,karena kau bilang terlalu berbahaya, sebenarnya bahaya yang kau bilang itu adalah aku, gavriel."ucap claudia menatap gavriel.


"Apa kau tidak ingat,coba kau ingat kembali,saat aku menyebutkan nama lengkapku,claudia molan dan rayno molan,itu ayahku."ucap claudia.


"Dan kau tahu bagian yang terbaik,hari ini adalah hari ulang tahunku,tapi emas ini akan ku hadiahkan kepada ayah ku,hemm,hatiku sungguh besar bukan."tersenyum.


"Itu sebabnya aku merencanakan semua ini,apa yang kau pikirkan,aku sengaja datang kemari agar anak buah ku bisa melenyapkan mu,tapi mereka meleset,hemm,dan hal hal yang ku lakukan untuk mendapatkan informasi tentang emas ini darimu, ialah berpura pura pincang,membuat anak buah ku berpura pura mengganggu diriku dan bahkan aku pergi ke kencan konyol itu,oh ya tuhan,ck."ujar claudia berkata jujur.


"Oh ya,bagaimana aktingku,kelas dunia bukan, tidak,ck...."


"Claudia pun mengarahkan pistolnya ke arah gavriel."tidak jadi menembaknya."ck...aku akan mengampuni mu karena hari ini ulang tahunku."tersenyum bahagia karena berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan.


Claudia pun berdiri kembali dan berbalik badan meninggalkan gavriel yang sudah dalam keadaan berlumuran darah,gavriel pun menaikkan pistolnya ingin menembak claudia,tapi dia tidak sanggup karena dia masih mencintai claudia,dia pun meletakkan pistolnya kebawah.


Anak buah claudia pun mengeluarkan emas dari mobil besar milik keluarga gavriel dan menunjukkan isinya kepada claudia.


Merekapun pergi meninggalkan gavriel dengan anak buahnya yang sudah dalam keaadan pingsan,tak sadarkan diri.


Setelah gavriel sudah diselamatkan oleh ayahnya dengan waktu yang cukup lama,gavriel pun sudah diobati di rumahnya.


Ayahnya yang melihat kondisi gavriel,merasa sangat marah kepada keluarga rayno molan.


"Aku tidak akan memaafkan rayno."ucap marah ayahnya mengepalkan tangannya.


"Menahan."tidak ayah,ayah tidak boleh melakukan apapun,aku yang mengkhianat,jadi aku juga yang harus membersihkannya."ujar gavriel menahan tangan ayahnya yang hendak pergi.


"Tapi....


"Tidak ayah,aku yang akan bertemu dengannya sekali lagi". menatap wajah ayahnya.


"Keesokan harinya.


Claudia yang sedang mengendarai mobilnya,tiba tiba mendapatkan panggilan.


Mengangkat teleponnya."halo.


"Hentikan mobilnya."jawab yang tidak lain lagi adalah gavriel.


Claudia pun reflek melihat ke belakang dan ternyata di belakangnya sudah ada gavriel yang sedang mengejarnya.claudia pun langsung menggas mobilnya dengan kecepatan tinggi, gavriel pun mengejarnya dan saat gavriel berhasil bersampingan dengan claudia.


"Claudia hentikan mobilmu,hentikan mobilmu."ucap tegas gavriel menatap claudia.


Claudia pun meningkatkan kecepatan mobilnya dan berhasil menjauh dari gavriel,tapi gavriel tetap mengejarnya,hingga mereka saling kejar kejaran ditengah jurang yang pinggiran kiri dan kanannya ialah laut. tanpa pikir panjang claudia menyerempet kan mobilnya ke mobil gavriel,nyari saja gavriel terjatuh.


Tapi karena gavriel sudah terbiasa dengan mobil,dia bisa mengendalikannya,merekapun terus berkejaran diatas jurang,saat ada orang yang sedang menaiki sepedanya dan hampir saja claudia menabraknya,karena persepeda tersebut,claudia pun kehilangan keseimbangan, spontan membalikkan mobilnya dan ini kesempatan gavriel,dia mengarahkan mobilnya ke arah yang berbeda,lalu menyerempet mobil claudia.


Akhirnya mobil mereka pun bersampingan,mobil mereka berputar dengan hembusan angin,mereka saling bertatapan dan mereka tidak sadar bahwa mereka sudah dipinggir jurang laut.tibs tiba mobil claudia hampir nyaris jatuh, mobilnya sudah miring dan claudia pun hampir terjatuh ke jurang tersebut,untung dia tidak terjatuh,tapi dia memegang pintu mobil,karena dia sudah berada tepat dibawah jurang laut.


"Arghhh,hah....hah."ucap panik claudia memegang pintu mobilnya,agar tidak terjatuh kebawah.


Tanpa pikir panjang avriel langsung memegang tangannya dari atas, lalu claudia melihat kebawah,membuatnya tambah panik.


"Jangan takut,aku tidak akan melepaskan mu."ucap gavriel sambil memegang erat tangan claudia.


Claudia menatap wajah gavriel."aku mencintaimu dengan sepenuh hati dan aku tidak menggunakan pikiran ku seperti mu."ujar gavriel mulai menarik claudia ke atas.


Claudia yang hanya terdiam dengan perkataan gavriel.Setelah berhasil menarik claudia keatas,merekapun berpelukan akibat efek mobil miringnya.


"Hah...hah...hah."ujar nafas claudia ketakutan.


Gavriel yang masih memeluknya dengan erat agar meresahkan ketakutan claudia,lalu gavriel menatapnya dan memegang pipinya dengan kedua tangannya.


"Claudia,setelah ini jangan pernah tunjukkan wajah mu lagi,atau aku akan melenyapkan mu."ujar gavriel menatapnya.


Lalu gavriel mendorongnya menjauh dari pelukannya dan dia langsung pergi meninggalkan claudia dengan mobilnya.


Claudia yang melamun dan mengingat kembali perkataan manis dari hati tulus gavriel, claudia seperti merasa sangat bersalah dengan perbuatan yang dilakukannya.


Setelah beberapa minggu berlalu,claudia tidak bisa tenang,dia terus terbayang dengan wajah gavriel dan perkataan manisnya dulu, sampai dia duduk di cafe,mobil maupun dikamarnya,dia terus membayangkan gavriel dan sangat merasa bersalah.