
"Sesampai sekolah petir."terima kasih banyak abang sudah mengantarkan ku.
"Sama sama,belajarlah dengan baik agar kau bisa seperti abang mu ini."ujar gavriel di luar mobil.
"Petirrr."panggil dari kejauhan,tidak lain lagi ialah bella dan dia juga diantar oleh claudia.
"Reflek melihat ke samping."eh,bella."panggil petir juga dan menghampirinya.
"Gavriel dan claudia pun bertemu kembali."eh, kau disini juga claudia?.
"Ya,aku memang sering mengantarkan adikku ke sekolahnya,kalau ada urusan saja baru aku akan menyuruh supir untuk mengantarkannya."jawab claudia.
"Omong omong, apa baru kali ini kau mengantarkan dia ke sekolah?."tanya claudia.
"Ya."jawab gavriel tersenyum.
Saat mereka sedang berbincang,bella pun melihat wajah gavriel.
"Seperti pernah melihatnya,oh ya itu paman gavriel."ucap batin bella.
"Apa kamu paman gavriel."tanya bella melihat wajah gavriel.
Menghampiri bella dan memegang rambutnya."kau tau saja ya anak kecil,paman kira kau akan lupa dengan paman."ucap gavriel tersenyum.
"Tentu tidak dong paman,paman yang sudah menyelamatkan ku,masa aku lupa."tersenyum juga.
"Terima kasih banyak tidak melupakan paman,kalian masuklah,keburu bel berbunyi".
"Baik paman,yuk petir."menggandeng tangan petir.
"Yukkk, kami pergi dulu abang."ucap petir melambaikan tangannya.
"Belajarlah dengan giat."melambaikan tangannya juga.
"Kembali melihat wajah claudia."maaf mengabaikan mu."ujar gavriel mengelus lehernya.
"Tidak apa apa."namanya juga anak kecil,oh ya gavriel apa kau punya waktu?.
"Kenapa tiba tiba bertanya seperti itu claudia,apa ada hal yang ingin kau bicarakan denganku?."tanya gavriel juga.
"Tunggu saat nanti malam,bisa kan.
"Ok,demi mu aku rela menunggu, kirim saja lokasi ya."ucap gavriel.
"Aman,kalau begitu aku pergi dulu karena masih ada urusan."tersenyum.
"Baiklah,kau hati hati claudia."ujar gavriel melambaikan tangannya.
"Claudia pun masuk ke mobilnya dan langsung pergi dari tempat itu.
Malam pun tiba dimana gavriel sudah bersiap siap dan claudia yang sudah berada di lokasi lebih dulu.
"Aku harus bergegas datang,sebelum claudia yang datang."ucap gavriel langsung pergi ke lokasi.
"Sesampai lokasi."hai gavriel, disini."panggil claudia dari kejauhan.
"Eh itu claudia,ya aku kesana."melambaikan tangannya.
"Sesampai meja claudia."apa aku terlalu lama,maaf membuat mu menunggu."ujar gavriel duduk.
"Aku juga baru datang jadi jangan merasa tidak enakan,nih dimakan,aku baru memesannya."jawab claudia memberikan makanan pesanan dia.
"Terima kasih banyak claudia."tersenyum.
"Omong omong,ada hal apa kau mengajakku kesini claudia?."tanya gavriel sambil memakan makanannya.
"Apa kau juga mulai menyukaiku,ha....ha...ha..."tertawa".
"Kau ada ada saja gavriel."ujar claudia tersenyum.
"Sebelumnya aku minta maaf banget sama kamu gavriel,aku telah berbohong padamu soal kemarin."
"Berbohong kenapa?."tanya gavriel bingung.
"Soal kemarin aku ulang tahun, sebenarnya kemarin itu bukan hari ulang tahunku,aku berbohong kepadamu."jawab claudia memasang wajah bersalah.
"Apa,kenapa kau berbohong?."tanya kembali gavriel.
"Karena jika aku tidak berbohong,kau pasti tidak mau bertemu denganku,karena kau sibuk,kan dirimu adalah anak seorang mafia."mengangkat alisnya.
"Memegang tangan claudia."jangan diulangi kembali ya,aku tidak suka orang yang berbohong kepadaku.
"Baik,aku tidak akan berbohong lagi dan sebenarnya ulang tahunku besok,makanya aku mengajak mu makan malam untuk memberitahukan mu soal ini."tersenyum.
"Eh, benarkah?."tanya gavriel takut dibohongi lagi.
"Tentu saja ku mempercayai mu,jadi aku ucapkan selamat ulang tahun untuk nona cantik dan biaya makanannya biar aku saja yang bayar,anggap saja sebagai hadiah kecil untukmu."jawab gavriel tersenyum.
"Terima kasih banyak gavriel kau sudah mempercayaiku."tersenyum.
"Tapi sekarang ulang tahunku dirayakan,apa kau bisa datang gavriel."menatap mata gavriel.
"Memegang kembali tangan claudia."sebelumnya aku sangat minta maaf banget sama kamu,besok aku tidak bisa datang ke acara ulang tahun mu."merasa bersalah.
"Kenapa?."
"Besok aku ada urusan penting dan memang harus di kerjakan besok."jawab gavriel.
"Hem,kau memang mementingkan pekerjaan mu dari pada diriku,mengapa kau bilang menyukaiku,kalau kau tidak mau datang ke pesta ulang tahunku."pura pura ngambek.
"Mendekati claudia dan dia berlutut untuk meminta maaf."sebenarnya besok aku ada urusan untuk mengantarkan emas ayahku dan ini hanya ku beritahu oleh mu karena aku mempercayaimu,ini adalah pekerjaan mendesak dan sangat berbahaya dsn terlebih lagi aku harus membawa itu semua ke perbatasan kota perancis,jadi aku sangat tidak bisa pergi ke pesta ulang tahun mu besok,maafkan aku."ujar gavriel meminta maaf."
"Ya sudahlah jika kau sibuk,yang terpenting hari ini kita sudah bertemu lagi,uruslah kepentingan mu,karena itu lebih penting."tersenyum.
"Apa kau tidak marah lagi?."
"Tidak,aku sudah memaafkan mu karena kau telah memberikan alasan yang logis dan jelas."jawab claudia.
"Terima kasih banyak kau telah memahami ku."ucap gavriel tenang.
"Telepon berdering."drrtttt....drrtttt...."bunyi ponsel gavriel.
"Eh ponsel ku berbunyi,sebentar ya claudia aku mau mengangkat telepon dulu."
"Baiklah."jawab claudia tersenyum.
Gavriel pun mengangkat teleponnya setelah menjauh dari claudia agar tidak terdengar claudia.
"Halo,ada apa?."
"Ini bos,kami di perintah pak calix untuk menghubungi anda,katanya ada harus cepat pulang karena ada hal penting tentang pengiriman besok."jawab anak buahnya menjelaskan.
"Baiklah, baiklah, secepatnya aku akan pulang, sampaikan pada ayah,aku akan pulang sebentar lagi."
"Baik bos."
"Sudahlah,aku tutup teleponnya."ujar gavriel langsung mematikan ponselnya.
"Kembali ke meja claudia."maaf menunggu.
"Tidak apa apa,lagian kau sangat sibuk."ucap claudia.
"Maaf banget claudia,aku harus pulang duluan karena ada urusan mendadak dirumah."
"Pulanglah,lagian aku yang membuat mu repot repot kesini."
"Aku tidak repot kok,ini memang mendadak,jadi aku pulang dulu ya."ucap gavriel.
"Kau hati hati lah."melambaikan tangannya.
Setelah gavriel pergi, claudia menghubungi seseorang
"Halo,aku sudah mengetahuinya,besok dia akan menjual emas tersebut ke perbatasan perancis,aku akan ikut kesana."ucap claudia di telepon.
"Baik bos."jawab tidak lain lagi ialah anak buah claudia.
"Baiklah,aku akan pulang segera,jadi jemput aku sekarang."
"Siap bos,kami akan kesana."langsung bergegas menjemput claudia.
"Diperjalanan menuju rumah gavriel."kenapa claudia mengajakku makan malam,bahkan dia tidak rela aku meninggalkannya,apa dia mulai menyukaiku juga."ujar batin gavriel tersenyum.
"Akhirnya,aku bisa membuat claudia jatuh cinta padaku,memang gavriel tidak pernah salah sasaran, setelah mengantarkan emas ke perbatasan,aku akan mengungkapkan semua perasaanku dan mengajaknya berkencan."ucap kembali gavriel sudah mengumpulkan tekadnya untuk mengajaknya berpacaran.
Sesampai rumah gavriel
"didalam ruangan ayahnya."ayah,apa yang ingin ayah katakan?."tanya langsung gavriel.
"Kau baru saja datang sudah langsung bertanya,memang kau tidak pernah betah dengan ayah."
"Bukan begitu ayah,aku mau mandi nih."
"Soal emas yang besok kau kirim,sudah kau perketat kan,agar keluarga rayno tidak menghancurkan bisnis kita dengan gangster ya itu."tanya ayahnya.
"Sudah ayah, serahkan ini semua padaku."melipat tangannya.
"Baiklah,ayah selalu percaya padamu,itu saja yang mau ayah katakan,pergilah mandi."
"Tidak usah ayah suruh aku juga akan mandi."langsung keluar dari ruangan ayahnya.