
"Kau berpura pura menjadi penjahat baron."Ucap jack merangkul pundaknya.
"Penjahat?."Bingung baron.
"Kisah cinta kak gavriel sedang macet."Jelaskan petir dengan serius.
"Eh..."Terkejut baron.
"Pahlawan dan kekasihnya akan bertemu dan berdamai,saat kau mengaku kekasihnya sebagai seorang penjahat."Jelaskan petir kepada baron.
"Kau bisa melakukannya kan baron?."Tanya serius jack.
"Hei...aku rela mengorbankan hidupku demi petir."Jawab baron jelas sambil bertepuk tangan.
"Pakaian, barang,semua,ayo sebut..."Semangat baron.
Keesokan harinya dimana tiba mereka sudah berada di jalan biasa tempat lewat claudia.Baron yang sudah berpakaian seperti preman dan sudah memakai rambut wig dan jenggot seperti preman.
"Baron...kau harus berhasil,semuanya tergantung padamu.Jangan sampai kau gagal."Ucap petir merapikan pakaian yang di kenakan baron.
Jack yang sedang melihat apakah claudia sudah datang dan setelah menunggu mobil claudia pun kelihatan dari kejauhan.
"Petir....dia datang."Ucap jack.
"Smoga kau berhasil baron....kami akan menjaga mu."Ujar petir langsung bersembunyi dibalik pepohonan besar bersama jack.
Baron pun memulai aksinya,dia berdiri di tengah jalan dan saat mobil claudia datang,mobilnya mengklakson baron yang ditengah jalan dan baron memulai aksinya dengan membuat wajah preman dan merentangkan tangannya untuk berhenti.Mobil claudia pun berhenti tepat di depan baron dan mobil claudia pun berhenti lalu mengeluarkan kepalanya dari jendela untuk melihat situasi di luar.
"Apa kau ingin celaka, menyingkirlah!!."Ucap tegas claudia.
"Aku punya satu pertanyaan untukmu."Ujar baron sambil menunjukkan angka 1 dari jarinya.
"Apa....?"Tanya claudia.
"Apa ada bayi di rumah mu?."Tanya baron sambil menaikkan alisnya dan menirukan sebuah bayi.
"Tidak...."Jawab claudia.
"Itu bagus... berikan saja aku satu kesempatan,hahahahah....dan kau akan mendapatkan bayi."Ucap baron mulai mendekati mobil claudia.
"*****."Claudia hanya terdiam dengan sikap konyol dari baron.
Claudia pun keluar dari mobilnya karena merasa ada yang aneh dari pria tersebut.
"Rencana yang hebat,sebentar lagi ka gavriel akan sampai dan menyelamatkan kak gavriel."Ucap bahagia petir dari persembunyiannya.
"Kau pasti akan berkata,arghh....apa dia menyakitiku dan aku akan berkata,hahaha.... lalu kau akan berkata,arghh...jangan dekati aku lalu aku akan berkata,hahahha....lalu kau akan berkata,tolong.... aku akan berkata,teriaklah.Tapi tidak akan ada yang datang untuk menolongmu nona,hahahaha."Ucap baron sudah memulai aksinya.
"Rencana yang bagus,sebentar lagi kak claudia akan ketakutan dan kak gavriel akan menolongnya,rencana bagus jack."Bahagia petir.
Mendekati baron."Kemudian kau akan mendekatiku?."Tanya datar claudia mendekati baron.
"Hah...iya."Jawab baron.
"Dan aku akan mengepalkan tangan ku,lalu kau akan menyadari tidak akan ada yang datang menolongmu."Ucap senyum claudia mengancam baron.
"Hah...tidak ada..tidak ada,itu benar."Tertawa baron.
"Yang ku maksud itu adalah kau."Ujar claudia.
"Aku?."
Claudia langsung memukul perut baron dan lalu di bagian kepala dan menyedot kan kepala baron ke kaca mobilnya lalu melemparkannya.
"Argh...aduh..."Ucap kesakitan baron.
Petir dan jack yang terkejut dan tidak sesuai dengan ekspektasi langsung berpindah tempat untuk melihat kejadian tersebut.
"Apa yang akan kau ambil?."Tanya baron kesakitan sambil melihat claudia yang sedang mengambil sesuatu di bagasi belakangnya.
Baron yang kaget langsung berdiri dan ketakutan.Tanpa sepatah katapun,claudia langsung memukul di bagian tangan baron dengan tongkat baseballnya.
"Aduh..."Kesakitan baron memegang tangannya.
"Kau seperti wanita...tapi kenapa perilaku mu seperti lelaki yang ingin membunuh ku."Ucap menangis baron karena sudah tidak tahan lagi.
Claudia yang tidak menjawab dan tidak mengatakan apapun langsung memukul kembali di bagian kaki baron dan baron pun terjatuh.Baron pun di pukuli oleh claudia sedangkan jack dan petir kabur lari agar tidak di pukuli oleh claudia.
"Lari....."Ucap petir langsung lari bersama jack.
Setelah sampai rumah baron yang sedang di obati oleh bella,jack dan petir.
"Aughh....aku sudah seperti berubah menjadi tepung.Dia menghancurkan diriku dan mereka berdua meninggalkan aku sendiri.Mereka tega sekali."Ucap baron kesakitan karena di obati dan menunjuk jack dan petir karena meninggalkannya.
Bella yang sedang mengobati dahi baron akibat terkena pukulan baseball yang dibuat oleh kakaknya.
"Ini benar benar konyol,apa begini caranya dan ide siapa ini."Marah bella memukul petie setelah membereskan luka baron yang sedang berbaring kesakitan.
"Dia...."Untuk petir ke jack.
"Mengganggu kakakku agar cinta mereka bersemi kembali,ini keterlaluan."Ucap marah bella.
"Kau sudah tidak waras petir."Ucap gavriel baru sampai ke bengkel.
"Ehm...kakak."Langsung menghampiri gavriel.
"Apa yang kalian pikirkan,dengan ini dia...hah.."Menghela nafasnya.
"Hubungan kami sudah berakhir...kalian tidak akan dapat apa apa.Ini tidak berguna dan petir ini sangat tidak baik,jangan bertindak bodoh.Semua sudah berakhir."Ucap gavriel menghampiri mobil dan melihat mobil tersebut.
"Bagaimana kakak bisa mengatakan itu?."Ucap bella.
Gavriel berbalik badan dan menatap wajah bella dan langsung membalikkan kembali badannya ke arah mobil."Ehmm...kakak,aku tidak percaya kalau kak claudia akan meninggalkan mu karena sesutau pribadi kalian.Walau itu benar,kenapa kak claudia tidak menikah."Ucap bella.
"Beritahukan lagi,kakak ku sudah mulai mendengarkannya tu."Berbisik petir ke telinga bella.
Bella pun mulai mendekat ke gavriel."Mengapa kak claudia tidak memilih pasangan hidupnya?."Tanya bella.
Gavriel hanya terdiam dan lanjut mengelap alat alat mobil."Terus,terus..."Ucap berbisik petir untuk mengkompori bella berkata.
"Dan kakakmu juga tidak pernah menikah kan petir?."Tanya bella menatapnya.
"Benar...kenapa kak?."Tanya petir kepada gavriel yang terdiam.
"Dan kenapa kakak tidak pernah mencari wanita lain?."Tanya jack juga.
"Kau tidak pernah pergi berduaan dengan seorang wanita gavriel,kenapa?."Tanya baron juga ikut mengkompori.
Petir mendorong bella untuk mendekat ke gavriel dan gavriel pun berbalik badan dan menatap mereka semua."Ehm..kakak gavriel,hanya kau yang tahu isi hatimu sendiri,tapi aku mengerti isi hati dari kakakku itu.Apapun yang terjadi diantara kalian berdua,kakakku masih belum melupakan cinta pertamanya."Ucap bella dengan serius dan jujur.
Seketika itu gavriel menatap wajah bella."Ehm...petir antarkan mobil ini."Ucap gavriel melemparkan kain lap ya lalu pergi meninggalkan mereka semua.
"Sepertinya kakak mulai luluh."Tersenyum petir sambil memegang kain lap tersebut.
"Petir...aku mempunyai rencana baru."Tersenyum baron dan petir ikut tersenyum karena rencana baru tersebut.
Malam pun tiba dimana bella,jack dan petir sudah membuat rencana.Jack yang bersembunyi dibawah mobil claudia dan mereka membuat rencana untuk merusakkan mobil claudia agar mogok di tengah jalan dan gavriel akan menolongnya karena kebetulan claudia akan melewati jalan yang sering di lewati gavriel.Petir yang bersembunyi di balik pohon besar.
"Bella,aku ada rapat malam ini,tolong kau bereskan semuanya dan pulanglah."Ucap claudia sudah siap pergi dari restorannya dan sudah masuk ke dalam mobilnya.
"Baik kak,dahh..."Jawab bella tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Dah...."
Mobil claudia pun pergi dan saat mobilnya sudah pergi terlihat di bawah ada jack yang berbaring karena sudah menyiapkan rencananya.Dan bella pun tersenyum karena rencana mereka berhasil.