
"Apa?."tanya pengedar tersebut.
"Ponsel.Kenapa kau membanting ponselnya."jawab petir sekaligus bertanya.
"Lalu kau marah,apa kau pacarnya?."menatap petir.
"Dia bukan pacarku."jawab bella.
"Hei,mau pacar atau bukan,itu urus nanti."ucap petir dengan tegas.
"Hei paman ray,ada apa ini?."tanya petir.
"Mereka dan anak buahnya mencoba menjual barang terlarang kepadaku."jawab pak ray.
"Apa,barang terlarang.Ini bawa kembali barang mu."memberikan barang terlarang tersebut kepada pengedar tersebut.
Pengedar tersebut yang tidak terima dengan hinaan mereka langsung memukul petir, dengan sigap petir menangkasnya dan langsung memukul anak buah pengedar tersebut.
Petir yang terus berkelahi dengan pengedar tersebut dan petir melihat ada sebatang kayu dan dia langsung mengambil kayu tersebut dan memukul pengedar tersebut dan membuat anak buah mereka kesakitan hingga memecahkan kaca pajangan restoran tersebut.
"Hei jagoan,kau tau apa yang kau lakukan,kau melukai anak buah Kim.Pak kim tidak akan mengampuni mu."ucap pengedar tersebut sambil memegang tangannya yang terluka.
"Cepat pergi."ujar petir menyuruhnya pergi dengan tatapan kejam.
Merekapun pergi.Setelah mereka menyelesaikan makan malam mereka dan petir sudah berada di halaman rumah bersama sahabatnya sedang bermain bola bersama.
Mereka bertosan."Hyahh,kau hebat Jack."ucap petir.
"Kau juga hebat,huhhh."jawab jack bahagia.
Merekapun bubar."Baik semuanya selamat malam."ucap petir menuju rumahnya.
Saat mau masuk ke rumah dia tidak lupa berdoa di tempat ibadah di samping rumahnya dan saat dia mau masuk,tiba tiba ada sekelompok pria yang menutupi kepalanya dengan karung dan memukulinya.
Gavriel yang mendengar suara berisik itu langsung keluar."Hei,hei, hentikan."ucap gavriel.
Anak buah gavriel pun langsung datang menghampiri mereka dan pria yang menghajarnya langsung pergi meninggalkan mereka dengan mobilnya.
Dirumah sakit."Lukanya tidak terlalu parah,hanya butuh istirahat saja.Kalau begitu saya permisi,cepat sembuh."ucap dokter.
"Terima kasih banyak dokter."jawab petir.
"Terima kasih banyak dok."ucap gavriel juga berterima kasih.
"Katakan yang sebenarnya,siapa mereka."menatap wajah petir.
"Sungguh kak,aku tidak mengenal mereka."jawab petir berbohong.
"Jack katakan,apa yang terjadi?."tanya gavriel menatap jack.
"A...aku."menatap wajah petir yang memberi kode untuk tidak memberi tahu yang sebenarnya.
"A....aku...aku tidak tahu kak."jawab jack berbohong.
Melihat wajah petir yang di beri perban."Apa sakit?."tanya gavriel sambil mengecek kondisi wajah petir.
"Tidak...tidak terlalu sakit kak."jawab petir.
"Adikku memang kuat.Ini mungkin akan membuat adikku merasa lebih baik."ucap gavriel menunjukkan sebuah ponsel.
"Ini ponsel yang kau inginkan bukan?."
"Ya, bagaimana kakak tau?."tanya petir kembali.
Saat mereka berbincang bella datang."Petir,apa kau baik baik saja?."tanya bella.
"Hei,bella."jawab petir.
Gavriel terus menatap wajah petir,petir yang sadar langsung menenangkannya."Dia teman biasa kak,tapi teman formal."ucap petir.
"Ok....
"Benar kan bella."ucap petir menatap bella.
"Hai kakak,bella."sapa bella.
"Hai."jawab gavriel.
"Bagus kau datang,tadi aku mau datang ke rumah mu.Kemarin ponsel mu rusak kan,ini hadiah untukmu,ponsel baru."ucap petir memberikan ponsel hadiah dari gavriel untuknya.
Gavriel tergenang."Ayo ambillah."ujar petir memaksanya mengambil.
"Tidak...tidak,terimalah saja karena kasih sayang,lagian ponsel mu rusak kan dan kau butuh menghubungi teman formal mu kan.Aku mendesak,terimalah."ucap gavriel menyuruhnya menerimanya.
Petir pun memegang tangan gavriel sebagai tanda terima kasih dan bella pun menerima ponsel tersebut."Terima kasih."ujar bella berterima kasih.
"Petir,jangan dirimu ya,jangan dirimu dengan baik...."ucap gavriel berbisik.
"Sampai jumpa."gavriel pun meninggalkan mereka.
"Cieee...hp baru."ucap jack memuji.
Diluar ruang istirahat, gavriel yang sedang merenung diam.Tiba tiba anak buahnya datang.
"Kami sudah menemukannya dan lokasi mereka."ucap charlo.
Gavriel pun berdiri dan berjalan kedepan,dia mempunyai rencana.
Disisi lain di pabrik barang terlarang,anak buah yang berkelahi dengan petir di restoran tadi sedang memberesi barang terlarang tersebut.Dan tiba tiba lampu mati.
"Kenapa lampunya mati?."tanya bos dari anak buah pengedar tersebut.
Tiba tiba pintu ruko dibuka oleh 3 orang dan masing masing dari mereka membawa tongkat baseball dan mereka pun masuk ke dalam lalu menutup kembali pintu ruko tersebut.
"Hei...siapa kalian?."tanya pengedar tersebut.
seseorang tersebut yang hanya terdiam dsn berhenti ditengah."Hei kau,periksa mereka."ucap bos disitu.
Anak buah itu pun menghampiri mereka dan mencoba membuka jaket mereka,saat mau membuka orang misterius tersebut langsung menghajarnya dan memukulinya hingga babak belur.Dengan sigap langsung memukuli dengan tangan kosong dan anak buahnya yang menghabisi ya dengan tongkat tersebut.
Dalam kegelapan,orang misterius tersebut langsung menghabisi seluruh pengedar barang terlarang tersebut.Dan setelah menghabisi mereka,orang misterius tersebut mengambil minyak dan memberikannya di atas barang terlarang tersebut bersama anak buahnya dan dia menyalakan api dan timbul samar samar cahaya yang tidak lain lagi orang misterius tersebut ialah gavriel bersama charlo dan parmel.
Gavriel pun langsung melemparkan korek api tersebut ke barang terlarang yang sudah di berikan minyak bensin,seketika barang terlarang tersebut hangus terbakar seketika dan dia berbalik badan untuk keluar.
"Hei kau,dengan siapa kau berurusan.Saat kami memberitahukan kepada bos kami,kau tidak akan diberi ampun."ucap pengedar tersebut sambil memegang perutnya yang kesakitan.
"Beritahu nama ku padanya.katakan gavriel yang datang."ucap gavriel langsung meninggalkan mereka dengan keadaan barang terlarang tersebut hangus terbakar.
Pagi harinya di ruang barang terlarang tersebut,bosnya yang sudah datang untuk mengecek masalah tersebut.
"Berapa yang diambilnya."tanya yang tidak lain lagi ialah pak kim.
"Tidak ada,dia hanya membakar semuanya."jawab anak buahnya.
"Membakarnya.Siapa yang berani membakar barang kim,siapa...."ucap marah pak kim.
"A...aku.. tidak tahu bos,dia menutupi wajahnya.Dia hanya mengatakan namanya lalu pergi."jawab anak buahnya yang sudah ketakutan.
"Aku tidak akan pergi sebelum mengetahui namanya,siapa namanya?."tanya pak kim mendekati wajah anak buah tersebut dengan tatapan kejam.
"Gavriel."jawab anak buahnya.
"Gavriel!!!....siapa gavriel!!!."ucap marah pak kim.
"Bos."panggil anak buahnya yang lain.
"hmm."jawab pak kim.
"Ingat anak bengkel yang kita pukuli.Dia punya kakak,mungkin dia."ucap anak buahnya.
"Bagaimana mungkin,aku tidak yakin,tidak mungkin dia."jawab menyela anak buah yang lain.
"Apa salahnya mencari tahu,mari kita temui dia."jawab pak kim sambil melotot.
Anak buah pak kim dan kim pun datang ke kediaman gavriel.Merekapun turun dari mobil.
"Ada apa,apa!!."ucap petir menghampiri mereka sambil membawa kayu.
"Heii,ada apa ini,hah."ucap gavriel datang langsung menenangkan petir.
"Kakak,merekalah yang telah memukuli aku."ucap petir memberi penjelasan.
"Tenanglah.Kau memukuli mereka dan mereka memukuli mu,kalian impas,selesai.Kalau begitu pergilah."ujar gavriel yang menatap petir.
"Tapi kak dia."
"Petir...,kau tau kan,aku paling tidak suka dengan kekerasan kan.Jack bawa petir pergi dan berikan itu."mengambil kayu dari tangan petir.
Dikejauhan charlo dan parmel yang memandangi gavriel untuk menjaganya,menunjukkan pistol untuk menembak musuh,tapi gavriel memberikan kode untuk tidak melakukannya dulu.