
Gavriel pun duduk sambil meminum teh tersebut dan tiba tiba bunyi pintu terbuka dari lantai 2.Gavriel pun melihat ke atas dengan cahaya silau dari sinar matahari.
"Maaf aku pikir kau...."ucap yang tidak lain lagi ialah claudia.
Seketika claudia langsung terdiam dan gavriel juga tercengang.Gavriel pun berdiri dan mereka saling bertatapan,claudia mulai turun dari tangga perlahan lahan sambil menatap wajah gavriel dengan penuh kekecewaan.
Diperjalanan pulang gavriel terus memikirkan soal perkataan claudia.
Sebelumnya."Setelah aku tahu ternyata adik mu petir yang berpacaran dengan adikku.Aku tidak akan membiarkan bella untuk bertemu dengan petir lagi."ucap claudia menatapnya.
"Kau salah claudia,aku ingin mengatakan yang sebenarnya,tapi sebelum itu kau sudah pergi."jawab gavriel.
"Kau sudah mengkhianati kepercayaan ku.Hari ini aku mengampuni mu demi bella,tapi jika kau kembali lagi...aku akan melenyapkan mu."ucap bella penuh kemarahan.
Kembali ke sekarang.Gavriel yang sedang berkendara menuju pulang dan penuh dengan kekecewaan karena dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya dan dia terus membalapkan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampai rumah gavriel.Gavriel yang langsung masuk ke kamar dan menatap ke cermin dan mengingat kembali kejadian 15 tahun yang lalu.
mengingat Kembali ke masa 15 tahun yang lalu.
Nak...kau berhasil menyakinkan ku,tapi aku tahu kalau ayahmu sangat keras kepala.Dia tidak pernah menyetujui hubungan ini."ucap ayah gavriel dan mereka sedang duduk bertiga bersama dan membahas soal hubungan mereka.
"Aku akan menyakinkan ayah."jawab claudia.
Sesampai rumah claudia dan sudah berhadapan dengan ayahnya dan sudah menceritakan soal hubungannya kepada ayahnya.
Ayahnya berdiri."Baiklah...aku siap menemui mereka."ucap ayahnya.
Memeluk ayahnya."Terima kasih banyak ayah."ucap claudia bahagia.
"Aku bisa menerima apapun, kecuali wajah mu yang kelihatan sedih ini."ujar ayahnya memeluk claudia.
"Terima kasih."ucap kembali claudia lalu pergi dalam keadaan bahagia.
"Tuan rayno...apa yang anda lakukan.Tuan akan tunduk kepada keluarga calix demi putri anda sendiri."ucap anak buah pribadinya.
"Kau tidak mengerti lesmana....aku akan menundukkan kepalaku kepada musuhku demi claudia.Tapi aku tidak akan berlutut dihadapan mereka."jawab pak rayno menatap wajah lesmana.
"Sekarang waktunya untuk mengakhiri permusuhan ini untuk selamanya."ucap rayno sudah menyiapkan rencana jahatnya.
Tiba akhirnya dimana keluarga gavriel datang ke kediaman tuan rayno.Dengan diiringi musik piano dan pelayan pelayan yang mencurigakan.Gavriel pun masuk dengan ayahnya dan anak buahnya,gavriel mulai curiga dengan pelayan pelayan tersebut karena terus memandanginya dan rayno sudah duduk diruang tamu.
Berdiri."Aku sering mendengar persahabatan lama bisa berubah menjadi hubungan."ucap ayah gavriel kepada rayno.
Gavriel mulai curiga dan terus melirik ke arah pelayan dan pemain musik piano tersebut sambil berjaga jaga.
"Tapi calix,ini pertama kalinya, permusuhan lama berubah menjadi hubungan.Ada cara lain untuk mengakhiri permusuhan ini calix,dengan melenyapkan musuh kita."jawab rayno sudah mau menjalankan aksi jahatnya.
"Kau tidak perlu tahu....claudia sangat mencintaimu,dia tidak akan bisa melihatmu dan ayahmu celaka."jawab rayno memulai aksinya.
Dan tiba tiba pelayan yang di curigai gavriel langsung menyondongkan pistol ke arah gavriel dan ayahnya dan seketika kecurigaan gavriel benar.Merekapun akhirnya saling menembak.Gavriel yang sudah membawa pistol untuk berjaga jaga, langsung menembaki ke arah pelayan tersebut dan ayahnya sedang berurusan dengan ayah claudia.
Tiba tiba anak buah rayno menghubungi claudia.
"Claudia,gavriel dan keluarganya sudah mengkhianati kita.Mereka menyerang kita."ucap lesmana langsung menutup telponnya dan menatap rayno yang sedang bersembunyi dibalik tembok untuk melakukan penyerangan.
Dan dikesibukan gavriel sedang berkelahi dengan anak buah rayno tersebut disisi lain ayah gavriel dan ayah claudia saling menyondongkan pistolnya ke arah kepala mereka.Setelah gavriel menghabisi anak buah tersebut,gavriel pun langsung melihat ayahnya dan ayah claudia sudah saling menyondongkan pistol kehadapan mereka.
Saat gavriel menghampiri mereka.ayah gavriel dan ayah claudia sudah saling menembaki sesama diri mereka dan akhirnya mereka mati tertembak dan terjatuh.Gavriel pun menghampiri ayahnya yang sudah tergeletak mati ditempat akibat terkena tembakan pas dibagian paru parunya dan mengakibatkan kematian.Gavriel langsung mengambil pistolnya dan mengarahkannya ke arah rayno yaitu ayah claudia.
Saat gavriel mengarahkan pistol tersebut ke arah rayno.Claudia pun datang sambil berlari dan langsung melihat kejadian tersebut.Claudia terhenti dan melihat ayahnya yang sudah mati tergeletak dan gavriel belum menyadarinya bahwa claudia sudah berada ditempat itu dan sudah melihat semuanya.
Saat gavriel masih sibuk menyondongkan pistolnya ke arah ayah claudia.Dia baru menyadari bahwa claudia sudah datang dan claudis terus menatapnya dengan penuh kekecewaan.Gavriel terkejut karena akan membuat kesalah pahaman kepada claudia, bahwa itu bukan kesalahannya tapi kesalahan ayah claudia sendiri.
Gavriel yang sudah menangis akibat kematian ayahnya yang tragis terus menatap wajah claudia.Gavriel pun berdiri dan menghadap claudia sambil menurunkan pistolnya.Gavriel ingin menjelaskan semuanya tapi dia tidak bisa mengatakannya karena dia sudah hancur karena kematian ayahnya.Claudia yang sangat kecewa dengan gavriel karena claudia tidak tahu yang sebenarnya dan hanya tahu dari telepon tadi bahwa gavriel mengkhianatinya.
Seketika itu claudia mengeluarkan pistolnya dari kantung celananya dan langsung mengarahkannya ke arah gavriel.Tanpa sepatah katapun,claudia langsung menembak ke arah dada gavriel.Seketika itu gavriel kesakitan dan terjatuh.
"Ugh....agh."ucap kesakitan gavriel lalu terjatuh ke lantai dan pingsan.
Claudia pun langsung menurunkan pistolnya dan berlutut di hadapan ayahnya yang sudah meninggal dunia akibat tertembak di bagian sensitif badannya.
"Hikssss......hikss...."menangis deras sambil menatap mayat ayahnya dan mayat calon mertuanya.
"Hikssss.....Hiksss.....
Setelah itu claudia pergi sambil membawa mayat ayahnya dengan di bantu anak buahnya.Setelah itu gavriel juga sudah di larikan ke rumah sakit untuk di lakukan operasi,untuk mengambil peluru dari dadanya.Sudah beberapa jam berlangsung operasi tersebut dan peluru tersebut berhasil dikeluarkan dari dada gavriel dan langsung di lakukannya penjahitan.Gavriel pun berhasil di selamatkan dan hidup kembali.
Keesokan harinya setelah kejadian tersebut.Dikediaman claudia yang sedang merenungi hidupnya.
"Nona...tuan calix tidak akan diam setelah ini,coba pikirkan soal bella.Bagaimana jika dia mengetahui soal ini semua tentu dia tidak akan menerima ini semua dan akan mempengaruhinya.Kau seperti adikku nona,ku mohon dengarkan aku,bawa bella pergi jauh dari sini dan mulailah kehidupan yang baru.Kami akan selalu melindungi kalian.ucap lesmana.
Disisi lain dirumah sakit.Gavriel yang sudah sadar karena sudah mendapatkan perawatan yang baik dan dia sudah dijenguk yang tidak lain lagi ialah charlo dan parmel.
"Dia sudah pergi,tidak ada yang tahu dia pergi kemana."ucap charlo menjelaskannya.
"Tapi aku ingin bertemu dengannya.Aku harus menjelaskan semua yang terjadi disana."jawab gavriel menatap mereka berdua.
"Gavriel....aku pria yang cerdas,tapi pertumpahan darah ini mengajariku tentang satu hal,yaitu tidak ada makna dalam hidup ini.Lebih baik kau melupakan segalanya dan memikirkan petir saja,ayo kita semua pergi dan memulai hidup yang baru."ucap parmel memberi saran yang baik untuk gavriel.
Gavriel hanya bisa menahan tangisannya dan menerima semua ini."Baiklah."jawab gavriel pasrah.