
Saat bella merenung di dekat jendela kamarnya dan claudia mendatanginya.Dan melihat adiknya yang sedang sedih.
"Bella."Panggil claudia dan bella langsung menoleh ke arahnya.
"Suruh petir datang kemari.Aku ingin berbicara dengannya."Ucap claudia.
"Jadi kakak...."
"Suruh dia datang sendiri."Jawab claudia.
Mata bella yang berkaca kaca langsung mengusap air matanya yang ingin jatuh karena bahagia.
Setelah beberapa menit.Petir pun datang sendirian dan mereka sedang duduk di luar restoran claudia.
"Terima kasih banyak kak claudia.Maaf sebelumnya,kakak ku pasti sangat bahagia mendengar hubungan kami berdua."Ucap petir bahagia.
"Tapi kau harus menerima satu syarat ku."jawab claudia menatap nya.
"Aku akan setuju dengan apapun itu kakak.Kakak bisa mengatakan apa saja dan itu akan terjadi kak."Jawab petir tersenyum.
"Setelah menikah,kau harus tinggal disini."Jawab claudia.
Seketika itu juga wajah petir berubah dengan ekspresi terkejut dan dia pun saling bertatapan dengan bella.
"Dan kau harus meninggalkan kakak mu."Ucap claudia menatap nya.
"Apa yang kakak katakan."Panik bella dan claudia langsung menatapnya dengan tajam.
"Kakak pasti sedang bercanda....,bella.Ini masalah yang serius.Kakak mu meminta ku untuk meninggalkan kakak ku,padahal aku sangat mencintainya.Tapi dia bukan hanya kakak ku,tapi ayahku, sahabat ku,ibuku,segalanya.Seumur hidupnya hanya di penuhi dengan kebahagiaan ku dan sekarang kakak mu ini mau memisahkan ku dengan kakak ku."Ucap jelas petir sambil memasang wajah sangat kecewa.
Petir berdiri lalu menatap mata claudia."Maaf kakak,jika dalam restoran boleh seperti itu,tapi hubungan ku dan kakak ku bukan bisnis restoran."Ucap tegas petir mau pergi meninggalkan mereka tapi tangannya di tahan oleh bella dan bella memasang wajah yang begitu menyedihkan.
Seketika itu juga claudia menatapnya."Bella...,maafkan aku.Tidak ada yang lebih penting lagi,di bandingkan kakak ku.Termasuk dirimu."Jawab petir menatapnya lalu melepaskan genggaman tersebut dan meninggalkan mereka perlahan.
Dan seketika itu juga Bella menangis."Hiks....Hiksss...."Tersedu sedu bella sambil menundukkan kepala nya.
Saat petir sudah mau menuju mobilnya.Tiba tiba claudia memanggilnya."Petir..."Panggil claudia.
Seketika itu juga petir berhenti dan berbalik badan untuk menatap nya dan claudia berdiri lalu menghampirinya."Kau meninggalkan Bella untuk kakak mu.Kau bahkan tidak tahu kalau kakak mu adalah seorang pembunuh."Ucap tegas claudia.
Seketika itu juga petir terdiam dan bella berdiri dan menatap wajah claudia."Kau tidak percaya dengan yang ku katakan.Tanyakan saja secara langsung kepada kakak mu itu.Bahwa kakak mu adalah pembunuh."Ucap tegas kembali claudia.
"Cukup...."Jawab petir tidak ingin mendengarkan nya lagi dan langsung pergi dan menggas mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampai rumah dan kebetulan ada gavriel yang sedang merapikan vas bunga.Gavriel yang menyadari bahwa petir datang langsung menoleh."Kau dari mana petir.Aku dari tadi mencari mu,ayo kita makan?."Tanya gavriel sambil mengelap meja tersebut.
Petir yang hanya terdiam dan seketika itu juga gavriel kebingungan dengan sikap petir."Kau kenapa?."Tanya gavriel menatapnya.
"A...aku ingin bertanya sesuatu kepada kakak."Jawab gagap petir.
"Baik...,katakan saja."Ucap gavriel menatap matanya.
"Apa ada sesuatu yang tidak pernah kakak ceritakan padaku.Apa ada hal yang kakak sembunyikan dari ku?."Jawab petir sekaligus bertanya.
"Kau pembunuh kah?."Tanya petir gugup.
Seketika itu juga gavriel terdiam dan memasang wajah khawatir."Siapa yang mengatakannya?."Tanya gavriel.
"Kakaknya bella,kak claudia."Jawab sedih petir.
Seketika itu juga gavriel hanya terdiam setelah menatap nya."Kenapa kakak diam saja,katakan kak.Katakan semuanya padaku sekarang."Ucap tegas petir dan gavriel menenangkan nya.
"Memang benar aku pembunuh tapi itu hanya kesalah pahaman saja."Jawab gavriel dan seketika itu juga petir terkejut dan menatap nya.
"Kalau kau mau mengatakan bahwa aku ini pembunuh, katakan saja.Tapi semua itu hanya kesalah pahaman saja.Aku akan menceritakan semua nya kepadamu,kenapa aku menyembunyikan semua ini darimu.
Setelah menghabiskan beberapa jam dan gavriel sudah menceritakan tentang masa lalunya dulu kepada petir.Seketika itu juga petir meneteskan air matanya dan membuat mata gavriel berkaca kaca.
"Aku tidak ingin menceritakannya karena aku tidak ingin kehilangan mu petir dan itu semua hanya kesalah pahaman.Aku tidak sempat mengatakan nya karena dia sudah sangat kecewa padaku dan pergi meninggalkan ku.
Seketika itu juga petir tidak bisa menahan air matanya lagi dan menangis."Hikss....Hiks..."Tangisan petir dan petir mengusap air matanya dan gavriel juga sedang menahan air matanya agar tidak terjatuh.
"Kakak claudia memberikan satu syarat padaku."Ucap petir.
"Hem...
"Aku harus meninggalkan kakak."Jawab petir dan seketika itu juga gavriel menatap nya dengan tatapan panik.
"Lalu apa kau jawab?."Tanya gavriel ragu.
"Apalagi kak.Aku tinggalkan bella,demi kakak."Jawabnya sambil mengusap air matanya.
"Kakak aku bisa mencari gadis lain dan sebelum itu aku akan memastikan,dia tidak mempunyai kakak perempuan."Ucap petir dengan jujur.
Seketika itu juga membuat gavriel mau tertawa dengan ucapan petir."Jangan lupa memeriksanya.Siapa tahu aku pernah berpacaran dengan kakaknya juga nanti."Ucap gavriel menyender di tembok.
Gavriel yang mendengar petir masih menangis tersedu sedu dan sebisa mungkin menahan nya.Membuat gavriel menatap nya.
"Sebesar itu kau menyayangi ku dan jangan coba pergi.Kemarilah."Ucap gavriel dan petir langsung memeluknya dan merekapun berpelukan.
Gavriel tidak bisa menahan air matanya lagi dan merekapun saling menangis didalam pelukan.Tengah malam pun tiba dimana petir sudah tidur dan itu adalah waktu yang tepat.
Gavriel mendatangi restoran claudia dan kebetulan bella juga sudah pulang duluan.Claudia yang mau pulang dan langsung di halangi oleh gavriel.Gavriel langsung menariknya dan membawa di tempat yang sepi dan tidak banyak orang.
"Lepaskan aku...."Ucap claudia.Gavriel terus menarik tangannya dan setelah sampai di tempat lumayan sepi dan di dekat pohon.Gavriel pun mencekik leher claudia dengan pelan.
"Apa yang kau katakan pada petir,apa kau mau memisahkan kami berdua."Ucap tegas gavriel menatapnya.
Claudia langsung mendorong nya"Apakah begitu menyakitkan.Apakah terpisah dengan adik mu begitu menyakitkan.Jadi bagaimana dengan yang aku alami.Saat kau membunuh ayahku.Hah!!!...."Jawab claudia tegas dan menatapnya.
"Apa kau pernah jujur sekali saja.Dasar pembohong."Ucap claudia terus mendorong nya.
"Aku tidak berbohong.Kau tatap mata ku...,sungguh aku tidak berbohong padamu dan aku tak membunuh ayahmu.Kita yang sedang di khianati."Ucap tegas gavriel dan mereka saling menyenderkan kepala mereka berdua dan mereka sedang berdekatan.