
Setelah claudia pergi.Petir dan jack langsung berkumpul di samping bella.
"Mobilnya pasti mogok sebelum ke jalan Panji dan seperti biasanya kakak akan melewati jalan itu."Ucap petir.
"Bella...hari ini pasti akan berhasil."Yakin 100%.
Disisi lain setelah beberapa menit dan claudia sedang di jalan bersama mobilnya yang sudah dibuat rusak oleh jack dan di pertengahan jalan,tiba tiba mobilnya mogok.
"Astaga....apa lagi yang terjadi dengan mobil ini, padahal tadi baik-baik saja."Turun claudia lalu membuka bagasi depannya untuk memeriksa kerusakan.
Tapi claudia tidak tahu apa apa soal bengkel dan bingung memperbaikinya.Dia pun melihat jalan, barangkali ada seseorang yang lewat dan membantunya.
Tiba tiba dia mendengar ada suara mobil yang lewat,dia pun berbalik badan dan memberikan kode minta tolong dengan melambaikan tangannya.
Mobil itu pun melewatinya dan claudia terdiam.Ternyata pengendara mobil tersebut ialah gavriel dan gavriel pun berdiri tepat di samping mobilnya.Merekapun saling bertatapan karena kebetulan mobil gavriel tembus pandang dan bisa dilihat orang-orang.
Saat gavriel turun dari mobilnya tiba tiba hujan turun karena saat claudia mau pergi sudah ada gemuruh kilat di langit dan otomatis mereka berdua basah.Gavriel menghampiri claudia dan tidak mengatakan apapun langsung menuju bagasi tempat mesin mesin mobilnya dan claudia juga masuk ke dalam mobilnya.Gavriel pun hujan hujanan sambil memperbaiki mobil claudia.
Setelah beberapa menit, mobil claudia pun berhasil diperbaiki oleh gavriel dan gavriel langsung menghampiri ke kaca samping tepat di samping claudia dan gavriel pun mengetok kaca tersebut untuk memberikan mesin kecil yang berlebih di mobilnya.
Saat gavriel memberikannya,claudia langsung mengambil dari tangannya dan tak mengatakan apapun dan memasang wajah marah lalu langsung menutup kacanya kembali lalu pergi meninggalkan gavriel tanpa mengatakan terima kasih sedikit pun.
Gavriel pun menatap mobil claudia yang pergi dan gavriel tepat dibawah hujan dan melamun sambil menatap mobil claudia yang semakin menjauh.
Keesokan harinya dibengkel petir dan jack sudah berada disana."Petir...kau memang hebat teman.Pekerjaan mu memang luar biasa.Kau mengubah penampilan mobil king dan dia tidak akan bisa mengenalinya sekarang....luar biasa teman."Ucap jack bahagia sambil menepuk pundak petir.
Petir yang hanya terdiam dan mengelap mobil tersebut dan jack bingung dengan sikap petir.
"Petir....ada apa,kenapa kau terlihat murung?."Tanya jack menatapnya.
"Hah..."Menghela nafasnya."Sekeras apapun kita berusaha...cinta kakak dan kakak claudia tidak akan pernah menyatu.Jadi kita harus berbuat apa sekarang."Jawab petir dengan kesal.
"Petir....aku punya ide yang sangat bagus."Ucap gugup jack.
"Hei...aku tidak ingin mendengarkan idemu lagi teman,tolong lah."Ucap petir menolaknya.
"Ini pasti akan berhasil petir... dengarkan saran ku dulu petir.Kita harus mengembalikan cinta pertama mereka."Ucap jack.
"Cinta mereka... bagaimana caranya?."Tanya petir menatapnya.
"Ada film di bioskop yang terletak tidak jauh dari kota ini.Mari kita beli tiket khusus untuk mereka,mereka akan menonton film bersama dan mereka akan kembali bersatu."Jawab jack bahagia akan idenya.
"Film apa itu?."Tanya petir.
"Romansa tentang percintaan."Jawab jack dengan detail.
"Kemarilah kau... kemarilah."Ucap petir menyuruhnya dekat dan jack pun menurut dan mendekat kehadapan petir.
Petir langsung menamparnya dan jack memegang pipinya."Kau memang membuat ide ide gila mu itu."Ucap petir kesal dengannya.
"Hei... letakkan ini dibagasi."Ucap petir kepada anak buahnya.
Dan anak buahnya langsung membuka bagasi belakang dan terkejut melihat sebuah tas di dalamnya."Ada tas disini."Ucap anak buahnya langsung mengambil tas tersebut dan meletakkannya di atas bagasi tersebut.
"Tas siapa itu?."Tanya jack menatap tas tersebut.
Petir pun memegang tas tersebut."Mungkin ini tas baron."Ucapnya.
Sore pun tiba dimana baron seperti biasa menghampiri bengkel mereka dan mereka sudah disana bertiga,jack,petir dan baron.Petir pun langsung menunjukkan tas tersebut dan menanyakannya.
"Apa ini milikmu?."Tanya petir dan mereka menghampiri tas tersebut.
"Lalu tas siapa ini."Ucap jack bingung.
Petir pun membuka isi dari tas tersebut."Aku tidak tahu...buka saja."Ucap baron menatap tas tersebut.
Memegang isi tersebut yang ternyata ialah barang terlarang."Astaga...ini benda terlarang."Ucap baron sambil memegang benda terlarang tersebut.
"Benda terlarang."Ucap petir dan jack bersamaan dalam keadaan terkejut dan menatap wajah baron.
"Ini pasti milik kim"Ucap marah baron sambil memegang erat barang terlarang tersebut.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?."Tanya baron.
"Kalau benda terlarang ini beredar di pasaran,entah berapa banyak korban nantinya."Ucap panik petir mengambil barang terlarang tersebut dari tangan baron.
"Jadi....kita harus melakukan apa?."Tanya jack menatapnya.
"Kita harus membakarnya."Jawab tegas petir dan itulah solusi satu satunya untuk memusnahkan barang terlarang tersebut.
Malam pun tiba dimana mereka bertiga sedang membakar barang terlarang tersebut sambil menikmatinya dengan sebuah bir dan hanya baron yang meminumnya dan petir,jack fokus membakar barang terlarang tersebut dan barang terlarang tersebut sudah hangus terbakar.
"Barang ini akan merusak pemuda pemudi...aku bahagia...la..la."Ucap mabuk baron sambil memegang botol birnya dan dia berjalan mundur dan tidak sengaja menabrak seseorang.
"Eh...eh..hah..."Terkejut baron menatap wajah orang tersebut yang tidak lain lagi ialah pak kim.
Petir yang baru mau meminum juga ikut terkejut dan minum di mulutnya langsung menyembur kedepan,karena terkejutnya mereka bertiga.
"Kim....Ki...kim..."Kagok baron sangat panik sambil menatap wajah pak kim yang langsung melihat api tersebut.
"Apa yang kalian bakar?."Tanya pak kim langsung mengarahkan matanya ke arah mereka bertiga.
"Ehhhh...bukan apa apa."Jawab baron menenangkan pak kim.
"Apa yang kalian bakar!!Tegas pak kim menatapnya.
"Ehhh....itu barang barang dari mobil."Keceplosan baron karena saking kagetnya.
"Apa!!!"Ucap pak kim.
Petir dan jack saling bertatapan."Ouh...begini begini.Setiap bulan,kami selalu membakar barang barang bekas yang ada di garasi...seperti itu."Ucap petir berbohong agar pak kim tidak curiga dengan mereka.
"Mobilku mogok."Ucap pak kim menatap mereka bertiga.
"Kami...kami akan memperbaikinya....ya,ya."Ucap bersamaan jack dan petir langsung bergegas ke arah mobil mogok milik pak kim dan baron juga mengikuti mereka dalam keadaan mabuk.
"Cepat nyalakan.... cepat."Ucap petir menghampiri mobil tersebut dan langsung memperbaikinya dengan cepat agar pak kim bisa pergi dengan cepat.
Dan saat petir dan jack fokus memperbaiki.Baron yang sudah dalam keadaan mabuk tiba tiba reflek melihat pak kim yang sedang menghangatkan tangannya.
"Puftttt...."Tertawa diam diam baron.
"Kenapa...?"Tanya petir kepadanya dan jack reflek melihat wajah baron yang sedang menahan tawa.
"Hahaha.....dia menghangatkan tangannya dengan abu abu benda terlarangnya."Tertawa baron yang sudah dalam keadaan mabuk.
"Diam kau baron....jangan bicara sembarangan atau kita akan ketahuan."Bisik petir langsung mengambil botol bir yang ada di tangan baron agar tidak meminumnya lagi.
Saat petir dan jack kembali fokus untuk memperbaiki mobil pak kim.Baron yang bosan langsung menghampirinya pak kim yang sedang menatap api tersebut.