
"Kau mau kemana sebelumnya?." Tanya Gavriel kepadanya.
"Aku ada urusan tadi, dan kebetulan saat sampai disini, aku sudah di cegat oleh preman preman tersebut." Jawab Claudia.
Tiba tiba ponsel claudia berdering. "Sebentar ya,ada yang menghubungi ku." Ucap Claudia langsung mengambil ponselnya.
"Iya, tidak apa apa."
"Halo, ada apa?." Tanya Claudia.
"Kau sudah dimana?." Tanya yang tidak lain lagi ialah pak Kim.
"Sebentar lagi saya akan tiba, tenanglah." Jawab Claudia.
Claudia pun langsung mematikan ponselnya. "Aku ada urusan penting Gavriel, aku duluan ya." Ucap Claudia memegang tangan Gavriel.
"Baiklah, kalau ada sesuatu, kabari aku." Ucapnya tersenyum.
"Aku duluan." Langsung pergi meninggalkan Gavriel.
Setelah Claudia pergi. "Ada urusan apa dia, sampai sepenting itu.Biar deh, nanti jika ada masalah, dia akan menghubungi ku. Aku harus pulang sekarang." Ucap batin Gavriel langsung menuju arah pulang.
Disisi lain. Claudia yang langsung ke lokasi yang di tujukan pak Kim. Sesampai di tempat.
Claudia langsung turun dari mobilnya dan menghampiri geng pak Kim. "Apa yang mau anda katakan pada saya?." Tanya Claudia langsung duduk tepat di hadapan nya.
"Santai Claudia, kita minum dulu sebentar. Apa kau mau?." Ucap pak Kim.
"Aku tidak mau minum. Langsung ke inti saja, saya masih ada urusan lainnya." Jawab Claudia menatap nya dengan tatapan tajam.
"Saya mau menawarkan anda barang barang ini. Keuntungan nya sudah pasti banyak. Kau pasti akan sangat untung." Ucap pak Kim menunjukkan barang terlarang tersebut di hadapan nya.
"Mau berapa kali saya bilang kepada anda, saya tidak mau menjual barang terlarang ini. Sudahlah, tidak ada gunanya saya disini." Jawab Claudia tegas.
"Wahhh, jangan pura sok polos deh Claudia. Udah terima aja, nanti kau akan mendapatkan keuntungan yang besar." Ucap pak Kim memaksanya.
"Sudahlah." Berdiri Claudia langsung menuju ke mobilnya.
Saat Claudia mau menuju ke mobilnya, tiba tiba dia melirik ada anak buah pak Kim yang mau menghajarnya.
"Hiyahh."
"Ck, minggir kau anak bodoh." Ucap Claudia berbalik badan dan langsung menghajar perut anak buah pak Kim.
"Arghh," kesakitan anak buah pak Kim.
"Enyahlah kau dari sini, " teriak Claudia langsung menghajar habis anak buah pak Kim.
Setelah beberapa menit. Claudia pun menghabisi semua anak buah pak Kim. "Fyuhh, kelar juga nih bocah. Aku mau pulang dulu dan untukmu pak Kim. Jangan coba coba untuk memaksa ku lagi." Ucap Claudia memberikan jari tengah kepadanya lalu pergi meninggalkan pak Kim.
Dalam perjalanan menuju pulang. "Tidak berguna, aku menghabiskan waktu hanya untuk mereka. Dasar." Kesal Claudia.
Sesampai rumahnya. "Aku jadi berantakan begini, gara gara perkelahian tadi. Aku harus cepat cepat mandi." Ucapnya langsung menuju ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi. "Bentar lagi hari pernikahan nya Bella dan Petir. Aku harus bersiap siap menyiapkan nya dan kapan aku dan Gavriel akan bersama ya. Dasar Claudia, kau hanya bermimpi saja." Ucap batin Claudia sambil membilas seluruh badan nya.
Selesai Claudia mandi. Claudia langsung berbaring di kasurnya dan menatap ponselnya. "Ini sudah malam, tapi aku tidak bisa tidur dan terus memikirkan Gavriel. Dasar Claudia, kalau sudah mencintai orang, ya begini." Ucap nya tiba tiba tersenyum sendiri dan salting.
Minggu pun berlalu. Di mana Tiba hari pernikahan Bella dan Petir berlangsung.
Di hari pernikahan Bella dan Petir. Mereka semua keluar dari tempat beribadah, karena sudah resmi menjadi suami istri. Setelah pemasangan cincin di gereja, mereka pun bersama keluar dan Bella bersama Petir saling berpegangan tangan. Sedangkan Gavriel dan Claudia saling memandang dan tersenyum bahagia.
Merekapun tiba di kediaman Gavriel dan di rumah nya sudah di sediakan pesta yang begitu indah.
"Saatnya pengantin foto. Dekat lah dan cis." Ucap Baron yang menjadi fotografer nya.
"Wahh, smoga kalian hidup bahagia. Foto yang sangat indah." Ucap Baron sangat puas dengan foto tersebut.
"Benar tu." Jawab Bella.
"Kakak berfoto lah dengan kak Gavriel. Kalian sangat cocok." Ucap Bella tersenyum.
"Ehm, tidak usah. Kami sangat sibuk." Malu malu Claudia.
"Benar itu, tidak usah." Jawab Gavriel juga ikut malu.
"Sudahlah, kalian harus ikut berfoto juga. Cepatlah." Ucap Petir mendorong mereka berdua ke hadapan kamera.
"Cepat berdekatan." Ucap Baron sambil melihat kamera tersebut.
"Tersenyum lah dan jangan murung murung. Tapi harus ganti tempat. Mari, nah disini cocok. Senyum, cis." Ucap Baron mulai memotokan mereka berdua.
"Wah, foto yang bagus.Kalian sangat cocok." Ucap Baron memberikan jempol kepada mereka berdua.
"Heheheh, sangat bagus.Kakak dan kak Claudia memang sangat cocok untuk menjadi pengantin. Mantap Baron." Bahagia Petir dan Bella ikut bahagia.
Setelah pemotretan. Mereka pun langsung masuk ke dalam ruangan dan pengantin menari bersama. Sedangkan Claudia dan Gavriel hanya saling memandang dan melihat seluruh orang menari bersama.
Tiba tiba Petir muncul ke hadapan mereka berdua dan Petir mau meminjam Claudia kepada Gavriel. Dan Gavriel mengiyakan nya untuk di pinjam.
Petir dan Claudia menari bersama dan Bella juga muncul di hadapan Gavriel dan mereka pun menari bersama.
"Terima kasih, berkat kakak aku jadi menikah." Ucap Petir tersenyum dan menari bersama Claudia.
Disisi lain. "Aku tidak berbuat apa apa. Kalian saling mencintai dan kalian langsung bisa menikah." Ucap Gavriel menjawab pertanyaan dari Bella.
"Dan kenapa kakak belum menikah?." Tanya Bella menatap nya.
Disisi lain lagi. "Ada alasan nya, tapi aku tidak bisa mengatakan nya kepada mu." Jawab Claudia.
"Boleh aku mengatakan sesuatu. Kalau kita melakukan dua pernikahan bersamaan, itu akan lebih menghemat biaya pernikahan." Ucap Petir serius.
"Hahahah, kau pikir aku ini orang yang pelit." Tertawa tipis Claudia.
"Bukan seperti itu, kakak dan kakak ku kan saling mencintai. Kenapa kalian juga masih tidak mau menikah." Tanya heran Petir.
Saat mau memutar tarian.Gavriel langsung menari dengan Claudia dan mereka saling bertatapan dan menari bersama.
"Lihat mereka, mereka sangat bahagia. Mereka sudah menikah dan akan segera memiliki seorang anak. Apa ini sangat meriah Claudia?." Tanya Gavriel menatapnya.
"Sangat meriah." Jawabnya.
"Kau akan sangat merindukan Bella, bukan."
"Tentunya." Jawab Claudia terus menatap nya.
"Kau pasti akan terus datang ke rumah mu. Tapi aku juga bisa mengantar dan menjemput dirimu, dari restoran mu dan kau bisa makan malam dengan kami. Sekarang, aku juga bisa memasak." Ucap Gavriel tersenyum.
"Sungguh?." Tanya Claudia masih tidak percaya.
"Sungguh, delivery, jasa pengantar dan segala nya." Ucap Gavriel bisa segala nya.
"Wow." Kagum Claudia.
Gavriel menaikkan alisnya. "Tapi, antar jemput, antar jemput setiap hari. Aku harus mencari jalan lain untuk bisa menemui Bella setiap hari."
"Sebenarnya aku punya caranya." Ucap Gavriel.
"Apa?." Tanya Claudia.
Gavriel berbisik di samping telinga Claudia. "Apa kita bisa bertemu 5 menit besok?." Tanya Gavriel sambil berbisik di telinganya.