
"Hai,aku bella."menjabatkan tangannya.
"Aku petir."menerima jabatan tangannya.
"Ada yang bisa ku bantu."tanya petir.
"Motorku mogok disana.Aku mau ke kantor kecamatan,aku dari perancis dan aku harus menyerahkan dokumen ini untuk membuat restoran di Inggris.Ini hari terakhir,kantornya akan tutup 10 menit lagi.Apa kau bisa memberikan tumpangan."ujar bella meminta tolong.
"Biar aku saja yang memberikan tumpangan."ucap petir.
"Hah."ujar bella bingung.
"Maksud ku dengan mobilku,ayo,ayo,silahkan masuk".mempersilahkan bella masuk.
Bella pun masuk ke dalam mobil petir dan petir juga masuk ke dalam dan langsung menggas mobilnya.Saat sedang menuju restoran,terjadi kemacetan di lampu merah.
"Aihh,sial."ucap petir Kesal.
"Aduhh macet,bagaimana ini sekarang."memegang tangan petir yang sedang mengetir.
Petir pun salting karena tangannya di pegang bella,dia tersenyum sendiri."Tenanglah,aku akan mencari jalan pintas."ucap petir tersenyum.
Petir pun langsung menggas mobilnya dan masuk ke jalan bazar,dimana sangat banyak orang yang sedang berjalan.Dia pun mengendarainya dengan kencang dan nyaris saja dia menabrak orang orang yang sedang berjalan disana.
"Pelan pelan petir."ucap bella panik sambil memegang tangan petir.
Tiba tiba mobil petir menabrak bola bola anak anak yang telah disusun rapi di sebuah kotak kaca sebagai pajangan."Arghhh."teriak bella menutupi wajahnya.
Bola bola itu pun berserakan dimana mana,dan dia langsung menggas kembali mobilnya menuju kantor kecamatan.
Sesampai kantor kecamatan dan mereka turun bersama."huh,untung saja tidak telat,petir,kau menyelematkan hariku.terima kasih banyak."memberikan tangannya untuk berjabat tangan.
"Tidak masalah,ini sudah tugasku."berjabat tangan.
Bella pun masuk ke dalam kantor tersebut,lalu berbalik badan untuk melihat wajah petir,dan tersenyum.
Saat petir mau masuk ke mobilnya,tiba tiba petir mendapatkan telepon.
"Halo."jawab petir.
"Petir,kau dimana,bagaimana dengan mobilnya,apa baik baik saja."tanya tidak lain lagi ialah gavriel.
"e...eh...i..iya.."jawab gugup petir.
Petir pun reflek melihat mobil tersebut yang sudah lecet sedikit."Oh.. mobilnya su...sudah baik baik saja."ucap petir gugup.
Sesampai di kediaman mereka,gavriel yang sudah menunggu dengan wajah penuh amarah,dan petir sudah berdiri di depan gavriel bersama sahabat petir ialah jack.
"Dingin gav,beku gav."ucap charlo menenangkan gavriel yang sudah naik tensi.
"Apa aku berada dikutub utara,apa kau pikir aku ini beruang kutub." jawab gavriel menatap wajah charlo,lalu berbalik lagi melihat wajah petir.
"Bagaimana yang terjadi,apa alasannya."tegas gavriel sambil menunjuk mobil tersebut.
"ka..."jawab petir tiba tiba langsung dijawab duluan oleh jack sahabatnya.
"Karena buang air kecil kak."jawab jack.
"Karena buang air kecil?."bingung gavriel.
"Ya kak, katanya dia harus buang air kecil dan aku harus menemaninya,dan saat aku menemaninya buang air kecil juga,dia malah meninggalkan ku kak,aku di tinggalkan kak."jawab jelas jack.
"Kemana?."tanya tegas gavriel.
"Ooo, mungkin saja dia sedang mencari tempat yang terbuka,buang air kecil ditempat yang terbuka itu sangat menyenangkan."ujar parmel menjawab.
"Ya ampun parmel,jangan mencampuri urusan pribadiku."ucap gavriel menatapnya lalu kembali menatap petir.
"Emmm,bagaimana ini bisa terjadi."kembali bertanya.
"Kakak,ini semua terjadi karena aku mencoba membantu gadis yang tidak berdaya."jawab petir sambil menunjuk mobil tersebut.
"Gadis yang tidak berdaya,maksud mu?."ucap gavriel bingung.
"Iya,dia harus pergi ke kantor kecamatan,tapi motornya mogok,jadi aku memberinya tumpangan,karena tidak ada satupun yang membantunya.Karena terburu buru jadinya seperti ini,tapi bukannya kakak yang selalu mengajariku untuk selalu berbuat baik kepada siapapun."ujar petir menjelaskannya.
"Walaupun kau sudah di kenal ditempat ini,jadi kau mau seenaknya saja,hem,hem."memukul pantat petir.
"Aduhh..aduh...ampun kak,sakit tau,hem.
Tiba tiba jack tertawa.
"Hanya itu yang bisa dilakukannya,dia hanya bisa tertawa."ujar charlo ikut tertawa.
"Bukan begitu."jawab jack malu.
"Sudahlah charlo,parmel,mari ke dalam,biarkan saja mereka berbicara dan untuk kau petir,nanti malam kau yang harus memperbaiki sendiri mobil itu,jangan menyuruh yang lainnya,atau aku akan menghukum mu lebih dari ini."ucap gavriel masuk ke dalam sambil memegang bahu charlo dan parmel lalu meninggalkan mereka di luar.
Malam pun riba,,ditambah gemuruh kilat yang akan menandakan hujan.
Di bengkelnya."Hei,ambilkan obeng itu."ujar petir meminta ambilkan.
"Ini tuan petir."memberikan obengnya.
"Oh ya tuan,besok aku akan kencan dengan pacarku,apa aku bisa libur sehari saja."ucap anak buahnya.
Menatap anak buahnya."Pergilah,dan jangan memakai celana pendek itu, berpenampilan lah dengan baik agar pacar mu terpesona dengan mu."jawab petir memegang bahunya.
"Terima kasih banyak tuan petir,saya pulang dulu."pergi keluar sambil tersenyum.
"Baiklah,jangan terlambat pas kerja nanti."teriak petir dari kejauhan.
Saat petir kembali memperbaiki mobilnya,tiba tiba bella datang ke bengkelnya dengan membawa motornya.Petir belum menyadari kalau bella datang.
"Permisi."panggil bella ke arah petir,dia tidak tahu kalau itu ialah petir.
"Ehh,ya."melihat ke arah suara tersebut.
"Bella,kenapa kau kemari?."tanya bingung petir.
"Masih sama saja,motorku ini selalu saja mogok."jawab bella kelelahan.
"Biar aku periksa dulu."ucap petir menghampiri motor bella.
"Baiklah."melipat tangannya melihat petir.
Petir pun menaiki motor tersebut dan mulai menyalakannya.Dia mempunyai ide buruk agar bisa lebih dekat dengan bella.
Menyalakan motor tersebut."drrrt.....drrttt..."tidak bisa hidup.
Berdiri tepat di hadapan bella."Ini masalah serius."ucap petir.
"Masalah serius?."bingung.
"Bener banget, masalah serius ini,karena motor ini harus di perbaiki dengan baik.Jadi berikan alamatmu,setelah memperbaiki motormu,aku akan mengantarkannya ke rumah mu."modus petir.
"Maksud mu?."bingung.
"Eh,bagaimana dengan surat dokumennya,apakah lancar."mengalihkan pembicaraan.
"Sangat berjalan dengan baik,berkat bantuanmu,terima kasih banyak petir."tersenyum.
"Kau seorang montir ya."reflek melihat bengkelnya.
"Montir,aku bukan montir,aku pemilik tempat ini."jawab tegas petir.
"Ouhhh.
"Tapi semua ini salahmu."ucap petir menunjuk bella.
"Salahku,maksud mu?."bingung.
"Untuk bisa mengantarmu tepat waktu,ini yang terjadi dengan mobil itu."menunjuk mobil yang mereka pakai tadi.
"Karena itulah inilah hukuman yang diberikan kakak ku,bekerja siang malam disini."memasang wajah sedih.
"Ouh,maafkan aku,aku jadi merasa tidak enak denganmu."memegang bahu petir.
Lagi lagi badan petir menggeliat karena sentuhan tangan gadis tersebut.Dia pun tersenyum saling."Kau merasa kasihan pada diriku."menatap wajah bella.
"Iya,karena kau jadi....
"Kemarilah."menarik tangan bella untuk duduk di dekat bengkelnya."Ayo duduklah."merekapun duduk bersama sambil bertatapan.
"Sebenarnya kau ini siapa."tanya penasaran petir.
"Hah, bingung.
"Kau membuat hatiku berdebar dan membuat jantung ku hampir copot."mendekat.
"Eh,kau petir."ucap bella.