Two Mobsters Fall In Love

Two Mobsters Fall In Love
episode 6



"Kalau begitu aku pulang dulu ya,aku masih mau ke tempat lukis ayah ku."ujar claudia sambil memegang bunga.


"Apa perlu aku antar?."


"Tidak perlu, supirku sudah menunggu ku dahhh,aku pulang dulu."pergi meninggalkan gavriel.


"Gavriel pun tersenyum karena dia bisa bertemu lagi dan mereka bisa berkencan."


"Sesampai rumah, gavriel sudah berada dikamarnya."huh,memang begini rasanya jatuh cinta ya,apa aku harus menghubunginya untuk menanyakan kabarnya,apa dia sudah berada dirumah atau masih di kediaman ayahnya,aku penasaran siapa ayah ya itu ya."ucap batin gavriel.


"Saat sedang melamun,ayah gavriel datang ke kamarnya."gavriel."panggil ayahnya.


"Eh ayah,ada apa masuk ke kamar ku?."tanya gavriel.


"Ada yang mau ayah katakan,ikut ke ruangan ayah."keluar menuju ruangannya.


"Baiklah."ikut menuju ke ruangan ayahnya.


"Sesampai ruang pribadi ayahnya dan mereka berdua sudah didalam."ada hal serius yang mau ayah katakan.


"Langsung ke inti saja ayah."ucap gavriel.


"Jadi begini gavriel,kau tahu kan kita memiliki masalah dengan keluarga rayno molan,mereka hampir saja merebut bagian harta pencarian kita,tentu mereka akan merebut kembali hak mereka,jadi kita harus berhati hati,jika ada gerak gerik yang mencurigakan, segera lakukan tindakan."ujar serius ayahnya.


"Baik ayah,apa ada hal yang lain?."


"Kau tau,keluarga rayno memiliki seorang putri, keberadaan putrinya tidak pernah di ketahui oleh siapapun,kata orang sekitar sini,putrinya memiliki bakat menembak yang luar biasa,jadi berhati hati lah dengan wanita dan jangan jatuh cinta kepada wanita manapun,selain yang ayah jodohkan."


"Kenapa ayah yang harus menjodohkan ku dengan orang lain,aku sudah bisa hidup mandiri,ayah tahu kan itu."


"Sudahlah,jika kau mendapatkan wanita yang benar benar mencintaimu,baru ayah akan menerimanya,sudahlah kembalilah kekamar mu,ini sudah malam."


"Baik ayah."langsung pergi meninggalkan ruangan ayahnya.


"Dikamar do hyun."aishhh,begini nasib ku menjadi mafia jomblo,selalu saja dipaksa menikah oleh ayah ku sendiri,menyebalkan, sudahlah,aku harus berhati hati dengan keluarga pak rayno molan dan putrinya itu,omong omong seperti apa ya wujud putrinya,pasti begitu menyeramkan."ucap batin gavriel membayangkannya.


"Oh ya gara gara ayah,aku tidak jadi menghubungi claudia,apa dia sudah tidur,lebih baik aku hubungi saja deh untuk menanyakan apa dia sudah berada dirumah."menghubungi claudia."


"Telepon berdering."drrrt.....drrtttt....


"Tersambung dan diangkat claudia."halo,siapa ya?."tanya claudia.


"Ini aku gavriel,apa kau sudah melupakanku."jawab gavriel di telepon.


"Oh,ada apa gavriel menghubungi ku?."


"Heheheh,aku hanya mau menanyakan,apa kau sudah berada dirumah?."


"Udah dari tadi nih,ada hal apa gavriel."bertanya kembali.


"Aku cuma mau menanyakan itu saja dan selamat malam."


"Tunggu sebentar gavriel."


"Eh,ada apa claudia?."


"Apa kau bisa menemani ku besok,karena besok hari ulang tahunku."


"Ternyata besok hari ulang tahun mu,dari sekarang aku mengucapkan selamat ulang tahun claudia manis."


"Terima kasih banyak gavriel,belum waktunya kau sudah mengucapkannya."tertawa tipis."


"Biar beda dari yang lainnya,kaya begitu selamat datang claudia,aku tutup teleponnya."menutup teleponnya.


"Selamat malam juga gavriel."berkata pelan seperti ada sedang direncanakan claudia."


"Menghubungi seseorang."halo ayah,aku sudah menjalankan rencana ayah.


"Baiklah anakku, lakukan hal selanjutnya yang sudah ayah katakan."ucap ayah claudia yang tidak lain ialah bapak rayno molan.


Dan selamat ulang tahun untuk anakku,smoga panjang umur dan sehat selalu sayang,ayah sayang dirimu nak,maaf ayah tidak bisa merayakan ulang tahun mu besok karena ayah masih mempunyai urusan lainnya,lain hari akan ayah rayakan ulang tahun mu sayang,tidak apa apa kan.


"Tidak apa apa ayah,ucapan selamat ulang tahun saja,itu sudah cukup bagiku,ayah jaga kesehatan,selamat malam ayah."tersenyum.


"Siap ayah."menutup teleponnya.


"Disisi lain dikamar gavriel."sungguh memalukan,aku mengatakan hal seperti itu, yaolo,yaolo,baru kali ini jantung ku benar benar berdetak dengan kencang,apa ini yang di katakan cinta."ucap batin gavriel salting.


Keesokan harinya tiba dimana hari ulang tahun claudia,gavriel yang sudah membeli kado spesial untuk claudia berupa sebuah kotak misterius dan setangkai bunga mawar.


"Berkaca."ini sudah cukup untukku,dengan pakaian bagus dan hadiah yang bagus juga, claudia tidak akan menolaknya."sudah bersiap siap.


"Menghubungi claudia."


"Eh,siapa yang menghubungi ku,pasti itu gavriel."melihat ponselnya."kan bener."mengangkat ponselnya.


"Galo gavriel,ada apa?."


"Bisakah kita bertemu sekarang,ada kejutan yang mau ku berikan pada mu."tersenyum."


"Kejutan apa itu,jangan membuat orang penasaran tau?."


"Tidak boleh diberitahu dong,kan kejutan kalau diberitahu namanya bukan kejutan lagi, bisa bersabar nona manis."


"Baiklah,aku akan menyusul kesana,bertemulah di pameran lukisan,sekalian aku mau mengambil pesanan orang juga,bisa kan?."


"Sangat bisa nona,siap meluncur dengan kejutan untuk mu."mematikan ponselnya.


Ternyata yang duluan datang ialah gavriel yang sudah menunggu kedatangan claudia.


"Melihat jam."jam berapa ya claudia datang, tapi biarlah,lama juga aku akan menunggunya."ucap batin gavriel.


"Saat sedang memperhatikan bunga, claudia pun datang."gavriel."panggil claudia.


"Eh,kau sudah datang claudia,aku menunggu mu dari tadi,ku kira kau tidak akan datang."


"Maaf,tadi aku ada sedikit kendala,jadinya tidak datang tepat waktu,omong omong terima kasih sudah datang."


"Oh ya,tentang kejutan,kejutan apa yang ingin kau berikan?."


"Memberikan hadiahnya."selamat ulang tahun nona manis,ini hadiah mu."memberikan hadiahnya.


"Terima kasih banyak,kau jadi repot repot begini."tersenyum.


"Bukan apa apa dan ada satu hal lagi yang ingin ku berikan padamu."ucap gavriel.


"Ada kejutan lagi?."


"Tentu saja,tapi matamu hari ditutup dulu dengan kain,bolehkah."


"Tidak apa apa,asal kau menunjukkan jalan yang benar padaku."jawab claudia tersenyum.


"Maaf ya."menutupi wajah claudia dengan kain.


"Gavriel pun menunjukkan sebuah taman yang dipenuhi bunga yang begitu indah,setelah sampai lokasi, gavriel pun membuka tutupan matanya."


"Aku buka ya,1.....2....3....."membuka tutupan matanya.


"Claudia pun terpesona dengan keindahan taman bunga tersebut."wahhh,apa kejutan yang kau berikan padaku?.


"Tentu saja nona manis,mari kita lihat bersama sama taman bunga ini."


"Yuk."tersenyum.


"Setelah berjalan jalan,mereka pun berhenti sebentar di sebuah kastil kecil di dekat taman bunga


"Kita berhenti disini dulu yuk,sudah dari tadi kita berjalan jalan mengelilingi taman bunga ini,tenyata lebar juga ya."ucap gavriel kelelahan berkeliling melihat taman bunga karena perintah gavriel.


"Baiklah,sudah dari tadi kita berjalan jalan,duduk sebentar tidak apa apa."tersenyum.


"Merekapun duduk berdua,sembari menghilangkan rasa lelah karena sudah melihat lihat bunga indah."apa kau menyukai taman bunga ini?."tanya gavriel memulai topik.


"Tentu saja,tempat ini cocok dijadikan lukisan,lain kali aku akan ke sini lagi untuk melukis pemandangan indah ini."