Two Mobsters Fall In Love

Two Mobsters Fall In Love
episode 7



"Aku akan menemani mu,jika kau ingin kesini lagi."mengelus lehernya.


"Baiklah,terima kasih banyak gavriel."tersenyum.


Tiba tiba ponselnya berdering."drrrt.....drrtttt..."


"Gavriel,ada yang menghubungi mu itu,diangkat tu."menunjuk ponsel gavriel.


"Oh,sebentar ya claudia,aku mau mengangkat teleponnya dulu."menjauh dari claudia untuk mengangkat ponselnya.


"Ehmm."ucap claudia menurut.


Disisi lain gavriel yang sedang menjawab telepon yang tidak lain adalah anak buahnya


"Ada apa kalian menelepon ku,mengganggu ku saja?."


"Begini bos,ada urusan mendadak,tiba tiba suruhan pak rayno mengejar kami bos,kami sedang bersembunyi sekarang."ucap anak buahnya di telepon.


"Baiklah,aku akan segera kesana,serlok lokasi ya saja, secepatnya aku akan menyusul."


"Baik bos."langsung mematikan ponselnya.


Selesai menjawab telepon, gavriel pun menghampiri claudia.


"Claudia,maaf membuat mu menungguku."


"Tidak apa apa."tersenyum.


"Maaf banget ya claudia,aku harus pergi karena ada urusan mendadak,kau bisa pulang sendiri kan."merasa bersalah.


"Tidak apa apa,pergilah,aku bisa pulang sendiri lagian aku mau sekalian mampir ke pameran lukisan ku,kau pergilah,hati hati."


"Memegang tangan claudia."terima kasih banyak,aku pergi dulu."langsung bergegas pergi meninggalkan claudia.


Sesampai tempat anak buahnya yang masih bersembunyi digang kecil menunggu kedatangannya.


"Menghampiri anak buahnya."apa gangster itu masih mencari kalian?."tanya gavriel berbisik.


"Masih bos,mereka mencari cari dari tadi,untung kami menemukan gang kecil gelap ini,apa kita harus keluar sekarang bos?."jawab anak buahnya berbisik juga.


"Tentu saja,kenapa harus takut,kita harus melawan mereka bagaimanapun caranya."mengeluarkan pistolnya.


"Mereka terlalu banyak bos,apa kita harus memanggil yang lainnya."


"Sudahlah,tidak ada waktu lagi,kita harus keluar sekarang."


Saat mereka sedang menyiapkan strategi,tiba tiba sebagian anak buah gangster tersebut menemukan keberadaan mereka,merekapun langsung menembaki ke arah mereka.


"Itu mereka."teriak gangster tersebut.


"Gavriel dan anak buahnya reflek melihat ke belakang."itu mereka,siapkan senjata kalian."ujar gavriel mulai menembaki mereka juga.


Tup....tup...jedar...."bunyi tembakan keras"...


Setelah menguras banyak waktu,akhirnya gavriel bisa menghabisi mereka semua hanya 1 orang yang berhasil kabur.


"Menghembuskan pistolnya."huuu,beres juga nih semuanya.


"Mau dikemanakan mereka semua ini pak bos?."tanya anak buahnya sambil memegang pistolnya.


"Bawak ke markas,sebagian ada yang masih hidup dan ada 1 orang yang kabur,yang sebagian sudah kita lumpuhkan akan kita introgasi."


"Siap bos."mulai mengangkat gangster tersebut.


"Kalau sudah beres hubungi aku,aku masih ada urusan dengan ayah ku."naik kemobil.


"Baik bos."hormat anak buahnya.


Gavriel pun meninggalkan anak buahnya."sesampai rumah".


Turun dari mobil langsung ke bengkel ayahnya yang berada disampingnya pekarangan.


"Turun dari mobil."pak max,apa kabar?.


"Wah tuan gavriel,tumben banget bawa mobil ke bengkel,apa ada masalah?."


"Ini pak max,mobil ku sedikit rusak akibat bekas tembakan,tolong perbaiki sepeti semula ya pak max."menepuk pundak pak max.


"Aman tuan gavriel,omong omong bagaimana misi hari ini?."


"Ya lumayan berat pak max,tapi kau tahu sendiri kan aku ini bagiamana,soal begitu mah gampang."menjetikkan jari ya.


"Ha..ha...ha..ha,memang anak muda zaman sekarang ya, tingkat ke pedeannya sangat tinggi,mantap."memberikan jempol.


"Harus itu pak max,kalau begitu aku masuk dulu ya pak max, sekalian nanti mobilnya dicuci juga ya pak max."


"Aman tuan gavriel."tersenyum.


"Ok pak max,aku masuk dulu."masuk ke dalam rumah.


"Eh petir,kau sedang apa disini?."


"Aku sudah menunggu lama abang,ada yang mau aku tanyakan kepada abang."


"Ada apa anak kecil tiba tiba ingin bertanya?."


"Sudahlah abang,mari kita ngobrol di dalam saja."masuk ke dalam.


"Anak itu sudah mau dewasa,sangat mirip dengan ibu."tersenyum lalu ikut masuk ke dalam.


"Di kamar gavriel,mereka pun duduk bersama di ranjang."apa yang mau kau tanyakan petir?."tanya gavriel.


"Aku hanya mau bertanya sedikit saja,pekerjaan apa yang abang lakukan,kemarin aku melihat abang terluka parah,apa abang berkelahi."jawab petir sekaligus bertanya.


"Mengelus rambut petir."anak kecil masih tidak boleh tau apa apa,tunggu kamu besar baru kamu akan mengetahui semuanya,oke, kemarin abang hanya jatuh saja,lagian tidak sakit kok."tersenyum.


"Benarkah abang baik baik saja."cemas.


"Benar,oh ya bagaimana dengan sekolah mu,apakah baik baik saja?."


"Aku mendapatkan teman baru,namanya bella dan wajahnya juga sangat cantik."jawab petir.


"Bella,seperti pernah mendengarnya,oh ya anak itu kan yang pernah aku selamatkan dari penculikan,ternyata satu sekolah dengan petir, untunglah."ujar batin gavriel menghela nafas.


"Abang kenapa,apa abang tidak suka kalau aku menceritakan teman ku."


"Bukan seperti itu,berteman lah dengan baik jangan pikirkan yang aneh aneh,fokus belajar."


"Ingat."ucap gavriel mengelus kembali rambut petir.


"Ingatttt."teriak bahagia petir.


"Kalau begitu kembalilah ke kamar mu,kalau ada tugas kerjakan,abang mau mandi dulu."


"Baik bang."langsung keluar dari kamar gavriel.


"Setelah petir pergi."besok aku akan menjemputnya,aku sudah lama tidak pernah menjemput petir ke sekolah ya."ucap gavriel langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Keesokan harinya,pagi hari yang cerah, gavriel yang sudah bersiap siap untuk mengantarkan petir ke sekolahnya.


"Petirrrr."panggil gavriel sambil mengetuk pintu kamarnya.


"Sebentar."jawab petir.


"Membukakan pintunya."ada apa abang ke kamar ku dan abang sudah berpakaian rapi begini?.


"Kau sudah bersiap siap kan,yuk sarapan dan yang mengantar mu nanti biar abang saja,sudah lama abang tidak pernah mengantarkan mu ke sekolah."


"Baiklah,aku mengambil tas ku dulu."masuk ke dalam lagi untuk mengambil tasnya.


Dimeja makan,mereka hanya makan berdua,ayahnya sedang ada urusan mendadak jadi tidak bisa menemani mereka berdua makan.


"Abang,kemana ayah?."tanya petir sambil memakan rotinya.


"Ayah sedang ada pekerjaan mendadak,cepat makanlah rotimu,nanti kita terlambat."


"Baik."


"Setelah siap makan dan bergegas ke sekolah."kau tunggu disini dulu abang mau mengambil mobil di bengkel dulu."ujar gavriel menyuruh petir menunggu di pekarangan.


"Ehmm."mengangguk.


"Dibengkel."halo pak max."sapa gavriel.


"Hei tuan gavriel,tumben pagi pagi sudah di bengkel,ada apa itu?."


"Mau mengambil mobil ku kemarin pak max,apa sudah di perbaiki?."


"Sudah dong,nih."menunjukkan mobil gavriel yang sudah benar diperbaiki.


"Terima kasih banyak pak max."tersenyum.


"Omong omong tuan gavriel,kan masih banyak mobil lainnya,kenapa harus ini yang kau pake tuan gavriel?."


"Ini adalah mobil kesayanganku pak max,dulu aku sering berjalan jalan bersama ibu ku mengendarai mobil ini,jadi aku sangat sayang pada mobil ini."


"Ooo,itu sebabnya kau sangat sayang padanya,memang kasih sayang seorang ibu tidak ada duanya."tersenyum."


"Memanggil abangnya."abang cepatlah,nanti kita terlambat."teriak petir dari kejauhan.


"Baiklah tunggu sebentar."jawab gavriel teriak.


"Pak max aku harus pergi dulu,aku mau mengantarkan petir ke sekolahnya."


"Baiklah,kau hati hati."


"Siap pak max."masuk ke dalam mobil dan langsung menuju pekarangan rumah.