Two Mobsters Fall In Love

Two Mobsters Fall In Love
episode 29: Marah Besar



"Kau ada ada saja, aku akan memikirkan nya." Jawab Claudia langsung meninggalkan Gavriel dengan senyum lebar.


Disisi lain, ada sebuah mobil yang datang dan saat dibuka pintu mobil tersebut, ialah pak Kim bersama anak buahnya.


Saat pak Kim mau masuk, dia tertuju oleh sebuah mobil yang di hias dengan bagus. Dia berhenti dan memandang mobil tersebut dengan detail.


Pak kim langsung jongkok dan membuka rangkaian kain yang di depan mobil tersebut. Dan saat dibuka ada logo pak Kim.


"Ini mobilku." Ucap Pak Kim dengan nada tingginya.


"Buka bagasinya." Perintah pak Kim kepada anak buahnya.


Anak buahnya pun langsung membuka bagasi belakang mobil tersebut. Dan ternyata isinya kosong dan tidak ada apa apa.


"Anak buah ku, siapa yang telah mengakui, bahwa ini adalah sebagai mobilnya!." Tanya pak Kim dengan tegas.


"Kau, tidak memberitahukan nya dia siapa bos. Jadi saya tidak tahu." Jawab anak buahnya.


"Cepat bawa pria itu kemari!." Tegas pak Kim sudah marah besar.


Disisi lain, pak oscar yang sedang menikmati pesta tersebut dengan bahagia.


Tiba tiba pak Oscar langsung di gendong oleh anak buah pak Kim dan di bawa keluar pesta tersebut.


"Kenapa kalian ini, turunkan aku, turunkan." Ucap pak Oscar bingung.


"Anak buah pak Kim langsung menurunkan pak Oscar dan langsung berhadapan dengan pak Kim.


"Katakan siapa pemilik mobil itu?." Tanya anak buah pak Kim dengan tegas.


"Aku." Jawab pak Oscar dengan ringan.


"Saat anj*ng ya akan mati, dia pun akan merasa takut, tapi dia sudah tiada." Ucap pak Kim menatap nya dengan serius.


"Tidak ada seperti itu, itu hanya omong kosong saja." Ucap pak Oscar mengejek nya.


"Mungkin, kau tidak akan tahu siapa diriku." Ucap pak Kim mempelototinya.


Siapa namamu, siapa?." Tanya pak Oscar ikut mempelototinya.


"Kim, nama ku Kim." Tegas pak Kim dengan nya.


"Kalau begitu, sekarang katakan kepadaku apa yang kau inginkan Kim?." Tanya pak Oscar ikut tegas.


"Mobil ini!."Jawab Kim sambil melotot.


"Ouh, tidak. Jangan bermimpi tentang mobil ini. Aku tidak akan menjualnya, karena tuan Oscar tidak pernah mengikuti orang seperti dirimu. Jadi sekarang, makanlah dan pergilah." Tegas pak Oscar kepadanya.


Pak kim langsung menamparnya dan wajah Oscar langsung ke samping dan lehernya terkilir.


"Maafkan aku, ini bukan kesalahanku. Baron mencuri mobil itu dan membawanya kepada ku." Jawab jujur Baron.


"Bawa Baron kemari!." Tegas pak Kim kembali.


Anak buahnya langsung menggendong Baron yang sedang bersenang senang.


Baron pun langsung dihadapkan ke hadapan pak Kim. Dan Baron pun terkejut.


"Saat anj*ng akan mati, anj*ng tetangga mulai mengejar anj*ng betina nya." Ucap pak Kim.


"Wah, wah, itu luar biasa. Tetangga itu, apa maksud mu?." Tanya Baron tersenyum untuk menenangkan suasana pak Kim yang sedang marah.


"Ayo katakan." Ucap Baron.


"Aduhh."


"Dimana semua orang?." Tanya Baron mulai ketakutan.


"Semua orang ada di sini Baron, sayang nya kita hanya bisa melihat ke satu arah." Jawab pak Oscar.


Mendekati wajah Baron. "Baron, ada benda terlarang bernilai jutaan rupiah didalam bagasi itu!." Ucap pak Kim.


"Petir yang menemukan nya, aku tidak tahu apa yang di lakukan dengan tas itu. Tanya kepadanya dan dia akan menjelaskan nya. Haloo." Jawab Baron sudah ketakutan.


Bawa petir kemari!." Kembali berteriak pak Kim.


Petir pun langsung dibawa dan berhadapan langsung dengan pak Kim. "Apa ini Kim, kenapa kau bawa aku kemari?." Tanya Petir menatap nya.


"Saat anj*ng akan mati, Joshua aku kehabisan ide, apa kau punya sesuatu?." Tanya pak Kim kepada anak buahnya.


"Aku lebih suka kucing pak." Jawabnya.


"Diam!."


"Hei pak Oscar, hei Baron. Kenapa kalian saling memalingkan wajah, apa kalian sedang bertengkar?." Tanya Petir memandangi mereka berdua.


"Mereka tidak bertengkar, tapi aku yang membuat mereka terkilir." Jawab pak Kim sambil membalikkan bola matanya.


"Kali ini kau sudah melewati batas mu Kim." Ikut tegas Petir.


"Memang, dan apa yang kau lakukan dengan benda terlarang ku petir." Tatap pak Kim dengan tajam.


Petir langsung mundur dan terdiam. "Apapun itu kau juga ikut ambil bagian nya kan." Jawab Petir mulai ketakutan juga.


"Benda terlarang mu yang membuat tangan mu malam itu hangat. Bukankah sudah ku katakan padamu Kim, apa ada sesuatu didalam mobilmu. Halo." Ucap Baron dengan jujur.


"Apa kau benar benar tidak waras dan kau membakar barang senilai jutaan rupiah itu!." Marah pak Kim.


Langsung mendorong nya dan Petir langsung dipukuli oleh anak buah pak Kim dan Petir berkelahi dengan anak buah pak Kim.


Petir pun berkelahi dengan anak buah pak Kim dengan hebat dan Petir kalah, karena jumlah anak buah pak Kim yang begitu banyak. Petir pun langsung terjatuh dan luka di bibirnya, akibat pukulan tersebut.


Claudia langsung melihat Petir yang terjatuh, langsung menghampirinya dan meletakkan kepala Petir di paha nya.


Seketika itu juga pak Kim dan anak buahnya tersenyum, karena merasa kalau Petir kalah. Claudia menatap mereka dengan tatapan tajam dan marah.


"Gavriel." Teriak Claudia memanggil Gavriel dengan kuat.


Seketika itu juga pak Kim terkejut dan memandangi sekitar pesta tersebut. Sontak semua hening dan anak buah pak Kim ikut terkejut dan mengawasi sekitar.


Tiba tiba, muncul dari samping rangkaian bunga dan ternyata ialah gavriel yang memasang wajah marah. Seketika itu juga pak Kim terkejut, ternyata selama ini, orang yang memperbaikinya mobilnya ialah Gavriel, orang yang sudah membakar habis barang terlarang nya dulu.


Seketika itu juga Baron dan pak Oscar langsung berbalik badan dan melihat Gavriel. Gavriel langsung membuka jas nya dan anak buah pak Kim langsung maju kedepan untuk melawan Gavriel.


Dalam sekejap, Gavriel langsung menendang wajah anak buah pak Kim dengan mudah dan langsung menghabisi anak buah pak Kim dalam sekejap. Pak Kim yang begitu terkejut, karena Gavriel yang begitu kuat dan tak luka sedikit pun.


Suasana di pernikahan tersebut langsung berantakan, akibat perkelahian mereka. Setelah Gavriel menghabisi anak buah pak Kim, Gavriel langsung menghampiri Claudia yang sedang memangku Petir yang kesakitan.


Merekapun langsung berdiri bersama sama dan menatap wajah pak Kim dengan penuh amarah.


Gavriel pun langsung maju dan langsung menghajar pak Kim. Pak Kim tidak memiliki kekuatan yang begitu kuat seperti Gavriel dan Gavriel langsung memukulnya di bagasi depan mobil tersebut.


Sontak semua tamu dan Bella, ikut keluar dan melihat suasana di luar.Saat Gavriel sudah memukuli pak Kim, Gavriel pun langsung berbalik badan dan menuju ke Claudia dan tamu lainnya.


Gavriel tidak tahu, bahwa pak Kim berdiri kembali dan menyondongkan pistolnya.