
Saat claudia sedang di cafe,untuk menenangkan hatinya,dia merenungi kesalahan yang telah di lakukan kepada orang yang tulus mencintainya.
"Apa yang ku lakukan ini salah,kenapa aku terus memikirkannya,sudah jelas aku juga mencintainya,bagaimana aku bertemu dengannya,aku malu,aku malu bertemu dengannya,tapi jika aku tidak menemuinya,aku akan terus memikirkannya."ucap batin claudia melamun.
"Bodoh kau claudia,baru kali ini aku merasakan hal seperti ini,ternyata begini rasanya patah hati."memegangi kopinya.
"Benar,aku harus bertemu dengannya bagaimana pun caranya,biar pun dia mau melenyapkan ku,aku harus akan tetap bertemu dengannya walaupun aku akan di lenyapkannya."
Keesokan harinya,dimana claudia pergi ke kediaman gavriel,dia mengetahui rumahnya karena ayahnya.
Sesampai dikediaman rumah gavriel dan kebetulan ayahnya gavriel tidak ada dirumah karena sedang ada dinas.
Saat claudia sampai dia langsung dihalangi oleh anak buah gavriel,dia pun menyingkirkan tangan mereka yang menghalangi jalannya.
Claudia pun langsung masuk ke dalam rumah gavriel,gavriel yang sedang mengobrol dengan rekan kerjanya,reflek melihat kedatangan claudia.
Gavriel pun berdiri."Bisakah kau keluar dulu,ada yang mau ku katakan padanya."ucap gavriel ke rekannya.
"Baiklah."pergi meninggalkan gavriel.
Dan didalam hanya ada gavriel dan claudia yang saling bertatapan."maafkan aku,karena aku sudah tidak adil padamu.tapi kau hanya mencintai.yang kau yakini adalah cinta."Ucap claudia meminta maaf dengan tulus sambil menghela nafasnya.
"Perbedaannya adalah kau yang pertama menyadarinya,dan sekarang aku juga menyadarinya,hemm."mata berkaca kaca.
"Kau mungkin tidak akan percaya padaku,tapi aku harus mengatakannya."mendekat ke gavriel.
"Aku mencintaimu."ucap claudia menyesali perbuatannya.
Gavriel yang hanya terdiam lalu memegang kedua pundak claudia tanpa berkata sepatah katapun,dia menatap mata claudia lalu menariknya keluar tanpa berkata apapun.
"Gavriel, gavriel,dengarkan aku,aku tidak akan pergi sebelum kau percaya padaku."ujar claudia melepaskan tangan gavriel yang memegangnya dengan keras.
Diluar rumah gavriel."Aku mohon, percayalah,aku mohon padamu."meneteskan air matanya.
Gavriel berbalik badan dan langsung masuk kedalam tanpa sepatah katapun.
"Gavriel."menyusul gavriel yang menutup pintunya yang terbuat dari kaca.
"Gavriell....,jangan tinggalkan aku.dengarkan aku,dengarkan, jangan tinggalkan aku disini."ucap claudia sambil menggedor gedor pintunya dari luar.Gavriel yang sudah meninggalkannya dan claudia hanya sendiri diluar.
Claudia pun berbalik badan dan duduk di tangga sambil menangis."Hiksss....Hiksss.., dasar kau claudia bodoh,kenapa kau melakukan hal yang begitu membuat gavriel sangat kecewa padamu,dasar,hikssss...hiksss."ucap batin claudia sambil menangis dan mengusap air matanya.
Dia pun berdiri kembali lalu bermondar mandir menunggu gavriel keluar,tapi gavriel tak kunjung keluar.Hingga malam tiba,claudia masih berada diluar menunggu gavriel dan tak mau meninggalkannya.
Dan saat dia duduk di tangga merenungi kesalahannya,tiba tiba hujan turun dan ditambah gemuruh petir,claudia yang masih menunggu gavriel sampai rela kehujanan demi gavriel percaya padanya.
"Sial,malah hujan lagi,sudahlah aku harus menunggunya."ucap batin claudia menatap langit.
Lalu gavirel melihat claudia dari dalam rumahnya,dia tetap mengawasi claudia,apa dia akan pergi karena kehujanan atau tetap menunggunya.
Tiba tiba anak buah gavriel muncul dan menghampiri claudia."Kau mau makan malam?."tanya anak buah gavriel.
Claudia yang menatapnya dan tak menjawab sepatah katapun."Oh ya kau sedang diet ya,ini sedang hujan bagaimana kalauuu....kopi..kopi..,"ucap anak buah gavriel menawari sesuatu,tapi claudia terus menatapnya dengan tatapan menakutkan,anak buah gavriel pun takut dengan tatapannya.
"Oh ya,ya, baiklah,aku pergi."langsung pergi meninggalkan claudia.
Saat claudia kembali melamun,tiba tiba ada yang menampung hujan dengan payung,yang tidak lain lagi adalah gavriel.Claudia pun melihat ke arah gavriel dan langsung berdiri lalu menatap wajah gavriel dengan penuh penyesalan.
"Kalau aku mencintaimu."jawab claudia.
"Kenapa aku harus percaya padamu?."
"Kau sudah percaya padaku saat aku tidak mencintaimu dan saat aku mencintaimu,kau tidak percaya padaku,apa masalahnya."jawab claudia sambil bertanya.
"Aku tidak ingin di khianati lagi."jawab gavriel.
"Kau bisa menghabisi ku,jika aku mengkhianatimu."ucap claudia membuat gavriel percaya padanya.
"Menghabisi menggunakan senjata, melenyapkan,apa kau tidak bisa melakukan hal yang lain."tanya kembali gavriel serius.
Menggelengkan kepalanya."Tidak...,tapi kau kau bisa,kau bisa mengajariku,aku mohon."jawab claudia meneteskan air matanya dan memohon kepada gavriel agar dimaafkan dan diterima disisinya.
Gavriel langsung menghempaskan payungnya dan mereka pun terkena hujan bersama.Gavriel pun merentangkan tangannya untuk memeluk claudia,claudia pun langsung memeluknya dengan erat.
"Hemm....Hiksss...Hikssss."tangis claudia sambil memeluk erat tubuh gavriel.
Didalam rumah gavriel."Pakailah handuk ini untuk mengeringkan rambutmu."ujar gavriel memberikan handuk ke claudia.
"Terima kasih banyak gavriel."mengambil handuk dari tangan gavriel dan tersenyum.
"Bajumu sudah basah kuyup begitu,aku ambilkan pakaian ku saja ya,agar kau tidak masuk angin."ucap gavriel.
"Tidak usah gavriel,lagi pula aku akan pulang sekarang,ayahku pasti akan mencari ku."tersenyum.
"Apa kau melarang ku lagi."ujar gavriel kembali menatap wajah claudia.
Memegang pipi gavriel dengan kedua tangannya."Jangan mencurigai ku lagi,aku memang harus pulang,lagian ini hanya basah sedikit kok."tersenyum.
"Baiklah kau hati hati,oh ya,apakah besok kita bisa bertemu lagi,sudah lama kita sudah tidak bertemu lagi."memohon.
"Baiklah,aku akan menemui mu besok,datanglah ke taman bunga yang pernah kita kunjungi,mengerti."ucap claudia.
"Siap tuan putri,kalau begitu pulanglah,nanti ayahmu akan mengira aku menculikmu lagi."jawab gavriel memegang tangan claudia.
"Aku pergi dulu,oh ya ada yang lupa."mendekati gavriel.
"Apa yang ketinggalan?."
"Claudia pun mencium pipi gavriel."ini yang lupa,dahh aku pergi dulu, sampai jumpa besok."pergi meninggalkan gavriel setelah mencium pipinya.
Setelah claudia pergi,gavriel memegang pipi bekas ciuman claudia."Astaga apa yang dia lakukan tadi, dia mencium pipiku,malah pake bilang ada yang ketinggalan lagi,arghhh, sadarlah gavriel,kau harus berjaga jaga juga.Jangan salting duluan,omong omong bibirnya begitu lembut ketika mengenai pipiku,yaolo,yaolo."ucap batin gavriel salting hingga pipinya memerah dan masih memegang pipinya yang dicium claudia.
Keesokan harinya,dimana gavriel dan claudia akan bertemu di taman bunga yang pernah mereka kunjungi,mereka sudah disana berdua dan sedang duduk di rumput hijau.
"Gavriel."panggil claudia.
"Hemm."jawab gavriel yang sedang berbaring di paha claudia yang sedang duduk.
"Apakah sekarang kita sedang berpacaran?."tanya claudia mengusap pipi gavriel.
"Tentu saja,mulai sekarang kau adalah pasanganku,jadi kau harus menjauh jauh dari banyak pria,mengerti."tegas gavriel melarangnya.