Two Mobsters Fall In Love

Two Mobsters Fall In Love
episode 17



"Pe...petir...apa yang kau lakukan disini."ucap ketakutan jack.


Petir langsung mengambil kayu dan mau memukul jack."petir....dengarkan aku dulu,mari kita bicarakan baik baik."ketakutan.


Petir langsung menyerangnya dan jack langsung berlari keluar,merekapun kejar kejaran.


"Petir....ampun...."ucap teriak jack sambil berlari kencang.


"Sini kau pencuri!!!!"teriak petir terus mengejarnya bersama baron.


Sampai mereka diatas taman atas gunung dan jack sudah tidak bisa lari lagi kemana mana dan petir langsung memukulnya dengan sapu yang dibawa baron dari bawah,karena petir tidak mau menghabisinya,jadi dia hanya bisa menggunakan sapu yang baron bawa.


"Jangan biarkan dia lolos."ucap baron.


"Petir,kita bisa membicarakan ini lewat secangkir kopi."ucap jack yang terbaring kesakitan.


"Kopi....kau masih membicarakan soal kopi."memukul jack dengan sapu yang di pegang nya.


"Aduhh."kesakitan.


"Aku sudah menganggap mu sebagai saudaraku sendiri.Kalau orang lain yang melakukannya,aku bisa terima,tapi kau yang melakukan semua ini."ucap petir melemparkan sapu tersebut.


"Ayo baron."berbalik badan meninggalkan jack sendirian.


"Kenapa petir,aku tidak membiarkanmu untuk berhenti.Kenapa kau berhenti memukuli ku."ucap jack terbangun lalu duduk.


"Kau sudah minta ampun sebanyak 50 kali."jawab baron mempelototinya.


"Aku mengucapkan itu hanya secara spontan."


"Hey...,siapa spontan itu.Hah...."kesal baron.


"Spontan baron."


"Siapa spontan?."tanya baron menatapnya.


"Baron....diam!!.


"Petir.Kau lihat apa yang di lakukan saudara mu ini dan bagaimana hah.Kau menganggap ku sebagai saudara bukan,tapi kau tidak pernah bertanya kenapa aku melakukan semua ini."ucap jack menjelaskannya.


"Kau lihat diriku,kaosku,jeans, sepatu.Semua adalah pemberian mu,aku tidak pernah menghabiskan uang itu untuk diriku sendiri,aku menghabiskan semuanya untuk cintaku,untuk jennie ku petir."memasang wajah menyedihkan.


"Hikss...itu sebabnya aku mencuri,hiksss....hikssss."tangis jack sambil melihat kebawah merasa bersalah.


"Kau lihat takdir kita,kita tumbuh bersama dan bermain bersama,saat kita keluar,kita dikelilingi oleh kakak atau paman dan kita menghabiskan masa muda kita bersama para pria petir."menangis.


Saat baron menatap wajah petir, dia terkejut karena petir juga menangis akibat penjelasan dari jack yang membuatnya menangis.


"Hehhh."terkejut baron menatap petir.


"Hikss....hikss....kau benar jack.Kau masih ingat saat aku berusaha keras untuk mengejar bibi monica."ucap jack.


"Bibi Monica?."


"Iya...pembantu rumah tangga."jawab petir.


"Ouhhh."


"Aku sangat menyukainya,tapi saat aku mengatakannya.Dia lari bersama penambal ban itu.Itu benar,kita tidak pernah mendapatkan gadis manapun dan sekarang aku tidak bisa mengatakan pada bella,kalau aku mencintainya.Hikssss...hiksss."tangis lucu petir.


"Kau menangis juga?."tanya jack berkata sedih sambil memegang pipi petir.


"Kau juga menangis."ucap petir menunjuk jack.


Baron hanya terdiam dengan sikap aneh mereka berdua.


"Saudaramu ini masih hidup,aku akan membantumu."


"Benarkah?."tanya petir tersenyum.


"Aku akan membantumu,tapi jangan beritahu pada kakak kita kalau aku yang mencuri ya."ucap jack menatapnya.


"Dasar kurang hajar."menapok pipi jack.


"Maafkan aku,tapi dengarkan dulu ide ku untuk menolongmu,kau tidak akan melajang lagi,kita semua tidak akan melajang lagi,baron juga tidak akan melajang lagi."ucap jack berkata kepada baron.


"Benar sekali.Orang tuaku sendiri tidak pernah memikirkan ku,tapi kau memikirkan diriku.Kau bukan manusia, tapi Malaikat."jawab baron menjadi sedih.


"Ada aku disini,petir,lihat saja apa yang akan aku lakukan.umachhh."mencium pipi petir.


Saat jack juga mau mencium pipi baron,baron menghentikannya."Apa apaan ini.


Malam pun tiba,dimana malam itu adalah malam natal.


"Dimana petir,kenapa dia belum datang?."tanya bella kepada jack dan mereka sudah berdandan rapi karena malam natal.


"Petir....petir ada disana,dia menunggu mu disana."Jawab jack menunjuk.


"Menungguku?."


"Hem."mempersilahkan untuk menghampiri petir.


Bella pun menghampiri petir yang sudah menunggunya di depan pohon natal.


"Hai."sapa petir sambil membawa sebuah bingkai yang sudah ditutupinya.


"Hai."jawab bella tersenyum.


"Bella,aku tidak berani mengatakan hal seperti ini,tapi di malam natal ini,aku ingin memberikan mu pesan ini."ucap petir menatapnya.


"Pesan apa?."tanya bella bingung.


Petir pun membuka bingkisan tersebut yang ternyata berisi bentuk hati."Hatiku."jawab petir sambil memegang bingkisan hati tersebut.


"Ouhhh,baiklah."


"Biasanya di malam natal,orang orang akan merayakannya dengan pasangan istimewa mereka,tapi wanita diluar sana sangat ingin pergi bersama ku, tapi aku hanya ingin bersama."menunjukkan bingkisan yang lainnya yang ternyata sebuah cermin yang menunjukkan wajah bella.


"Dirimu.Aku sudah sering berbohong padamu,tapi orang bilang kita harus berkata jujur di malam natal dan sejujurnya adalah."menunjukkan yang lainnya yang berisi kata i love you.


"Aku ingin sekali bersama mu setiap saat, seumur hidupku,walau jika kau terlihat seperti ini."menunjukkan gambar nenek tua.


Bella tertawa tipis."Pfftttt....hahahaha."menutupi wajahnya.


Petir mundur dan membuang bingkisan tersebut."Ehmm...kakak bantu aku kak."berdoa.


Musik pun di hidupkan dan petir merentangkan tangannya dengan tampan,bella yang melihatnya seketika tersenyum dan langsung menghampiri petir dan langsung memeluknya.Merekapun berpelukan dan akhirnya mereka resmi berpacaran.


Dirumah bella,petir yang juga berada dirumah bella untuk berbicara sebentar.


"Petir."panggil bella yang melihat petir sedang meminum kopinya.


"Hemm."jawab petir.


"Saat kau tadi mengungkapkan perasaan mu itu,kau sangat lucu."tersenyum.


"Aku sudah menyiapkan semua itu dari sahabatku,si jack itu kau kenal kan,yang pernah ku kenalkan kemarin itu."jawab petir tersenyum.


"Oh,tentu saja aku mengenalnya."tersenyum.


"Omong omong bella,dimana kamar mandi mu,aku mau buang air kecil nih?."tanya petir berdiri.


"Terus saja,dekat kamar ku,disitu kamar mandi ya."jawab bella menjalankannya.


"Baiklah,terima kasih."langsung pergi ke kamar mandi.


Saat petir dikamar mandi."Kenapa petir sangat mirip dengan nama sahabat kecil ku dulu ya dan kenapa nama kakaknya juga tidak asing ku dengar,sekilas kakak petir sangat mirip dengan orang yang menolongku 10 tahun yang lalu.Apa aku harus menanyakan pada petir ya.


Saat petir selesai buang air kecil dan mau menyusul bella diruang tamu,dia tidak sengaja melihat foto yang ada di meja dekat kamar mandi tersebut.Betapa terkejutnya petir,ternyata difoto itu adalah foto petir dan bella saat bersama,bahkan petir juga menyimpan foto tersebut.


"Astaga,kenapa wajah ku ada disini dan wajah sahabat ku.Apa bella adalah sahabat kecil ku dulu ya,aku harus menanyakan ini pada bella."ucap batin petir membawa foto tersebut.


Sesampai di ruang tamu,petir langsung mendekati bella dengan membawa foto tersebut.


"Bella,ada yang mau ku tanyakan padamu."ucap petir dengan serius.


"Ada apa petir,seperti ada yang serius yang ingin kau tanyakan?."


"Ini foto siapa."menunjukkan foto tersebut.


Reflek melihat ke arah foto yang dibawa petir dari meja dekat kamar mandi tersebut.


"Kau dapat dari mana foto ini,apa dari meja dekat kamar mandi itu?."


"Benar,tapi jawab aku dulu,siapa pria difoto ini?."ucap serius petir.