Two Mobsters Fall In Love

Two Mobsters Fall In Love
episode 18



"Kenapa kau menyimpan foto yang sama seperti di ponsel ku."


"Maksud mu?."tanya bella bingung.


Petir pun mengambil ponselnya dan menunjukkan foto yang sama seperti dibingkai tersebut."Ini,kenapa foto di ponsel ku bisa sama seperti di bingkai ini.Tunggu,apakah kau sahabat kecil yang berpisah saat 10 tahun yang lalu?."tanya petir menatap wajah bella.


"Dan apakah kau lelaki yang di foto ini dan sahabat kecil ku juga yang berpisah 10 tahun yang lalu."mata berkaca kaca.


"Benar,tapi jawab dulu,apakah kau perempuan yang difoto ini?."


Mengangguk.


Petir langsung memeluknya dan bella juga memeluknya dengan erat.


"Kenapa kau tidak mengatakan bahwa kau itu bella sahabat kecil ku,sudah dari awal,sekilas wajah mu sangat mirip dengan sahabat kecilku."ucap petir menangis.


"Hiksss.....hikss....,dan kenapa kau tidak bilang bahwa kau itu adalah petir,sahabat kecil ku dulu.Aku sudah menduga bahwa kau memang petir, sekilas aku mengenalmu dari kakak mu itu.Aku langsung mengenali kakak mu karena kakak mu pernah menolongku,kau masih ingat bukan."menangis dan menatap wajah petir.


"Hiksss....aku mengingatnya dan kenapa kau tidak mengenali ku dan tidak mengatakannya langsung?."tanya petir menatapnya.


"Saat kita berpisah,aku sempat mengalami kecelakaan saat mau berangkat ke sekolah,makanya sekarang aku tidak dibolehin naik mobil oleh kakak ku.Saat itu aku mengalami kehilangan kesadaran dan melupakan masa lalu,jadi saat aku mengingat foto foto kita,ntah kenapa tiba tiba aku mengingat kembali masa lalu kita dulu,makanya sepertinya aku pernah melihat mu dan kakakmu,tapi aku tidak berani mengatakannya,karena aku takut aku salah orang,jadinya aku simpan dulu,ga taunya kau benar-benar petir yang ku cari."memeluk kembali tubuh petir.


"Sejak kapan kau mengetahuinya bahwa aku adalah sahabat kecil mu itu?."


"Saat kau pertama kali mengenalkan ku pada kakakmu, disitulah aku mulai mencurigai kalian,bahwa kalian adalah orang dimasa lalu ku dulu."tersenyum.


"Sudahlah yang terpenting aku bisa bersamamu lagi.Hiksss.....hikssss."bella menangis kembali.


"Sudahlah, jangan menangis lagi, Kitakan sudah bersama.Kedepannya kita tidak boleh berpisah lagi mengerti."ucap petir memberikan jari kelingking ya.


"Janji...."jawab bella.


"Omong omong kenapa kau pindah kemari petir?."tanya bella mengusap air matanya.


"Kakak ku bilang itu adalah rahasia dan hanya pekerjaan di kota ini.Tapi karena kakak ku menyukai kota ini, jadi kami akan tinggal disini selamanya."jawab petir menjelaskan.


"Dan untukmu bella,kenapa kau datang kemari juga?."tanya petir.


"Aku ada urusan di kota ini.Kakakku menyuruhku untuk membeli toko di kota ini,karena membuat cafe dikota ini sepertinya cocok."jawab bella tersenyum.


"Bagaimana kabar kakakmu.Dari sebelumnya aku tak pernah melihat kakakmu disini?."tanya petir bingung.


"Kakakku sedang sibuk dikota baru kami dan kakakku akan pulang beberapa hari lagi.Yang terpenting aku sudah menemukanmu petir..."memeluk petir.


"Aku juga bahagia karena sudah menemukanmu.Itu sebabnya tuhan menemukan kita karena kita berjodoh."memeluk bella juga dengan erat dan bahagia.


"Tapi...untuk sementara jangan katakan apapun tentang kakak ku kepada kakakmu yang petir."ucap bella.


"Kenapa?."tanya petir.


"Karena kakak ku bilang jangan mengatakan identitas kakak kepada yang lainnya."jawab bella.


"Baiklah,aku akan menjaga rahasia ini demi kamu sayang."memeluk bella kembali.


"Omong omong petir,ada yang mau ku katakan padamu."ucap bella melepaskan pelukannya.


"Katakanlah."jawab petir mencium tangan bella.


"Ehmm... menurutku kita harus memberitahukan kepada keluarga kita."ucap bella menatapnya.


"Kenapa harus memberitahukannya,kita kan baru juga berpacaran."jawab petir juga menatapnya.


"Petir....aku tidak ingin mereka tahu dari orang lain.Itu tidak baik,aku harus bicara dengan mereka."ujar bella memegang tangannya.


"Yasudah."


"Yasudah apa?."tanya bella.


"Aku akan bicara dengan keluargaku dan kau bisa memberitahukan kepada kakakmu atau aku yang berbicara padanya."ucap bella.


"Bella...kita ini kan saling mencintai dan ini bukan kejahatan.Aku akan memberitahukannya kepada kakak ku."jawab petir tegas.


"Baiklah."jawab bella.


Menatap petir."28 menit,kau mau bilang apa.Dari tadi kau hanya bilang,aku ingin mengatakan,aku ingin mengatakan....apa?."ucap gavriel menatapnya.


"Aku ingin.... mengungkapkan soal perasaan pribadi ku kak?."ucap takut petir.


"Apa....?


"Aku butuh waktu untuk mengatakannya."ujar petir ketakutan untuk mengatakannya.


"Ok...silahkan,silahkan."jawab gavriel mempersilahkan petir untuk berfikir.


Petir menunduk dan menyiapkan mentalnya untuk mengatakannya kepada gavriel.Saat petir putus asa dia melihat kearah kejauhan jack,charlo dan parmel yang memberi tanda isyarat pernikahan.Petir langsung mengatakannya.


"Aku ingin merayakan malam pernikahan ku...."ucap petir ketakutan.


"Dengan siapa?."tanya gavriel menatapnya.


"E...e....de...den... dengan bel... bicara tentang bella sekarang,dia akan mengomentarinya besok."ucap gugup petir.


"Kau punya waktu 30 menit untuk berbicara kepadaku."ucap gavriel meminum kopinya.


Petir yang putus asa kembali melihat dari kejauhan dengan melihat jack, charlo dan parmel yang kembali menunjukkan bahasa isyarat memasangkan cincin dan mengenakan gaun yang indah.


"Aku....akan menikahi bella di pelaminan kak."jawab petir.


Tiba tiba gavriel kaget dan langsung memuncratkan kopi dari mulutnya ke wajah petir."Apa...."ujar gavriel mengelap mulutnya.


"Tidak..."mengelap badannya juga yang terkena semburan kopi dari mulut gavriel.


"Apa yang kau katakan?."tanya gavriel kembali menatapnya.


Petir kembali melihat ke arah jack,charlo dan parmel dan mereka kembali memberikan bahasa isyarat berupa orang yang sedang berciuman.


"Aku ingin sekali menciumnya kakak."ucap petir dengan tegas.


"Apa...."terkejut hingga berdiri.


"Apa kau sudah tidak waras,kenapa dia berbicara omong kosong."ucap gavriel terkejut.


Tiba tiba bella datang karena dia tahu petir tidak bisa mengatakannya kepada kakaknya.


"Aku yang mengatakannya."ucap bella baru datang.


Gavriel reflek melihat bella."Aku tahu dia tidak bisa mengatakannya.Ehmm....sebenarnya kak,kami saling mencintai."jawab bella sambil melihat petir lalu kembali melihat wajah gavriel.


"Hemm."


"Dan aku tidak ingin kakak mengetahui ini dari orang lain.Aku tidak suka itu."ucap bella menjelaskannya.


Seketika gavriel terkejut karena kata kata bella sama seperti yang dikatakan claudia dulu.Saat mereka berpacaran,itu mengingatkannya kejadian mereka dulu.


"Gavriel....kali ini petir tidak salah,panggilannya saat ini,sangat tepat..."ucap charlo membela petir.


"Iya,dia gadis panggilan yang tepat."ucap parmel menyambung sambil tertawa.


Merekapun tertawa lalu meminta maaf."Maafkan aku."ucap parmel.


"Aku ingin sekali bertemu dengan keluarga mu secepatnya.Kalau besok kau bisa mengabariku aku,aku pasti akan datang."jawab gavriel tersenyum.


"Kebetulan banget kakak saya juga baru pulang ke kota ini.Terima kasih banyak kak."ucap bella tersenyum lega.


"Sama sama."


Keesokan harinya dimana gavriel yang sudah sampai dikediaman rumah keluarga bella yang sebenarnya.Didalam gavriel menunggu keluarga bella.


"Tuan...nona akan turun 2 menit lagi,tuan ini minum teh atau yang lain?."tanya pembantu dirumah itu sambil membawa secangkir teh.


"Tidak,ini saja...terima kasih."jawab gavriel mengambil teh dari tangan bibi tersebut.


"Baiklah."


"Terima kasih."