
Ini semua salahmu,karena kau,aku jadi dihukum oleh kakakku.Kau tidak tau seperti apa kakak ku itu."ujar petir menatapnya.
"Memangnya seperti apa kakak mu itu,sehingga memberi mu hukuman seperti itu?."tanya bella.
"Kau tau,karena aku terlambat,kakak ku menamparku 10 kali didepan banyak orang,kau tau itu."berbohong.
Kaget."Oh,sunggu memalukan.Kenapa kau tidak menghentikannya."jawab bella kesal.
"Mana mungkin aku melakukannya,dia kan kakak ku.Rasanya masih sakit."memegang pipinya berakting.
"Tapi aku tidak melihat apa pun di wajahmu."ucap bella merasa curiga.
"Ini bukan jalanan, bagaimana kau bisa melihatnya.Pokoknua kakak ku melakukan itu semua."memasang wajah menyedihkan.
Petir tidak menyadari,bahwa dari tadi gavriel sudah berada disana dan menatapnya dari kejauhan sambil mendengar semua tipuannya,sebagai modus untuk mendekati wanita itu.
"Sakitnya itu disini,kau tau."meletakkan tangan bella di dadanya.
"Sejak kecil,aku ini suka belajar.Tapi kakak ku selalu saja menghabiskan uang pendidikan ku untuk berpacaran dengan wanita wanita di luar sana." ucap petir membohongi bella dengan tipuannya.
Gavriel terus memandangi mereka berdua,sambil merasa heran,padahal gavriel tak pernah melakukan semua yang dikatakan petir itu.Saat petir melihat ke kanan dia reflek melihat gavriel,gavriel yang menatapnya sambil mengangguk.
"A...apa..,harus apa, wanita ini selalu menghasutku."menghampiri gavriel dan mencoba menenangkannya.
"Petir!."ucap bella menghampiri mereka juga.
"Aku tidak ingin mendengar satu kata buruk pun tentang kakak ku,dia ini kan kakak ku."ujar petir menatap wajah gavriel.
"Ya,ya."jawab gavriel hanya mengiyakan saja padahal dia sudah tahu.
"Wanita ini tidak waras."ucap petir menunjuk ke arah bella.
"Apa!!!."bingung bela.
"Aku sama sekali tidak mengenalnya."menatap wajah bella dan memberi isyarat kalau mereka harus berpura pura.
"Oh,jadi ini kakak mu."ucap bella menghampiri tepat didepan gavriel.
"Kakak macam apa kau ini,menghabiskan uang sekolahnya dan kau menamparnya di di depan semua orang.Apa kau tidak tahu malu."ucap bella kesal padanya.
"Ya."jawab gavriel kembali mengiyakan saja.
"Kau tidak bisa memperlakukannya seperti ini."ke arah belakang petir.
"Petir,kau kemari,jangan takut,keluarkan semua kemarahan mu.Ayo..."mendorong petir kehadapan gavriel.
"Ayo,tidak papa."ujar bela memegang badannya dari belakang.
"Keluarkan."ucap gavriel menatapnya.
"Ayo petir,jadilah dirimu yang sebenarnya."ucap bella terus menyodoknya.
"Ayolah jadilah dirimu."ujar gavriel juga menyuruhnya.
Petir pun tidak mau melakukannya,karena dia tahu selepas ini dia akan di hukum lebih berat oleh gavriel.Gavriel pun mencubit perutnya.
"Katakan."ucap gavriel menyuruhnya.
"Sebenarnya dia ingin mengatakan bahwa hatinya tidak menyetujuinya."jawab gavriel sambil memberi bentuk hati dengan tangannya.
"Dia ingin kau pergi.Jika aku minta maaf padamu,dia tidak akan menyukainya dan dia adalah adik yang sangat ku sayang."ucap gavriel mengelus rambut petir.
"Tapi jangan khawatir,karena aku akan minta maaf padanya."memegang pipi petir rasanya ingin memukulnya.
Petir langsung meraih tangan gavriel dan langsung mencium tangan gavriel,karena dia tahu gavriel sedang kesal padanya.
"Baiklah."jawab bella.
"Terima kasih banyak."ujar gavriel.
"Tapi jangan takut ya,kalau ada masalah telfon aku saja,kau sudah menyimpan nomor ku kan, sudahkan."ujar bella menatap petir.
Kau sudah menyimpan nomornya kan?."tanya gavriel juga menatapnya.
Petir pun memberikan jempolnya, menandakan dia sudah menyimpan nomor tersebut.Bella pun pergi meninggalkan mereka berdua.
"Jangan khawatir,aku akan meminta maaf padanya."ucap gavriel melihat bella yang sudah pergi.
Setelah bella pergi,gavriel pun langsung menjetikkan dahi petir.Petir berlutut."Kak maaf,maaf."berpura pura menangis.
Gavriel memukuli punggung petir dan mendirikannya."Siapa dia,kau selalu saja mengarang cerita setiap menemui gadis.Ayo kita makan malam."ucap gavriel mengajaknya.
"Tidak kak."jawab petir langsung.
"Sebelum aku berhasil memperbaiki mobil ini,aku tidak akan makan apapun."ucap petir menatapnya.
"Jangan petir,jangan kau lakukan itu, bagaimana kau bisa tahan lapar sepanjang malam.Jangan membuat dirimu terluka."memegang pipi petir dan menatapnya.
Tiba tiba sahabat petir muncul yaitu jack,dia muncul dari belakang."Petir,ini burger daging pesanan mu.
"Ini burger mu?."tanya gavriel mengambil burger dari tangan jack.
"Iya kak,itu burger petir,dia memesannya tadi karena dia lapar seharian di hukum."ucap jack menjelaskan.
"Ooo,ini burger mu ya,kau bilang kau tidak ingin makan.Kau tahu di dunia ini semua bisa di ubah jika kita mau,jadi aku ambil burger ini dan kau bilang kau tidak ingin makan kan,jadi jangan makan ya."ucap gavriel pergi sambil membawa burger tersebut.
Setelah gavriel pergi."Jack!!!, seharusnya kau tidak memberitahu kakak ku bahwa itu burger ku.Kan jadinya aku tidak makan kan,sudahlah."kembali menuju mobil yang mau di perbaikinya sambil membuka bajunya.
"Maafkan aku petir,namanya juga aku tidak tahu.Nih gantinya aku bawakan kopi,kau minumlah,lagian kita akan begadang hari ini."ujar jack memberikan kopi kepada petir.
"Terima kasih."ujar petir duduk dekat mobil dan meminum kopi tersebut.
"Aku keluar sebentar,karena aku masih ada urusan sebentar.Kalau ada apa apa hubungi aku."ucap jack meninggalkan petir di bengkel.
"Ya,ya pergilah,jangan mengkhawatirkan ku,aku bisa mengurus diriku sendiri."jawab petir duduk di depan jok mobil dan langsung melemparkan cangkir yang sudah dia minum.Tiba tiba dia merasa sangat mengantuk dan matanya sudah tidak tahan lagi.
"Huamm....,ngantuknya,apa aku tidur sebentar saja ya,iya deh.Ngantuk banget nih,hari ini aku sudah berjumpa dengan bella yang cantik nan rupawan itu.Sepertinya namanya tidak asing,namanya seperti nama sahabat kecil ku,bella.Nama yang sama."ucap batin petir memikirkannya.
"Besok aku akan menemuinya untuk bertanya soal itu.Sekarang aku tidur sebentar deh,ngantuk banget."petir pun menutup matanya untuk tidur sebentar.
Pagi pun tiba.Ternyata petir juga masih tertidur,gavriel pun datang untuk mengecek keadaan petir di bengkel.Setelah sampai bengkel,dia pun melihat petir yang masih tertidur nyenyak dan kemarin malam dia tidak memperbaiki mobil tersebut dan malah tidur panjang.Gavriel pun mengambil seember air untuk di siram ke arah petir.Dia pun menyiramkan air tersebut ke arah petir,petir pun bangun dalam keadaan terkejut.