Two Mobsters Fall In Love

Two Mobsters Fall In Love
episode 26: Mengetahui Rahasia



"Dan kau masih tidak percaya padaku. Kalau begitu, ambil ini dan akhiri ini sekarang juga." Ucap Gavriel mengeluarkan pistol dan memberikan Claudia untuk menembakkan pistol tersebut kepadanya.


"Habisi aku Claudia." Ucap tegas Gavriel dan Claudia hanya terdiam dan tidak tega melihat nya.


"Aku tidak akan selamat hari ini Claudia. Habisi aku sekarang Claudia. Ayo lakukan." Ucap Gavriel menahan air matanya.


Claudia pun menurunkan pistolnya dan tak mengatakan apapun dan langsung menatap mata Gavriel. Otomatis mereka saling bertatapan. Setelah Gavriel menatapnya, Gavriel langsung pergi meninggalkan nya dan Claudia hanya bisa memandangi nya dari kejauhan.


Setelah lumayan jauh, Gavriel menoleh ke belakang dan ternyata masih ada Claudia yang memandangi nya. Seketika itu juga Gavriel langsung membalikkan kepalanya dan kembali berjalan menuju mobilnya.


Hari hari pun berlalu dimana Petir galau dan disisi lain juga, Bella ikut galau karena memikirkan Petir, sedangkan Petir galau karena memikirkan Bella.


Saat tiba dimana anak buah ayah claudia datang ke restoran pada malam hari. Dan sontak Claudia terkejut dan langsung menghampiri di luar.


"Tuan Rayno yang sudah mengkhianati mereka. Yang Gavriel katakan itu adalah benar." Ucap anak buah almarhum Rayno menjelaskan dengan jujur setelah lama menyembunyikan nya.


"Kenapa kau tidak mengatakan ini dari awal?." Tanya kecewa Claudia.


"Aku tidak bisa melawan perintah tuan Rayno dan aku tidak ingin putri nya mengetahui ini. Apa yang sudah di lakukan ayahnya." Jawab anak buahnya.


Dan seketika itu juga Claudia begitu terkejut dan sangat merasa bersalah atas Kesalahan yang sudah dia perbuat kepada Gavriel hanya karena kesalah pahaman.


"Kau tidak tahu apa yang sudah kau lakukan. Kau tidak tahu apa akibat nya." Ucap Claudia mata berkaca kaca.


Keesokan siangnya. Claudia datang ke kediaman Gavriel bersama Bella. Dan saat pintu di buka, betapa terkejutnya Gavriel karena melihat sosok Claudia dan adiknya datang ke kediaman nya.


Dan di dalam ada Petir yang baru keluar dari kamarnya dan Claudia tidak mengatakan apapun kepada Gavriel dan langsung masuk untuk menghampiri Petir.


"Kau sangat menyayangi kakak mu?." Tanya Claudia menatap nya.


"Iya." Jawab Petir terlebih dahulu menatap wajah Gavriel dan Gavriel tersenyum tipis karena senang dengan jawaban dari adiknya.


"Dan juga Bella kan?." Tanya lagi Claudia.


Petir mengangguk. "Hem."


"Kalau begitu, nikahi dia dan tinggal disini, dengan kakak mu." Jawabnya lalu berbalik badan dan menatap Gavriel.


"Apa, maksud kakak, aku tidak akan mati sebagai seorang bujangan. Aku akan menikah dan bulan madu." Tanya bahagia Petir.


"Petir." Kesal Bella karena Petir sudah berpikiran hingga kesana.


"Hem, maksud ku kakak ingin teh. Kakak harus minum teh, atau sekalian sarapan siang nya. Bella ayo kita buatkan tehnya di dapur. Ayo, ayo." Ucap Petir dan Bella modus untuk mendekatkan Gavriel dan Claudia.


Bella pun menghampiri Petir. "Kakak jangan diam saja, kak claudia kan baru pertama kali datang ke rumah kita. Tunjukkan bengkel kita, rumah kita, sofa kita. Ayo kak, ayolah." Ucap petir lalu pergi ke dapur bersama Bella dan meninggalkan mereka berdua.


Saat Bella dan Petir pergi di dapur. Di ruang tamu hanya ada Gavriel dan Claudia yang saling diam. Claudia yang membelakangi nya langsung membalikkan badannya dan mereka saling bertatapan dan Claudia menghampirinya.


"Ehm, rumah yang bagus." Ucap Claudia memulai topik.


"Em,terima kasih." Jawab Gavriel sambil meletakkan tangan nya di kantung celana nya.


"Hem." Ucap Gavriel mengkode Claudia untuk berjalan keluar teras rumah nya dan merekapun keluar ke teras rumah.


"Itu bengkel kami. Kami memodifikasi mobil, desain, pola dan semuanya. Kami yang melakukan semuanya." Ucap Gavriel menunjukkan bengkel nya.


"Kau memang selalu suka mobil." Jawab Claudia dan itu membuat Gavriel menatapnya dan Claudia tidak berani dan memalingkan wajahnya.


Merekapun berjalan jalan di sekitaran rumah. "Itu Parmel dan Charlo, ingat. Mereka punya cafe sekarang." Ucap Gavriel menunjuk mereka berdua dan otomatis Parmel dan Charlo melambaikan tangannya dan Claudia ikut melambaikan tangan nya.


"Mereka masih sama seperti dulu. Masih memiliki bakat." Jawab Claudia tersenyum dan Gavriel ikut tersenyum dengan jawaban Claudia.


"Lesmana mengatakan yang sebenarnya kepadaku." Ucap claudia kepadanya dan itu membuat gavriel menatapnya juga.


"Itu memang benar." Gavriel menunjukkan bengkel nya kepada Claudia dan mereka menghampiri bengkel tersebut.


"Kau tidak berubah ya." Ucap Claudia.


"Ya hanya ada sedikit janggut disini dan kau tidak berubah." Jawab Gavriel sambil memegang janggut nya.


"Mungkin berat badan ku yang bertambah sedikit." Jawab Claudia.


"Ya sedikit. Hem, bukan itu maksud ku kau masih saja cantik seperti dulu. Masih sangat cantik." Ucap Gavriel sambil tersenyum.


"Sungguh. "Hahahaha." Merekapun tertawa bersama.


"Sudah 10 tahun Gavriel."


"Em,10 tahun, 4 bulan dan 10 hari." Jawab Gavriel menatap nya dan seketika itu juga Claudia terdiam karena Gavriel tahu jelas tentang masa perpisahan mereka.


"Inilah bengkel kami yang kau lihat. Bagian teknik, otot dan semuanya ada di sini." Menjelaskan Gavriel.


Tiba tiba Claudia memegang pundaknya dari belakang dan sontak Gavriel berbalik badan dan menatap mata Claudia.


"Maafkan aku, maafkan aku Gavriel. Aku pikir yang aku lihat itu benar dan aku tidak memberikan kesempatan kepada mu untuk menjelaskan semuanya." Ucap claudia sangat menyesali kesalahannya.


"Aku mau menjelaskannya Claudia. Tapi saat itu kau sudah pergi, jadi aku datang kemari. Tapi kau tahu, mari kita lupakan semua itu sekarang. Kita tidak perlu mengingat kembali tentang masa lalu itu lagi." Jawab Gavriel menatapnya dengan tulus.


"Tapi semuanya salah ku."


"Ssstttt." Ucap Gavriel menyuruhnya diam dan tidak untuk menyalahkan dirinya.


"Ak, aku." Ini bukan salah mu atau salah ku. Situasi lah yang salah." Ucap Gavriel menggenggam tangan Claudia dan Claudia juga menggenggam tangan Gavriel.


"Claudia aku ingin."


"Gavriel sebenarnya aku."


Berkata bersamaan sambil mendekat dan saat mereka mau berciuman.Tiba tiba pak Oscar datang.


"Selamat pagi Gavriel. Pernikahan akan tiba, ayo ikuti aku sekarang." Ucap pak Oscar dan mereka langsung melepas genggaman mereka.


Menghampiri Gavriel. "Kita harus mempersiapkan pernikahan ini sebagus mungkin. Ayo cepat." Ucap pak Oscar sudah tidak sabar.


"Kemana?." Tanya Gavriel kepadanya.


"Ya untuk membuat daftar tamu. Kau tahu kalau aku yang membuatnya, hanya akan ada pencuri dan juga penjahat yang akan datang kesana. Mereka akan mencuri semua ma." Terhenti pak Oscar karena melihat ada seorang wanita yang tidak di kenalinya.


"Siapa dia, apa dia istrimu?." Tanya pak oscar kepada Gavriel.


"Oh bukan." Jawab Gavriel.


"Tidak tidak, kau kan belum menikah. Mungkin pacarmu?." Tanya kembali pak Oscar.


"Oh ya kau juga tidak mempunyai pacar kan. Setelah melihat pernikahan ini, apa kau ingin menjadi seorang pengantin." Tertawa pak Oscar.


"Mari kita langsung pergi." Tertawa Gavriel salting karena ucapan pak Oscar.


"Baiklah, omong omong kenalin nama saya tuan Oscar."


Dan pak Oscar duluan pergi sedangkan Gavriel di belakang nya dan menoleh kebelakang. Otomatis Gavriel dan Claudia saling bertatapan dan Claudia memberikan senyuman kepada Gavriel dan melambaikan tangannya.