Two Mobsters Fall In Love

Two Mobsters Fall In Love
episode 11



"Baiklah,baiklah,sejak tidak bertemu lagi,kau semakin pandai berbicara ya."ujar claudia mengejek gavriel.


"Bukankah kau yang mengajariku seperti ini,aku mempelajari ini saat kau mengkhianatiku,jadi aku belajar dari situ deh."jawab gavriel.


"Jangan membahas itu lagi,aku tidak mau mengingatnya lagi."ucap claudia ngambek.


"Aku tidak ingin kau seperti ini lagi dan jangan mengkhianatiku,mengerti."ujar claudia menatap gavriel.


Duduk."Jika aku melakukannya bagaimana,apa yang akan kau lakukan padaku?."tanya gavriel penasaran dengan jawaban claudia.


"Aku akan menembak mu."jawab claudia.


10 tahun pun berlalu,gavriel yang baru bangun tidur langsung menuju bengkelnya,dia mendirikan bengkel dirumah barunya bersama anak buahnya dan rekan rekannya.


Sesampai bengkel."Pagi gavriel,selamat pagi tuan gavriel."sapa anak buahnya dan pak max pengurus setia bengkel keluarganya.


"Pagi juga."jawab gavriel.


"Dimana Charlo dan Palmer pak max?."tanya gavriel.


"Terima kasih banyak pak max."langsung menuju taman menemui Charlo dan Palmer.


Sesampai taman pekarangan belakang rumahnya."Eh gavriel,kau baru bangun."tanya rekannya charlo.


Gavriel pun langsung duduk,saat baru duduk,kopi pesanan charlo dan palmer pun datang,setelah kopi datang pelayan pun pergi.


Charlo meminum kopinya,dia reflek melihat gavriel yang sedang melamun,charlo dan palmer saling bertatapan,karena mereka tau apa yang sedang gavriel pikirkan.


"Gavriel."panggil charlo.


"Hemm."jawab gavriel.


"Ada apa denganmu?."


"Tidak papa."jawab gavriel langsung meminum kopinya.


"Sudah 10 tahun sejak insiden itu gavriel."ucap charlo.


Saat charlo mau berkata,tiba tiba ada sekelompok orang yang berkelahi,merekapun langsung melihat kesana dan mendatanginya.


"Hei,hei, hentikan, hentikan,apa yang kalian lakukan."ucap gavriel mengehentikan mereka berkelahi.


"Kenapa kalian berantam disini."tanya gavriel serius.


Mendorong orang yang mereka hajar."gavriel,dia mencoba mencuri dompetku dan dia mau melarikan diri."jawab korban yang terkena jambret.


"Katakan,kenapa kau harus melakukan hal memalukan seperti ini?."tanya gavriel tegas.


"Bukan aku yang memilih untuk melakukan hal itu tuan gavriel, tapi ketidak berdayaan saya."jawab penduduk Inggris tersebut yang sudah mengenal lama gavriel,karena gavriel dikenal sebagai orang terkaya di Inggris karena harta ayahnya dan dia sangat dihargai oleh penduduk tersebut.


"Ketidak berdayaan apa sampai kau harus melakukan hal seperti itu."tanya tegas palmer.


Menghentikan palmer berkata."Biarkan dia berkata."ucap gavriel menghalangi.


"Biar aku akui,memang aku yang melakukannya,tapi aku melakukan ini semua bukan untukku,tapi demi adikku."jawab penduduk tersebut bernama baron sedang menjelaskan dengan detail.


"Demi adikmu."menatap wajah baron bingung.


"Ya,setelah orang tuaku meninggal,maka aku yang bertanggung jawab untuknya tuan gavriel,aku mengurusnya lewat hasil curian ku."jawab baron.


"Kenapa kau harus mencuri,kau kan bisa bekerja."ucap gavriel.


"Aku kan tidak pelajar,aku hanya pecundang yang tidak berguna,apa yang harus aku lakukan selain mencuri.Lihat saja tempat tinggal ku yang seadanya itu, ada bola lampu tapi tidak ada listriknya,lihatlah betapa miskinnya aku."jawab baron mata berkaca kaca.


"Sudahlah jangan merengek,charlo berikan dompetmu.Tenanglah."ucap gavriel meminta dompet dan menenangkan baron.


"Ini,ambillah uang ini,apa ini sudah cukup."memberikan uangnya kepada baron.


"Tid.... tidak usah tuan gavriel,saya sudah melakukan hal memalukan ini,kenapa anda masih mau membantu saya."merasa segan.


"Apa ini masih kurang."memberi lagi uangnya kepada baron.


"Kenapa anda masih mempercayai saya,padahal saya sudah mencuri."ujar baron.


"Eitssss,untuk adikmu kan,kalau tentang aduk,kita akan berfikir dengan hati bukan dengan akal."memegang kedua pundak baron.


Disisi lain diatas jurang di tepi laut,mereka sedang mencoba hasil mobil modifikasinya,yang tidak lain lagi ialah petir dan sahabat cowoknya,petir adik dari gavriel yang sudah tumbuh dewasa dan sudah berumur 24 tahun,dia mengelilingi patung tuhan mereka dan petir berdoa,setelah itu petir memberhentikan mobilnya.


"Shittt."bunyi mobilnya berhenti.


"Kau tenang saja,aku bekerja keras untuk memodifikasi mobil ini,tidak akan ada satupun goresan,kau nikmati saja perjalananmu."jawab petir langsung menggas mobilnya dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan tempat tersebut.


"woohhhh...pelan....pelannn....,"teriak Jack ketakutan.


Saat sedang melaju,tiba tiba ada seorang wanita dipinggir jalan sedang membutuhkan tumpangan.Petir sadar kalau ada seorang wanita yang sedang berdiri dipinggir jalan,dia reflek memelankan mobilnya,lalu gavriel mengeluarkan kepalanya ke luar jendela,untuk melihat dengan jelas wajah wanita tersebut.


Wanita itu pun juga melihat mobil petir,dia pun mendekati mobil petir sambil melambaikan tangannya,untuk meminta bantuan.


"Sepertinya dia membutuhkan tumpangan."ucap gavriel menunjuk wanita tersebut dari dalam mobil setelah melihat wanita itu tadi.


"Jangan memberi tumpangan pada gadis itu."ujar jack menghentikannya.


"Kenapa."tanya petir heran.


"Kau tahu apa kata kakak bukan."ujar jack tegas.


"Apaa...,",ucap tegas petir juga.


"Gadis adalah masalah."jawab jack.


"Ya tapikan dia sendirian,jadi tidak apa apa memberikannya tumpangan,itu adalah perbuatan baik."menunjuk wanita itu dari dalam mobil.


"Aku akan menelepon kakak."mengancam petir.


Menghentikan jack."Ehhh...jangan,jangan."ucap petir menghentikan jack.


"Jalan atau aku akan menghubungi kakak."mengancam kembali petir.


"Ya,aku akan jalan."menurut,karena takut Jack akan menghubungi gavriel.


Gavriel pun melewati wanita tersebut."Hah...gadis itu begitu cantik dan tinggi."ujar petir menghela nafasnya.


"Diam dan teruslah mengemudi."ucap Jack kesal.


"Dasar pengadu."ucap petir kesal.


"Apaaa....,"kesal.


Saat sudah menjauh dari gadis tersebut,tiba tiba petir menghentikan mobilnya digang sepi.


"Petir apa lagi."tanya kesal jack.


"Buang air kecil."jawab petir.


"Buang air kecil."heran jack.


"Ayo temani aku kalau kau mau."ucap petir memulai rencananya.


"Kita bukan pasangan dan aku tidak ingin kita buang air kecil."menolak.


"Setelah melihat dan mendengarkan ku,kau pasti akan buang air kecil,ayo."mengajak Jack dan dia keluar dari mobil.


Akhirnya Jack mau juga dan mengikuti petir buang air kecil,dia tidak tahu bahwa itu adalah rencana petir."Bagaimana."tanya petir.


"Belummm."jawab jack sambil menutup matanya untuk buang air kecil tapi belum keluar.


"Kalau sekarang bagaimana."tanya kembali.


"Huh...hiyah..hahahah,leganya."ujar jack bisa membuang air kecil,akhirnya setelah menunggu.


"Tapi aku tidak...,"ucap petir berhasil merencanakan rencananya.


"Petir....petirrr."panggil jack yang melihat petir meninggalkannya.


"Konsentrasi saja buang air kecilnya,nanti ada yang melihat."langsung masuk ke mobilnya.


"Petir....kau mau kemana."tanya jack sambil membuang air kecilnya karena belum siap.


Petir pun meninggalkannya."Petir...,tunggu petirr."teriak jack.


"Sampai jumpa."ucap petir melambaikan tangannya lalu meninggalkan jack sendirian.


Petir pun kembali ke tempat wanita tadi dengan keadaan mobil berjalan mundur,wanita itu menyadari kalau mobil tersebut sedang menuju ke arahnya.Dia bingung dan terus menatap mobil tersebut.


Mobil petir pun berhenti tepat di depan wanita tersebut,petir langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri wanita tersebut.


"Hai."sapa petir tersenyum.