
"Aku minta maaf,aku jadi tidak enak hati."ucap gavriel.
"Sangat,sangat keadilan yang luar biasa."jawab pak kim.
"Tidak,ini hanya kemurahan hati tuan.Aku hanya pemilik bengkel kecil ini dan pencinta mobil seperti mobil clasic indah mu ini,aku yakin ini sangat bagus seperti hati mu."ujar gavriel berkata manis.
"Tentu saja."jawab pak kim menatapnya.
"Itu pasti,karena ayahmu yang menghadiahkannya untukku."ucap gavriel menatapnya.
"Luar biasa.Apa kau bisa meramal mobil."ucap pak kim mengejeknya.
Tertawa."Hahahaha,bukan,aku hanya punya pengalaman."jawab gavriel tertawa tipis.
"Baiklah,tapi bagaimana kau tahu tentang ayahku.Luar biasa?."tanya pak kim.
"Bukan,bukan.Lihatlah tuan,lihat dirimu dengan topimu.Ayahmu pasti bangga denganmu."jawab gavriel memujinya.
"Ti....tidak..."
"Maksudnya tuan?."tanya gavriel berakting khawatir.
"Dia sudah tiada."jawab pak kim memasang wajah sedih.
"Aku minta maaf.Kau tidak papa."menuntun pak kim ke arah teras rumahnya.
"Ya...ya..aku...baik baik saja."jawab pak kim berakting mengeluarkan air mata dan mengusapnya.
"Hikss,apa aku bisa mengatakan sesuatu?."ujar pak kim.
"Ya tuan, katakan saja."jawab gavriel.
"Sebenarnya,akulah yang melenyapkan ayahku."ucap pak kim langsung menatap wajah gavriel.
"****".gavriel hanya terdiam.
"Dia bukan seorang guru,dia seorang bos seperti ku.Tapi saat aku mengambil alih usahanya,untuk meningkatkan penjualan dan aku mulai menjualnya.Ayahku bilang tidak,itu bertentangan dengan prinsip kita.Bertentangan dengan prinsip kita,bisnis kami tidak mempunyai prinsip,jadi aku melenyapkannya."ucap pak kim menatapnya.
Berbalik badan karena gavriel terdiam."Patrik,Joshua.Mulai sekarang mobilku akan di modifikasi disini.Mulai sekarang gavriel akan memodifikasi mobil mobil kim,bagus kan."bertanya kembali ke gavriel.
"Ya."jawab gavriel sambil menaikkan alisnya.
"Singkirkan senjata kalian,singkirkan senjata kalian!!!."ucap tegas pak kim kepada anak buahnya.
Anak buahnya pun menyembunyikan senjata nya."Egh...kau takut senjata?."tanya pak kim kepada gavriel.
"Ehm...semua orang takut senjata."jawab gavriel berpura pura lugu.
"Kau tak perlu takut lagi,aku disini untukmu dan mendengarkan masalahmu.Aku kim....hemm."ujar pak kim tegas.
Gavriel hanya terdiam dengan ucapan kim tersebut dan kim langsung pergi dari tempat itu.
"Jika dia gavriel,kita akan membunuhnya,ayoo."berbisik pak kim kepada anak buahnya langsung masuk ke dalam mobilnya.
Merekapun pergi meninggalkan kediaman gavriel, charlo dan parmel menghampiri gavriel sambil tertawa.
"Hahahaha,dia menondongkan senjata padamu dan bertanya,apa kau takut."ucap charlo tertawa karena pak kim bilang apa kau takut,padahal gavriel adalah seorang mafia.
Keesokan harinya,gavriel yang menyiram petir yang tertidur dengan seember air.Petir pun reflek terbangun.
Menatap lampu mobil yang ia perbaiki."Pencurian lagi kak?."tanya petir menatap gavriel.
"Ya...."jawab gavriel mengangguk.
"Lampu depan mobilnya juga hilang?."tanya petir lagi.
"Ya..."jawab gavriel.
"Aku ketiduran lagi?."
"Ya....kau sangat konsisten petir.Mobil ini harus dikirim sore ini,tapi kita tidak punya lampu depannya.Entah apa yang akan terjadi."jawab gavriel meletakkan ember ya di pegang ya.
Berdiri."Kakak jangan khawatir,ini adalah salahku,biar aku yang mengurusnya.Serahkan saja padaku."ucap petir.
Tiba tiba parmel muncul sambil memukuli orang yang tidak lain lagi ialah baron,parmel menuduh bahwa baron sedang mencuri karena membawa sekantong biru.
"Dia adalah pencurinya."ucap baron sambil memegangi baron.
"Lihat apa yang dia curi."menunjukkan kantong biru tersebut.
"Baron,kau mencuri?."tanya gavriel menatapnya.
"Tidakkk."jawab baron geleng geleng kepala.
"Lihat kue ini,ini yang mau ku katakan."ucap parmel menunjukkannya.
"Baron, kau mencuri kue sekarang?."tanya gavriel kembali.
Menghampiri gavriel."Tidak gavriel, ini hari ulang tahunku,aku membeli kue ini dari cafe.Lihatlah,ini kuintansi ya."jawab baron tegas memberikan kuintansi tersebut kepada charlo.
"Ouhhh...ma...maaf baron,maaf.Parmel,kenapa kau langsung menuduhnya."tanya gavriel menatap parmel.
"Baron,ada pencurian lagi di bengkel.Itu sebabnya parmel menjadi salah paham.Maaf ya."ucap gavriel meminta maaf kepada baron.
"Ohhh....ya,ya."jawab baron memaafkannya.
"Bagaimana kalau kita potong."ucap gavriel tersenyum karena mau makan kue ulang tahun.
"Siapa?."tanya bingung baron.
"Kue mu."jawab gavriel tersenyum.
Baron pun memberikan kuenya kepada gavriel untuk dipotong."Aku kira kenapa."ucap baron.
Gavriel pun mengambil kuenya dan membawanya ke ruangannya."Mari kita potong kuenya.
Merekapun pergi meninggalkan petir yang sedang melamun,saat baron mau menyusul,dia melihat petir yang sedang melamun.Dia pun menghampirinya.
"Hei,kenapa wajahmu murung?."tanya baron menatap wajah petir.
"Baron,aku harus mendapatkan lampu impor ini,tapi bagiamana caranya."jawab petir pasrah.
"Lampu depan impor?."
"Ya."jawab petir mengangguk.
"Jangan khawatir.Ada satu pria yang bisa membantu,tuan oscar."jawab baron mengangkat alisnya.
Merekapun pergi ke bengkel pak oscar dan sudah berada di dalam bengkelnya.
"Baron,aku rasa kau sangat beruntung sekarang."ucap pak oscar.
Baron tertawa."Hahahahah."
"Pencuri nomor satu ku,baru saja menelpon ku tadi, dia akan membawakan ku lampu impor yang kau mau."jawab pak oscar.
"Yeahhh."bahagia petir.
"Dia baru mencurinya kemarin malam."ucap pak oscar.
Seketika petir dan baron saling bertatapan,mereka punya firasat buruk tentang itu.
"Lihat ini,pengeras suara ini dan sistem musik ini,sudah terjual dan lihat ini adalah setir mobil bmw.Kau tahu,semua ini hasil curian nomor satu itu."ujar pak oscar sambil memegang setir tersebut.
"kapan pencuri itu,eh maksud ku kapan pencuri nomor satu itu datang."tanya petir mengambil setir tersebut.
"Dia akan datang 5 menit lagi."jawab pak oscar menatapnya.
"Aku yakin dia pasti dalam perjalanan menuju kesini."
"Ouhhh,yah.Kami akan menunggu diluar ya."ucap gavriel langsung meninggalkan pak oscar bersama baron.
"Itu adalah pencuri yang telah mencuri bengkel ku."ujar petir berbisik dengan baron.
"Ya...benar sekali."jawab baron.
"Aku akan mencabut bulu ketiak ya itu,jika aku berjumpa dengannya."kesal petir.
"Untuk apa kau mencabut bulu ketiak ya?."tanya baron.
"Agar dia tahu bagaimana menderitanya aku,selalu di marahin oleh kakakku."tambah kesal petir.
Saat mereka sedang berbincang bincang,pencuri nomor satu itu pun datang yang tidak lain lagi ialah jack,sahabat petir sendiri.Petir pun sadar,kalau pencuri nomor satu itu sudah datang.Dia pun reflek melihat.
Merekapun melihat bersama.Petir terkejut karena yang membawa lampu impor tersebut ialah sahabatnya sendiri.Merekapun bersembunyi dibalik ban besar dan terus menatap jack.
"Tuan oscar..."panggil jack sambil membawa lampu curiannya.
"Ya...,ohh ini dia pencuri nomor satu ku.Letakkan disini."jawab pak oscar.
"Kau memang kartu as ku yang terbaik.Ini 10 JT untukmu, habiskan semuanya untuk pacarmu di luar."ucap pak oscar memberikan uang tersebut kepada jack.
"Tapi katakan satu hal.Bagaimana kau bisa melakukan semua ini?."tanya pak oscar merangkul pundaknya.
"Katakan padaku apa rahasianya?."
"Kopi."jawab jack.
"Kopi?."
"Kopi."ucap petir dari kejauhan yang sudah keluar dari persembunyiannya.
"Tuan oscar,aku punya teman,dia sangat mempercayai ku.Aku memasukkan pil tidur kedalam kopinya dan dia jadi....
Tiba tiba petir berteriak."Jackk!!!!!."
Jack reflek melihat kesamping dan betapa terkejutnya dia,karena ada petir disitu.