Travelove

Travelove
Rencana Shela



"Lalu kira kira untuk apa kakak menikah dengan kak Anisa? Untuk harta? Tidak mungkinlah," ujar Bilqis menjawab pertanyaan dari Shela.


Shela cemberut ketika mendengar jawaban dari mulut Bilqis, sungguh dirinya menjadi kesal sendiri, Ahmed juga ikut duduk di samping Bilqis. Shela tahu bahwa mereka sengaja melakukannya, namun Shela tak ingin menyerah dan kalah di hadapan semuanya.


Shela diam diam melirik wajah Ahmed yang sibuk memainkan ujung rambut Bilqis. Shela tahu dia adalah mantan dari musuh bebuyutannya. Shela tersenyum bahagia, jika dia mampu berdamai dengan musuhnya maka mereka akan mampu memisahkan Bilqis dan Ahmed, sakit hatinya terhadap Bilqis akan berbalas. Setelah itu ia akan merebut kembali Atlas ke dalam sisinya.


Makanan mereka datang, seorang OB segera meletakkan makanan mereka di atas meja. Mereka segera menyantap makanan mereka. Shela yang kesal keluar dengan sejuta pemikiran dan rencana yang akan ia susun. Shela segera menghubungi musuh bebuyutannya.


Sementara di dalam ruangan tersebut kedua pasangan yang tengah menikmati makan siang kini telah selesai dengan pekerjaannya. Ahmed bersiap untuk pulang ke kantornya, kembali dari mengintili sang calon istri. Bilqis juga telah kembali keruangan nya.


"Sayang temani yuk ke kantor," rayu Ahmed meminta Bilqis untuk ikut ke kantornya.


"Kak banyak kerjaan Iqis," ujar Bilqis mencoba menolak permintaan Ahmed.


"Di kerjakan di sana aja ya, kan bisa online," ujar Ahmed bersikeras.


"Tapi kan kak, ga enak kalau aku ga di sini," Bilqis kembali mencoba menolak permintaan Ahmed.


"Ih kamu ini, sini aku aja yang minta izin sama cakar," ujar Ahmed segera mengambil gagang telfon demi menghubungi seseorang.


"Cakar siapa kak?" Bilqis bingung sendiri siapa yang di maksud oleh calon suami.


"Calon kakak ipar sayang Iqis," ujar Ahmed memencet nomor Atlas. "Lagian Cakar mah enak, di sini sama ayang beb, bisa di ingatin kapan makan, kapan bobok, kapan istirahat. Lah aku udah dari saban hari nunggu orangnya, eh malah kabur ke luar negri, mana aku di serobot lagi," gumam Ahmed membuat Bilqis tersenyum tidak enak.


"Halo," sambungan telfon tersambung.


"Kak bisa tidak kami keluar, nanti Iqis kerjakan deh tugas kantornya di tempat Ahmed, kami harus ke butik, sama ke tempat cetak undangan," ujar Ahmed membuat Bilqis terkejut.


"Memang sudah di tentukan?"


"Besok di lamar lagi kak, sampai tiga hari tu pacar Tate ga aktif, eh siluman, maksudnya siuman Iqis langsung ke kua," jawab Ahmed yang semakin membuat Bilqis terkejut.


"Eh mana bisa gitu, siapa saksi siapa wali?"


Belum sempat Atlas di ujung sana protes namun Ahmed telah mematikan sambungan telfonnya, dan segera membawa beberapa barang Bilqis dan menyeret calon istrinya keluar dari tempat tersebut.


"Kak..."


"Apa sayang minta di cium?" Ahmed menoleh dengan santai ke arah Bilqis.


"Apa sih kak..." Bilqis menoleh dengan wajah yang memerah karena malu.


"Diam kalah begitu," ujar Ahmed dengan santai.


Akhirnya dengan segala kekuatan ancaman dari Ahmed yang sebenarnya juga di inginkan Bilqis. Bilqis akhirnya diam dan tak membalas kata kata dari Ahmed.


....


Sementara di tempat lain Shela sibuk menelepon musuh bebuyutannya, mantan Ahmed Santi. Shela akan menyusun semua rencananya, dan rela bekerja sama demi merebut kekasih hatinya.


"Aku akan mendapatkan Atlas, dan untuk Bilqis yang menyebalkan, aku akan membuat dirimu lebih sakit dari yang aku rasakan."


.


.


.


.


.


Yuhu teman teman semua baru saja othor comeback dengan Hiatus tiba tiba othor akrena ada beberapa hal, dan othor juga selama ini mikir mau lanjut atau engga, soalnya jujur di sini othornya tidak mendapat kesejahteraan oleh apk. Jadi mohon maklumnya, karena othor juga butuh makan, demi menjutkan kehidupan.