
Wira keluar dengan membawa beberapa baju ganti untuk Tate, Tate belum ingin keluar dari rumah sakit. Selain tempat teraman Tate juga tak ingin meninggalkan Dini, Tate masih merasa bersalah dan tak ingin saat Dini bangun, wanita itu merasa sendirian. Seluruh keluarga Tate pun tak mempermasalahkan hal tersebut.
Beberapa wartawan mulai mengerubungi Wira, bertanya tentang kasus yang mengenai dua sekaligus selebgram. Pihak dari Herman selaku ayah dari korban sekaligus suami dan ayah dari tersangka.
Jelas Herman lebih berpihak kepada istrinya, pasalanya jika mereka terbukti bersalah, maka dirinya juga akan terseret kasus tersebut.
Netizen terbelah menjadi beberapa kubu, ada yang membela pihak keluarga
"Permisi, bagaimana keadaan dari Dina?"
"Pasien saat ini masih belum sadarkan diri, upaya dari pihak dokter sudah maksimal, tolong do'akan ya," ujar Wira.
"Lalu bagaimana perkembangan kasus ini?"
"Kasus ini sudah berada di jalur hukum, dan kuasa hukum kami telah mempersiapkan bukti bukti yang kuat, bahkan hasil visum dari korban," jelas Wira.
"Lalu bagaimana menurut anda tanggapan dari pak Herman?"
"Ah yang mana itu?"
"Yang mengatakan bahwa ini hanyalah permasalahan rumah tangga, dan keluarga kalian berlebihan dalam menanggapi hal tersebut, dan terlalu ikut campur?"
"Saya ingin bertanya kembali apakah bunuh diri itu termasuk permasalahan yang di anggap berlebihan? Apakah meloncat dari lantai dua itu berlebihan? Atau menjadikan anak sebagai sapi perah, atau menjodohkan anak dengan seorang laki laki yang telah beristri demi membayar hutang juga hal yang berlebihan jika di tanggapi? Luka di tubuh pasien sangat banyak, bahkan setelah di visum memiliki banyak luka, satu tulang rusuknya ada yang patah, diagnosa dari pihak terkait itu merupakan akibat dari pukulan keras benda tumpul," jelas Wira membuat semua orang mengangguk. "Lalu apakah menyajikan anak sebagai pekerja se*s karena menolak di jodohkan dengan suami orang itu tidak berlebih? Bahkan anak itu saat ini masih belum sadarkan diri semenjak pertama kali di bawa ke rumah sakit. Jika kami tidak ada lalu bagaimana nasib Dini sekarang? Apakah ada yang bisa menjamin keselamatannya?"
Penjelasan dari Wira membuat semua wartawan mengangguk, sungguh mereka juga tak tega mendengar bagaimana kerasnya keluarga Dini kepada gadis tersebut.
"Bisa kami lihat kondisi terkininya?"
"Kondisi Dini saat ini semakin membaik meski belum sadar, sementara fotonya, kami memutuskan untuk tidak mengedarkan fotonya dikarenakan saat ini kondisi pasien bukan untuk konsumsi publik," jelas Wira.
"Lalu bagaimana kedepannya hubungan Tate dan Dini?"
"Hubungan mereka saya harapkan akan semakin lebih dekat, setelah kejadian ini saya harapkan mereka menjadi lebih dewasa, dan terbuka satu sama lain," ujar Wira bingung menjelaskan kedekatan antara Tate dan Dini.
"Lalu apakah semua keluarga setuju dengan hubungan Tate dan Dini?"
"Jika mereka tidak setuju untuk apa mereka membatalkan liburan mereka? Selain itu mereka juga setiap hari berkunjung di sini, dan membiarkan Tate menjaga Dini, serta membantu Dini terbebas dari keluarganya?"
"Jadi mereka telah di restui ya?"
"Urusan restui itu bukan kepada saya harusnya bertanya, namun jika jodoh tak akan ke mana."
"Lalu bagaiman hubungan Ahmed dan Bilqis?"
"Ah mereka mungkin akan melakukan pernikahan setelah Dini sadar, sebenarnya mereka kemarin hampir menikah, namun karena ada masalah maka pernikahan mereka di undur."
"Iya, pernikahan tersebut hanya di hadiri beberapa keluarga besar saja, dan mereka memutuskan menikah karena mereka sudah sama sama dewasa dan takut melakukan hal yang tidak tidak atau di larang agama."
"Apakah saat ini istri Atlas telah mengandung?"
"Tentu saja belum, bahkan mereka baru kenal, namun merasa cocok jadi mereka memutuskan untuk menikah, dan menjalin pacaran halal kata mereka," jelas Wira. "Baiklah saya rasa cukup, saya harus ke kamar pasien dulu, pasalnya saat ini Tate tampaknya belum makan, sampai jumpa."
Semua wartawan cukup puas dengan jawaban Wira, mereka segera membagi kedalam beberapa tim, satu untuk menunggui rumah sakit, satu lagi untuk ke rumah keluarga Lyansi, yang lain ke rumah lapas dan ke rumah tempat tinggal keluarga Dini.
Beberapa wartawan berhasil menemui keluarga Dini dari pihak ibu. Mereka juga terkejut mengenai berita yang beredar, mereka juga mengatakan bahwa Dini sedikit tertutup meski terkesan cerita, namun mereka benar benar tak menyangka jika gadis ceria tersebut menyimpan luka sedalam itu. Bahkan jika hingga adanya visum itu menandakan bahwa kasusnya cukup berat. Karena itu mereka datang jauh jauh dari Sulawesi untuk menemui Dini.
"Saya benar benar tak tahu, Dini setiap kali saya telfon selalu menampakkan wajah cerianya, sungguh saya syok mendengarkannya. Karena dari itu saya dan yang lain sengaja datang ke sini," ujar pengacara yang mewakili mereka untuk berbicara, sungguh keluarga mereka tak ingin angkat bicara sembarangan pasal Dini.
Mereka segera masuk ke dalam kamar rawat inap Dini yang terpantau sangat luas. Pasalnya Tate menyiapkan kamar VIP untuk dini. Melihat kondisi Dini membuat istri dari paman Dini menangis. Ia tak menyangka keponakannya akan semenderita itu.
"Seandainya ki' tau kalau begini, ku jemput mi Dini dulu. Tak ku biarkan dengan bapaknya," ujar bibi Dini yang bernama Seba.
"Sudah lah mak, sudah lalu itu," ujar basok paman Dini.
"Tapi begini mi caranya mereka memperlakukan anak ku," ujar Seba semakin masuk ke dalam pelukannya.
"Silahkan duduk Bu," ujar Tate sopan, dari logatnya ia tahu kedua orang tersebut berasal dari Sulawesi. Sungguh Tate tak menyangka jika mereka akan terbang jauh jauh ke Jakarta hanya untuk bertemu dengan keponakannya, yang bahkan ayahnya saja tega melakukan hal tersebut.
"Engkau calon suaminya anak ku? Terimakasih banyak mi, seandainya tidak ada idi' entah bagaimana keadaan anak ku," ujar Seba memandang haru ke arah Tate.
Tate hanya tersenyum mengangguk kan kepalanya. Keluarga Dini merestui mereka, tentu saja siapa yang tidak merestui mereka setelah penyelamatan heroik yang Tate lakukan untuk dini. Sungguh satu jagat raya pun merestui dan mendoakan mereka.
Tak lama seorang laki laki datang, laki laki itu cukup memiliki kemiripan dengan dini. Laki laki itu memakai stelan jas yang bisa Tate pastikan cukup mahal. Laki laki itu tampak sangat khawatir, tanpa permisi melangkah ke arah Dini.
"Indo', ambo' bagaimana bisa seperti ini?" Semua terdiam melihat laki laki itu menutup matanya menundukkan kepalanya di banker Dini. Benar tate memang tak terlalu mengerti keluarga tersebut, dirinya harus mengenal dini lebih dalam lagi. "Bagaimana puang tega melakukan hal itu kepada Dini? Apa karena wanita ular itu? Teganya mereka membuat andri' ku begini?"
......................
*Idi' : kau (dalam bahasa lembut)
*Indo' : ibu
*Ambo' : ayah
*Puang : om/bibi
*Andri' : adik