
Bunyi ponsel mengejutkan Bilqis dari tidurnya, Bilqis segera membuka matanya dengan perlahan. "Sayang matikan ponselnya, ini masih pagi," ujar laki laki yang tengah memeluk Bilqis.
"Hm... hp nya mana?" Bilqis mencoba mencari ponselnya. Ahmed segera meraih ponsel Bilqis dan menyerahkannya.
Flashback.
Bilqis baru saja selesai melakukan ritual spa di kamar mandi, ia segera mengantar petugas tersebut untuk segera keluar dari ruangannya. Setelah itu, Bilqis segera bergegas mandi dan melakukan ritual skincare nya di dalam kamar mandi. Setelah itu ia segera membersihkan dirinya.
Bilqis menahan dirinya sedikit lama, melihat tampilan bawah air, ia seperti merasa seorang Dewi Fortuna, ataupun putri duyung yang tengah duduk di singgasananya, dan di jaga oleh para makhluk laut yang terus bergerak di sekitarnya.
"Ah leganya habis spa, mandi terus rebahan, tinggal manggil pelayanan untuk makan malam," ujar Bilqis baru keluar dari kamar mandi. Bilqis segera mendudukkan dirinya di samping tempat tidur, tanpaknya gadis itu tak menyadarinya kehadiran sesosok makhluk kaset mata, yang tengah tersenyum ke arahnya.
"Lega ya? Iya sih lega banget," Ahmed bersuara membuat Bilqis berjingkrak terkejut dari tempat tidur.
"Kak kamu ngapain?" Bilqis seolah tidak percaya melihat Ahmed di tempat tidurnya. Pasalnya semalam Ahmed hanya mengetahui dia berada di negara ini, namun Bilqis yakin bahwa dirinya tidak menyebutkan lokasi apalagi di kamar mana dirinya.
"Nyusul pengantin wanita yang kabur dari pernikahan," ujar Ahmed segera memeluk Bilqis dari belakang.
"Kak ngapain sih? Lepas ga?" Bilqis kesal sendiri dengan kelakuan Ahmed. "Lagian aku ga kabur dari pernikahan ya, aku ngebatalin paham?"
"Sama saja sayang, tapi ga apa apa lah, kan sudah ketemu lagi," ujar Ahmed semakin mengeratkan pelukannya, karena Bilqis mencoba untuk kabur dari pelukannya.
"Apa sih kak, aku ga salah ya. Itu semua karena kakak," ujar Bilqis memberontak dari pelukan hangat Ahmed.
"Iya iya aku yang salah, kamu ga pernah salah kok. Kamu itu adalah orang yang paling benar menurut aku," gombal Ahmed membuat Bilqis berdecik kesal.
"Basi gombalan kakak," ujar Bilqis mendelik ke arah Ahmed.
"Iya deh, cuman kamu yang mantap," ujar Ahmad mengecup bahu Bilqis. "Bentar lagi makanan kita datang, kita makan ya."
Tepat setelah Ahmed mengatakannya terdengar bunyi bel membuat mereka segera beranjak menuju ruang makan, dan mulai menyantap makanan bersama. Setelah itu Bilqis segera menuju kamarnya, dan bersiap siap hendak tidur. Namun Ahmed mengikutinya dari arah belakang.
"Kakak ngapain sih?" Bilqis mengerutkan keningnya melihat Ahmed mengikutinya.
"Mau tidur lah Iqis," jawab Ahmed santai, seolah mengatakan sesuatu hal yang normal.
"Terus? kakak tidur di atas lah," ujar Bilqis mendelik kesal.
"Belum bisa Iqis, soalnya kakak kan belum sah sama kamu," ujar Ahmed tersenyum menggoda ke arah Bilqis.
"Ih kak, bukan itu maksudnya," Bilqis geram sendiri melihat Ahmed.
"Emang maksud Iqis yang gimana?" Ahmed berpura pura tak mengerti pemikiran Bilqis.
"Nah itu, itu ya," gadis itu bingung sendiri dengan cara menjelaskannya.
"Itu apa sih Qis? Yang jelas dong," ujar Ahmed terus menggoda Bilqis.
"Tau ah, suka suka kakak, asal jangan tidur di sini," ujar Bilqis kesal segera menarik selimut dan memunggungi Ahmed.
Ahmed hanya tersenyum segera ke kamar mandi, hendak membersihkan dirinya. "Ck, pantas saja betah, orang begini kamar mandinya, kalau si oyen ketemu si utih di sini seru kali ya, buat debai di bawah laut. Ehm... jadi anaknya baby donlamir alias adon dalam air," Ahmed terus bergumam membayangkan sinoyen bermain lompat tali bersama si utih.
Setelah sekian lama di kamar mandi, akhirnya Ahmed telah selesai dengan acara mandinya, dan masuk kembali ke kamar Bilqis, tampak wanita itu telah terlelap, kemudian Ahmed menaikkan diri di samping Bilqis. Ahmed. segera memeluk Bilqis dari arah belakang. "Calon binik siapa nih? Gemesin banget."
Ahmed segera memberikan ponsel ke pada calon istrinya. Kemudian kembali memeluk Bilqis. "Hm... kak minggir ah."
"Halo," Bilqis segera mengangkat telfonnya dan membalas panggilan yang di ujung sana.
"Halo Iqis, Iqis masih ada di Dubai?" terdengar suara Juwita di ujung sana.
"Iya mi kenapa?" Bilqis mengerutkan keningnya kembali berusaha melepaskan pelukan Ahmed di pinggangnya.
^^^Wih pantas mama sama papa hobby banger kelonan, rupanya se enak ini to. On The way lah balik dari sini, langsung seret ke KUA. Ahmed.^^^
"Kak lepasin ini ada mami," bisik Bilqis mencoba terus melepaskan diri dari Ahmed. Namun bukannya melepaskan, Ahmed justru menelusup kan kepalanya ke perut Bilqis bahkan menggigit pelan perut Bilqis.
"Aaaa..." Bilqis berlonjak terkejut membuat Ahmed terkikik di balik saja.
"Kenapa sayang? kamu tidak apa apa kan?" Juwita terkejut mendengar teriakan Bilqis.
"Ga papa ma, kaget lagi di dekat jendela tiba tiba ikan paus muncul," ujar Bilqis asal. Sontak membuat Ahmed semakin terkekeh. "Ada apa ma, pagi pagi?"
"Ini kakak kamu si Atlas mau nikah, dia sedang di pulangkan ke Jakarta sekarang, dan sebentar lagi akad," ujar Juwita membuat Bilqis dan Ahmed terkejut secara serentak.
"Apaa?" Bilqis tanpa sengaja memukul lengan Ahmed. "Kok bisa? Sama siapa mi?"
"Sama sekertaris nya, kena sidak tadi pagi, mereka rupanya satu ruangan, ruangan untuk sekertaris nya kosong," ujar Juwita membuat Bilqis terkejut bukan main.
^^^Tu kan aku yang siap siap eh mereka yang malah akad, kan ga adil jadinya. Ahmed.^^^
Laki laki itu terus saja mendesah kesal sembari mengangkat badannya dan memeluk Bilqis kembali dari arah belakang, Ahmed kemudian menyandarkan dirinya di pundak Bilqis, sembari cemberut.
^^^Pingin mau juga, masa mereka nikah aku engga. Ahmed.^^^
"Sayang mau nikah," bisik Ahmed di telinga Bilqis, sontak membuat gadis itu seketika meremang.
"Kak ini masih ada mami," bisik Bilqis takut maminya mengetahui jika di sampingnya ada Ahmed. "Jadi gi mana mi? Iqis balik atau gimana?"
"Kamu tunggu di sana saja, mereka langsung bulan madu aja di sana," ujar Juwita.
"Iya mi, Iqis tutup dulu, assalamualaikum," ujar Bilqis.
"Walaikum salam," jawab Juwita segera menutup telfonnya.
Ahmed yang kesal mendengar Atlas menikah terlebih dahulu, padahal dirinya yang melakukan persiapan. Bahkan kini akan melakukan bulan madu semakin gondok saja hatinya. Ahmed segera mengecup leher Bilqis agar gadis itu tahu rasa.
"Ah kak..." Bilqis terkejut bukan main.
"Hm..." Hanya itu jawaban dari Ahmed. Namun tangannya sudah menarik kerah leher Bilqis ke belakang dan menggigit pundak Bilqis dengan perasaan kesal.
"kakak apa apaan sih..." Bilqis sesungguhnya sangat gugup, namun berusaha tetap tenang di hadapan Ahmed. Ahmed kali ini tak menjawab apa apa namun segera membanting tubuh Bilqis ke atas tempat tidur, kemudian menindihnya tubuh Bilqis.
"Telfon mami sekarang, bilang aku mau nikahin kamu sekarang, kalau perlu kita suruh mereka nunggu, biar kita akadnya bersamaan," ujar Ahmed membuat Bilqis terkejut setengah mampus. "Nikahi aku sekarang."
Hai gengs berikan jempol kalian, komentar, dan jangan lupa ikuti Instagram kami