The Reborn Heavenly Swordmaster.

The Reborn Heavenly Swordmaster.
Perjalanan menuju kota Pelabuhan 「Bagian III.



Chapter 9:


「 Perjalanan menuju kota Pelabuhan. 」Part III.


Callian menghabiskan malamnya dengan melanjutkan membaca buku di dalam kereta kuda, bersama dengan Amy yang menemaninya, dia sama sekali tidak tertarik dengan keributan yang terjadi diluar.


Sambil menunggu para 'tikus' itu mulai bergerak, Callian dengan sengaja masih membiarkannya karena ingin tahu apa sebenarnya tujuan mereka.


"Tuan muda, apa anda ingin memakan buah?." Tanya Amy. Karena kebetulan ada sesuatu yang harus dia lakukan juga diluar.


"Tentu." Balas Callian.


"Kalau begitu Amy akan mengambilnya dulu." Setelah itu Amy langsung membuka pintu kereta kuda, dan berjalan keluar berniat menuju kebagian belakang kereta kuda, tempat menyimpan berbagai persediaan.


Namun, Amy yang bahkan belum sempat menutup kembali pintu dengan rapat, tiba-tiba dia saja terjatuh dan kehilangan kesadarannya. Callian melihat ada sebuah jarum yang tertusuk di punggung Amy.


Diluar sana, Antoni yang sangat lengah karena merasa sangat aman dengan keberadaan kesatria kerajaan, tidak bisa bereaksi ketika belasan orang tiba-tiba saja menyergap mereka dan melemparkan jarum beracun kerahnya.


Namun sebelum kesadarannya benar-benar menghilang, dia melihat Damian adalah dalang dari penyergapan ini, mereka sekarang sedang mengikat Merlin di sebuah pohon, karena hanya dia satu-satunya yang tidak kehilangan kesadarannya.


"Dia adalah Penyihir, serbuk awan tidak akan bekerja padanya. Ikat saja dia di pohon, lagipula para monster sangat menyukai para Penyihir. Kau uruslah yang disana." Kata Damian. Dia juga memerintahkan beberapa orang untuk mengurus orang-orang yang ada di dalam kereta kuda.


Ketika tiga orang berjalan ke arah kereta kuda, disana mereka melihat ada seorang anak kecil yang sedang mengangkat perempuan yang mengenakan pakaian maid masuk ke dalam kereta kuda.


"Walaupun racunnya tidak membahayakan nyawanya, dia tidak akan siuman dalam waktu dekat." Kata Callian setelah memeriksa keadaan Amy.


Ketika tiga orang tersebut hendak menangkap Callian, Callian bisa dengan mudahnya menghindari mereka bertiga karena memiliki tubuh yang kecil.


"Teknik Tangan pedang, Heavenly Slash!."


Tangan kanan Callian tiba-tiba saja diselimuti oleh Qi murni miliknya yang membentuk sebuah bilah pedang, dia langsung menebas ketiga orang tersebut dengan wajahnya yang berekpresi sangat dingin. Belum berakhir sampai situ, karena tebasanya yang terlalu dangkal, ada satu orang yang masih hidup dengan perutnya yang berlumuran dengan darahnya.


Callian langsung menginjak kepala orang tersebut dan hampir membuatnya terlihat seperti akan hancur. Walaupun sebenarnya jika dibiarkan pun, orang itu pasti akan kehilangan nyawanya setelah kehilangan semua darahnya.


Orang-orang yang melihat hal itu, yang salah satunya adalah Merlin. Sangat tidak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan, namun mereka langsung tersadarkan setelah anak kecil yang baru saja membunuh beberapa dari mereka berlari ke arah mereka dengan senyuman yang mengerikan.


Secara naluri mereka sadar, mereka harus bergerak dan membunuh anak tersebut jika mereka tidak ingin kehilangan nyawa mereka. Keributan yang terjadi itu, membuat Damian yang awalnya sudah pergi dari tempat tersebut bergegas kembali untuk melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Dan betapa terkejutnya dia, ketika melihat anak kecil yang selalu dia hiraukan dan tidak dia pedulikan sebagai ancaman, dengan tepat di depan matanya sedang menebas salah satu bawahannya. Damian melihat tidak ada satupun bawahannya yang masih hidup, mereka semua mati ditangan anak tersebut.


"Tubuh sialan ini benar-benar merepotkan." Kata Callian yang kesal, karena tubuhnya tidak bisa dia gerakan sesuai keinginannya. Akibatnya dia membutuhkan waktu beberapa menit hanya untuk membersihkan para tikus.


Melihat Damian yang kembali dan sedang tersentak dengan pemandangan yang dia lihat, membuat Callian sedikit merasa bersyukur karena dia tidak perlu mencari-carinya, karena dia sendiri datang dengan sendirinya. Sadar kalau tubuhnya sudah hampir mencapai batas, Callian berniat untuk tidak menahan diri lagi dan akan menyelesaikannya dengan cepat.


Terlebih dia tahu kalau Damian memiliki beberapa kemampuan walaupun itu tidak layak untuk disandingkan dengan dirinya. Namun yang jelas, Damian sedikit lebih kuat jika dibandingkan dengan Antoni yang merupakan petualang peringkat A.


Callian mengambil salah satu Pedang yang ada tergeletak di tanah. Dia juga langsung teringat dengan kata-kata Damian yang sempat menyinggung tentang Kesatria Pedang.


"Biar aku tunjukkan apa itu sebenarnya Kesatria pedang!." Kata Callian.


Dia langsung mengumpulkan Qi miliknya ke bilah pedang yang sedang dia genggam, hal itu membuat pedang yang digenggamnya langsung diselimuti oleh aura berwarna emas yang merupakan Qi murni miliknya.


Belum sempat berekreasi karena masih sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat, Callian langsung mengayunkan pedangnya yang memiliki tekanan yang sangat besar. Serangan itu membuat Damian langsung terbunuh tanpa ada yang tersisa dari dirinya, bahkan sehelai rambutnya pun tidak tersisa, keberadaannya benar-benar telah lenyap karena serangan penghancur tersebut.


Yang menjadi bukti kematiannya, hanyalah sebuah kawah bekas tebasan pedang yang berukuran sangat besar, di tanah tempat sebelumnya Damian berdiri.


Tentu saja setelah mengeluarkan kekuatan sebesar itu, tubuh Callian langsung ambruk sebagai dampak penggunaan kekuatan yang berlebihan. Seluruh tubuhnya benar-benar mati rasa karena rasa sakit yang dia rasakan, itu seperti semula tulang-tulang di tubuhnya telah hancur berkeping-keping.


Disaat Callian sudah kehilangan kesadarannya, beruntung Merlin bisa membebaskan dirinya dan langsung merawat Callian dengan seluruh obat-obatan yang dia bawa. Walaupun dia masih tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi disini, karena bagaimana mungkin ada seorang anak kecil yang memiliki kekuatan sebesar itu.


Ketika Merlin mencoba memeriksa keadaan Callian setelah dia memberikan sebuah potion. Betapa terkejutnya dia ketika mengetahui tidak ada satupun Circle yang terbentuk di dalam jantung Callian. Itu sangat bertentangan dengan kekuatan besar yang tadi dia keluarkan. Merlin sempat berpikir kalau Callian adalah Mage dengan delapan Circle atau lebih tinggi.


"Tubuhnya benar-benar hancur. Namun anehnya dia masih bisa bertahan. Terlebih dia benar-benar seorang monster dengan tingkat pemulihan seperti ini!." Ucap Merlin yang tidak henti-hentinya terkejut ketika memeriksa kondisi Callian.


"Siapa sebenarnya anak ini.."


Teringat ketika Anak kecil yang sedang dirawatnya ini bisa menjadi sangat kejam karena ada yang melukai perempuan Maid yang bersamanya, Merlin juga langsung mengecek kondisi Maid tersebut. Karena sepertinya Maid tersebut adalah orang yang berharga bagi anak kecil ini.


"Nyawanya tidak terancam, namun akan membutuhkan waktu untuk membuat penawaran racunnya." Kata Merlin.


Setelah memindahkan Callian kedalam kereta kuda, dan memasang barrier yang menyelimuti kereta kuda tersebut, agar Monster tidak ada yang mendekat. Merlin langsung pergi untuk mencari bahan-bahan yang bisa dia gunakan untuk membuat penawar racun.


Sampai pada akhirnya, tanpa sengaja dia menemukan sebuah rumah yang diluarnnya dipenuhi dengan senjata. Untuk berjaga-jaga, dia menggunakan sense miliknya untuk mengecek rumah tersebut. Dan bisa dipastikan kalau rumah tersebut adalah tempat persembunyian Damian dan rekan-rekannya.


Setelah mengeceknya dengan sense miliknya, Merlin hanya melihat ada beberapa orang yang terkurung didalam penjara bawah tanah rumah tersebut.