
Chapter 19:
「 Bernard Crelles 」
Setelah sedikit mengorbol santai dengan Bernard, yang merupakan pemimpin dari kelompok tentara bayaran Crelles. Karena hari sudah semakin larut, Callian langsung mengatakan keinginan dia yang sebenarnya.
"Aku akan keintinya saja sekarang, aku sekarang membutuhkan bantuan kelompok mu. Aku juga akan membayarnya dengan tinggi." Kata Callian.
"Yah aku memang menyukai anak sepertimu. Namun aku tidak akan semudah itu memberikan bantuan kepadamu. Namun aku akan memikirkannya kembali jika kau berhasil mengalahkanku!." Jawab Bernard. Perkataannya itu memang terdengar gila di sudut pandang orang lain, karena dia mengatakan hal seperti itu kepada anak yang masih berumur Sepuluh tahun.
Namun hanya mereka yang gila, yang tidak mengetahui kalau ada Monster yang bersemayam di dalam tubuh anak tersebut. Itulah yang dia pikirkan.
Callian hanya tersenyum senang ketika mendengar perkataan tersebut, namun dia sudah memutuskan untuk tidak bertarung. Bagaimanapun juga, sekarang dia sudah memiliki sebuah cara untuk menundukkan Bernard tanpa perlu bertarung setelah bertukar beberapa kata dengan dirinya.
"Apa kau ingin melihat puncak yang lebih tinggi. Jika kau ingin, aku akan membuatkan tangga agar kau bisa memanjat lebih tinggi!." Tawar Callian dengan tegas.
Sedari dulu, Callian memiliki caranya sendiri untuk menundukkan orang lain agar bisa tunduk dan patuh kepada dirinya. Yaitu dengan mewujudkan keinginan dan mimpi terdalam yang mereka inginkan dan dambakan.
Bernad Crelles, di dalam informasi tentang dirinya. Dia adalah seorang Pendekar Pedang Lima Star, dan bisa dikatakan masuk sebagai salah satu dari barisan orang-orang kuat yang ada di Annalise Kingdom. Sudah berpuluh-puluh tahun dia hanya dikenal sebagai seorang Pendekar Pedang Lima Star, orang-orang berpikir kalau itu memang sudah menjadi batasnya.
Dan memang begitulah kenyataannya, walaupun Bernard sudah melakukan berbagai macam cara untuk naik menjadi Pendekar Pedang Enam Star, sampai sekarang dia masih belum bisa untuk menghancurkan dinding penghalang tersebut.
Setelah mendengar perkataan Callian tersebut, Bernard hanya tersenyum menyeringai karena dia merasa tertarik dan menjadi bersemangat setelah mendengarnya keluar dari mulut seorang anak kecil.
"Kalau begitu tunjukanlah tangga tersebut!." Kata Bernard dengan nada bicara yang tinggi.
Callian langsung tersenyum mengejek untuk merespon perkataan tersebut, karena melihat ada seseorang yang bahkan belum tumbuh menjadi apapun telah berani bersikap angkuh di depannya.
"Aku akan akan memberikan mu tangganya, seberapa tinggi yang bisa kau panjat, itu tergantung pada kemampuan yang kau miliki!." Kata Callian sebelum dia mengambil posisi duduk bermeditasi di hadapan Bernard.
Ketika Callian hanya membukakan sedikit saja Lautan Qi miliknya, Qi miliknya itu langsung meluap-luap keluar seperti sebuah badai angin yang membawa tekanan yang begitu besar.
Bahkan orang-orang yang sedang tertidur, langsung terbangun karena tekanan yang diberikan memang sangat besar. Tidak ada yang berani mendekat ataupun masuk ke dalam tenda, setelah melihat ada sebuah pedang besar yang tertancap tepat di depan pintu masuk tenda.
"Haha!. Tidak habis pikir aku telah berani menantang monster seperti dia.." Kata Bernard dengan wajahnya yang tersenyum ngeri setelah melihat luapan energi yang sangat murni dan kuat meluap-luap keluar dari dalam tubuh anak yang baru saja dia tantang itu.
Dari awal Bernard sudah menduga kalau anak tersebut memang tidak normal. Cara dia menyusup layaknya seorang Asassins yang sudah sangat terlatih, bahkan dari cara dia bicara dan sikap miliknya, benar-benar tidak ada hal yang bisa disamakan dengan anak-anak seusianya.
Anak yang ada di depannya ini, benar-benar jauh dari kata normal. Rasa bingung yang awalnya dia rasakan, sekarang berubah menjadi ketertarikan. Bernard juga langsung mengambil posisi duduk bermeditasi, dengan metode miliknya sendiri, dia langsung menyerap Qi milik Callian sebanyak mungkin ke dalam Circle miliknya.
Setelah satu jam lebih waktu telah berlalu, Bernard merasa kalau dia sudah mencapai batasannya dalam menyerap energi Qi milik Callian. Jika di lanjutkan, dia berpikir tubuh dan jantungnya bisa saja akan meledak karena terlalu dipenuhi dengan kekuatan.
Energi Qi milik Callian itu, benar-benar langsung menyegarkan seluruh bagian tubuhnya, Bernard merasa seperti telah terlahir kembali. Dan ketika dia mengecek jantungnya, tanpa diduga-duga dia juga telah berhasil membentuk Circle ke enamnya, dia benar-benar telah melewati dinding yang selama ini tidak pernah bisa untuk dia lewati.
"Kau bahkan belum menyerap setengahnya dari energi milik ku. Apa hanya segini batas kemampuanmu?!." Kata Callian dengan raut wajah yang sangat mengejek dan nada bicara yang menunjukkan keangkuhan yang sangat besar.
Namun memang beginilah orang-orang kuat seharusnya bersikap. Mereka akan memandang rendah kepada orang yang jauh lebih lemah dari dirinya. Pikir Bernard.
Orang ini benar-benar sangat tidak bisa di tebak. Dia sepertinya memiliki masalah dengan otaknya!.
Karena bukannya merasa terhina ataupun tersinggung dengan perkataan Callian, Bernard malah terlihat senang dan tersenyum lebar dalam menanggapi perkataan Callian yang mengejek dirinya itu.
Orang yang seharusnya merasa terhina disini adalah Bernard. Namun entah kenapa ketika Bernard mengatakan hal itu kepada Callian, Callian lah yang merasa terhina disini. Perkataan Bernard itu seakan-akan memperlihatkan kalau Callian sedang mengemis bantuan kepada dirinya.
"Keluarga ku terlibat dalam masalah dengan keluarga lain, dan kemungkinan perang akan terjadi. Aku akan mempekerjakan kelompok tentara bayaran mu untuk maju berperang dengan keluargaku." Jelas Callian.
"Perang ya, jika bisa aku ingin tahu terlebih dahulu dari keluarga mana kau berasal dan keluarga mana yang akan kita lawan." Balas Bernard. Seketika dia juga langsung menebak-nebak, dan memiliki jawabannya sendiri.
Menurutnya Monster yang masih berwujudkan anak-anak ini, setidaknya berasal dan dibesarkan oleh Keluarga yang sangat berpengaruh, seperti anak dari keluarga Kerajaan, ataupun keluarga Kekaisaran. Karena itu walaupun tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya tersebut, dia pasti akan menerima tawaran tersebut.
Menurutnya tidak ada kerugian yang akan dia dapatkan ketika membantu keluarga istana kerajaan atau kekaisaran, yang ada hanyalah keuntungan yang sangat besar. Itu langsung di tunjukan ketika anak itu membantu dirinya untuk naik menjadi Pendekar Pedang Enam Star.
"Namaku Callian Axell, aku berasal dari keluarga Blacksmith Axell. Keluargaku ada kemungkinan akan berperang dengan keluarga bangsawan Count Purma karena permasalahan hak atas tambang." Balas Callian. Melihat raut wajah yang ditunjukkan oleh Bernard, dia tahu kalau itu bukanlah jawaban yang diinginkan oleh Bernard.
Namun memang begitulah faktanya. Setelah meyakinkan Bernard, mereka langsung kembali ke topik utama pembicaraan mereka.
"Tidak bisa dipercaya kalau Tuan muda ternyata berasal dari keluarga pedalaman. Kalau begitu kapan kita akan berangkat ke wilayah Axell?." Tanya Bernard.
Secara tiba-tiba, sikapnya itu berubah dengan sangat drastis membuat Callian sedikit merasa ngeri. Dia yang sedari awal selalu memperlihatkan keangkuhannya, sekarang malah terlihat layaknya seperti seorang penjilat.
"Apa-apaan dengan perubahan sikap mu ini?." Kata Callian sambil memasang wajah jijik.
"Bukannya sudah sewajarnya bersikap sopan kepada orang yang memperkerjakan kita." Balas Bernard.
"Baiklah terserah kau saja. Karena jalur darat tidak bisa digunakan, kita akan menggunakan jalur laut untuk menuju wilayah Axell. Seberapa lama persiapan yang kau butuhkan untuk mengangkut semua orang-orang mu?." Tanya Callian.
"Apa tuan muda sudah menyiapkan kapalnya?." Tanya Bernard.
Callian menganggukan kepalanya, karena dia memang sudah memiliki satu kapal sihir pemberian Marquis Astille, walaupun dia belum melihatnya sama sekali.
"Kami tidak membutuhkan kapal anda Tuan muda!. Masih belum banyak orang-orang yang mengetahui hal ini, beberapa waktu lalu kami telah menyelesaikan pembentukan armada laut kami sendiri!." Kata Bernard menegaskan, dengan sikap angkuhnya yang sepertinya telah kembali.
Bajingan ini ternyata telah menyembunyikannya. Jika aku tahu kau memiliki armada laut mu sendiri, aku tidak akan pernah memikirkan cara untuk membawa kalian ke wilayah Axell.
Callian yang terlihat langsung memasang raut wajah yang tersenyum kesal, membuat Bernard merasa senang, dia bahkan secara terang-terangan tersenyum senang karena telah berhasil membuat Callian menjadi kesal. Melihat sosok Callian, dia seperti melihat sosok seorang pemimpin yang selalu dia dambakan.
"Jika aku tidak berjanji kepada diriku sendiri untuk tidak bertarung malam ini, percaya atau tidak tempat ini akan langsung menjadi Medan perang!." Kata Callian.
"Dengan sangat tulus Pria tua ini meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuatnya." Balas Bernard yang mengatakan hal itu benar-benar dengan ketulusan.
Seketika sikap Bernard dan kepribadian dua wajah yang dimiliki olehnya, langsung mengingatkan Callian kepada salah satu pengikut setianya di kehidupan yang sebelumnya. Walaupun pengikut itu memang sangat setia kepada dirinya, namun dia kerap kali membuat Callian menjadi sangat emosi dan kesal.
"Terserahlah. Aku akan menunggumu di dermaga ibukota, jangan terlambat!." Kata Callian sebelum wujudnya menghilang seakan-akan telah di telan oleh kegelapan malam.
Bernard sangat kagum ketika melihat teknik bersembunyi yang digunakan oleh Callian. Padahal sebelumnya dia masih ada berada dihadapannya, namun sekarang dia telah menghilang seperti masuk ke dalam bayang-bayang kegelapan malam.
"Dengan teknik bersembunyi seperti itu, kau bisa menjadi pembunuh yang akan dijuluki sebagai malaikat maut!. Dasar Monster!." Kata Bernard sebelum dia membunyikan lonceng yang ada di tendanya.
Yang membuat semua orang yang sudah terbangun, dan sedang menunggu apa yang sebenarnya sedang terjadi di tenda pemimpin mereka, langsung berkumpul dan berbaris dengan rapi di lapangan latihan perkemahan.