The Reborn Heavenly Swordmaster.

The Reborn Heavenly Swordmaster.
Serangan Euthopian Kingdom 「Bagian 2.



Chapter 33:


「 Serangan Euthopian Kingdom 」Part.II


Flauren merupakan wilayah kepulauan, atau juga lebih dikenal sebagai kota perbatasan selatan. Itu karena letaknya yang berdekatan dengan gunung yang menjadi perbatasan antara Annalise Kingdom dan Euthopian Kingdom.


Kenyataannya Euthopian Kingdom adalah kerajaan yang jauh lebih lemah jika dibandingkan dengan Annalise Kingdom, baik dari segi kekuatan militer maupun dari segi ekonomi.


Yang kuat akan menindas yang lemah, dan yang lemah akan menunggu kesempatan untuk melahap kekuatan yang ada di atas mereka. Itu adalah dasaran yang selalu menggambarkan setiap dunia.


Kekacauan yang terjadi di dalam kerajaan, dan kekuatan kerajaan yang terpecah belah, serta dampak dari perang saudara empat tahun lalu yang masih sangat membekas. Itu sudah membuat Annalise Kingdom berada di titik terlemah mereka, ditambah dengan bukti nyata;  yaitu Euthopian Kingdom yang sampai berani mendeklarasikan perang.


Bahkan mereka telah mengajukan permintaan perang Negara resmi kepada Federasi Perdamaian Stellar, yang mereka lakukan untuk mematuhi peraturan internasional yang berlaku. 


Itu bukanlah yang pertama kali kedua kerajaan tersebut berperang, terhitung dalam sejarah Benua Stellar kedua kerajaan tersebut telah berperang sebanyak 12 kali dari seratus tahun terakhir. Delapan diantaranya adalah perang dengan skala kecil, dan empat sisanya merupakan perang dengan skala yang besar. 


Kembali ke tokoh utama kita―Callian Axell.


Saat ini dia sedang mengunjungi Workshop utama Axell dengan ditemani oleh Amy dan Merlin. Terlihat di dalam Workshop, Robert dan orang-orangnya sedang sangat berkonsentrasi dengan tempaan mereka sampai-sampai tidak menyadari adanya keberadaan Callian.


"Eeh?! Tuan muda!." 


Akhirnya keberadaan Callian disadari setelah ada seorang pria yang telah menyelesaikan armor tempaannya. Itu juga membuat semua orang langsung bereaksi ketika mendengar perkataan tersebut.


Robert dan beberapa orang langsung meninggalkan tempaan mereka, sementara sisanya di perintahkan oleh Robert untuk melanjutkan tempaan mereka. 


Ini adalah pemandangan yang sangat langka, karena ini adalah yang pertama kalinya Callian datang mengunjungi Workshop.


"Tuan Muda?. Mengapa anda ada disini? apa ada sesuatu yang anda butuhkan?." tanya Robert.


Callian mengangguk pelan, setelah itu menatap kepada Merlin. Terlihat Merlin sedang membawa beberapa gulungan kertas di tas kecilnya, yang gulungan-gulungan kertas itu langsung diberikan kepada Robert.


"Master Robert. Bisakah anda membuat senjata dan armor seperti yang ada di gambar itu?." Tanya Callian.


Robert yang merasa sangat penasaran, langsung membuka setiap gulungan kertas yang diberikan oleh Merlin kepadanya, gulungan kertas itu ternyata adalah desain untuk Armor dan Pedang. Robert yang memasang wajah kebingungan, karena dia tidak pernah melihat ada desain Armor dan Pedang seperti ini selama menjalani karirnya sebagai seorang Penempa.


"Saya tidak pernah melihat desain Pedang seperti ini!. Tuan muda!, apa anda mendapatkan desain pedang ini dari pedagang benua lain?." Tanya Robert merasa bersemangat.


Karena setelah melihat desain pedang tersebut, itu membuat gairahnya sebagai Master Penempa yang telah padam kembali membara, dia benar-benar merasa sangat tertantang ketika melihat desain pedang tersebut.


"Master Robert. Desain pedang itu, tuan muda sendiri lah yang menggambarnya." balas Amy. Dia terlihat sedang mencoba membanggakan dan memberitahukan kehebatan Callian dihadapan para penempa keluarga Axell.


"Apa?!!!." Robert terkejut begitupun juga dengan para Penempa yang lain. 


Callian yang awalnya ingin merahasiakan hal itu dari Robert dan para penempa, tidak memiliki pilihan lain selain menjelaskan lebih jauh tentang desain pedang tersebut, Amy tidak bersalah karena dirinya sendiri yang lupa  memberitahukan Amy untuk merahasiakan hal tersebut.


Desain Pedang itu memiliki arti yang sangat dalam untuk Clan Pedang Cahaya. Itu adalah desain pedang, dari pedang yang selalu digunakan baik oleh para Murid ataupun Tetua dari Clan Pedang Cahaya. 


Tiga lubang yang ada di bilah pedang tersebut, itu menggambarkan tentang keabadian. Namun di mata para penempa, lubang-lubang tersebut adalah kecacatan dari desain pedang tersebut. Karena itu dapat membuat pedang menjadi lebih rapuh dan mudah rusak.


Namun itu sebelum Callian memberitahukan cara khusus yang dibutuhkan untuk menempa pedang tersebut, Callian juga telah menyiapkan material khusus yang selama ini dia kumpulkan untuk hari ini. Hari dimana perang kembali meletus, namun dengan skala yang lebih besar.


"Di dalam tas sihir tersebut ada Black Iron dan bijih Mithril yang lebih dari cukup untuk membuat dua ratus set Armor dan Pedang. Aku ingin pedangnya ditempa dengan Black Iron, dan Armornya menggunakan Mithril. Apa anda bisa melakukannya? Master Robert." Jelas Callian, dia juga langsung menanyakan tentang kesanggupan Robert untuk menempa  pedang dan Armor bagi para prajuritnya.


Terlepas dari rasa penasaran mereka dan keingintahuan mereka, tentang bagaimana Callian bisa menemukan dan memikirkan desain Pedang seperti ini. Para Penempa keluarga Axell, terutama Robert, mereka lebih merasa tertantang untuk mencoba menempa pedang dan armor tersebut. 


Karena itu mereka tidak lagi mengajukan pertanyaan, dan menerimanya dengan rasa semangat. Namun mereka kembali bertanya-tanya kepada Callian, setelah melihat ada begitu banyak material-material yang sangat langka di dalam tas sihir yang diberikan Merlin.


Callian sama sekali tidak menanggapinya, dia langsung berjalan keluar secepat mungkin meninggalkan Workshop. Selanjutnya Callian berniat untuk mengunjungi kakaknya Viona, karena harus membahas tentang perjalanannya menuju Flauren.


"Ada berapa banyak anggota guild sekarang?." Tanya Callian kepada Merlin.


Namun Merlin tidak  mengetahui jumlah pasti anggota guildnya sekarang. Karena orang yang mengurus berbagai macam hal di guildnya, adalah Amy. Karena itu Amy langsung menjawabnya setelah Merlin memberikan kode kepadanya.


"Tuan Muda. Saat ini Guild Hao memiliki 10 cabang; Empat diantaranya ada di Utara, Tiga di Selatan, dan Tiga sisanya ada di ibukota. Setiap cabang masing masing memiliki 100 anggota, jadi kurang lebih saat ini Guild Hao memiliki 1000 Anggota aktif." Jelas Amy.


Dia tidak perlu merasa takut kalau suaranya akan didengar oleh orang lain, karena Merlin telah merapalkan sihir barier kedap suara. Barrier itu mencegah suara Amy keluar, dan selain orang-orang yang ada di dalam Barier tidak akan ada yang bisa mendengar obrolan mereka.


Guild Hao.


Itu awalnya adalah Guild Intelijen yang didirikan oleh Merlin. Merlin yang kala itu belum bisa mengendalikan kekuatannya, setelah dia menerima Teknik Kultivasi Heavenly Demon.


Itu membuat dia kehilangan kontrol atas dirinya sendiri, dia benar-benar mengamuk dan hampir menghancurkan wilayah Axell waktu itu. Karena itu Callian tidak memiliki pilihan lain selain menyegel kesadaran Merlin, dan selama kurun waktu tersebut, Amy lah yang mengurus Guild Intelijen dan merubah namanya menjadi Guild Hao sesuai instruksi yang diberikan oleh Callian.


Guild itu benar-benar sudah jauh berkembang dibandingkan sebelumnya, bahkan telah menjadi Guild informan nomor satu di kerajaan Annalise. Itu tidak lain karena kemahiran dan bakat alami yang dimiliki oleh Amy, dia benar-benar  ahlinya dibidang ini.


"Ada dimana saja Cabang guild Hao di Selatan?." Tanya Callian kepada Amy. Dia tidak mengetahui hal itu, walaupun pemimpin Guild Hao yang sebenarnya adalah dirinya.


"Tuan muda, tiga cabang itu ada di wilayah Tremis, wilayah Arsenne, dan wilayah Purma. Namun sebagian besar anggota dari tiga cabang tersebut sudah mulai bergerak ke wilayah Flauren dan Ibukota Euthopian. Apa kita perlu membangun cabang baru di Flauren?." Jelas Amy. Dia juga mengira alasan mengapa Callian menanyakan hal tersebut karena ingin tahu apakah ada cabang Guild Hao di Flauren atau tidaknya.


Karena cepat atau lambat wilayah Flauren akan menjadi Medan perang, Amy juga mengira kalau Callian ingin membangun cabang Guild Hao di wilayah Flauren.


Sayangnya bukan itu yang ada dipikiran Callian, dari peta wilayah Selatan yang diberikan oleh Amy, dia tidak menunjuk ke wilayah Flauren, namun menunjuk ke wilayah Estize. Itu adalah insting dari orang yang telah melewati dan memenangkan banyak peperangan.


"Fokuskan untuk menempatkan anggota elite Guild Hao ke wilayah Estize. Menurutmu siapa yang akan paling diuntungkan dalam perang ini?." Tanya Callian kepada Amy.


Pertanyaan itu benar-benar membuat Amy langsung berpikir keras, begitupun juga dengan Merlin. Keduanya langsung memasang ekspresi wajah yang sama, itu adalah ekspresi terkejut, kaget dan tidak percaya setelah keduanya sadar kalau ini adalah perang yang terjadi akibat adanya pihak ketiga.


"Putri pertama!."


"Kekaisaran Tulcan!."


Keduanya mengatakan jawaban yang berbeda, karena mereka memiliki pemikiran yang berbeda. Namun setelah mereka mendengar jawaban masing masing , itu langsung membuat mereka saling menatap satu sama lain dengan raut wajah yang tersenyum masam.


"Apa-apaan konspirasi besar ini.. Bagaimana bisa kita melewatkan hal penting seperti ini.." Kata Merlin kepada Amy.


Keduanya langsung menatap kepada Callian, karena mereka tidak mengerti bagaimana cara Callian bisa membaca konspirasi yang ada di balik perang ini.


Itu karena mereka tidak mengetahui sudah berapa banyak peperangan yang dilalui oleh Callian di kehidupan pertamanya, seperti kata pepatah, pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan.