
Chapter 11:
「 Kota Pelabuhan Crastille 」Part II.
Setelah Amy memutuskan dimana mereka akan menginap, mereka berdua langsung berkeliling kota dan mengunjungi banyak sekali tempat. Callian juga sempat membeli beberapa buku baru, yang berkaitan tentang Fenomena dan Bencana yang pernah terjadi di dunia ini.
Disana lah Callian menyadari masalah yang sangat besar, yaitu koin emas miliknya yang sudah hampir habis. Dia sekarang sedikit menyesal karena telah memberikan semua koin emas yang dia curi dari pedagang budak, kepada Merlin.
Amy yang menyadari itu, langsung memberitahukan kalau dia membawa koin emas yang memang diperuntukkan untuk diberikan kepada Callian.
"Kepala keluarga memberikan saya 2000 Koin emas, dan kakak perempuan anda menambahkan 1000 koin emas sebelum saya meninggalkan kediaman. Jadi anda tidak perlu memusingkan tentang uang, Tuan muda." Jelas Amy.
Aku benar-benar terlahir kembali di keluarga yang kaya!. Sial, betapa beruntungnya aku di putaran kehidupan ini!.
Namun Callian tidak berniat untuk menggunakannya jika bisa. Karena itu, dia langsung memikirkan cara untuk mendapatkan lebih banyak uang. Dia sempat berpikir untuk mencuri lagi ditempat para kriminal, namun hati Da'o nya langsung menolaknya dengan tegas.
Tidak jauh dari toko buku ini, Callian melihat ada seorang anak yang sepertinya sedang menjual tumbuh-tumbuhan herbal. Merasa penasaran, Callian langsung datang untuk melihat-lihat.
"Hey Dik!. Kau datang ke tempat yang tepat jika kau mencari tanaman herbal, aku mempunyai banyak koleksi tanaman herbal yang langka!." Ucap anak itu.
Seorang pria datang menghampiri Callian, dia langsung memperingati Callian untuk tidak membeli herbal dari anak tersebut. Karena terakhir ada yang membeli darinya, dia berakhir teracuni.
"Sebaiknya kau jangan membeli dari anak itu jika kau tidak ingin teracuni!. Lebih baik kau datang ke balai obat-obatan saja jika memang mencari tanamannya herbal."
Anak itu tidak bisa membantah apa yang dikatakan oleh pria tersebut, karena kenyataannya memang begitu. Namun Callian tidak memperdulikannya sama sekali, karena apa yang dikatakan oleh anak itu memang benar adanya.
Dia memang memiliki banyak sekali koleksi tanaman herbal yang sangat langka di dunia di kehidupan pertamanya.
Kemungkinan terbesarnya adalah, orang-orang di dunia ini masih belum tahu nilai asli dari tanaman-tanaman tersebut, karena bahkan dari buku yang dibaca oleh Callian, ada banyak sekali jenis-jenis tanaman herbal yang ada di dunia asalnya tidak tertuliskan di buku.
Awalnya Callian pikir kalau jenis-jenis tanaman tersebut tidak ada, atau tidak tumbuh di dunia ini.
Jika anak ini sudah bisa mengetahui nilai dari tanaman-tanaman tersebut, maka dapat dipastikan pemahamannya dan kemampuannya dalam alkemis telah melewati pengetahuan dasar yang ada di dunia ini.
"Aku ingin membeli semua koleksi tanaman herbal milikmu." Kata Callian.
Anak yang terlihat baru menginjak dewasa itu, terlihat kebingungan dan tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Namun setelah melihat ratusan koin emas, dia langsung sadar kalau perkataannya itu serius.
"Apa itu cukup?. Jika itu kurang kau bisa langsung mengatakannya." Kata Callian, dia juga bersiap untuk meminta uang milik Amy jika anak itu merasa kurang dengan uang yang diberikan oleh Callian.
"Ti-tidakk!!. Ini jauh lebih dari cukup!."
Dan entah kenapa anak itu juga mengajak Callian ke rumahnya untuk melihat keseluruhan koleksi-koleksi tanaman herbal miliknya.
Rumahnya yang kecil dan terlihat rapuh itu dari luar, ternyata menyimpan banyak sekali harta karun di dalamnya.
"Kakak, apa kau sudah pulang?." Seorang anak perempuan yang sebaya dengan Callian datang menghampiri mereka.
"Suisei, apa aku membangunkan mu?."
"Emmm. Tidak, aku memang sudah terbangun dari tadi kok."
Ini tidak salah lagi bau dari racun vitalis.
"Sudah berapa lama racun itu ada di dalam tubuhnya?." Tanya Callian.
Yang dalam sekali lihat dia langsung sadar di dalam tubuh Suisei ada racun yang menggerogoti vitalisnya.
Itulah alasan mengapa Suisei terlihat sangat kurus dan pucat.
"Bagaimana kau bisa tahu?!."
Callian tidak menjawabnya sama sekali. Dia malah berjalan ke dinding tempat dimana anak itu menyimpan seluruh koleksi tanaman herbal miliknya.
Ada berapa yang sudah berhasil teridentifikasi, dan juga ada beberapa yang belum terindentifikasi. Namun dia dengan bijak menuliskan kegunaan dari setiap tanaman herbal yang tidak ada dibuku ini.
"Bagaimana caranya kau bisa mengetahui kegunaan dari tumbuh-tumbuhan ini?." Tanya Callian sambil mengambil salah satu tumbuhan yang terlihat seperti bunga mawar, namun berwarna kuning keemasan.
"Aku melakukannya dengan bereksperimen ke tikus-tikus yang aku tangkap." Jawab Anak tersebut.
Karena itulah ada beberapa kegunaan yang tidak tepat, dan banyak yang tidak lengkap. Karena dia tidak secara langsung menggunakannya kepada manusia, sudah menjadi pengetahuan umum kalau tubuh manusia dan tikus memiliki perbedaan yang sangat signifikan.
Namun anak ini tetap berhasil menemukan dan membuat pengetahuannya sendiri tentang tanaman-tanaman herbal.
"Baiklah, aku juga akan membeli semua tanaman yang ada disini. Dan jika kau tertarik, apa kau ingin bekerja untuk ku?. Aku akan menjanjikan tempat tinggal dan kehidupan yang lebih layak untukmu dan adikmu, dan sebagai tambahan aku juga akan mengobati racun yang ada di tubuhnya." Kata Callian.
Melihat dia yang menghirup tanaman yang sudah dia klasifikasikan sebagai tanaman beracun, membuatnya menjadi double terkejut.
Namun Callian langsung menjelaskan lebih detail tentang tanaman yang sedang dia pegang itu.
"Tanaman ini disebut sebagai Flower Rebirth. Tanaman ini memang berancun, dan juga bisa tidak beracun ketika kita menutup lubang di batang bunganya. Membutuhkan cara khusus untuk menyuling tanaman ini menjadi obat. Seharusnya dengan ini, dan beberapa tanaman lainnya, itu sudah lebih dari cukup untuk mengobati racun yang ada di dalam tubuh adikmu." Jelas Callian
Pemahamannya tentang tanaman herbal benar-benar membuat Anak itu dan Amy menjadi sangat terkejut. Sekilas anak itu merasa kalau Callian memang benar-benar bisa mengobati racun yang ada di tubuh adiknya.
"Berikan dua ratusan koin emas lagi kepadanya Amy. Dan besok, suruhlah orang untuk mengemas tanaman-tanaman ini dengan baik, dan minta mereka untuk membawa semua tanaman ini ke penginapan kita." Kata Callian.
Walaupun Amy tidak mengerti, dan tidak pernah mengetahui kalau Callian memiliki kemampuan dalam bidang Alkemis. Namun Amy merasa kalau itu mungkin saja, kalau Callian memang benar memiliki kemampuan di bidang Alkemis, mengingat dirinya sangat menyukai sekali membaca buku.
"Baik tuan muda." Jawabnya dengan patuh. Dia juga langsung memberikan dia ratus koin emas ke anak itu, sesuai instruksi Callian.
Walaupun sebenarnya anak itu masih belum memutuskan, kalau dia menjual atau tidaknya semua tanaman herbal yang ada disini.
Namun karena ini pertama kalinya dia memegang uang sebanyak itu, dia tidak bisa berpikir dengan jernih.
Karena membayangkan kehidupan yang lebih baik dengan adik perempuannya menggunakan uang tersebut.
Dia langsung tersadarkan dalam imajinasinya tersebut, setelah Callian menepuk pundaknya.
"Jadi apa jawaban mu?." Tanya Callian dengan raut wajahnya yang serius.
Dia sedang menunggu jawaban yang akan diberikan oleh anak itu, atas tawaran yang tadi dia ajukan kepadanya.