
Chapter 33:
「 Serangan Euthopian Kingdom 」
***
•Empat tahun kemudian
Tidak ada anak berusia 10 tahun di dunia ini selain Callian, yang memiliki jadwal dan kesibukan yang sangat padat seperti dirinya. Saat ini ada banyak orang yang mulai meragukan umur Callian karena dia yang sama sekali tidak menunjukkan sifat dan sikap seperti anak kecil pada umumnya.
Disaat matahari belum terbit.
Dia akan pergi menyelinap meninggalkan rumah Axell untuk melakukan latihan rutinnya bersama dengan Suisei.
Di siang harinya, Callian akan pergi ke laboratorium Astel yang ada di gudang terbengkalai rumah Amy. Untuk mengajarkannya ilmu dan teknik Alkemis tingkat lanjut, sambil mempelajari setiap buku dan informasi yang dibawa oleh Merlin.
Dan di sore hari sampai menjelang tengah malam. Itu adalah waktu bagi Callian untuk mengawasi perkembangan semua orang, dalam pelatihan yang mereka jalankan.
Rutinitas itu selalu berputar layaknya sebuah roda, dan tidak akan pernah berhenti sampai roda tersebut sampai ke tempat yang sedang di tuju.
Dan itu telah berputar selama empat tahun lamanya, atau mungkin empat tahun yang terasa singkat.
Bagi sebagian orang itu adalah waktu yang terasa sangat panjang dan lama, dan sebagian lainnya menganggap itu adalah tahun-tahun yang terasa lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
**
Kondisi Wilayah Axell.
Waktu yang akan datang adalah masa depan, waktu yang telah berlalu adalah masa lalu, dan waktu yang saat ini berjalan adalah masa kini.
Dalam waktu yang sudah berlalu kurang dari empat tahun tersebut, ada begitu banyak perubahan besar maupun perubahan kecil yang terjadi dalam kurun waktu tersebut.
Perubahan itu tidak hanya terjadi di dalam wilayah Axell, ataupun di kerajaan Annalise. Karena benua Stellar juga sedang mengalami perubahan, dan mulai memasuki babak yang baru.
Berfokus pada perubahan yang terjadi di wilayah Axell.
Di mulai dari perubahan kecil yang terjadi di wilayah Axell. Ada banyak sekali hal-hal kecil yang telah membawa perubahan untuk wilayah Axell, salah satunya adalah Axell Postknight.
Axell Postknight.
Adalah satuan kesatria keluarga Axell yang fokus utama tugas mereka adalah untuk melindungi dan mengawal kapal dagang keluarga Axell. Satuan kesatria ini ada dibawah kepemimpinan Viona, walaupun sebagian besar anggotanya adalah orang-orang yang mengabdi kepada Callian.
Setelah kekalahan Fraksi Putri pertama dalam perang yang sangat singkat.
Pangeran Cale yang menggulingkan tahta Ayahnya dan menobatkan dirinya sendiri sebagai Raja baru Kerajaan Annalise. Itu membuat kekuasaannya menjadi sangat tidak stabil, terutama setelah Fraksi Netral yang dipimpin Duke Carlpenter mulai merangkul satu sama lain.
Hal itulah yang membawa perubahan besar untuk keluarga Axell dan seluruh wilayah Axell. Karena tekanan yang diberikan oleh wilayah lain di Selatan kepada wilayah Axell, telah mendorong keberanian dan semangat Axell untuk menjadi wilayah independen.
Orang-orang paling penting yang ada dalam setiap perubahan dan terobosan yang terjadi di wilayah Axell, terlihat saat ini mereka sedang berkumpul di satu ruangan yang sama.
"Viona. Mulailah." Kata Paundra.
Viona yang saat ini sudah berumur 23 tahun, juga telah menjadi perempuan cantik sama seperti ibunya, Carolina.
Selain keberhasilannya dalam mengembangkan wilayah komersial, dia juga mendirikan kelompok pedagang yang diberikan nama;
Asosiasi Pedagang Axell.
Sesuai dengan namanya, itu adalah kelompok yang berisikan para pedagang dari Axell yang memiliki visi dan misi yang sama.
Kelompok inilah yang mengatur keseluruhan segala jenis perdagangan, dan kerjasama antar pedagang yang terjadi di dalam wilayah maupun yang terjadi di luar wilayah.
Bersama dengan Arlot, dia juga berhasil menghubungkan Axell dengan akademi sihir Chamberlain. Karena itu Axell memiliki lebih banyak Magic item dibandingkan lima wilayah selatan lainnya.
"Master Robert. Ada beberapa banyak persediaan senjata yang kita miliki?." Tanya Viona kepada Robert.
Seketika suasana menjadi jauh lebih serius setelah Viona mengajukan pertanyaan tersebut kepada Robert, karena bagi semua orang itu adalah pertanyaan yang tidak ingin pernah mereka dengar lagi.
"Persediaan senjata kita sudah lebih dari cukup untuk mempersenjatai seluruh orang yang ada di kota." Balas Robert.
Viona terlihat mengangguk paham. Setelah itu dia langsung menunjukkan sebuah surat yang memiliki stempel Istana kerajaan, itu adalah surat yang diberikan oleh Istana kerajaan untuk keluarga Axell.
"Apa mereka kembali menaikkan pajak wilayah?. Jika benar kita harus melaporkan ini kepada Duke!." Ucap Arlot dengan geram. Dia juga telah siap untuk melakukan panggilan sihir kepada Duke Carlpenter, hanya tinggal menunggu perintahnya saja.
Namun Viona berkata lain, dia menggelengkan kepalanya menjelaskan kalau itu bukan surat yang dikirimkan istana untuk kenaikan pajak wilayah.
"Surat ini menjelaskan tentang deklarasi perang yang diterima istana dari Euthopian. Mereka memerintahkan kita untuk mengirimkan bantuan pasukan ke Flauren secepat mungkin!." Kata Viona. Setelah mengatakan itu, Viona juga langsung *******-***** surat tersebut sebelum membuangnya ke tempat sampah.
Karena itu bahkan lebih buruk dari surat kenaikan pajak wilayah. Secara tidak langsung pihak istana, ingin menjadikan Flauren dan Axell sebagai pengorbanan perang sebelum pasukan utama sampai di wilayah Selatan.
Apapun pilihan yang diambil oleh Axell saat ini, keduanya sama-sama akan membawa Axell ke dalam kehancuran.
**
Beralih ke wilayah bagian Utara Axell.
Atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Benteng Utara. Merupakan tempat yang cocok untuk bersantai dan berdamai dengan kehidupan, karena disana memiliki pemandangan alam yang masih terjaga.
Namun pada kenyataannya, berjarak sedikit jauh dari benteng yang dibangun oleh Callian. Tidak ada tempat yang lebih kacau dan keras di seluruh wilayah Axell, selain tempat tersebut.
Secara pribadi, Bernard menyebut tempat ini sebagai Perkemahan Monster. Karena menurutnya orang-orang yang ada disini, mereka semua adalah Monster. Itu juga mengacu kepada dirinya, karena selama empat tahun ini dia hampir mengering seperti tanah dan pepohonan yang ada disini.
Kurang lebihnya ada sekitar 140 orang yang tinggal dan di latih di perkemahan ini selama empat tahun oleh Callian.
Tidak ada banyak yang berubah dari Callian selain tinggi badannya yang semakin meningkat setiap tahunnya. Namun orang-orang yang ada disini bisa merasakan, kalau mereka semakin tidak berdaya oleh tekanan dan intimidasi yang diberikan oleh Callian setiap harinya.
Di tengah-tengah teriakan, hentakan suara kaki, dan suara dua logam besi yang beradu. Itu adalah satu kesatuan melodi yang selalu menemani Callian ketika dia sedang membaca.
Dan terkadang itu juga membuatnya menjadi mengantuk. Disaat-saat itulah, semua orang dengan sengaja mulai menaikan suara mereka lebih keras, karena mereka tidak terima melihat Callian tertidur disaat mereka sedang berlatih sangat keras.
Amy yang ada berdiri tidak jauh di belakang Callian, terlihat sedang mengambil surat yang ada di kaki burung merpati yang tadi datang menghampirinya.
Ketika Callian mengangkat tangannya, semua orang langsung menghentikan latihan mereka, dan langsung berbaris dengan rapi.
Lima orang yang ada berada di barisan paling depan, itu untuk menunjukkan kalau kedudukan yang mereka miliki lebih tinggi dari orang-orang yang ada berbaris di belakang mereka.
Lima orang tersebut adalah Unmei, Naine, Bernard, Luna, dan Suisei.
"Ini adalah hari terakhir dari latihan kalian. Tidak ada yang tidak berkembang selama empat tahun ini, semua orang telah berkembang melebihi perkiraanku. Walaupun begitu aku benar-benar sangat kecewa kepada kalian!." Kata Callian dengan penuh intimidasi dari setiap ucapannya.
Itu membuat tidak ada satupun orang yang berani untuk menatap dirinya. Bahkan untuk Bernard sekalipun, dia lebih memilih untuk menundukkan kepalanya sama seperti orang-orang lainnya.
"Empat tahun yang aku luangkan!. Sumberdaya yang aku gunakan untuk kalian!. Itu lebih banyak dibandingkan harta kekayaan kerajaan ini!. Namun tidak ada satupun dari kalian yang berhasil naik menjadi Swordmaster!."
Itu bukanlah sebuah kekesalan, bahkan Callian tidak terlihat sedikitpun memasang wajah yang marah ataupun kesal ketika menatap semua orang.
Namun hal itulah yang membuat mereka sangat takut. Mereka lebih merasa bersyukur ketika Callian hanya marah, namun jika sudah merasa menyesal dan kecewa, itu lebih menakutkan dari apapun yang ada di dunia ini bagi mereka.
"Unmei!, Luna!, Bernard!. Apa alasan yang membuat kalian tidak berhasil naik menjadi Swordmaster?!." Tanya Callian dengan tegas kepada mereka bertiga.
Walaupun merasa sangat tertekan dan terintimidasi, Luna telah memberikan keberanian untuk Unmei dan Bernard. Setelah menarik nafas sangat panjang, Luna langsung menjawab pertanyaan tersebut.
"Jalan Pedang adalah jalan yang sangat panjang, anda selalu mengatakan itu kepada kami. Saya juga percaya kalau di dunia ini, tidak ada yang tidak mungkin!. Namun saya merasa saya tidak akan bisa memahami jalan pedang hanya dengan latihan saja. Saya membutuhkan pengalaman nyata untuk bisa naik ke tingkat Swordmaster!." Jelas Luna.
Callian sama sekali tidak menanggapi perkataan tersebut, sekarang dia berbalik menatap kepada Unmei. Seolah-olah mengatakan sekarang adalah giliran Unmei untuk menjawab pertanyaannya.
"Dengan dorongan Master, kami selalu melewati batasan kami ketika berlatih. Namun dalam pertarungan yang sesungguhnya kami belum pernah melewati batasan tersebut. Situasi hidup dan mati, akan selalu mendorong orang untuk maju dan berkembang!." Jelas Unmei.
Tepat ketika giliran Bernard untuk menjawab, Merlin dan para bawahannya tiba-tiba saja muncul di belakang Amy. Itu sama sekali tidak membuat Amy terkejut, karena dia sudah terbiasa dengan kemampuan milik mereka.
"Kita membutuhkan panggung besar dimana kita bisa mengamuk sepuasnya!." Kata Bernard menambahkan.
Jawaban mereka bertiga terlihat membuat Callian tersenyum senang. Walaupun dia memang merasa kecewa, namun dia tetap senang karena mereka bertiga tahu apa yang mereka butuhkan. Begitupun juga dengan Naine, mungkin.
Naine adalah kasus spesial, dan dirinya juga memang spesial. Karena itu Callian memperlakukannya jauh lebih baik dari mereka bertiga.
"Itulah yang ingin aku dengar!. Karena panggung yang aku buat telah siap untuk digunakan. Bersiap-siaplah untuk naik ke panggung tersebut!." Kata Callian.
Walaupun Callian tidak mengatakannya secara langsung, mereka sudah tahu makna yang tersirat dalam ucapannya tersebut. Itu membuat Amy terheran-heran, karena seakan-akan Callian telah mengetahui isi surat yang dikirimkan keluarga Axell untuknya.
Setelah pertimbangan yang matang dan perdebatan yang intens, pertemuan tersebut telah berakhir dengan beberapa keputusan akhir yang bersifat mutlak.
Yang salah satunya adalah keputusan untuk mengirim Callian ke Flauren sebagai perwakilan keluarga Axell.
To Be continued…
**
Catatan:
Kemarin Author nggak up karena merasa bimbang dengan cerita Author yang menurut dari beberapa masukan, ceritanya terlalu lambat. Karena itu Bab ini adalah bab revisi, yang menguntungkan time skip. Karena kalau nggak time skip, untuk sampe ke bab ini, ada sekitar 12 Chapter yang harus di lalui.
Kalian bisa tebak sendiri 12 Chapter itu isi ceritanya apa. Yap! itu tentang perubahan dan perkembangan wilayah Axell selama empat tahun. Dan sedikit tentang Perang saudara Annalise Kingdom.
Semoga saja kalian masih menikmati cerita ini dengan enjoy. Sekiranya ada masukan lagi, drop aja di kolom komentar!.