
Chapter 25:
「Kembali ke wilayah Axell 」Part V.
Ketika Naine menyerang dengan seluruh kekuatannya, Bernard langsung mengabaikan Unmei karena menurutnya dia tidak terlalu membahayakan dirinya, penilaiannya itu berasal dari luka yang sempat Bernard terima dari serangan Unmei.
Unmei yang hanya memiliki satu tangan, karena alasan itulah serangan miliknya lemah dan dangkal, serangan itu juga tidak terlalu berdampak besar untuk tubuh Bernard.
Namun siapa sangka, orang yang paling memiliki kekuatan paling besar diantara mereka, orang tersebut tidak lain adalah Unmei. Dia benar-benar telah menyembunyikan kekuatan aslinya dari Bernard. Walaupun pada kenyataannya Unmei tidak pernah melakukan itu.
Kembali ke pertarungan.
Setelah Bernard mengabaikan Unmei dan fokus dalam pertahanannya untuk menahan serangan Naine, ketika pedang mereka berdua beradu, disanalah Unmei menjadi sosok yang sangat mengerikan.
Topengnya yang terjatuh akibat gelombang angin yang tercipta ketika pedang Bernard dan Naine beradu. Memperlihatkan pupil matanya yang berwarna merah dan menyala sangat terang, menatap kepada Bernard dengan pedang yang sedang dia genggam dipenuhi oleh energi Wyzer miliknya.
Itu adalah kekalahan bagi Bernard, dia yang tanpa pertahanan itu, membuat Unmei bisa saja menyerang bagian vitalnya atau mengoyak bagian dalam perutnya dengan pedangnya tersebut.
Namun Unmei lebih memilih membantu Naine untuk menjatuhkan Bernard dengan kembali beradu kekuatan, hanya saja serangan tebasan vertikal Unmei yang mengincar pedang Bernard itu, disaat situasi sudah diselimuti oleh asap debu, karena pedangnya tidak bisa menahan energi Wyzer miliknya, Unmei malah menghancurkan pedang miliknya sendiri.
Begitupun juga dengan pedang Naine, karena keduanya tidak bisa dibandingkan jika dengan pedang Bernard yang terbuat dari bijih Adamantite.
Karena hal itulah Bernard menjadi memiliki kesempatan untuk melumpuhkan Unmei dan Naine, dan keluar sebagai pemenang dari pertarungan yang tidak mungkin untuk dia menangkan itu.
Namun jika itu pertarungan satu lawan satu, Bernard memiliki kepercayaan diri yang sangat besar untuk bisa mengalahkan mereka berdua dalam sebuah duel.
**
Setelah Unmei tersadarkan, dia melihat Luna dan pria yang tadi dia lawan sekarang sedang duduk bersama dengan Callian. Dugaan Unmei itu memang benar, pria yang di lawan olehnya tadi memang orang yang ditugaskan oleh Callian untuk mengetes dirinya.
"Oh, jadi kau sudah sadar?. Kau sudah banyak berkembang sekarang jika dibandingkan dengan sebelumnya." Kata Callian yang melihat Unmei tersadarkan lebih lambat dibandingkan dengan Naine.
Disaat yang sama, Amy dan Naine juga telah kembali dengan membawakan mereka makanan. Callian juga sebelumnya telah menjelaskan kepada Amy, kalau ketiga perempuan yang berasal dari ras yang terdiskriminasi itu, ketiganya adalah bawahan dirinya.
"Apa kau sudah merasa lebih baik?." Tanya Luna kepada Unmei.
"Aku baik-baik saja, bagaimana dengan dirimu sendiri?. Bukannya kau juga mendapatkan serangan tadi." Unmei mengatakan kalau dia baik-baik saja, dia terlihat lebih mengkhawatirkan keadaan Luna.
"Tuan Muda telah memberikanku obat, aku merasa jauh lebih jika dibandingkan sebelumnya." Balas Luna sambil memandang Callian yang sedang meminum teh yang dibawa oleh Amy.
Luna telah memperkenalkan dirinya secara langsung kepada Callian, tentang dirinya yang merupakan pemimpin dari desa Bangsa Plahm yang ada di sekitar perbatasan.
"Ngomong-ngomong bagaimana kalian bisa bertemu dengan tuan muda Ian?." Tanya Amy kepada Luna, Unmei dan Naine.
Namun sebelum mereka menjawabnya, Callian langsung memberikan jawaban untuk pertanyaan Amy tersebut, karena Callian tahu kalau ketiga perempuan itu, ketiga-tiganya kebingungan dan tidak tahu harus memberikan jawaban apa.
"Aku melihat mereka mendapatkan diskriminasi di ibukota, karena itu aku membawa mereka. Aku juga berniat membawa mereka ke wilayah Axell, menurutmu bagaimana tanggapan ayahku nanti?, Amy." Tanya Callian kepada Amy.
Setelah Amy dengan panjang lebar menjawab pertanyaan Callian tersebut, melihat Suisei yang sudah tidak sadarkan diri, dia langsung membawa Suisei ke dalam ruangan kamar dan meninggalkan semua orang.
Setelah mendengar perkataan Amy itu, Luna juga langsung terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Callian yang mengetahui itu, langsung meminta Luna untuk mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya.
"Jika ada sesuatu yang ingin kau katakan, katakan saja, aku pasti akan mendengarkannya." Jelas Callian.
Luna mengangguk mengerti, setelah itu Luna langsung menceritakan tentang keseluruhan kondisi desa Bangsa Plahm. Mulai dari kekurangan air bersih, sulitnya mencari makanan, dan ada banyak anak-anak yang jatuh sakit akibat lingkungan yang buruk.
"Tidak bisa." Jawab Callian dengan tegas.
Semua orang yang mendengarnya langsung terkejut, Astel langsung berpikir kalau Callian terlalu kejam bahkan ketika mereka berdua sudah memohon seperti itu, namun dia juga tahu seberapa rumitnya masalah tersebut. Berbalik dengan Bernard, dia merasa penolakan yang dilakukan oleh Callian adalah sebuah keputusan yang sangat bijak.
"Mengapa?. Bukannya anda sudah berjanji!." Tanya Unmei, dia juga menunjukkan kekesalannya kepada Callian karena penolakannya itu. Padahal sebelumnya Callian sudah berjanji, kalau dia akan membuat sebuah tempat yang aman dan nyaman untuk bangsanya.
"Karena itu aku tidak bisa membawa mereka saja, aku akan membawa semua orang yang ada di desa. Agar aku bisa melindungi dan mengawasi kalian semua." Jawab Callian dengan tegas.
Mendengar jawaban yang diberikan oleh Callian itu.
Unmei menjadi lebih hormat dan segan kepada Callian. Begitupun juga dengan Luna, mata miliknya yang sedikit spesial jika dibandingkan dengan mata bangsa Plahm lainnya, tidak pernah melihat adanya kebohongan sedikitpun ataupun niat jahat dalam diri Callian.
Karena itu Luna berani untuk memutuskan, kalau Callian adalah orang sangat layak untuk dipercaya.
**
Sesampainya mereka di desa tersembunyi bangsa Plahm, sangat jelas keberadaan kapal tersebut membuat semua orang menjadi ketakutan.
Hanya saja Luna dapat dengan mudah menenangkan semua orang dan menjelaskan apa yang sebenarnya sedang terjadi, kepada semua orang di desa.
Setelah mendorong orang-orang yang di desa untuk mempercayai Callian, walaupun mereka sudah memiliki banyak luka yang disebabkan oleh orang-orang seperti Callian.
Akan tetapi karena mereka memiliki kepercayaan yang sangat tinggi kepada Luna dan Unmei, orang-orang di desa setuju untuk dibawa ke wilayah Axell dan memulai kehidupan baru mereka di sana.
Satu persatu orang mulai menaiki kapal, kapal yang awalnya terasa sangat sepi ini, dalam sekejap telah dipenuhi oleh puluhan orang.
Luna yang tadi sempat mendapatkan sebuah tugas, telah kembali dengan selembar kertas di tangannya. Selembar kertas tersebut berisikan daftar seperti; nama, umur, dan keahlian dari orang-orang yang ada di desanya.
"Tuan Muda, dengan orang sebanyak ini, persediaan kita tidak akan cukup untuk memberikan semua orang makanan." Kata Amy kepada Callian yang sedang melihat kertas yang diberikan oleh Luna.
Callian juga berpikir demikian. Dan langsung mencari jalan keluar untuk permasalahan tersebut.
"Untuk sekarang kita hanya akan memberikan makanan kepada anak-anak saja, atau jika memang dibutuhkan kita akan mengisi persediaan kita di kota terdekat nanti." Jawab Callian.
Daripada mencemaskan Callian yang membawa orang-orang, yang bisa saja menimbulkan masalah untuk wilayah Axell, Amy malah lebih mencemaskan kalau semua orang yang ada di kapal ini tidak bisa diberikan makanan. Itu membuat Callian tidak merasa menyesal karena telah memberikan kepercayaan kepadanya.
"Tuan muda. Jika kita menggunakan rute ini, kita bisa berpapasan dengan armada kapal saya yang sedang menunggu di dermaga kota Haize. Saya akan menyuruh bawahan saya untuk membeli banyak persediaan." Kata Bernard kepada Callian sambil menunjukkan peta yang sedang dia pegang.
"Baiklah. Aku akan sedikit merepotkan mu." Jawab Callian kepada Bernard.
"Kalau begitu saya akan pergi dulu untuk mengirimkan pesan kepada para bawahan saya." Kata Bernard sebelum meninggalkan Callian dan yang lain naik ke atas kapal.
Secara tidak langsung, permasalahan tentang persediaan sudah teratasi, walaupun seharusnya tidak akan jadi masalah besar bagi orang-orang dewasa hanya karena tidak makan dalam sehari.
Perjalanan menuju wilayah Axell, setidaknya membutuhkan waktu satu hari lebih dengan berlayar. Namun itu akan jadi jauh lebih cepat, ketika menggunakan kapal sihir.
Sekarang Callian sedang berpikir untuk mengatasi pembagian ruangan istirahat untuk semua orang. Ketika dia melihat sebagian besar anak-anak di desa, memang terjangkit berbagai macam penyakit.
"Untuk sekarang kau beristirahatlah, besok kita akan mulai mengurus mereka satu persatu." Kata Callian kepada Astel yang memiliki kekhawatiran yang sama dengan dirinya.
Astel mengangguk.
Bersama dengan anak-anak bangsa Plahm lainnya, dia membantu dan ikut naik ke atas kapal bersama mereka, meninggalkan Callian, Amy, Luna, Naine, dan Unmei yang masih belum naik ke atas kapal.