
Chapter 20:
「 Perjalanan kembali ke wilayah Axell 」
Ketika Callian terbangun dari tidurnya, setelah hanya beberapa jam tertidur. Callian melihat kalau Amy juga sudah terbangun dan sedang mengemasi barang-barang. Barang bawaan dan persediaan kali ini ada begitu banyak jika dibandingkan sebelumnya, dia tidak tega ketika harus melihat Amy membawa barang-barang tersebut.
Menurutnya akan lebih mempermudahkannya dalam setiap perjalanannya, jika dia memiliki Magic item yang sama seperti milik Merlin, yaitu Tas penyimpanan dimensi. Karena itu Callian langsung memutuskan untuk membelinya. Walaupun dia tidak tahu tempat dimana barang-barang seperti itu di jual.
"Amy, kau tidak perlu membawa barang-barang kita, akan ada orang yang akan membawakannya. Taruh saja disini, dan bawa saja yang memang benar-benar diperlukan." Kata Callian.
Amy sepertinya terkejut karena tidak menyadari keberadaan Callian.
"Eh?! Tuan muda. Apa saya membangunkan anda?." Tanya Amy dengan rasa bersalah karena berpikir telah membangunkan Callian dari tidurnya.
"Sama sekali tidak, aku memang sudah terbangun. Dan bukannya sudah kubilang kalau kita akan pergi sebelum matahari terbit. Ingat saja perkataanku barusan." Kata Callian sebelum pergi meninggalkan Amy, dan pergi menuju ke kamar tempat dimana Astel tidur.
Callian langsung membangunkan Astel, karena ada sebuah tugas penting yang akan Callian berikan kepadanya. Dengan nyawa dan kesadaran yang masih belum terkumpul sepenuhnya, Astel terbangun dan mencoba mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Callian.
"Pergilah ke Perkemahan tentara bayaran Crelles untuk meminta mereka membawa barang-barang yang ada disini bersama dengan mereka, katakan saja kalau kau dikirim olehku, pemimpin mereka pasti akan langsung mengerti. Dan karena hanya kau yang tahu tempat dimana kapal kita berada, kau segeralah bangun atau kau tidak akan pernah bangun lagi." Ancaman yang diberikan oleh Callian itu, spontan langsung membuat kedua mata Astel langsung terbuka lebar, dan mengembalikan seluruh kesadarannya.
"Baik!." Jawab Astel sebelum turun dari kasurnya dan berlari keluar untuk mencuci mukanya agar menjadi lebih segar.
Callian juga langsung melanjutkan membangunkan Suisei setelah Astel pergi. Karena semua persiapan secara menyeluruh telah di urus oleh Amy, setelah Amy sedikit mendandani Suisei mereka sudah siap untuk pergi dari penginapan. Hanya tinggal menunggu Astel kembali dari tugasnya.
Menurut Callian, penampilan Suisei yang sekarang, dengan warna rambutnya yang di warnai dengan warna berwarna biru oleh Amy, dan dengan pakaian modis yang dipilihkan oleh Amy. Membuat Suisei terlihat memiliki kelas yang sama dengan beberapa anak perempuan yang dia temui di akademi. Walaupun hal itu membuat mereka berdua terlihat seperti dua bersaudara, dengan warna rambut mereka yang sama.
Setelah Astel kembali karena telah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Callian, dia menjadi orang yang sangat terkejut dengan perubahan penampilan Suisei. Walaupun dia bersyukur dan senang melihat penampilan adiknya yang terlihat sangat cantik itu, namun entah kenapa dia merasa posisinya sebagai seorang kakak telah terancam oleh Callian . Karena warna rambut mereka yang sama-sama berwarna biru.
Setelah sedikit keributan itu, mereka akhirnya mulai pergi dengan dipandu oleh Astel. Setelah turun dari kereta kuda yang mengantarkan mereka keluar dari kota pelabuhan Crastille menuju desa Cole, mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan berjalan kaki. Sampai pada akhirnya, setelah Astel mengatakan kalau mereka sudah hampir sampai.
Setelah mereka semua bisa melihat sebuah kapal berukuran sangat besar, yang terbuat dari baja sedang mengapung di atas permukaan air sungai. Callian langsung menggunakan universal detection miliknya dan memperluasnya sampai mencakup keseluruhan area 1 kilometer dari tempat mereka berada, untuk mendeteksi ada atau tidaknya keberadaan orang lain di tempat ini.
Karena universal detection milikinya tidak mendeteksi adanya satu orangpun di tempat ini, Callian dan yang lainnya langsung naik ke kapal tersebut menggunakan tangga yang memang sudah terpasang dan hanya tinggal di naiki saja.
"Tentu saja, karena ini adalah kapal milikku. Untuk sekarang, jika kau memang mempercayai diriku, tolong rahasiakan semua hal yang akan kau lihat dari keluargaku." Kata Callian dengan nada bicara dan raut wajah yang tegas.
Terlalu sulit untuk menyembunyikan banyak hal dari Amy jika dia masih dipekerjakan oleh keluarganya sebagai Pelayan eksklusifnya. Karena itu Callian langsung berterus-terang saja kepada Amy, kalau kapal ini memanglah kapal miliknya.
"Saya sangat percaya kepada anda tuan muda!." Jawab Amy dengan tegas.
Amy benar-benar seorang pelayan yang sangat setia dengan rasa kepercayaan yang sangat tinggi, lebih dari siapapun orang yang memiliki hubungan dengan Callian. Karena itu, Callian berpikir kalau sudah tidak ada lagi yang perlu disembunyikan kepada Amy. Namun dia akan tetap menyembunyikan fakta tentang dirinya yang merupakan reinkarnasi dari Heavenly Child Eternal Sword, kepada siapapun sekalipun orang tersebut adalah Amy.
Karena sampai sekarang Callian sangat yakin, kalau ada suatu alasan tertentu dibalik reinkarnasinya ini. Namun dia tidak bisa mengetahui dan mengingat sedikitpun sesuatu yang berkaitan dengan alasannya bereinkarnasi.
Karena ingatannya tentang hal ini, ditanamkan sebuah larangan yang sangat kuat, agar Callian tidak berusaha untuk mengingatnya. Larangan tersebut benar-benar sangat kuat, bahkan jika itu Callian dengan tubuh aslinya, kemungkinan untuk bisa mematahkan larangan ini masih sangatlah kecil. Tentu saja sangat Callian penasaran tentang siapa 'orang' yang menamakan larangan tersebut kepadanya.
Karena setidaknya 'orang' itu haruslah berada di tingkatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dirinya, sampai bisa membuat larangan seperti ini. Namun setiap kali Callian hanya mencoba untuk memikirkannya sedikit saja, kepalanya benar-benar terasa seperti akan meledak karena rasa sakit dan pusing yang di alaminya.
Karena itu untuk sekarang, Callian tidak akan memusingkan ataupun memikirkan hal tersebut. Dia hanya akan mengikuti dan bergabung bersama dengan 'arus' yang memang sudah ada, di kehidupannya yang kedua ini.
Jika memang ada sesuatu di balik reinkarnasi ku ini, aku yakin larangan ini akan menghilang dengan sendirinya jika memang sudah waktunya.
"Ngomong-ngomong siapa yang akan menjadi kapten kapal ini?." Tanya Suisei kepada semua orang.
Pertanyaannya Suisei tersebut, benar-benar langsung menyadarkan semua orang yang sedang termenung dalam lamunannya masing-masing, karena terbawa suasana oleh indahnya pemandangan matahari yang baru terbit.
Ketika Callian dan Astel menatap kepada Amy, Amy langsung menegaskan jawabannya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali. Karena dia memang tidak memiliki kemampuan tentang cara mengendarai kapal.
Sekarang Callian dan Amy berganti menatap kepada Astel dengan tatapan penuh harap, karena mereka berdua tahu kalau Astel merupakan anak yang berasal dari keluarga Nelayan. Seharusnya dia memiliki sedikit kemampuan untuk menjadi seorang Nahkoda ataupun kapten kapal.
"Aku juga tidak bisa!. Berhentilah menatapku seperti itu, walaupun aku berasal dari keluarga Nelayan, tapi aku belum pernah sekalipun ikut berlayar!." Jelas Callian dengan tegas kalau merasa tidak nyaman dengan cara Callian dan Amy menatap kepada dirinya.
Namun Callian benar-benar tidak peduli dengan alasannya tersebut, terlihat kekecewaan di raut wajah yang ditunjukkan oleh Callian setelah mendengar jawaban Astel.