The Reborn Heavenly Swordmaster.

The Reborn Heavenly Swordmaster.
Unmei & Naine VS Bernard



Chapter 24:


「 Unmei & Naine VS Bernard 」


Dua Minggu telah berlalu dengan terasa sangat cepat, dan hari yang ditentukan untuk bertemu kembali dengan Callian telah tiba hari ini. Karena Luna juga mengatakan kalau dia ingin bertemu secara langsung dengan Callian, karena itu Unmei juga membawa Luna bersama dengan Naine ketempat yang sebelumnya sudah ditentukan.


Luna dan Unmei yang memakai jubah putih dan topeng rubah, benar-benar membuat pemandangan di atas pohon tersebut benar-benar terlihat menjadi sangat mengerikan, selain karena kegelapan malam. Namun ketika mereka melihat ada sebuah kapal berukuran besar sedang bergerak ke arah mereka, Luna dan Unmei yang panik langsung turun dari atas pohon berniat membangunkan Naine yang tadi sempat tertidur.


Namun ternyata Naine sudah terbangun, sambil memeluk pedang miliknya, dia menatap kapal yang masih ada berada ratusan meter dari tempatnya berada.


"Master." Kata Naine.


"Jadi maksudmu, Master ada di kapal itu?." Tanya Unmei memastikan.


Naine langsung menganggukan kepalanya, sebelum dia berlari mendekati kapal tersebut. Unmei dan Luna yang sebenarnya masih terkejut dan kebingungan itu, juga langsung ikut berlari mengejar Naine walaupun dalam hal kecepatan mereka benar-benar bukan tandingan Naine.


"Dia tidak mengecewakanku, dia telah benar-benar menjadi seorang Serigala pemangsa sekarang. Dan sepertinya dia juga telah menemukan jati dirinya." Kata Callian yang sedang duduk di tepian dek kapal, ketika melihat Naine sedang berlari dan menatap kepada dirinya sambil memeluk pedang yang dia bawa.


Dan sedikit jauh di belakang Naine, dia juga melihat adanya Unmei bersama satu perempuannya lain, yang tidak dikenal oleh Callian. 


"Siapa mereka?, Mereka terlihat berbahaya." Tanya Bernard.


"Mereka adalah lawanmu, turunlah dan hadapi mereka dengan serius." Balas Callian.


Walaupun Bernard tidak mengerti, namun setelah dia meminta para bawahannya untuk menghentikan kapal, dia langsung turun meloncat ke bawah setelah kapal berhenti bergerak. Disaat Bernard melesat dan mencoba untuk melukai Naine dengan pedang besarnya yang masih tersarungkan, Luna dan Unmei dengan sigap langsung menahan pedang besar Bernard tersebut.


Disaat pedang mereka beradu, Luna dan Unmei langsung bisa mengetahui pria berbadan besar ini sangat kuat melebihi orang-orang yang selama ini pernah mereka lawan. Naine yang tidak peduli dengan sekitarnya, tanpa merasa bersalah sedikitpun, dia langsung memanjat pohon dan meluncur naik ke atas kapal. Dia langsung menemui Callista.


"Kugh!. Serigala sialan itu bukannya membantu dia malah langsung pergi!." Kata Unmei dengan kesal sambil masih dalam posisi menahan pedang besar Bernard.


"Fokuslah, kita lakukan seperti biasa!." Kata Luna kepada Unmei.


Unmei menganggukkan kepalanya, walaupun dia masih kesal kepada Naine. Padahal dia mengangkat pedangnya untuk melindunginya, namun sekarang orang yang telah dia coba untuk lindungi itu malah menonton ketika dia sedang dalam kesulitan.


"Master!." Kata Naine menyapa Callian.


Astel dan Suisei benar-benar sangat terkejut karena kedatangan Naine, namun karena dia terlihat memiliki hubungan dengan Callian, keduanya langsung tidak menghiraukannya dan lebih tertarik kepada pertarungan yang sedang terjadi dibawah.


Kerjasama Unmei dan Luna benar-benar telah sangat menyulitkan Bernard, karena serangan kombinasi yang mereka lakukan membuat Bernard bahkan tidak berani untuk menyerang balik, Bernard saat ini sedang dalam posisi bertahan.


Sesuai dugaan Callian, Bernard juga langsung bisa mengetahui kalau kelemahan dalam serangan kombat mereka ada di dalam diri Luna. Karena itu dia merelakan tangannya terbebas oleh Unmei, dan langsung menyerang Luna dengan membabi buta. Bernard juga langsung tidak lagi menahan dirinya, dia langsung mengeluarkan auranya, dan menunjukkan kelasnya sebagai Pendekar Pedang Enam Star.


"Naine, bantulah Unmei untuk mengalahkan pria itu. Tunjukanlah kekuatanmu." Perintah Callian kepada Naine.


Naine langsung mengangguk paham, sebelum meloncat dan bergantian melesat ke arah Bernard.


Tidak kuasa mengimbangi kecepatan dan serangan yang membabi buta dari Bernard, pedang milik Luna langsung patah, dan dia mendapatkan tendangan yang bukan main dari Bernard. Ketika Luna terhempas dengan sangat jauh, dan Bernard berniat untuk mengejarnya dan melumpuhkan Luna sepenuhnya, niatannya itu harus di urungkan karena sekarang dia harus berurusan dengan Naine. 


Setelah berhasil menahan serangan Naine yang melesat dari atas, mereka langsung menyerang satu sama lain tanpa sedikitpun memikirkan pertahanan mereka.


Ketika Unmei tidak menemukan keberadaan Luna, dari sanalah dia langsung sadar kalau ini adalah sebuah tes yang diberikan oleh Callian kepada mereka, setelah dia melihat Luna yang sedang dibawa naik ke atas kapal.


Unmei langsung membaca situasi pertarungan. Di sanalah dia melihat kalau keduanya memiliki kekuatan penghancur yang keduanya sama-sama mengerikan, hanya dalam sekejap mereka berdua telah meratakan hutan yang menjadi arena tempat mereka bertarung. Karena sebelumnya Naine tidak membantu dirinya, dia juga langsung pergi naik ke atas kapal untuk menyusul Luna.


"Pantas saja dia menyuruhku untuk tidak menahan diri!. Baiklah jika itu memang yang dia inginkan, aku akan menurutinya!." Kata Bernard sambil menahan serangan demi serangan Naine yang datang tanpa ada hentinya, sebelum melepaskan seluruh auranya dan memasukan energi Wyzer ke dalam pedang miliknya.


Walupun itu membuat Naine hanya sedikit terhempas, hal itu langsung merusak pola serangan Naine dan membuat Bernard memiliki kesempatan untuk membalikan keadaan. Karena melihat hal ini juga, Unmei langsung mengurungkan niatnya dan langsung datang membantu Naine.


"Dasar pengecut!. Seorang kesatria tidak akan mencoba menyerang dari belakang!." Kata Bernard yang kesal karena Unmei yang mencoba menusuk dirinya dari belakang, sambil menahan pedang Unmei. 


"Sayangnya aku bukan seorang kesatria. Lagipula kau duluan yang melakukannya, dan seharusnya kau tidak melupakan setiap musuhmu!." Kata Unmei.


Hal itu langsung mengingatkan Bernard kepada Naine. Dia benar-benar telah melupakan keberadaannya, dan memberikan kesempatan dan celah yang sangat besar untuk Naine bisa menyerangnya. Dengan sorot matanya yang sangat tajam, Naine meloncat keatas sebelum melakukan serangan sekuat tenaga kepada Bernard.


Serangan itu menciptakan dua suara dentuman yang sangat keras, dan membuat seluruh arena pertarungan mereka menjadi dipenuhi oleh asap debu. Dan setelah asap tersebut menghilang, kemenangan telah menjadi milik Bernard.


Karena terlihat Unmei dan Naine sudah tergeletak tidak sadarkan diri di tanah yang berada tidak jauh dari tempat Bernard berada.


Sambil menatap Pedang besar miliknya yang memiliki bekas tebasan pedang itu, walaupun itu sedikit kecil, namun tetap saja hal itu langsung membuat Bernard merasa sangat ngeri kepada Unmei dan Naine. Dia bahkan menunjukkannya secara langsung, dengan tidak ingin membawa Naine dan Unmei naik ke atas kapal karena takut mereka berdua tiba-tiba saja tersadarkan, dan akan langsung kembali menyerang dirinya.


Karena itulah dia menyerahkan tugas untuk membawa naik Unmei dan Naine ke atas kapal, kepada para bawahannya. Melihat Callian yang tersenyum mengejek, benar-benar kembali membukakan matanya selebar mungkin. Itu juga langsung menyadarkan tingkatannya.


Walaupun orang-orang mengetahui kalau dialah yang menjadi pemenang dalam pertarungan tersebut, namun bagi Bernard itu adalah kekalahan telak bagi dirinya. Itulah makna dari senyuman Callian kepadanya, itu juga menandakan kalau dia masih belum layak untuk bisa bertarung dengan Callian. 


Itulah yang dipikirkan oleh Bernard.