The Reborn Heavenly Swordmaster.

The Reborn Heavenly Swordmaster.
Perjalanan menuju Kota Pelabuhan



Chapter 7:


「 Perjalanan menuju Kota Pelabuhan 」


"Tuan muda kemana sebenarnya anda pergi.." Kata Amy yang mencemaskan keberadaan Callian.


Callian yang tiba-tiba saja muncul dari belakang punggung Amy, dengan sengaja menepuk pundak Amy sampai membuat dirinya langsung meloncat terkejut.


"Apa kau sudah menemukan kereta kuda nya?." Tanya Callian kepada Amy.


Namun Amy tidak bisa langsung menjawabnya karena masih merasa syok karena sempat berpikir kalau Callian terjebak dalam sesuatu yang buruk, karena tadi dia tidak dapat menemukan keberadaan Callian sama sekali.


Wajahnya yang terlihat hampir menangis, membuat Callian merasa sangat bersalah karena telah meninggalkannya terlalu lama.


"Baiklah aku minta maaf, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi." Kata Callian, perkataannya itu berhasil membuat Amy merasa sedikit lebih tenang.


Setelah Callian memberitahukan kalau tujuannya adalah menunju kota pelabuhan Crastille, Amy langsung membuat permohonan misi pengawalan ke Guild petualang dengan bayaran yang tinggi.


Walaupun Callian secara tegas mengatakan bahwa dia tidak membutuhkan pengawalan, dia yang tidak bisa mengalahkan Amy dalam berargumen pada akhirnya hanya bisa menerimanya.


Karena itu saat ini mereka berdua sekarang sedang berada di dalam salah satu ruangan di Guild petualang ibukota. Mereka sedang menunggu ada Petualang yang datang untuk mengambil misi permohonan pengawalan yang Amy ajukan.


Dan untungnya tanpa membutuhkan waktu yang lama, mungkin karena bayaran permohonannya yang sangat tinggi, sekelompok orang yang datang bersama dengan resepsionis Guild petualang masuk kedalam ruangan tempat dimana Callian dan Amy berada.


Sepertinya mereka adalah orang-orang yang berniat mengambil misi permohonan pengawalan yang di ajukan oleh Amy.


"Apa mereka adalah orang-orang yang menerima misi pengawalan kami?." Tanya Amy kepada sang Resepsionis Guild petualang.


Sang Resepsionis Guild petualang itu langsung menganggukan kepalanya sebagai jawaban, dan langsung memperkenalkan satu persatu dari lima orang yang datang bersama dengannya.


"Benar. Pria berbadan kekar ini adalah Antoni seorang Petualang peringkat A, dan merupakan pemimpin dari Party Red Eagle. " Jelas sang Resepsionis Guild.


"Aku Antoni, seorang Warior." Ucapnya memperkenalkan diri kepada Amy.


Callian sempat menoleh dan menatap kepada orang tersebut, Callian mengakui kalau orang yang bernama Antoni itu memang memiliki sedikit kemampuan.


"Dan tiga orang ini, mereka adalah petualang peringkat B dan anggota dari Party Red Eagle." Sambung Resepsionis Guild memperkenalkan tiga orang lainnya.


"Aku Sani, Seorang Pendeta" Ucap perempuan berambut kuning memperkenalkan dirinya kepada Amy.


"Aku Liana, Seorang Pemanah." Ucap perempuan berambut hijau yang juga ikut memperkenalkan dirinya kepada Amy.


"Aku Yoon, Pendekar Pedang." Ucap pemuda yang ada disamping Antoni memperkenalkan dirinya.


Komposisi dari Party tersebut sudah sangatlah bagus, mereka adalah kelompok Party yang terlihat sangat stabil. Namun lebih dari itu, Callian merasa lebih tertarik kepada perempuan yang memiliki rambut berwarna merah Rubby yang ada dibarisan paling belakang.


"Dan yang terakhir, dia adalah petualang solo yang memiliki peringkat A." Kata resepsionis guild sambil menunjuk kepada perempuan yang memiliki rambut berwarna merah Rubby.


"Namaku Merlin, Mage Circle Lima." Ucapnya memperkenalkan diri sambil bertatapan dengan Callian.


***


'Circle', adalah sebutan untuk rune sihir yang ada di dalam jantung.


Dari buku-buku yang telah dibaca oleh Callian. Orang-orang di dunia ini menyebut Qi spiritual sebagai Wyzer dan Mana, serta Energi alam sebagai Divine Energi.


Para pendekar pedang dan orang-orang di dunia ini, mereka berkultivasi dengan menyerap Qi spiritual dan menyimpannya kedalam Circle yang mereka buat di dalam jantung mereka.


Begitupun juga dengan para Mage, perbedaannya mereka hanya memiliki tubuh spesial yang lebih berbakat dalam pengolahan Qi Spiritual.


Ketika para pendekar pedang menggunakan Qi spiritual yang telah mereka simpan di dalam Circle mereka, itu disebut sebagai kekuatan Wyzer. Hanya saja, tidak semua pendekar pedang bisa menggunakan Wyzer, karena hanya para pendekar Lima Star saja atau yang sudah memiliki lima Circle di dalam jantung mereka, yang sudah dapat mengolah Energi Qi Spiritual menjadi Energi Wyzer.


Karena itu ketika Callian bertarung dengan Unmei, dan menggunakan Qi murni untuk menggertak, Unmei berpikir kalau itu adalah energi Wyzer yang sangat kuat, yang hanya dimiliki oleh Para Master Pedang.


Sedangkan untuk para Mage, mereka adalah eksistensi dari sebuah keajaiban. Mereka itu berbeda dengan orang lainnya, karena itu mereka disebut sebagai sebuah keajaiban.


Walaupun para Mage juga berkultivasi dengan menyerap Qi Spiritual, yang menjadikan mereka spesial adalah tubuh mereka yang sangat sensitif dengan Energi spritual, dan mereka sudah bisa mengolah Energi spritual yang mereka miliki menjadi Energi Mana dan menggunakannya ketika Circle pertama mereka sudah terbentuk.


Karena itu keberadaan seseorang Mage menjadi sangat langka dan sangat berharga bagi sebuah negara.


Dan juga ada beberapa Mage yang berkultivasi dengan menyerap energi alam, namun itu jauh lebih langka, Mage terakhir yang diketahui memiliki kekuatan Divine Energi adalah seratus tahun yang lalu, yaitu Maharani Airenzart.


**


Setelah semua persiapannya sudah lengkap, Callian dan Amy langsung naik kedalam kereta kuda, sedangkan para petualang mengikuti mereka dari samping dengan menunggangi kuda mereka masing-masing.


Ketika kereta kuda yang dinaiki oleh Callian dan Amy melewati gudang terbengkalai, yang merupakan tempat dimana Callian merawat Naine. Dia langsung teringat kepada Naine, dan Unmei.


Karena sangat menantikan dan membayangkan pertumbuhan mereka, Callian yang tiba-tiba saja tersenyum menyeringai itu, membuat Amy merasa kebingungan.


Perjalanan tersebut benar-benar terasa sangat lambat, namun tidak ada banyak hal yang bisa Callian lakukan di situasi ini. Dan perjalanan tersebut semakin melambat setelah mereka memasuki Hutan yang dipenuhi oleh monster, para petualang terlihat dapat dengan mudah bisa mengalahkan semua monster yang menggangu perjalanan.


Menurut buku yang Callian baca, Monster hijau yang memiliki telinga sedikit runcing dan kuku-kukunya yang panjang itu, disebut sebagai Monster Goblin.


Suasana menjadi lebih tenang dan aman setelah mereka keluar dari dalam hutan tersebut, karena hari sudah hampir gelap, mereka memutuskan untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.


Callian yang baru saja keluar dari dalam kereta bersama Amy, langsung dihampiri oleh Antoni dan anggota party nya. Bau darah yang sangat menyengat, langsung tercium ketika Amy dan Callian menghirup nafas. Bau darah tersebut sama sekali tidak tercium ketika mereka berada di dalam kereta.


"Didepan tidak jauh dari sini, ada tumpukan mayat para Prajurit yang sedang dimakan para Goblin. Saya pikir, kita harus melanjutkan perjalanan karena disini sepertinya tidak aman. Akan lebih aman jika kita beristirahat di desa terdekat." Ucap Antoni melaporkan tentang temuan mayat para prajurit kepada Amy dan Callian.


"Baiklah." Jawab Amy.


Walaupun Callian sudah sangat pegal karena sudah terlalu lama duduk di dalam kereta kuda, dia masih harus menahannya lebih lama lagi karena mereka kembali melanjutkan perjalanan. Tidak ada yang bisa melawan Amy ketika dia sudah menetapkan sesuatu.


Bau darah yang tadi mereka cium itu ternyata memang benar berasal dari tumpukan mayat prajurit, dilihat dari manapun para prajurit tersebut bukan terbunuh karena para monster, sekilas Callian melihat ada tanda-tanda kalau mereka teracuni di lihat dari genangan darah mereka.


Namun Callian tidak tahu, apakah Antoni dan Anggota Party nya sadar akan hal itu atau tidak ketika memeriksa mayat-mayat tersebut.