
Chapter 23:
「 Kembali ke wilayah Axell 」 Part IV.
Kedatangan Astel bersama dengan Bernard dan para bawahannya, awalnya sedikit membingungkan dan mengejutkan Amy, namun setelah Astel menjelaskan kepadanya dia langsung mengerti dan menyambut mereka dengan ramah. Bahkan Amy langsung pergi untuk membuatkan mereka makanan.
Disisi lain, Callian saat ini sedang mendengarkan temuan Astel di ibukota. Astel mengatakan kalau dia sempat menemukan tempat yang menjual berbagai macam magic item, terutama Tas penyimpanan dimensi.
"Jadi karena itu juga kau baru kembali sekarang, bukannya aku sudah mengatakannya dengan jelas kalau kau harus kembali sebelum matahari terbenam?." Kata Callian dengan nada bicara dan raut wajah yang kesal kepada Astel karena tidak kembali sebelum matahari terbenam.
Untuk hal itu, Astel memang mengakui kesalahannya. Namun dia langsung meluruskan mengapa dirinya bisa sangat terlambat. Hal itu tidak lain karena kelompok tentara bayaran yang dipimpin oleh Bernard, sampai di ibukota tepat ketika matahari mulai terbenam.
"Bukan begitu Tuan muda, alasan saya terlambat adalah karena mereka. Ketika saya sudah sampai di ibukota, mereka baru sampai di dermaga ketika hari menjelang sore." Jelas Astel.
Rasa kesal yang dirasakan oleh Callian sekarang berpindah kepada Bernard. Karena itu dia langsung menatap tajam kepada Bernard.
"Bukannya sudah aku katakan agar tidak terlambat?." Kata Callian dengan nada dan wajah yang mengintimidasi Bernard.
Perkataan Callian itu membuat Bernard menjadi sangat terkejut, dan dia juga langsung berpikir kalau Callian sepertinya tidak mengetahui tentang butuh waktu seberapa lama berlayar untuk sampai di ibukota dari kota pelabuhan Crastille.
Tentu saja jika mereka menggunakan kapal sihir, perjalanan mereka akan terasa menjadi sangat cepat. Terlepas dari itu semua, Bernard yang sebenarnya tetap berniat mengakui kesalahannya itu, tiba-tiba saja terkejut ketika bawahannya yang bernama Ben mengacungkan pedang kayu yang dia bawa ke wajahnya Callian.
Walaupun pria bernama Ben itu tidak memiliki niatan yang buruk, karena dia hanya ingin sedikit menakuti-nakuti, anak kecil yang menurutnya telah bertingkah sangat angkuh di depan mereka itu. Karena tidak peduli mereka dari keluarga bangsawan manapun, tidak akan ada yang berani bersikap angkuh di depan mereka.
Suisei yang melihat kejadian itu dari kejauhan, langsung melemparkan pisau dapur yang dibawa olehnya, tanpa memperdulikan makanan yang dia bawa dan hendak disajikan untuk semua orang.
Pisau itu melesat sangat cepat, dan menusuk pundak sebelah kanan dari pria bernama Ben itu dengan sangat dalam. Sampai membuatnya menjatuhkan pedang kayu yang sedang dia genggam, karena tangan kanannya langsung mati rasa.
Reaksi Suisei itu bahkan lebih cepat dari Bernard yang berniat mengeluarkan pedangnya.
Dia baru melihatnya satu kali, namun dia langsung mempraktikkannya. Walaupun itu tidak sempurna.
Terlepas dari apapun itu, Callian lebih merasa terkejut karena Suisei bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang telah diajarkan oleh dirinya kepada Suisei hari ini. Begitupun juga dengan Bernard, karena walau sekilas dan terasa sangat lemah, dia sangat yakin kalau ada energi Wyzer di pisau tersebut.
Bukannya menolong ataupun membalaskan dendam, Bernard malah langsung menendang perut bawahannya itu sampai membuatnya langsung jatuh pingsan dengan mulutnya yang berbusa.
Amy yang melihat kejadian itu juga menjadi sangat terkejut dan marah. Namun setelah permintaan maaf Bernard yang tulus, dan dia juga telah berjanji kalau hal tersebut tidak akan terulang lagi di masa depan. Masalah tersebut langsung berakhir dengan damai.
Para bawahan Bernard yang lain, benar-benar tidak mengerti dengan sikap ketua mereka yang bisa dengan mudahnya tunduk dan mengatakan kata maaf.
Karena mereka tau, bahkan Raja dari kerajaan inipun tidak bisa akan bisa memaksa ketua mereka untuk tunduk apalagi mengatakan kata maaf. Hanya satu jawaban yang mereka pikirkan, yaitu kedudukan yang dimiliki oleh anak laki-laki yang memiliki warna rambut berwarna biru itu, lebih tinggi dari seorang Raja.
"Berhentilah memikirkan yang tidak-tidak jika kalian tidak ingin bernasib sama seperti Ben, cepatlah ambil kemudi kapal ini dan lakukan perintahnya." Kata Bernard yang menyuruh bawahannya untuk bergegas ke ruang kendali karena Callian sudah memerintahkannya.
Bernard langsung kembali ke dek kapal, disana dia melihat Callian dan Astel sedang mengobrolkan sesuatu, dan anak perempuan yang sempat menyerang Ben, terlihat sedang duduk bermeditasi tidak jauh dari mereka berdua.
"Keduanya benar-benar seorang Monster, walaupun kakaknya lebih cocok dipanggil Iblis." Kata Bernard sebelum bergabung dengan Callian dan Astel.
Dia berpikiran kalau Suisei adalah adik perempuannya Callian, karena mereka berdua memiliki warna rambut yang sama.
"Jadi jika ingin memperkuat racun, saya hanya harus menambahkan bubuk sari dari bunga Pine ke racunnya?." Tanya Astel kepada Callian.
Setelah Bernard mendekat, dan bisa mendengar perkataan mereka berdua. Mereka berdua ternyata sedang mengobrolkan soal racun yang itu pasti berkaitan dengan seorang Alkemis, tidak heran mengapa mereka memiliki begitu banyak sekali tanaman herbal yang saat ini ada berada di kapal miliknya.
"Benar, racun kuat dengan racun kuat tidak akan memperkuat racun tersebut. Itu malah akan melemahkan nya, karena itu juga ada metode mengobati racun dengan racun. Intinya kau bisa memperkuat racun dengan tumbuhan yang memiliki kekhususan seperti bunga Pine." Jelas Callian.
"Saya belum pernah mendengar adanya metode seperti itu. Terimakasih tuan muda, karena telah mengajarkan saya." Balas Astel.
"Karena tujuanku membawa dirimu adalah untuk mengajari dirimu, namun kau juga harus bisa belajar sendiri seperti yang selama ini kau lakukan. Setelah sampai di wilayah Axell, kau tidak akan menjadi pesuruhku lagi, aku akan membuatkan laboratorium agar kau bisa bereksperimen dengan bebas." Kata Callian.
Sekarang dia langsung berbalik menetap kepada Bernard.
"Ada keperluan apa kau datang kemari?. Apa kau ingin bertarung?, tunggulah sebentar lagi." Sambung Callian ketika menoleh kepada Bernard.
Padahal sebenarnya Bernard datang tanpa memiliki niat sedikitpun untuk bertarung dengan Callian, namun karena dia memang penasaran dan ingin mencoba untuk bertarung dengan Callian, dia langsung hanya diam tanpa menjawab perkataan Callian tersebut. Walaupun Bernard sangat tahu kalau Callian sangat kuat, dan memang karena hal itulah juga yang mendorong rasa ingin bertarungnya dengan Callian.
Dia masih belum sadar, kalau perkataan Callian tersebut tidak ditunjukkan untuk dirinya sendiri. Karena bagaimanapun, Callian lah yang akan menderita banyak kerugian jika dia bertarung dengan Bernard yang sekarang merupakan Pendekar Pedang Enam Star. Callian juga sebenarnya sekarang masih dalam tahapan pemulihan dirinya.
Bernard masih belum sadar kalau dia bukan akan bertarung dengan Callian, melainkan orang lain yang saat ini sedang menunggu kedatangan Callian.