
Chapter 26:
「 Kekalahan dan Pembalasan Dendam 」
***
Malam yang panjang itu telah berakhir menjadi pagi, dan semua orang mulai terbangun dari tidurnya masing-masing. Tapi tidak untuk Bernard dan para bawahannya, yang sampai sekarang mereka masih terjaga karena harus mengontrol ruang kendali kapal.
Sesuai permintaan Callian kemarin malam, Amy hanya memberikan makanan untuk anak-anak bangsa Plahm saja. Dan untungnya orang-orang dewasa dari bangsa Plahm tidak menganggap hal itu sebagai diskriminasi, karena mereka sudah mendengar situasinya dari Luna. Lagipula mereka juga akan selalu memprioritaskan anak-anak dibandingkan diri mereka.
Astel yang didampingi oleh Luna, saat ini sedang berusaha untuk mengobati dan merawat anak-anak yang terjangkit oleh penyakit. Walaupun Astel sadar itu diluar dari kemampuannya.
Suisei yang saat ini sedang berkultivasi di dek kapal, karena kemarin diperintahkan oleh Callian untuk secara rutin melakukan latihan pagi. Membuat Unmei dan Naine yang tidak memiliki kesibukan sama sekali itu, juga ikut berkultivasi bersama dengannya.
Hal itu menjadi pemandangan yang sangat menarik untuk dilihat oleh Bernard, yang memang sedang mencari rahasia dibalik alasan mengapa orang-orang yang mengikuti Callian bisa memiliki kekuatan yang sangat besar.
Walaupun ketiganya saat ini ada berada di level yang dibawah dirinya, namun mereka masih memiliki jalan yang sangat panjang tidak seperti dirinya yang sudah mulai menumpul karena termakan oleh usia.
Sementara itu, Callian yang sampai sekarang masih belum juga terbangun, membuat Amy merasa sedikit khawatir karena biasanya Callian selalu terbangun lebih awal dibandingkan yang lainnya.
Amy yang sedang berdiri di depan pintu menunggu Callian terbangun dan keluar dari ruangannya itu, terlihat sedang dihampiri oleh Astel dan Luna.
Di saat yang sama, Callian juga sudah terbangun dari tidurnya dan langsung beranjak keluar dari ruangannya, dengan wajah yang terlihat sangat segar serta di penuhi oleh energi positif.
"Tuan Muda, apa anda baik-baik saja?. Akhir-akhir ini anda selalu tidur sangat larut, itu tidak baik untuk pertumbuhan anda Tuan muda." Jelas Amy kepada Callian karena mengkhawatirkan dirinya.
"Apa aku terlihat seperti tidak baik-baik saja?. Hari ini aku bahkan merasa lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya, tidak perlu khawatir Amy." Balas Callian dengan tersenyum. Perkataannya tersebut juga langsung menenangkan Amy, karena Amy melihat wajah Callian memang terlihat lebih bersinar dan berenergi.
Tentu saja, karena hari-hari sebelumnya Callian masih sedang dalam masa-masa pemulihan, imbas dari mengeluarkan kekuatan besar yang tidak bisa di tahan oleh tubuhnya.
Namun hari ini dapat dipastikan kalau Callian sudah pulih sepenuhnya, tubuhnya yang awalnya masih mengalami rasa nyeri dan mati rasa di berbagai titik, sekarang Callian sudah tidak lagi merasakan hal itu.
Setelah sarapan pagi sambil mendengarkan laporan yang diberikan oleh Astel tentang kondisi anak-anak bangsa Plahm, Callian langsung datang untuk melihat kondisi mereka secara langsung.
Kondisi anak-anak tersebut, memang sama persis dengan apa yang dilaporkan oleh Astel kepada dirinya. Sebagian besar anak-anak ini, terjangkit penyakit yang diakibatkan oleh kurangnya gizi dan gigitan serangga berancun dan yang tidak beracun.
Tidak ada bahan-bahan untuk membuatkan mereka obatnya sekarang.
Dikarenakan semua tanaman herbal ada dibawa oleh armada kapal milik Bernard, Callian tidak bisa untuk langsung mengobati anak-anak yang ada disini. Untuk sekarang bersama dengan Astel, dia hanya memberikan perawatan semampu mereka menggunakan alat-alat dan bahan-bahan yang ada.
****
Beralih ke wilayah Axell.
Merupakan wilayah yang masih sedang dalam masa pembangunan dan pengembangan.
Hal itu bisa terlihat dari banyaknya rumah-rumah dan bangunan lain yang sedang dibangun, dan penebangan pohon untuk memperluas lahan yang dilakukan di banyak titik.
Sebuah kota kecil yang ada di wilayah pedalaman itu, hanya memiliki penduduk kurang dari Sepuluh (10) ribu saja, yang mayoritasnya bekerja sebagai Penambang.
Hal itulah yang membuat kota Axell juga disebut sebagai kota penambang, dan tidak heran mengapa pemandangan di kota ini sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya.
Viona Axell, Putri pertama Lord kota Axell, yang mewarisi darah seorang Pedagang dari ibunya. Memiliki sebuah perencanaan untuk membangun wilayah kota yang dikhususkan untuk segala keperluan komersial di dalam wilayah. Namun rencana pembangunan itu sekarang harus dihentikan karena situasi di kerajaan yang saat ini sedang kacau, dan karena Agresi yang dilakukan oleh pasukan Count Purma.
Karena itu sekarang, tambang besi yang dipermasalahkan sudah sepenuhnya dikuasai dan dikendalikan oleh pasukan Count Purma, karena mereka mendapatkan bantuan dari kekuasaan dan kekuatan yang dimiliki oleh Pangeran pertama.
Tidak ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh keluarga Axell dalam situasi seperti ini, mereka hanya membiarkan pasukan Count Purma mencaplok wilayah kekuasaan mereka tanpa adanya perlawanan sedikitpun.
Dan demi kebaikan mereka sendiri, dan sepuluh ribu orang yang ada tinggal di kota Axell. Keluarga Axell bahkan dipaksa untuk menandatangani perjanjian perdamaian dan tidak akan berperang dengan Count Purma, selama lima tahun ke depan.
Dan jika keluarga Axell melanggar perjanjian tersebut, itu akan di anggap sebagai bentuk pemberontakan terhadap kerajaan, dan pemerintah pusat memiliki kewenangan untuk mengerahkan pasukannya untuk menyerang wilayah Axell.
Hal itu bisa terjadi karena Fraksi pangeran pertama yang sedang dalam persiapan mengambil alih kekuasaan di ibukota, mendapatkan bantuan yang sangat besar dari keluarga Count Purma.
Callian yang masih belum tahu menahu tentang hal tersebut.
Dia yang saat ini sedang dalam perjalanan kembali ke wilayahnya itu dengan membawa kelompok tentara bayaran Crelles, tidak akan pernah sadar kalau hal yang dilakukannya itu menjadi tidak akan berguna karena adanya perjanjian damai itu.
**
Sesampainya kapal mereka di dermaga kota Haize, itu langsung membuat kegaduhan besar di dalam kota. Namun itu tidak berlangsung lama, karena kapal sihir mereka berlabuh di dermaga tersebut hanya untuk menaikkan persediaan dan memindahkan semua tanaman herbal.
Kapal kembali berlayar, dengan di ikuti belasan kapal berukuran sedang yang merupakan kapal armada laut milik kelompok tentara bayaran Crelles.
"Aku sudah menulis resep obatnya disini, dengan kemampuanmu yang sekarang seharusnya tidak akan sulit untuk membuat obat setingkat ini." Kata Callian kepada Astel sambil memberikan selembar kertas.
Astel mengangguk dan langsung mengambil kertas tersebut dari tangan Callian. Setelah mereka mengambil semua tanaman herbal yang diperlukan, mereka berdua langsung pergi menuju dapur kapal dan memulai meracik obat.
Karena dapur yang terbuka, Callian dan Astel yang sedang membuat obat itu, menjadi tontonan untuk banyak orang. Namun sebagian tidak berani untuk mendekat dan hanya memilih melihatnya dari kejauhan.
"Hey, apa kau benar-benar sudah membersihkan tanamannya?. Masih ada sisa-sisa tanah di daunnya!." Dengan nada dan raut wajah yang marah, Callian melemparkan salah satu tanaman herbal ke arah Astel karena kesal dengan Astel yang tidak mencuci bersih semua tanaman.
"Maafkan saya tuan muda..." Kata Astel merasa sangat bersalah.
Ketika dia hendak mengambil tanaman yang dilempar itu, Bernard terlebih dahulu mengambilnya dan langsung mencuci kembali tanaman tersebut.
"Biar aku yang mengurusnya, kau fokus saja dengan pekerjaan mu." Kata Bernard.
"Terimakasih." Balas Astel.
Setelah Bernard mencuci tanaman tersebut, dan memastikan kalau sudah tidak ada lagi tanah yang masih menempel di daun ataupun batang tanaman tersebut. Bernard langsung memberikannya kepada Callian.
Dan setiap Callian membutuhkan sesuatu ataupun bantuan, Bernard dengan sigap dan cepat datang untuk membantu, itu membuatnya terlihat seperti asisten Callian di mata semua orang yang melihatnya.
"Kau bisa mengangkatnya setelah direbus selalu tiga puluh menit, setelah itu langsung tambahkan serbuk ini kedalam rebusannya." Kata Callian kepada Astel.
Obat itu sudah sepenuhnya selesai, karena itu Callian langsung meninggalkan Astel dan berjalan menghampiri Amy untuk mengambil segelas air yang sudah disiapkan oleh Amy.
"Anda terlihat sangat luar biasa tuan muda." Kata Amy memuji Callian.
Luna dan Unmei juga sangat setuju dengan perkataan Amy tersebut. Mereka masih tidak percaya, kalau Callian hanyalah seorang anak yang masih berumur 10 tahun, bukan seorang Master Pedang ataupun Master Alkemis yang sedang menyamar.
"Kurasa memang begitu. Aku akan pergi melihat Suisei, ketika obatnya sudah siap kau bantulah dia Amy." Jelas Callian kepada Amy. Setelah meminum segelas air tersebut, Callian juga langsung pergi meninggalkan semua orang bersama dengan Bernard yang masih mengikutinya dari belakang.
"Baik tuan muda." Balas Amy sambil tersenyum.