The Reborn Heavenly Swordmaster.

The Reborn Heavenly Swordmaster.
Serangan Euthopian Kingdom 「Bagian 3.



Chapter 34:


「 Serangan Euthopian Kingdom 」Part.II


**


Axell Distrik Komersial.


Disini benar-benar lebih terlihat layaknya pemandangan dari sebuah kota. 


Dan itu menjadi lebih hidup dengan berbagai macam aktivitas perdagangan yang terjadi, disini juga ada banyak bangunan-bangunan yang dikhususkan untuk menjual dan memproduksi berbagai macam jenis produk yang di produksi secara langsung di wilayah Axell.


Seperti parfum Axell, Wine Axell, Daging Cave Bird, Perhiasan permata Amnesty, dan masih ada banyak  produk unggulan yang datang dari wilayah Axell. Terutama senjata dan armor tempaan mereka, yang seluruh diprioritaskan karena hasil tempaan mereka adalah yang terbaik di seluruh kerajaan. 


Tidak heran mengapa keluarga dari pedalaman ini  bisa menjadi sangat kaya.


Mansion besar ini adalah Mansion milik Viona, yang merupakan pusat dari Assosiasi pedagang Axell. Dikarenakan ada urusan mendesak yang sedang dilakukan oleh Viona, mereka bertiga tidak memiliki pilihan lain selain menunggu Viona menyelesaikan urusannya terlebih dahulu.


"Tuan muda Ian. Apa keterlibatan kekaisaran Tulcan sudah bisa dipastikan?." tanya Amy kepada Callian yang sedang membaca buku.


Dia sepertinya masih sangat memikirkan hal tersebut, begitupun juga dengan Merlin. 


"Aku tidak terlalu yakin untuk Putri pertama. Namun aku sangat yakin, kalau ada Kekaisaran Tulcan dibelakang Euthopian." jawab Callian tanpa menatap kepada Amy, seakan-akan itu adalah hal kecil dan tidak terlalu penting untuknya.


Namun bagi Amy dan Merlin, mereka berpikir kalau perang ini sudah ada di luar batasan keluarga Axell, dan mengirim Callian ke wilayah Flauren itu adalah keputusan yang sangat tidak bijak yang di ambil oleh Kepala keluarga Axell.


"Tuan muda!. Kita harus memberitahukan hal ini kepada Kepala keluarga, walaupun saya tahu Tuan muda dan yang lainnya kuat, namun mengirim anda ke Flauren itu sangat berbahaya!. Ada banyak Master dibelakang Kekaisaran, saya yakin Kepala keluarga akan menarik keputusannya jika kita memberitahukan tentang keterlibatan Kekaisaran." jelas Amy.


Merlin juga sangat setuju dengan saran yang diberikan oleh Amy. Sayangnya apapun itu yang dilakukan oleh Callian, dia tidak akan bisa merubah keputusan tersebut, karena bagi keluarga Axell itu adalah keputusan terbaik yang bisa mereka ambil.


"Kalian diam saja, jangan katakan apapun lagi. Merekalah yang akan menjelaskannya kepada kita." Callian menunjuk kearah pintu, disana terlihat ada Viona yang sedang berjalan mendekat ke tempat mereka berada. 


"Putri pertama?!." 


Merlin benar-benar sangat terkejut ketika melihat sosok perempuan yang ada berjalan di belakang Viona, walaupun wajah perempuan tersebut tertutup oleh kain, Merlin sangat yakin kalau perempuan tersebut adalah Putri Aretha.


"Jadi dia orangnya?. Pantas saja dia bisa dengan mudah keluar masuk di rumah utama." Callian sudah sangat sering melihat perempuan tersebut secara sembunyi-sembunyi datang ke rumah utama Axell, baik itu untuk menemui Viona maupun untuk menemui Ayahnya.


Callian awalnya berpikir kalau perempuan tersebut adalah utusan yang menghubungkan Axell dengan Fraksi Netral. Karena itu dia tidak pernah terpikirkan untuk mencari tahu segala hal tentang perempuan tersebut, keluarga kecil yang bernama Axell ini, tidak ada henti-hentinya mengejutkan dirinya.


Karena Axell tidak masuk kedalam daftar wilayah yang di spionase oleh Guild Hao. Callian dan yang lainnya tidak tahu-menahu tentang hubungan yang dimiliki Putri Aretha dengan keluarga Axell. 


Dia hanya tahu kalau keluarganya selama empat tahun ini sedang bersiap-siap untuk melakukan pemberontakan, tujuan mereka adalah untuk memisahkan diri dari Kerajaan Annalise.


Callian langsung mengangguk paham.  Dan jika Putri Aretha bisa menyadari keberadaan Merlin ketika dia sedang dalam bayang-bayang, itu menandakan kalau kemampuan miliknya tidak bisa diremehkan. 


"Aku ingin melihat apa sekarang dia bisa menyadari keberadaanmu atau tidak." balas Callian menatap kepada Merlin.


Tepat sebelum Viona dan Putri Aretha naik ke tempat mereka berada, Merlin langsung menggunakan Mantra Tidak terlihat dan menggunakan Teknik nafas mayat untuk menyembunyikan hawa keberadaannya.


Dia bersembunyi tepat dibelakang kursi tempat dimana Callian sedang duduk.


"Aku dengar dari Master Robert kalau kau memintanya untuk menempa kan Pedang dan Armor. Dia benar-benar sedang merasa sangat jengkel sekarang." Kata Viona kepada Callian.


Dia telah mendengar tentang permintaan tidak masuk akal Callian kepada para Penempa yang menginginkan Dua ratus set Armor dan Pedang dalam seminggu. Karena Robert mengeluhkan hal tersebut secara langsung kepada para petinggi wilayah Axell, dia berniat mencari pertolongan.


"Bukan hal yang besar, itu tugas yang mudah untuk para Penempa Axell." balas Callian dengan santai.


Callian pernah mendengar tentang permintaan mendiang kakeknya, yang kala itu Master Penempa keluarga Axell adalah  Ayahnya. Yang meminta para Penempa untuk membuatkan 100 pedang dalam Tiga hari. Karena itu Callian yakin kalau itu adalah tugas yang mudah untuk para Penempa.


"Apa kau sudah tahu kalau Ayah akan mengirim mu ke Flauren untuk menjadi perwakilan keluarga kita?." tanya Viona.


"Aku bahkan sudah mendapatkan surat perintahnya. Aku tidak habis pikir mengapa bisa anak kecil seperti ku dikirim ke medan perang." balas Callian.


Dia menunjukan ekspresi yang membuat Viona langsung merasa sangat bersalah, karena keputusan tersebut bukan datang dari Paundra, keputusan itu datang dari dirinya.


"Sebenarnya kakak lah yang memutuskan hal itu, ayah sebenarnya tidak setuju dengan keputusan itu." jelas Viona.


Sekarang sudah jelas siapa orang dibalik layar yang mengirim Callian ke wilayah Flauren. Sekarang dia hanya perlu mencari tahu apa tujuan mereka.


"Itu mengejutkanku. Aku sebenarnya sangat marah kepada ayah, karena bagaimanapun juga apa yang dia lakukan sama seperti membuang diriku." 


Setiap kata yang keluar dari bibir Callian membuat Viona benar-benar merasa sangat bersalah, dia tidak tahu kalau Callian dengan sengaja melakukan hal itu untuk membuatnya menjelaskan tentang tujuannya.


"Ian. Kakak mengirimmu ke Flauren bukan untuk berperang, walaupun memang benar kalau perang akan terjadi disana. Namun itu tidak akan lama." jelas Viona.


Dia juga mulai menceritakan tentang hubungan yang dimiliki oleh Axell dengan Putri pertama.  Namun dia tidak menceritakan banyak hal, dan Callian dengan jelas tahu kalau setiap perkataan Viona itu adalah kebohongan.


"Kakak harusnya tahu, kalau kekuatan benteng timur hanya aku yang bisa mengerahkan mereka. Meminta Bernard untuk tetap disini, sementara aku pergi ke medan perang, apa kakak sangat yakin bisa membujuk dirinya?." Callian yang tidak mengerti mengapa Viona memintanya untuk tidak membawa para  Kesatria yang ada benteng timur bersama dengannya.


Menjadi sangat yakin kalau Viona sedang merencanakan sesuatu yang besar. Karena itu dia memberikan kode tangan kepada Merlin, memerintahkan dia untuk segera mencari tahu hal tersebut.


Merlin yang mengerti maksud kode tangan tersebut langsung mengangguk paham. Ketika dia berjalan melewati Putri Aretha yang sedari tadi hanya mendengarkan, seketika Putri Aretha langsung berdiri karena secara sekilas merasakan hawa keberadaan orang lain.


Itu mengejutkan semua orang, namun orang yang paling terkejut disini adalah Merlin, dia bahkan langsung merapalkan mantra pertahanan kepada dirinya. Karena berpikir Putri Aretha berniat menyerang dirinya.