The Reborn Heavenly Swordmaster.

The Reborn Heavenly Swordmaster.
Kota Pelabuhan Crastille



Chapter 11:


「 Kota Pelabuhan Crastille 」


Ketika mereka hendak kembali melanjutkan perjalanan menuju kota Crastille, Merlin datang dan mengetuk kaca pintu kereta kuda. Dia tidak mengatakannya secara langsung, namun Callian bisa mengerti dengan maksud isyarat yang dilakukan oleh Merlin.


Callian hanya meresponnya dengan melambai-lambaikan tangannya. Merlin juga langsung mengangguk mengerti, gerak-gerik mereka berdua membuat Amy merasa bingung dan penasaran. Namun rasa penasarannya itu sama sekali tidak dipedulikan oleh Callian.


Merlin terlihat berjalan mendatangi Antoni dan anggota Party nya, dia langsung mengembalikan kantung emas yang tadi diminta dikembalikan oleh Antoni kepada Callian. Karena di dalam kantung tersebut ada lebih banyak koin emas dari apa yang telah dijanjikan, Antoni juga merasa kalau dia tidak layak untuk menerima itu karena pada dasarnya misi ini telah gagal baginya.


"Terimalah saja. Dia sepertinya memang tidak kekurangan koin emas sama sekali. Jangan membuatku lebih susah dari ini!." Kata Merlin dengan tegas kalau dia tidak akan membantu Antoni lagi untuk apapun itu.


Antoni dengan berat hati hanya bisa menerimanya, dan hanya bisa melihat ketika kereta kuda tersebut mulai melaju menjauh.


Tentu saja awalnya Amy kebingungan kenapa Party Red Eagle yang seharusnya mengawal mereka, malah berjalan ke arah yang berlawanan. Namun untungnya, si pengarang handal Merlin dapat menjelaskannya dan membuat Amy percaya dengan cerita kebohongannya itu.


"Tidak perlu khawatir, sudah sewajarnya mereka memprioritaskan keluarga mereka. Terlebih, kita jauh lebih aman dengan pengawalan dari para kesatria keluarga Carlpenter." Jelas Callian.


Mendengar itu Cecilia langsung tertawa kecil, karena dia tahu kenyataannya mereka pergi karena diusir secara tidak terhormat oleh Callian.


**


Terlihat jelas kalau Cecilia merasa pegal sekaligus merasa sangat bosan. Tapi tidak dengan Callian yang masih terfokuskan dengan buku yang dia baca.


"Apakah kau tidak bosan membaca buku?." Tanya Cecilia memulai pembicaraan dengan Callian karena rasa penasarannya, begitupun juga dengan Amy.


Sudah sangat sering Amy akhir-akhir ini melihat Callian yang membaca buku dalam waktu yang lama, seakan-akan dia tidak pernah merasa bosan sama sekali.


"Apa kau tahu?." Tanya Callian kepada Cecilia.


Cecilia secara spontan langsung menggelengkan kepalanya. Begitupun juga dengan Amy, karena Amy juga tidak tahu.


"Itu karena kau tidak membaca buku. Makanya kau tidak tahu!." Sambung Callian.


Cecilia sama sekali tidak mengerti dengan maksud perkataan Callian, sedangkan Amy sekarang merasa sangat kesal melihat Callian sedang mempermainkan Cecilia.


"Dengan membaca buku, kita bisa menjadi tahu hal-hal yang tidak kita ketahui. Karena itu jika kau ingin tahu, kau harus membaca buku." Ucap Callian berbicara dengan nada yang lebih serius.


Cecilia mengangguk mengerti, dan entah apa yang diperbuat oleh Callian. Mereka berdua hanya duduk dengan tenang, sambil membaca buku, bahkan ketika mereka makan dan minum, mereka masih membacanya.


Hal yang bisa menghentikan mereka membaca, hanyalah selingan ketika Cecilia bertanya sesuatu tentang hal yang dia baca kepada Callian.


**


"Tuan muda,, kita sudah sampai di kota Pelabuhan Crastille." Kata Amy memberitahukan kepada Callian, ketika dia sudah bisa melihat tembok beton yang mengelilingi kota.


Callian langsung berhenti membaca, begitupun juga dengan Cecilia, mereka berdua secara bersamaan memandangi pemandangan indahnya lautan biru yang terlihat membentang sangat luas.


Antrian masuk kota yang sangat panjang, menggambarkan akan seberapa ramai suasananya di dalam kota pelabuhan ini. Namun setelah salah satu Kesatria Cecilia datang menghampiri prajurit penjaga gerbang, Kereta kuda yang dinaiki oleh Cecilia dan Callian langsung diperbolehkan masuk tanpa dilakukan pengecekan, dan melewati antrian seratus kereta kuda lebih yang sedang mengantri masuk kedalam kota.


Orang-orang mulai bertanya-tanya siapa orang yang ada didalam kereta kuda tersebut.


Beruntungnya Callian membawa buku-buku tentang para bangsawan Annalise Kingdom yang dia dapatkan dari akademi, karena itu dia bisa dia mencari tahu tentang keluarga Carlpenter. Salah satu buku yang tadi baca, adalah buku tersebut karena dia sedang mencari tahu tentang keluarga Carlpenter.


Keluarga Carlpenter memiliki hubungan yang sangat erat dengan keluarga Crastille setelah salah satu anak perempuan Duke Carlpenter bertunangan dengan anak Marquis Crastille.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, untuk mereka bisa sampai ke kediaman tersebut. Cecilia langsung turun dari kereta, tapi tidak dengan Callian dan Amy.


"Apa anda akan langsung pergi?. Jika anda tidak memiliki tempat untuk beristirahat, disini kami akan selalu menyambut anda." Ucap kesatria perempuan, yang sepertinya dia adalah tangan kanannya Cecilia.


Dengan tegas Callian menolaknya, karena dia tidak ingin terlibat lebih dalam dengan urusan keluarga Carlpenter.


Tanpa sengaja menolong putri Duke yang diculik, menurutnya itu lebih dari cukup untuk berhubungan dengan keluarga tersebut.


"Ada urusan yang harus aku lakukan segera. Dan kau, jangan sampai kau di culik lagi, itu hanya akan merepotkan keluargamu." Kata Callian sebelum menutup pintu, dan menyuruh sang kusir untuk kembali memecut kuda nya.


Di dalam kereta kuda, Amy langsung memarahi Callian yang telah berkata tidak sopan kepada Putri keluarga Duke. Kesatria perempuan itu juga merasa kalau perkataan Callian tidak layak untuk dilontarkan kepada seorang putri Duke, hanya saja melihat Cecilia yang tertawa setelah mendengar itu, membuatnya langsung tidak memikirkan hal tersebut sama sekali.


Setelah berhasil membuat alasan untuk menjauhkan Amy, akhirnya Callian bisa berbicara empat mata dengan Merlin. Pada dasarnya misi pengawalan Merlin sudah berakhir, dan Amy juga telah memberikan imbalan 50 koin karena telah mengawal mereka dengan aman sampai ke kota Pelabuhan Crastille, namun tanpa alasan Merlin menolaknya.


Hal itulah yang membuat Callian kebingungan, dan tidak mengerti dengan maksud dan tujuan Merlin menolak imbalan tersebut.


"Misi mu sudah selesai, aku akan menambahkan bayaranmu sebagai uang tutup mulutmu." Kata Callian.


Merlin dengan tegas kembali menolaknya, dia sama sekali tidak menginginkan dan membutuhkan uang milik Callian.


"Apa boleh aku meminta imbalanku dengan yang lain?." Tanya Merlin. Walaupun dia takut, dia tetap memberanikan diri untuk mengatakan hal tersebut.


"Aku akan menyetujuinya jika itu masih berada dalam kemampuanku." Balas Callian.


"Aku ingin mengikutimu, untuk belajar bagaimana caranya menjadi lebih kuat." Dengan sorot yang yang bertekad dan penuh harap, Merlin sangat menantikan jawaban yang akan diberikan oleh Callian.


Bukannya penolakan ataupun penerimaan, jawaban yang diberikan oleh Callian.


Callian malah tertawa terbahak-bahak sampai mengeluarkan air mata. Menurut Merlin tidak ada hal yang lucu sama sekali, namun bagi Callian itu sangat lucu karena dia tidak habis pikir Merlin menginginkan hal tersebut.


"Aku akan menerimamu sebagai orangku, dan mengajarkan mu cara menjadi lebih kuat. Asalkan kau bisa menunjukan kegunaan dirimu!." Kata Callian.


Dia sama seperti Unmei yang haus akan kekuatan, namun dirinya lebih tenang dan stabil jika dibandingkan dengan Unmei. Rasa ingin menjadi lebih kuatnya bukan muncul karena dendam ataupun kebencian, dia murni hanya haus akan kekuatan.


Itu langsung mengingatkan kepada rekannya yang di panggil, Si Penggila Teknik dari Gunung Hua.


Karena itu Callian ingin mengetes seberapa besar tekadnya itu.


"Apa yang harus aku lakukan?." Balas nya dengan spontan bertanya kepada Callian dengan ketetapan tekad yang sangat kuat.


Dengan wajah yang terkejut, Callian terdiam sambil bertatapan mata dengan Merlin.


Aku suka orang seperti dia!.


Kalian berpikir sejenak, untuk memikirkan bagaimana dia harus mengetes kelayakannya Merlin agar bisa berguna bagi dirinya.


"Kumpulkanlah berbagai macam pengetahuan mendasar yang ada di dunia ini. Dan bentuklah kelompok Intelijen di ibukota, jika kau telah berhasil melakukan itu, datanglah ke kota Axell dan temui aku!."


"Baik." Tanpa keraguan sama sekali, Merlin langsung dengan tegas menjawabnya. Bahkan dia langsung hendak pergi meninggalkan Callian, dia benar-benar tipe orang pintar yang akan melakukan apapun untuk menjadi kuat.


Karena itu sebelum Merlin melakukan tugasnya untuk membuktikan kelayakannya, Callian memberikan beberapa hadiah kecil kepadanya. Dan dia juga sangat menantikan kejutan apa yang akan diberikan oleh Penyihir yang haus akan kekuatan ini.


Callian langsung meninggalkan Merlin yang sedang menyerap teknik yang diberikan olehnya di tengah-tengah keramaian orang-orang yang sedang berlalu-lalang, dan memasukan semua koin emas miliknya, yang dia dapatkan dari mencuri di brankas pedagang budak ke dalam tas penyimpanan dimensi milik Merlin.