
Hari itu aku memang benar-benar tidak enak badan selain aku sedang kedatangan tamu bulanan badan ku juga sedang tidak vit, sepulang dari sekolah adhea langsung menemui ku
"Alea!" teriak nya masuk ke dalam kamar ku, aku masih terbaring di atas ranjang badan ku masih lemas dan suhu tubuh ku juga meninggi.
"kamu kenapa? sakit? kenapa pulang nya ga izin?" ujar Adhea memberondongi ku dengan pertanyaan
"tadi darurat, jadi Zidan bawa aku pulang gitu aja.. karna takut aku kenapa-napa"ujar ku bohong karna sebenarnya tadi kita memang berniat membolos.
"tadi di cariin mis zeni"
"besok aku akan jelasin ke miss zeni kalo kamu tuh sakit, bukan nya bolos" ujar adhea
aku hanya mengangguk kan kepala ku
"btw, kok kamu bisa di hukum bareng zidan?" tanya adhea keheranan
"kita kan duduk sebangku.. dan dia menggangu ku terus sampai aku berteriak karna kesal"
"ohh ya ampunn" ujar adhea menepuk jidatnya sendiri
brumm brummm brummm
"ehh siapa tuh?" ujar adhea sambil melihat suara motor itu dari balik jendela kamar ku
"siapa?" tanya ku penasaran
"calon kekasih mu hahahh"
"calon kekasih? siapa sih"
"leaaa!" teriak zidan yang sontak membuat ku memutar kedua bola matanya dengan malas
"nahh udah tau kan siapa?" ujar adhea sambil terkekeh melihat ku
"bilang aja aku ga mau di ganggu" ujar ku sambil menarik selimut ku dan tidur membelakangi adhea
"okee..." ujar adhea sambil melingkarkan kedua jari nya membentuk huruf o
ceklek..
"Lea mana?" tanya zidan ketika adhea baru saja membuka pintu utama
"dia lagi di kamar"
"apa dia belum sembuh? boleh aku masuk"
"silahkan" ujar Adhea tidak menuruti permintaan ku
ceklek..
aku sedang memijati kepala ku yang sakit
"kamu sakit?" ujar zidan yang tiba-tiba sudah berada di dekat ku
"kamu ngapain kesini!"
"aku mau tau keadaan kamu Lea, bener kan feeling ku.. kamu belum sembuh " ujar zidan dengan khawatir
"udah ga papa.. kamu pulang aja" dia pun merogoh handphone dari saku celana jeans nya dan kemudian menempel handphone nya di telinga
"halo.. saya butuh anda sekarang"
"baik tuan"
"nanti saya share lock"
"kamu nelpon siapa?" tanya ku penasaran
"aku menelpon dokter untuk mu Lea" ujar zidan yang sontak membuat adhea yang mendengar nya pun memegangi dada nya
"aahhh zidan siaga banget sih.." ujar adhea dengan baper
"apaan sih lebay, aku baik-baik ajaa"
"udah aku ga butuh protes kamu"
"kamu mau ngapain?" ujar ku dengan terkejut karna zidan mendekati ku dan menyentuh dahi ku
"kamu demam ya? astaga!"
"udah lah, ku tuh cuma butuh istirahat aja "
"leaa..." teriak bibi yang langsung masuk ke kamar ku
"ehh kok rame banget? kalian ngapain disini?" tanya bibi ku terkejut
"Lea sakit bi "jawab zidan
"apa! ya ampun lea, kalo sakit kenapa tadi sekolah?" ujar bibi yang langsung mendekat ke arah ku mengecek keadaan ku
"ya ampun! kamu demam.."
"tenang bi, zidan udah menghubungi dokter untuk kesini"
"aaa ya ampuuunnn zidaaannn kamu keren banget sih.. benar-benar bisa di andalkan" ujar bibi sambil mencubit hidung mancung zidan, dia pun hanya tersenyum miring.
"permisi.."
"ahh itu pasti dokter nya" ujar zidan yang kemudian keluar dari kamar ku
"ahhh pacar kamu tuh t o p b g t tau ga?!"
"dia tuh bukan pacar aku biii"
"alah kalo lagi marahan aja pasti ga di akuin"
"permisi.." ujar dokter cantik itu
"mari dokter" ujar bibi mempersilahkan dokter itu untuk memeriksa ku
"bagaimana keadaan keponakan saya dok" ujar bibi dengan antusias
"terimakasih dokter" ujar zidan menimbali
"baik tu"
"ohh dok alea itu sedang datang bulan tolong berikan obat pereda rasa sakit" ujar zidan memotong perkataan dokter itu
"baiklah.." bibi pun mengantar dokter itu keluar dari rumah nya, adhea juga keluar dari kamar ku.
"aku udah di tangani sama dokter, kamu pulang aja"
"aku masih ingin disini" ujar zidan sambil menduduk kan diri nya di tepi ranjang
"aku mau tidur" ujar ku sambil tidak membelakangi zidan
"have a nice dream.." ujar zidan sambil tersenyum
drrt drrttt
"hallo ada apa roy?" ujar zidan mengecilkan suara nya
"kamu dimana bro! hari ini kita kan mau konvoi"
"batal kan saja, aku sedang sibuk "
"sibuk pacaran?"
"alea sedang sakit.. tidak mungkin aku meninggalkan nya"
"wow! ternyata kamu benar-benar mengistimewakan wanita mu yaa? ku kira sama saja seperti yang lalu"
"dia berbeda.."
"yaa aku tau"
"ya sudah, kalo kamu ingin pergi konvoi pergilah aku tidak ikut"
"oke bro!"
tutt tuttt
Zidan pun ikut merebahkan badan nya di tepi ranjang ku, aku mendengar percakapan nya yang pada intinya dia membatalkan rencana yang ia buat bersama teman-teman hanya demi aku?
ohh apakah dia benar-benar menganggap ku sepenting itu? ahh mungkin itu hanya siasat awal untuk pdkt.
"ngapain kamu masih di sini" ujar ku sambil membalikkan badan ku mengarah ke pada nya
"aku hanya ingin menemani mu lea"
"pergi saja kalo mau pergi.. aku udah bilang kalo aku ga papa"
"sudah lah, lagian aku lebih suka disini"
"ah ya sudah lah terserah padamu" ujar ku kembali membalik kan badan ku membelakangi nya.
setelah aku benar-benar tertidur dia pun menutupi tubuh ku dengan selimut, kemudian dia keluar dari kamar ku dan duduk di sofa
"loh.. zidan masih di sini?" tanya bibi yang kemudian menduduk kan diri nya di sofa
"iya bii.."
"yang sabar yaa kalo ngadepin lea, dia emang orang nya keras kepala.. tapi aslinya dia baik kok"
"iya bii, aku tidak akan menyerah" ujar zidan sambil tersenyum
tiba-tiba eza pun datang ke rumah bibi
"assalamualaikum" ujar eza
"wa'alaikum salam.. masuk zaa" ujar bibi
Zidan pun menatap eza dengan tatapan dingin
"alea kenapa ya bi? tadi kok saya dengar dia pulang lebih awal"
"dia sakit zaa"
"ya ampun.. terus gimana? udah di bawah ke dokter?" tanya Eza dengan khawatir dan semakin membuat zidan tersulut emosi nya
"tadi dokter nya yang kesini, Zidan yang panggil" ujar bibi sambil tersenyum kepada zidan dia pun membalas senyuman bibi
"ohh Alhamdulillah kalo sudah di tangani"
"bibi tinggal sebentar yaa" ujar bibi sambil beranjak pergi meninggalkan mereka berdua
"kamu belum pulang dari tadi?" tanya Eza kepada zidan
"kenapa? Lo ga suka?"
"cuma nanya"
"gue ga mungkin ninggalin alea saat dia sakit kaya gini" ujar zidan sambil tersenyum miring
"makasih udah nganterin alea pulang" ujar eza sambil tersenyum
"Lo ga perlu bilang makasih.. gue ngelakuin semua ini karna gue care sama Lea"
aku pun keluar karna bosan bila di kamar terus
"kamu suka Lea?" tanya Eza
"yaa!"
"kalian?" ujar ku yang sambil menatap kedua pria yang sedang tatap menatap dengan dingin itu.
"waduhh mesti di bubarin nih.. bisa-bisa berantem kalo di diemin terus, mereka kan kaya kucing sama anjing" ujar ku dalam hati
to be continued
hai guys jangan lupa untuk like komen dan vote nya yaa 🙏😍 terimakasih dukungan kalian sangat berguna untuk membuat othor semakin semangat 💪😍