The Owner Of My Last Love

The Owner Of My Last Love
Bab 6:Virus kenakalan



Adhea berlarian menuju ke kelas, dia mendapati kami yang tengah berdiri di depan kelas.


"kalian ngapain berdiri disini?" tanya adhea keheranan


"semua ini gara-gara dia" ujar ku menatap tajam ke arah zidan


"ya udah lah.. aku mau masuk bye" ujar adhea lagi


"ngapain sih lihat-lihat terus" ujar ku dengan kesal


"kamu beneran ga tertarik gitu sama aku?" tanya zidan yang sungguh membuat ku muak kenapa ada orang yang tingkat kepercayaan diri nya seperti dia.


"ga! harus ku jawab berapa kali sih?"


"emm oke ga papa.. aku akan buat kamu mencintai ku"


"hahah jangan ngarep!"


"emang nya kenapa?"


"karna aku sudah mencintai orang lain" ujar ku sambil tersenyum membayangkan wajah tampan eza


"siapa? Eza?" tebak nya dengan tepat


"gimana kalo ternyata dia tidak mencintai mu" ujar zidan lagi membuat ku menghentikan lamunan ku


"sok tau banget sih" ujar ku dengan sewot


"Lea.. kamu capek ga berdiri kaya gini?" tanya nya mengalihkan pembicaraan


"iya lah.. pake nanya lagi"


"kabur yukk"


"apa?"


"iyaa kabur"


"engga deh.. ntar kena hukuman double gimana?"


"ga akan.. udah deh percaya aja sama aku"


"aku takut zidan.."


"ga usah takut kan ada aku" ujar zidan menatap kedua mata ku dengan lekat


"ga deh, aku ga mau ikutan"


"ya udah kalo gitu kamu berdiri disini sampek jam berakhir ya?"


"ha? sendiri? malu lahh "


"hahaa maka nyaa kabur aja, yukk"


sebenernya aku takut untuk melarikan diri dari hukuman, namun disisi lain aku juga malu bila di hukum seperti ini, apalagi aku adalah murid baru di sini


"ya udah lah ayok" Zidan menggandeng tangan ku, membawa ku pergi melewati lorong sekolah yang tak jauh dari situ


"kita mau kemana?" tanya ku kebingungan


"ke kantin"


"kantin? kan bukan lewat sini.. iya kan?"


"maksud ku kantin luar"


"ha? emang nya boleh?"


"haha Lea leaa.. kamu polos banget sih, kan kita kabur.. ya asal ga ketauan ga bakal di marahin lah, udah tenang aja"


"tapi aku ga bisa manjat" kemudian Zidan berjongkok


"cepet naik" ujar nya


"hah?"


"cepet.. kalo kelamaan nanti kita bisa ketauan "


"kamu jangan ngintip yaa?"


"oke aku mejem nih" ujar zidan yang sudah menutup rapat kedua mata nya, perlahan aku naik ke kedua bahu zidan kemudian kedua tangan ku berpegangan pada dinding pagar dan zidan berdiri membuat ku menjangkau ketinggian pagar itu


"cepet naik"


"jangan ngintip"


"iya iya.. ini masih mejem"


aku pun berhasil memanjat dinding tinggi itu, aku berjongkok di atas pagar dinding itu


"Zidan ini tinggi banget aku, kalo aku loncat nanti kaki ku bisa patah" ujar ku ketakutan


"tunggu aku di situ" ujar nya sambil menaikkan pagar dan dengan cepat meloncat ke arah luar pagar


"beuh! kelihatan profesional banget sih" ujar ku


"cepetan lompat..nanti aku tangkap" ujar nya berdiri di bawah ku


"hah? di tangkap?"


"jangan kebanyakan tanya alea.. buruan"


dengan ragu aku pun melompat dan dengan cepat dan tepat dia menangkap tubuh ku, dia menggendong ku ala bridal style.


"Zidan turunin" dia menurunkan ku dengan perlahan


"aku deg degan tau.." ujar ku dengan kedua mata yang berkaca-kaca


"kamu kenapa? takut?"


"iya lah, pake nanya"


"ya udah tenang ya.. kita udah aman sekarang"


"aman apa nya? kita itu bolos zidan pasti bakal kena huk"


"sssttt udah yaa" ujar nya sambil menaruh jari telunjuk nya di bibir ku, dengan cepat aku menghempaskan tangan nya dari bibir ku


"aku kita ke kantin mpok neli " ujar nya sambil menggandeng tangan ku


"wa'alaikum salam.. ehh zidan, bawa siapa ini?" tanya mpok neli penasaran aku pun menyalami mpok neli dan dia tersenyum padaku


"ya ampun cantik sopan lagi, tumben zidan punya pacar sesopan ini" ujar Mpok neli tekekeh


"ini bukan pacar mpok, ini calon istri " ujar nya sambil tersenyum kepada ku, aku pun hanya memutar bola mata ku dengan malas


"silahkan duduk neng" ujar mpok neli


"makasih, mpok"


"nama nya siapa neng?"


"alea mpok"


"ohh alea.. Mpok panggil ale ya?"


"jangan lah mpok, ntar di kira minuman segar yang bibi jual itu hahaha " ujar zidan yang sontak mendapat tabokan pelan di lengan nya


"kamu ini ngadi-ngadi aja"


"panggil nya lea aja lah" protes Zidan lagi


"yang punya nama aja ga protes kok" ujar mpok neli sambil tersenyum padaku


"terserah mpok mau manggil apa " ujar ku membalas dengan senyuman juga


"ya udah kalo boleh manggil terserah aku manggil kamu sayang ya lea?" ujar zidan


"ga lah, ntar di kira pacaran "


"kan emang calon pacar "


"ngimpi!" ujar ku dengan tatapan dingin


"hahahah baru pertama kali mpok neli denger ada yang nolak zidan" ujar mpok neli sambil menyuguhkan dua es teh manis kepada kami


"ga usah ngejek lah mpok, Lea ini spesial.. jadi ga muda ngedapetin nya" aku pun memutar bola mata ku dengan malas


"Lea? kamu suka es teh ga? kalo ga kamu boleh pesen lagi"


"ga usah.."


"kamu mau makan apa?" tanya nya lagi seolah tak bisa diam


"terserah "


"bakso urat 2 mangkok ya mpok "


"siaapphhhh" ujar mpok neli sambil mengacungkan jempol nya


"kamu sering bolos kesini ya?"


"iya" jawab nya sambil tersenyum


"sama cewek-cewek?"


"ada, beberapa "


"mantan kamu?"


"bukan, cuma penggemar aja"


"hahah sok artis"


"emang artis ahhahah, becanda.. siapa sih yang ga mau sama aku Lea?"


"ehh kecuali kamu" ujar nya lagi


"iya ale.. zidan emang suka bolos kesini dan bawa berbagai cewek-cewek.. dia itu jadi seleb si sekolah ini, mpok neli juga heran kok ada juga ya yang ga mau sama zidan, emm tapi alhamdulillah lah.. jadi sombong nya bisa berkurang dikit hahha" ujar mpok neli panjang kali lebar sambil menyungguh kan 2 mangkok bakso, aku hanya tersenyum menanggapi nya. aku menatap ke arah mangkok bakso ku, disana di penuhi dengan toge yang tidak aku sukai sama sekali.


"kamu kenapa?" tanya zidan seolah tau mengenai isi hati ku


"aku ga suka toge"


"ya udah aku pesenan lagi ya"


"ga usah.."


"ga papa.."


"ga usah zidan.."


"ohh kalo gitu toge nya aku makan ya?"


aku hanya mengangguk kan kepala ku, dia memunguti toge itu dari mangkok ku.


"dah.. abis toge nya, kamu abisin ya? kalo kurang bilang aja nanti aku pesenin lagi"


aku hanya terdiam dan kemudian memakan bakso itu, dia sudah habis lebih dahulu .


kedua mata nya kembali menatap ku


"jangan dilihatin"


"Kenapa emang nya?"


"bisa-bisa ga nafsu makan aku"


"busyet dah.. gitu amat sih" ujar nya sambil terkekeh


setelah menghabiskan makanan kami, dia membawa ku pergi dari situ


"mau kemana lagi?"


"kamu mau nya kemana? tapi selain balik ke sekolah ya?"


"dasar virus kenakalan"


"hahaa.. ga papa yang penting bisa jagain kamu terus"


"jagain apa nya? gangguin iyaa" dia pun tekekeh mendengar penuturan ku


to be continued


jangan lupa ritual jempol nya😌 jangan cuma mampir tapi ga kasih apa²😏🤣 maksudnya biar othor tambah semangat up nya 😍